
Yura masih berbaring di rumah sakit dan Adelio masih setia menemaninya,sedangkan Atha dan Dafa mereka kembali ke vila.
Adelio nampak sedang membaca buku miliknya,dan Yura dia sedang tertidur,tiba-tiba seorang perawat datang.
"maaf pak,dokter meminta anda keruangan nya".
Adelio menoleh ke arah Yura lalu dia berkata,"titip istri saya dulu".
"baik pak",Adelio pun pergi menemui dokter di ruangannya.
Kini Adelio bersama dokter,"saya sengaja memanggil anda ke sini karena ada yang harus saya sampaikan,ini berkaitan dengan hasil kesehatan istri anda,sebenarnya saya berat untuk mengatakan hal ini,tapi anda perlu tahu",
Adelio semakin penasaran,"katakan dok bagaimana dengan kondisi istri saya?",tanya Adelio.
"istri anda mengidap kanker otak",jawab dokter membuat Adelio tertegun.
"jadi saya sarankan sebaiknya nyonya harus secepatnya di operasi",lanjut dokter.
"terima kasih dok,saya akan bicarakan ini dengan anak-anak saya",ucap Adelio lalu dia pergi.
Adelio sedang duduk di koridor rumah sakit,dia masih tak percaya dengan penjelasan dokter.
Seketika air matanya terjatuh,tak kuasa membendung kesedihan ini,orang yang di amat di cintai nya ternyata mengidap penyakit yang mematikan.
Adelio mengusap air matanya,dia tidak mau menunjukkan kesedihan di hadapan Yura,dan Adelio pun kembali ke kamar dimana Yura di rawat.
Adelio melihat perawat sedang bersama Yura,"terima kasih sudah menjaga istriku",ucap Adelio.
"sama-sama,lagian ini juga sudah tugas saya,kalo gitu saya akan kembali",perawat itu pun kembali bekerja.
Adelio melihat Yura tengah menyantap makanan yang di berikan pihak rumah sakit.
"ayo kita makan bersama",ucap Yura sambil menyodorkan satu sendok nasi.
Adelio pun langsung membuka mulutnya,dia mencoba untuk tegar walau hatinya saat ini sangat terluka.
...----------------...
Di vila Atha sedang berbaring di sofa yang berada di ruangan tengah,tiba-tiba dia mendengar sesuatu terjatuh,sontak Atha pun beranjak dari tidurnya dan mencari apa yang dia dengar.
Ketika Atha melangkahkan kakinya dia melihat Tiwi tergeletak di lantai,Atha pun terkejut dan menghampiri Tiwi.
"Wi,kamu kenapa?",tanya Atha cemas.
Tidak menunggu lama Atha membawa Tiwi ke kamarnya lalu dia meminta pertolongan pekerja Vila untuk memanggilkan dokter.
Tidak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa Tiwi.
__ADS_1
Rachel dan Dafa menunggu di luar,sedangkan Atha menemani Tiwi di dalam.
"bagaimana dok dengan kondisi istri saya?",tanya Atha.
"selamat,anda akan menjadi seorang ayah",jawab Dokter.
Atha pun menutup mulutnya,dia tak percaya kalo dia akan menjadi seorang ayah.
"istri anda tidak boleh terlalu capek dan dia harus banyak beristirahat",pesan dokter.
"baik dok",
"kalo begitu saya pamit",dokter itu pun keluar dari kamar yang di tempati Atha.
Rachel dan Dafa langsung masuk dan menanyakan kondisi Tiwi.
"bagaimana keadaan kak Tiwi kak?",tanya Rachel.
Atha tersenyum lebar,"dia sedang hamil",jawab Atha.
Rachel pun terkejut dan dia ikut bahagia atas kehamilan Tiwi,"selamat ya kak",ucap Rachel.
Tiba-tiba suara ponsel Atha berdering,tanda panggilan telepon masuk,Atha melihat layar ponselnya dan yang menelepon adalah ayahnya.
Tidak menunggu lama Atha pun mengangkat panggilan dari ayahnya lalu dia keluar dari kamarnya.
Setelah beberapa menit berbicara dengan ayahnya,Dafa datang menghampiri Atha,dia melihat Atha yang sedang tertunduk.
Atha menoleh,"Rachel masih di dalam?",Atha balik tanya.
