
Waktunya tiba Soni mengucapkan ijab kobul di depan penghulu dan para saksi,tersirat kebahagiaan di wajahnya ketika para tamu undangan mengucapkan kata sah serentak.
Bukan hanya Soni,Adelio,Yura dan Andre pun ikut bahagia,namun tidak dengan Alin,bukan tidak bahagia karena pernikahannya namun dia merasa kebahagiaannya tidak lengkap karena keluarganya tidak menghadiri pernikahannya.
Soni yang melihat wajah sang istri yang murung,kini mencoba menyemangatinya,"sayang,kamu pasti bisa",ucap Soni sambil menggenggam tangan Alin.
"makasih kak",ujar Alin.
Kini Soni dan Alin sudah menjadi suami istri,Alin yang memakai kebaya putih terlihat cantik dan Soni yang memakai jas hitam juga terlihat tampan,para tamu undangan bersalaman dengan pengantin baru.
Pesta sedang berjalan,Yura dan Atha mereka sedang mencicipi makanan,namun tiba-tiba perut Yura sakit,"aduh kenapa tiba-tiba sakit ya",gumam Yura sambil memegang perutnya.
"ibu kenapa?",tanya Atha.
"perut ibu sakit sayang,ibu ke toilet dulu ya",ucap Yura lalu pergi.
Adelio yang melihat Yura pergi,dia langsung menghampiri Atha.
"boy,ibu mau kemana?",tanya Adelio.
"ibu tiba-tiba sakit perut,jadi ibu pergi ke toilet",jawab Atha.
Setelah mendengarnya Adelio langsung mencari keberadaan Mia untuk menjaga putranya,setelah itu Adelio pergi menemui Yura.
Ketika dia hendak menuju toilet,seketika melihat wajah Jodi yang sedang berjalan masuk kedalam gedung namun samar-samar,Adelio mengernyitkan keningnya,"apa itu Jodi",gumam Adelio.
"sayang kamu sedang apa di sini?",tanya Yura yang membuyarkan pikiran Adelio.
"aku mengkhawatirkan mu,tadi aku lihat kamu terburu-buru",jawab Adelio.
"aku tiba-tiba sakit perut,tapi sekarang sudah enakan",ucap Yura.
"syukurlah ayo kita kembali kedalam",ajak Adelio dan mereka berdua pun pergi.
Acara terus berjalan sampai malam hari,karena Soni mengadakan pesta sampai malam,Yura dan Adelio pun kini telah berganti pakaian,kini mereka sedang berbaur dengan para petinggi dari luar Negeri.
Seorang wanita memakai gaun berwarna hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya tengah tersenyum saat pandangan matanya bertemu mata Adelio,namun sikap Suami Yura itu terlihat acuh.
Wanita itu menghampiri Adelio yang sedang berbincang dengan para tamu undangan.
"selamat malam,tuan Adel kan?",tanya wanita itu sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Adelio pun meraihnya dan menjawab sapaannya,"selamat malam,anda tahu saya?",tanya Adelio.
"tentu,direktur tampan dan sukses kalo bukan Tuan Adelio",jawab wanita itu sambil tersenyum lebar.
"kenalkan saya Lorenza,pemilik salon ternama di sini",wanita itu memperkenalkan diri.
__ADS_1
"oh,terima kasih sudah berkenan datang ke pesta sepupu saya",ucap Adelio.
Lorenza tersenyum lalu mendekati wajahnya ke telinga Adelio,"apa kita bisa berbicara di luar pesta ini?",tanya Lorenza.
Adelio membulatkan matanya,wanita yang berada di hadapannya ini sungguh berani mengajak lelaki yang baru saja dia kenal.
"maaf mungkin lain kali saja nona",Adelio menolak ajakan Lorenza.
"ehm tidak apa-apa lain kali kita makan bersama",ucap Lorenza,dan Adelio pun pamit karena dia tidak mau Yura melihatnya dan menyangka yang tidak-tidak.
Semua para tamu undangan menikmati makanan yang sudah di sediakan,terlihat seorang wanita paru baya menghampiri kedua pengantin itu.
Saat wanita itu sudah berada di atas pelaminan,Soni dan Alin terkejut dibuatnya,"Ibu",ucap Alin pelan.
Tubuh Alin tiba-tiba melemah dan akhirnya dia ambruk ke lantai,Alin mulai kehilangan kesadarannya.
"Alin bangun",ucap Soni hendak membantu Alin sambil menepuk pipi istrinya.
