
Adelio dan Yura sudah rapi,mereka hendak pergi ke yayasan dimana Jodi tinggal,bukan hanya Jodi yang mengundang mereka,namun pemilik yayasan pun mengundang Yura lewat telepon.
Mereka hanya pergi berdua,sedangkan anak-anak mereka di jaga oleh Kiki dan Mia.
Hanya memerlukan satu jam setengah untuk bisa sampai di yayasan,para tamu sudah berdatangan dan berkumpul di sebuah aula,setelah berada di yayasan Yura dan Adelio di sambut hangat oleh pemilik yayasan tersebut.
"selamat pagi tuan dan nyonya Yura,saya sangat senang kalian bisa hadir di acara syukuran tempat yayasan kami",ucap pemilik yayasan.
"sama-sama bu",
"mari silahkan duduk",pemilik yayasan mempersilahkan pada Yura dan Adelio,dan mereka memilih duduk di kursi yang paling depan.
Adelio mengedarkan pandangannya,dia mencari keberadaan Jodi namun dia tidak menemukannya,Yura yang menyadarinya langsung bertanya.
"sayang,kamu sedang cari siapa?",tanya Yura.
"tidak,aku hanya ingin ke toilet",Jawab Adelio pura-pura.
"di luar ada toilet kamu tanya saja sama orang-orang yang berada di luar",jelas Yura.
"baiklah kalo begitu aku keluar sebentar",ucap Adelio dan Yura pun menganggukkan kepalanya.
Setelah di luar Adelio tidak ke toilet,dia malah mencari keberadaan mantan asistennya,ada rasa kekhawatiran Adelio pada Jodi.
Ketika Adelio berjalan-jalan di lorong yang sepi,dia mendengar rintihan seorang laki-laki di sebuah ruangan.
Dia melihat seorang laki-laki sedang membawa sebuah kotak berukuran sedang namun tangannya tidak kuat dan laki-laki itu menyimpannya kembali.
Laki-laki itu memegang pergelangan tangan kirinya,dan dia meringis kesakitan,Adelio yang melihatnya langsung menghampiri.
"apa ada yang bisa saya bantu",Adelio menawarkan bantuan.
Laki-laki itu menoleh,sontak saja mereka saling terkejut,"Jodi",ucap Adelio.
"tuan,anda datang ke sini?",tanya Jodi.
"iya,aku datang bersama istriku,tangan mu kenapa sepertinya tidak bisa mengangkat kotak ini",tanya Adelio.
"saya tidak apa-apa tuan",jawab Jodi.
"jangan bohong Jodi,tangan mu sakit gara-gara kemarin saat menolong istriku kan",ucap Adelio.
"saya mohon jangan beritahu nona",pinta Jodi.
"kenapa,kalau kamu menyembunyikan darinya,dia akan semakin bersalah",ucap Adelio,Jodi hanya terdiam.
"kalau begitu setelah acara selesai kita akan pergi ke tukang urut",kata Adelio.
__ADS_1
"tapi tuan",
"tidak ada tapi-tapi kamu harus mengikuti saran ku",ujar Adelio.
"dan ini biar aku yang membawanya",ucap Adelio sambil mengangkat kotak itu,namun Jodi menghentikannya.
"jangan tuan,biarkan teman saya yang membawanya,nanti baju tuan kotor",ucap Jodi tak enak hati.
"tidak apa,santai saja ayo aku harus membawanya kemana?",tanya Adelio.
Dengan gugup Jodi menunjukkan jalannya,"mari ikut saya tuan",ajak Jodi dan mereka pun pergi.
Kini Jodi dan Adelio sudah sampai di tempat tujuan,mereka berada di dapur umum.
"simpan saja di sini tuan",ucap Jodi menunjukkan sebuah meja,dan Adelio pun menyimpannya di atas meja tersebut.
"terima kasih tuan anda sudah membantu saya",ucap Jodi.
"sama-sama,oh ya jangan lupa setelah acara ini selesai kita akan pergi ke tukang urut",pesan Adelio.
"baik tuan kalau anda memaksa saya tidak bisa berbuat apa-apa",ucap Jodi.
"kalau begitu aku akan kedalam",pamit Adelio.
"silahkan tuan",dan Adelio pun pergi.