"ya dia bersama Tiwi",jawab Dafa.
"kita bicara saja di luar",ajak Atha.
Kini Atha dan Dafa berada di teras vila,Atha menceritakan kalo ayahnya tadi memberitahu tentang kondisi ibunya saat ini,kalo Yura mengidap kanker otak.
Dafa pun ikut terkejut dan tak percaya,selama ini Yura terlihat sehat dan baik-baik saja.
Perasaan Atha campur aduk antara bahagia dan sedih,tapi dia berusaha untuk bisa menghadapi kesedihan ini.
...----------------...
Keluarga Adelio berkumpul di rumah sakit,Atha terus menggenggam tangan ibunya,sepertinya dia enggan melepaskannya.
Rachel yang melihatnya merasa aneh melihat tingkah Atha yang menurutnya berlebihan,Rachel berpikir sepertinya ada yang di sembunyikan.
Rachel belum mengetahui kondisi ibunya saat ini,karena Adelio meminta hanya para lelaki dulu yang tahu,dan Atha pun meminta Dafa untuk tidak menceritakannya dulu pada Rachel.
__ADS_1
Adelio mengajak Atha untuk membeli cemilan,karena dia merasa suntuk seharian di rumah sakit.
Atha pun mengikuti ayahnya,dan Rachel menggantikan posisi Atha untuk duduk di samping ibunya.
"kapan ibu pulang,kami sangat merindukan masakan ibu",ucap Rachel.
"doakan saja ibu na agar cepat berkumpul di rumah,apa lagi tak bertemu si kembar rasanya ibu rindu setengah mati",ujar Yura.
"Wi,ibu senang mendengar kehamilan mu,selamat ya nak",ucap Yura pada Tiwi.
"makasih bu,semoga ibu juga lekas sembuh ya",ucap Tiwi.
Atha duduk bersama ayahnya di sebuah kursi taman yang berada di rumah sakit,"ayah ikut senang atas kehamilan istri mu",ucap Adelio.
"perasaanku saat ini bercampur aduk,antara senang dan sedih,aku sangat bahagia karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah,tapi di sisi lain aku takut kehilangan sosok ibu",kata Atha.
"saat mendengar kesehatan ibu,rasanya petir sedang menyambar ku,perasaan ini hancur mendengar orang yang kita sayangi sedang melawan penyakitnya",lanjut Atha sambil menangis karena dia sudah tak bisa membendungnya.
Adelio memeluk putranya,"kita akan berjuang bersama-sama agar ibu sehat kembali,ayah mohon jangan tunjukan kesedihan di hadapan ibu mu",ucap Adelio.
Atha melepaskan pelukan ayahnya,"aku janji akan berusaha tegar",ucap Atha,Adelio pun menganggukkan kepalanya.
Di tempat lain,Rachel pergi mencari kakak dan ayahnya,sedangkan Yura bersama Tiwi.
Setelah menemukan keduanya,Rachel menghampiri mereka,"ayah,kak Atha",sapa Rachel.
Atha dan Adelio pun menoleh ke arah Yura,Mereka berdua terkejut saat Rachel berada dekat dengan mereka.
"Rachel",gumam Adelio.
Rachel mendekat,"sedang apa kalian di sini,bukannya mau mencari cemilan",ucap Rachel.
"ehm anu...",ucap Atha tak bisa berkata-kata.
"iya tadinya kita mau cari cemilan tapi kita duduk di sini dulu enak suasananya adem",jelas Adelio.
"oh gitu,tapi tidak ada yang di tutupi kan dari aku",ujar Rachel.
Atha dan ayahnya saling melirik,"soalnya aku mencium bau-bau rahasia gitu",lanjut Rachel.
Adelio menarik nafasnya,sudah waktunya Rach mengetahui yang sebenarnya.
"kamu benar ada sesuatu yang kami rahasiakan,tapi sebelum ayah jelaskan ayah mau kamu berlapang dada dan menerima semua keadaan",ucap Adelio.
"katakan ayah",ucap Rachel dengan tidak sabar.
Adelio pun menceritakan semuanya kalo kondisi ibunya saat ini sedang melawan penyakit ganas.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat merayakan Lebaran Idul Fitri ke 1444 H,mohon maaf lahir dan batin.