Ibu Alin mendekat,dia melihat putrinya yang sudah tidak sadarkan diri,"bangun nak ibu sudah datang",ucap Ibu Alin sambil menahan tangisnya.
Semua para tamu undangan yang hadir melihat Alin pingsan,Yura dan Adelio pun datang menghampiri.
"Alin kenapa kak?",tanya Yura.
Soni menjawab,"aku tidak tahu tiba-tiba dia ambruk".
...----------------...
Pesta telah usai,di kamar hotel Alin sedang di periksa oleh dokter.
"bagaimana dok?",tanya Soni cemas.
"sepertinya nyonya Alin sedang hamil dan saya sarankan untuk segera menemui dokter kandungan",jawab dokter.
Soni pun membulatkan matanya,"hamil".
"iya tuan sebaiknya nyonya harus banyak istirahat,dan ini resep obatnya yang harus di beli",pesan dokter sambil memberikan secarik kertas.
"terima kasih dok",
"kalo begitu saya pamit",dokter pun pergi.
Soni memandang wajah istrinya,dia merasa ini adalah mimpi,"apa bisa satu kali berbuat bisa membuahkan janin?",tanya Soni dalam hati.
Di ruangan terpisah,Adelio,Yura,Andre dan Ibu Alin sedang duduk menunggu kabar dari Soni,mereka sangat mencemaskan keadaan Alin.
Tidak lama kemudian Soni datang,mereka pun berdiri tidak sabar mendengar keadaan Alin.
__ADS_1
"apa yang di katakan dokter?",tanya Adelio.
Soni menjawab,"dia hamil".
Seketika mereka pun terkejut,Ibu Alin pun terpaku saat mendengarnya.
Soni melihat ke arah mertuanya,"bu maafkan aku kare...",belum selesai berbicara,Ibu Alin sudah memotongnya.
"aku ingin menemui putri ku",ucapnya dengan wajah datar dan langsung pergi.
Soni tidak bisa berkata-kata,dia membiarkan mertuanya menemui Alin.
Yura memijit keningnya,sedangkan Adelio dan Andre masih berpikir tentang jawaban Soni.
"apa satu kali melakukannya bisa langsung jadi?",tanya Soni pada Yura.
Adelio yang menjawabnya,"mana mungkin terkecuali kau terus menerus melakukannya".
Andre semakin tidak mengerti dengan pembicaraan ketiga orang itu,"kalo boleh tahu pak Soni nabung duluan?",tanya Andre polos.
Ketiga orang itu langsung melihat ke arah Andre tanpa menjawab pertanyaannya,dan Andre pun paham akan tatapan mereka dan dia langsung menundukkan kepalanya.
"bisa saja kalau tuhan sudah berkehendak",ucap Yura lalu pergi meninggalkan para pria itu.
Alin sedang bersama Ibunya,"maafkan Alin bu sudah mengecewakan",lirih Alin sambil menundukkan kepalanya.
"berapa usia kandungan mu?",tanya Ibunya,Alin pun menggelengkan kepalanya lalu menjawab,"kami hanya melakukannya satu kali bu itu pun saat kami datang ke rumah".
Ibu Alin memejamkan matanya,"kenapa tidak berterus terang?",tanya Ibunya lagi.
"Alin takut bu",ucap Alin pelan.
Tiba-tiba Soni datang,dan dia langsung ikut bergabung bersama Alin dan mertuanya.
"sudah lah semua ini sudah terjadi,dan sekarang kalian sudah menikah,tapi Ibu tetap kecewa pada kalian yang tidak bisa menahan diri",tutur Ibu Alin.
"maaf ibu baru datang ke pernikahan kalian,kalo saja tuan Alex tidak memberi tahu ibu,mungkin Ibu tidak akan menghadiri pernikahan mu",lanjut Ibu Alin.
"Alex",ucap Soni dan Alin bersamaan.
"iya,semalam tuan Alex memberitahu kalo kalian hari ini menikah,jadi ibu memutuskan untuk datang ke pernikahan kalian walau tanpa undangan",sindir Ibunya.
"maaf bu,kami tak bermaksud seperti itu",ucap Soni.
"tidak apa-apa Ibu mengerti,Ibu hanya bisa mendoakan agar kalian selalu bahagia,oh ya ada salam dari kakak mu Muti,dia tidak bisa ke sini maklum kalo sudah berbadan dua",tutur Ibu Alin.
"tidak apa-apa bu",ucap Alin dan Soni serentak.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...