Jodi melihat punggung mantan bosnya yang sedang pergi menjauh darinya,dia tersenyum lebar melihat Adelio yang sudah bisa membuka hati untuknya,seketika terjatuh air matanya.
Begitu juga Adelio,dia melangkah pergi meninggalkan Jodi sambil tersenyum,mungkin kini dirinya sudah bisa membuka hati untuk sang mantan asisten,walaupun sikap mereka kini terasa kaku.
...----------------...
Adelio sudah bersama istrinya lagi,"sayang kamu dari mana saja?",tanya Yura.
"maaf aku sudah meninggalkan mu sendiri,tadi aku membantu seseorang dulu",jawab Adelio.
"oh ya,hebat sekali suami ku",sanjung Yura.
"terima kasih sayang,tapi ingat aku tulus loh",ujar Adelio.
"tentu harus dong sayang",ucap Yura.
Setelah acara selesai Adelio dan Yura menunggu Jodi keluar dari gedung yayasan,terlihat Yura yang khawatir akan keadaan Jodi.
"sayang,aku jadi merasa bersalah deh,gara-gara aku dia menjadi kesakitan",lirih Yura.
"tenang sayang,mungkin dia hanya terkilir dan tidak lama lagi dia akan sembuh",ucap Adelio menenangkan Yura.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Jodi datang menghampiri,"maaf tuan,nona saya sudah membuat kalian menunggu lama,tadi ada yang harus saya kerjakan dulu",ucap Jodi.
"tidak apa ayo masuk",ajak Adelio kedalam mobil dan mereka pun pergi.
Kini mereka sudah sampai di tempat tukang urut,tidak menunggu lama Jodi pun di persilahkan masuk,Adelio dan Yura hanya menunggu di luar.
"sayang,mungkin orang yang kamu tolong adalah Jodi",ucap Yura.
Adelio menganggukkan kepalanya sambil berkata,"benar sayang,aku tadi melihat dia mengangkat sebuah kotak tapi dia kesakitan dan aku coba menghampirinya dan bertanya padanya,awalnya dia juga menolak ku bawa ke tukang pijit namun aku mencoba membujuknya dan sedikit menekannya".
"tapi tidak mengancamnya kan?",tanya Yura.
Adelio menghela nafasnya,"kamu gak percaya padaku?",tanya Adelio.
Yura tersenyum,"aku percaya padamu".
Setelah Jodi selesai di pijit akhirnya dia keluar,"bagaimana?",tanya Yura.
"ini sudah enakan",jawab Jodi.
"syukurlah kini aku merasa lega",ucap Yura.
"maaf ya,kalau saja kamu tidak menolongku mungkin tangan kamu akan baik-baik saja",lanjut Yura.
"jangan bicara seperti itu nona,kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita",tutur Jodi.
"betul sekali",ucap Yura.
Adelio pun mengantarkan Jodi lagi ke yayasan,namun kali ini dia pergi tanpa Yura,karena Yura harus pulang lebih dulu di jemput oleh pak Amin,karena dia tidak bisa meninggalkan anak-anaknya terlalu lama.
Di perjalanan pulang Adelio mencoba membuka pembicaraan yang sebelumnya hening.
"bagaimana apa kamu betah tinggal di yayasan?",tanya Adelio.
Jodi menjawab,"di sana saya mendapatkan ketenangan,ini juga berkat nona Yura kalau dia tidak menolong saya,mungkin sampai saat ini saya sudah jadi gelandangan".
"tuan,maafkan semua kesalahan yang pernah saya lakukan",ucap Jodi,seketika Adelio menepikan mobilnya.
"aku sudah memaafkan mu,jadi tidak perlu membahas masa lalu itu",ujar Adelio.
"saya hanya ingin mengucapakan ini,karena saya masih di hantui merasa bersalah",tutur Jodi.
Adelio menarik nafasnya lalu berkata,"aku juga minta maaf,karena sudah membuang mu begitu saja".
Jodi tersenyum tipis,"itu sudah konsekuensi untuk saya karna sudah mengkhianati direkturnya,anda punya alasan untuk melakukan hal itu",jelas Jodi.
"baiklah kita sudah saling membebaskan,dan mulai sekarang kita akhiri pertikaian ini",ucap Adelio dan Jodi pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Jodi menunduk lalu dia terisak menangis,Adelio pun menepuk pundak Jodi untuk menenangkannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...