
Adelio sudah berada di apartemennya dia sedang gusar memikirkan apa yang barusan dia lihat,"apa Yura sudah menikah lagi?" Adelio bertanya sendiri.
ketika sedang berkecamuk dengan pikirannya tiba-tiba ponselnya bergetar.
derrt...derrt...
Adelio mengambil ponselnya dan apa yang dia lihat sebuah kiriman poto istrinya sedang menunggunya di bawah.
"untuk apa dia datang ke sini" gumam Adelio,dan dia cepat cepat menyuruh anak buahnya untuk mengantarkan istrinya ke apartemennya.
"sayang aku sangat merindukanmu" ucap Mika ketika sudah berada di apartemen suaminya.
Adelio hanya diam saat menerima pelukan istrinya,"kamu kenapa sayang..." goda Mika sambil meraba dada Adelio.
"untuk apa kamu datang ke sini,bukannya di sana banyak yang harus kamu kerjakan" ucap Adelio yang sebenarnya dia enggan menerima perlakuan istrinya.
"aku kangen kamu" ucap Mika manja.
Mika mencoba menggoda Adelio dengan menempelkan keningnya dengan kening Adelio,nafasnya begitu terasa di hidung Adelio,"aku kangen bercinta denganmu sayang..." ucap Mika.
Adelio semakin ingin melepaskannya namun dia tetap bertahan karena dia tidak mau Mika menyadari kalo dirinya sudah mengetahui perselingkuhan Mika.
Dengan sangat terpaksa Adelio pun memulai percintaan mereka,ketika mereka melakukan penyatuan wajah Yura selalu terbayang di pikiran Adelio seakan dia sedang bercinta dengan Yura.
kini penyatuan mereka berakhir,Adelio yang sedang berendam di bathtub dia terus di hantui dengan bayangannya Yura dan anak itu,"kenapa sekarang aku terus memikirkannya" ucap Adelio.
tok...tok...
"sayang.. buka pintunya aku ingin mandi bersamamu" teriak Mika sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"berisik sekali..." gumam Adelio.
"ayo sayang,aku gak lama di sini besok aku harus kembali jadi kita puaskan malam ini" teriak Mika lagi.
"jujur saja sebenarnya aku jijik menjamahnya,tapi aku harus menahannya" lagi-lagi Adelio bergumam.
Pintu kamar Mandi terbuka,terlihat Adelio yang sudah memakai celana boxer,tiba-tiba Mika menghampiri Adelio lalu mencium bibir suaminya.
Setelah lama berciuman Adelio melepas paksa,"hentikan aku lelah,sebaiknya kita istirahat"
__ADS_1
"tidak sayang...ayo kita lanjutkan lagi" rengek Mika,dan Adelio pun harus berpikir keras untuk tidak melakukannya lagi bersama Mika.
"baiklah kalo itu mau mu,tapi tunggu sebentar aku akan mengambilkan minuman agar kita semakin terlena" bisik Adelio dan Mika pun tersenyum kemenangan.
Tidak lama kemudian Adelio membawa dua gelas berisikan wine yang satunya diberikan pada Istrinya,"minum sayang sebelum pertempuran kita di mulai" ucap Adelio menyeringai.
Mika pun meminumnya dengan habis,tidak lama kemudian kepalanya terasa pusing,"sayang,kenapa kepalaku berat sekali" ucap Mika sambil memegang kepalanya.
"mungkin kau kelelahan sayang" ucap Adelio sambil membaringkan istrinya di kasur yang besar,dan akhirnya Mika pun tertidur pulas,ternyata Adelio mencampurkan obat tidur ke minuman yang dibawanya,dan Adelio pun ikut berbaring di samping Mika.
Di sebuah kontrakan Yura sedang menasihati Atha,dia tidak mau kalau Atha mengulanginya lagi.
"ingat pesan ibu,jangan pernah pergi lagi dari rumah tanpa ijin dari ibu"
"iya bu"
Yura menyuruh Atha untuk secepatnya tidur karena besok Yura harus berangkat lebih awal karena dia tidak mau bertemu dengan bosnya saat membersihkan ruangan direktur.
hari berganti,Yura sudah berada di kantor dugaan dia benar,ternyata mantan suaminya belum datang,dengan leluasa dia membersihkan tempat itu.
setelah selesai dia langsung pergi ke tempat lain,sedangkan Adelio dia baru sampai di kantornya,dia berjalan menuju ruangannya dengan tergesa-gesa ingin sekali dia melihat mantan istrinya yang sedang bekerja.
Sedangkan istrinya di apartemen masih tertidur pulas,dia tidak menyadari kepergian suaminya,"sayang...kamu dimana?" teriak Mika serak.
Mika berdiri lalu mencari keberadaan Adelio tapi dia tidak menemukannya,tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamar.
tok...tok...tok...
"siapa?" tanya Mika.
"saya asisten Tuan nyonya" jawab Andre dari belakang pintu.
"masuk...."
Andre pun membuka pintu,dilihatnya istri bosnya yang tengah duduk dengan memakai baju dinasnya yang **** yang memperlihatkan lekuk tubuhnya,"ada apa?" tanya Mika pada Andre.
"maaf nyonya,Tuan sudah pergi ke kantor dia memberi pesan agar nyonya segera pulang karena di kantor utama masih banyak pekerjaan" ucap Andre sambil membungkukkan tubuhnya.
"memangnya setiap hari dia berangkat sepagi ini?"
__ADS_1
"iya nyonya..."
Mika menghela nafasnya,"baiklah aku akan pulang tapi antar aku dulu menemuinya"
"tidak bisa nyonya"
Mika mengernyitkan keningnya,"kenapa,apa kau sudah bosan bekerja?"
"Tuan melarangnya karena sebentar lagi dia ada meeting diluar" ucap Andre berbohong karena permintaan bosnya.
"ya sudah aku akan pergi,bilang padanya untuk secepatnya pulang" ucap Mika dengan nada kesal,dan Andre pun keluar.
Di kantor Adelio sedang menelepon,"bagaimana apa dia sudah pergi?"
"...."
"bagus,sebaiknya kamu cepat kesini ada yang harus kamu kerjakan".
"aku akan mencari tentangmu setelah kita berpisah" ucap Adelio yang sudah mematikan ponselnya.
Tidak menunggu waktu lama Andre sudah berada di kantor,dia sedang berjalan menuju ruangan Adelio.
"selamat pagi Bos..." sapa Andre pada Adelio.
"pagi,bagaimana apa wanita ular itu sudah pulang?"tanya Adelio.
"apa wanita ular?dia memanggil istrinya wanita ular" ucap Andre dalam hati.
"sudah Bos,saya memastikannya sampai bandara" jawan Andre.
"bagus..."
Adelio ingin sekali Mika benar-benar pergi dan dia tidak mau Mika mengetahui kalo Yura mantan istrinya bekerja di perusahaan milik dirinya.
"lalu apa pekerjaan saya sekarang bos?" tanya Andre.
"hari ini kita rapat,aku akan mengadakan sebuah pesta di kantor untuk penyambutan ku,panggil semua karyawan termasuk para OB" ucap Adelio.
"baik bos kalo begitu saya keluar" ucap Andre,dan Adelio pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...