
Dafa masih masih bersama Rachel,dia tidak bisa berkata-kata lagi.
"sebaiknya bapak segera pulang,nanti orang rumah mengkhawatirkan bapak",ujar Rachel.
"dia bukan istri saya",tiba-tiba terucap dari bibir Dafa.
Dengan sigap Rachel membuat Dafa tidak bisa berkata lagi,"yang saya maksud bukan istri tapi ibu bapak,dia akan mengkhawatirkan putranya",lagi-lagi Dafa di buat tak berdaya oleh Rachel.
Dafa kira ucapan Rachel tertuju pada Ana mantan istrinya tapi ternyata tertuju pada Ibunya.
"dia sudah tahu kalo aku akan ke sini,bahkan kedua orang tua mu juga tahu keberadaan ku di sini",
"terus kalo kedua orang tua saya tahu,memangnya bapak bisa datang dan pergi sesuka hati",ucap Rachel.
"sebaiknya bapak segera pulang,saya tidak mau tetangga di sekitar sini berbicara yang tidak-tidak tentang kita",lanjut Rachel.
Dafa tersenyum,dia mengerti dengan ucapan Rachel kalo dia ingin menghindari fitnah.
"baiklah aku akan pergi tapi sebelum itu ijinkan aku mengatakan sesuatu",
Dafa menarik pinggang Rachel dan membuat wanita pujaannya gugup.
Kini wajah mereka begitu dekat,Dafa terus memandang wajah Rachel,"ba...pak mau apa?",tanya Rachel dengan perasaan bercampur aduk antara,senang,gugup dan takut.
"apa kamu tidak mendengar detak jantung saya?",tanya Dafa.
Rachel terdiam dia tidak mengerti apa yang ditanyakan Dafa.
"jantung saya berdetak kencang saat berdekatan dengan kamu Chel,apa kamu tau apa artinya itu?",
Rachel menggelengkan kepalanya,dia pura-pura tidak tahu.
"aku mencintaimu,rindu selalu melanda jika aku aku jauh darimu",ucap Dafa yang begitu terdengar di telinga Rachel.
"apa kamu merasakan hal yang sama?",tanya Dafa.
Tidak menunggu lama Rachel pun menganggukkan kepalanya,Dafa pun tersenyum lebar akhirnya Rachel masih merasakan perasaannya terhadap Dafa.
Dafa memeluk Rachel,"aku sangat mencintaimu",ucap Dafa lagi.
"aku juga sangat mencintaimu",Rachel membalas ucapan Dafa.
Dafa melepaskan pelukannya,"jadi mulai saat ini kita sepasang kekasih?",
Rachel menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.
Dari kejauhan Abimanyu mendokumentasikan pertunjukan itu,lalu dia bagikan kepada Atha.
__ADS_1
Di rumah baru,Adelio,Yura dan Atha,mereka menyaksikan kebahagiaan Rachel lewat Vidio call yang dibagikan Abimanyu.
Mereka ikut berbahagia karena Rachel mendapatkan keinginannya.
Sebelum Dafa menemui Rachel,terlebih dahulu dia menemui kedua orang tua Rachel dan mengutarakan perasaannya terhadap putri mereka.
Adelio dan Yura merestui Dafa,karena mereka membutuhkan sosok orang seperti Dafa untuk menjaga Rachel.
...----------------...
Keesokan harinya,Dafa dan Rachel pergi satu mobil ke kampus,Dafa sengaja menjemput kekasihnya karena dia ingin memiliki momen untuk pertama kalinya saat mereka menjalin hubungan.
Dafa turun dari mobilnya lalu pergi membukakan pintu untuk Rachel,mereka jadi pusat perhatian,semua orang saling berbisik membicarakan Rachel dan Dafa.
Rachel pamit pada Dafa untuk pergi ke kelas,"pak saya masuk duluan".
"silahkan,selamat belajar",ucap Dafa.
Rachel pun pergi meninggalkan Dafa,lalu bergabung dengan teman-temannya di kelas.
"cie...cie...kayanya ada yang lagi kasmaran ni",goda Windi salah satu teman Rachel.
"apaan sih kamu",ucap Rachel malu.
"ayo ngaku aja Chel,kamu udah jadian kan sama pak Dafa,kalau kamu gak jadian gak mungkin kalian kesini sama-sama",ujar Windi.
"memangnya kalo ke kampus bareng harus jadian dulu gitu?,ya gak juga kan Win",ucap Rachel.
Rachel memeluk Windi,"makasih Win,kamu memang temanku ya super mengerti aku",ucap Rachel.
Windi melepaskan pelukan Rachel,"jadi bener kamu punya hubungan sama pak Dafa?",tanya Windi.
Rachel pun menganggukkan kepalanya,"terus kenapa kamu tidak terus terang dari tadi?",tanya Windi lagi.
Rachel menjawab,"aku takut".
"kenapa takut,pak Dafa orangnya baik,pintar,keren terus kelihatan muda lagi,kurang apanya coba?",ujar Windi.
"masalahnya bukan dia tapi anak-anak,aku takut mereka gak suka lihat aku sama Dafa",lirih Rachel.
"kok mikirin kaya gitu sih,jangan mikirin omongan orang yang penting hati kita happy Chel",
"udah ya jangan di pikirkan lagi,mulai sekarang kamu nikmati saja hidupmu",pesan Windi.
"makasih ya Win".
Di rumah Yura sedang memasak di dapur di bantu oleh bi Inah
__ADS_1
"bu,kaya nya akan ada tamu spesial ya!",ucap Bi Inah.
Yura tersenyum,"bibi tahu aja,saya masak banyak mau makan malam bersama suami dan anak-anak saya di tambah lagi calon mantu saya",tutur Yura.
"pantesan masak banyak,ternyata calon mantu mau datang",ujar Bi Iyem.
"iya dong bi,bukan keluarga saya saja,bibi dan yang lainnya akan ikut makan bersama",
"gak bu,masa saya harus makan satu meja sama majikan,gak ada dari kamusnya bu",tutur Bi Iyem.
"kata siapa bi,gak haram kok Art dan majikannya makan bersama,kalo di kamus saya sih banyak yang menerangkan hal seperti itu sah-sah saja",goda Yura.
"ibu bisa aja",
"pokoknya bibi dan yang lainnya harus makan bersama kami,ini wajib tidak boleh menolak,karena saya punya pemikiran kalo kita di dunia ini semuanya sama",tutur Yura.
"si kaya,si miskin,bos,Art,yang berpangkat dan yang tidak,semuanya sama,jadi saya tidak mau membeda-bedakan hal itu",lanjut Yura.
Bi Inah tersenyum bangga pada majikannya,Yura begitu baik pada semua orang yang bekerja di rumahnya
"sebelumnya terima kasih bu,saya janji akan hadir malam ini untuk makan bersama keluarga Adelio",ucap Bi Inah.
"nah gitu dong bi".
...----------------...
Malam pun tiba,Adelio,Yura,Atha,Rachel,Dafa dan para Art sudah berada di meja makan tidak ketinggalan Abimanyu,dia begitu semangat dengan acara yang di adakan oleh Yura dan keluarga,mereka menikmati makam malam bersama.
Yura sangat senang bisa berkumpul dengan keluarganya,dia menatap satu persatu mulai dari suaminya sampai yang lainnya.
Yura teringat pada orang-orang yang sudah jauh darinya,dia ingat bi Iyem,Mia,pak Amin,Andre,Kiki,Jodi,Soni dan Alin,termasuk almarhum Mika dan Marcel yang tak lain adalah orang tua kandung Rachel.
Dia begitu merindukan momen-momen saat bersama mereka,tak terasa air mata Yura terjatuh,Adelio yang menyadarinya langsung menggenggam tangan istrinya saling menguatkan.
Setelah selesai makan,semua berkumpul di ruangan tengah,mereka saling berbincang.
"pak Adel,saya mau minta ijin untuk mengajak Rachel besok ke rumah saya",ucap Dafa.
Dafa dan Rachel saling menatap,"saya ingin memperkenalkan Rachel pada ibu saya,kalau sekarang kami sedang menjalin hubungan",lanjut Dafa.
"bagaimana Yah?",tanya Rachel.
"ayah akan mendukung kalian,asalkan kalian berada di jalan yang benar",jawab Adelio.
"ehm,sepertinya ada yang masih kurang",ucap Adelio.
"apa?",tanya Rachel.
__ADS_1
"ini untuk nak Dafa,mulai malam ini jangan panggil saya pak,tapi panggil saja saya Ayah seperti Rachel memanggil saya Ayah",jawab Adelio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...