
Adelio hendak pergi membuka pintu,tapi lagi-lagi dia dihadapkan dengan 3 orang petugas hotel yang sudah berada di depan pintu kamarnya.
"ada apa?",tanya Adelio.
"maaf tuan kami ingin memastikan keadaan di dalam",ucap salah seorang petugas hotel.
Ternyata dengan kelicikan Lorenza,sebelum dia masuk kedalam kamar Adelio,dia menyuruh seseorang untuk memberi tahu kalo dirinya sedang berada dalam bahaya,dan seseorang itu adalah petugas hotel yang bekerja sama dengan Lorenza.
Adelio hendak bicara tapi seorang wanita tiba-tiba menangis histeris yang berasal dari dalam.
Sontak ketiga petugas hotel itu pun langsung masuk,sedangkan Adelio hendak pergi namun salah seorang petugas menahannya.
"tunggu tuan,saya mohon anda jangan dulu pergi",ucap petugas hotel.
"apa maksud mu mengaturku",ujar Adelio kesal.
"maafkan saya tuan ini hanya sebentar kami sedang memastikan,kalau anda tidak merasa bersalah lebih baik anda tunggu sebentar".
Adelio menarik nafas,dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.
Kedua petugas itu menghampiri Lorenza,"nyonya apa yang terjadi pada anda?",tanya salah seorang petugas.
"hik...hik...pria itu sudah memperkosaku",ucap Lorenza sambil menunjuk pada Adelio.
Sontak Adelio terkejut dengan tuduhan Lorenza,"apa maksud mu,apa kamu sedang memfitnah ku?".
"jelas-jelas kamu memperkosa ku,kamu harus bertanggung jawab",teriak Lorenza seakan benar-benar Adelio yang melakukannya.
"jangan percaya dengan ucapannya karena semua itu salah,dia yang hendak memperkosa ku",ucap Adelio membela diri.
Ketiga orang itu pun tertawa saat mendengar ucapan Adelio,"kenapa kalian tertawa?",tanya Adelio.
"mana mungkin seorang wanita memperkosa pria,ada juga sebaliknya",ucap salah seorang petugas.
"apa kalian tidak percaya padaku,dialah yang ingin memperkosa ku",teriak Adelio.
"sebaiknya kita selesaikan di bawah,mari tuan ikut saya sebelum kami paksa anda".
"hei...siapa kamu berbicara seperti itu,akan ku pastikan kalian segera di pecat",ucap Adelio.
Ketiga petugas itu pun saling melirik,lalu salah satu dari mereka berkata,"tolong dengan kerjasamanya tuan,mari ikut saya".
"kenapa kalian tidak percaya padaku,apa kalian punya buktinya?",tanya Adelio.
"kami memang tidak punya bukti tapi kalo anda merasa tidak bersalah sebaiknya jangan takut",ucap salah seorang petugas.
Adelio tidak bisa berbuat apa-apa,mau tidak mau dia harus mengikuti mereka.
...----------------...
Di rumah Yura sedang duduk di bawah shower dan membiarkan air membasahi tubuhnya,ingatan tentang vidio yang di kirim seseorang tidak bisa dia lupakan,apa lagi masa lalu yang membuat dia hampir trauma.
__ADS_1
Yura memejamkan matanya,mengingat ucapan suaminya yang terlihat tulus,Adelio berjanji tidak akan menyia-nyiakannya lagi,tidak hanya itu,ucapan Jodi pun tidak luput dari ingatannya,kalo Adelio dan Soni sudah menganiayanya.
Beralih ke Lorenza,Yura berpikir bisa saja ini ulah Lorenza,karena Yura pernah menyaksikan sendiri kalo Lorenza sangat genit pada suaminya.
Yura tidak tahu harus berbuat apa,pikirannya kini campur aduk antara percaya dan tidak.
"ya tuhan berikan aku petunjuk mu",ucap Yura dalam hati.
Andre yang cemas dengan keadaan Yura sedang mondar mandir di depan pintu kamar Yura,karena sedari tadi Yura belum juga keluar kamar.
Bi iyem datang menghampiri,"pak Andre,bagaimana dengan nyonya?",tanya Bi Iyem.
Andre menjawab,"dia belum juga keluar".
"apa sudah memberi tahu tuan?",
"sudah tapi ponselnya masih belum aktif",jawab Andre.
Bi Iyem menarik nafas,"bagaimana kalo kita menghubungi tuan Soni",usul Bi Iyem.
"pak Soni sebentar lagi dia datang,karena tadi saya sudah memberi tahunya",ucap Andre.
"syukurlah kalo begitu",ucap Bi Iyem.
Tidak lama kemudian Soni dan Alin datang,"sebenarnya apa yang terjadi?",tanya Soni pada Andre.
"saya kurang tahu pak,seperti yang sudah saya katakan di telepon,kalo Nyonya Yura bertemu dengan Jodi",jawab Andre.
Alin tidak bisa diam,die berniat untuk menemui Yura di kamarnya,"sayang aku akan masuk kedalam",ucap Alin.
"baiklah,bujuk dia untuk memberi tahu apa yang sedang terjadi",titah Soni,Alin pun masuk kedalam kamar Yura yang tidak di kunci.
Sedangkan Soni dan Andre memilih untuk menunggunya di ruang keluarga,mereka mem
bicarakan Yura dan Jodi.
Andre memberitahu tentang Lorenza dan Jodi,juga hubungan diantara mereka berdua,seketika Soni marah.
"brengsek,apa dia sudah bosan hidup?",ucap Soni.
Dan di kamar Alin sedang mencoba menenangkan Yura.
"tolong katakan sebenarnya kakak kenapa?",tanya Alin.
Yura masih terdiam pikirannya berkecamuk,saat ini dia begitu gundah entah apa yang harus dia lakukan.
"tidak apa kakak tidak bercerita tapi setidaknya kakak jangan buat kami khawatir",ucap Alin.
"aku baik-baik saja,jadi jangan khawatir",ujar Yura mencoba membuka suara.
"kakak yakin?",
__ADS_1
Yura menganggukkan kepalanya,"iya aku yakin",ucap Yura.
Padahal dia sedang di landa kegalauan,dia berusaha untuk mencerna ucapan Jodi dan vidio itu,dia tidak mau termakan dengan ucapan orang,dan dia akan membuktikannya sendiri.
"apa pak Andre masih di sini?",tanya Yura,dan Alin pun menganggukkan kepalanya.
Yura pun bergegas keluar dari kamar di susul oleh Alin.
Yura mencari keberadaan Andre,dan dia melihat Andre sedang bersama Soni,Yura pun dengan cepat menghampiri.
"pak Andre,hari ini saya akan menyusul suami saya keluar negri",ucap Yura tiba-tiba,Andre,Soni dan Alin pun terkejut.
"kenapa mendadak?",tanya Soni.
"saya mau sekarang,jadi tolong antar saya menemui suami saya",tutur Yura.
"tapi tidak bisa begitu Ra",ucap Soni.
"tidak apa-apa tuan saya akan usahakan",ucap Andre,dan Soni pun menggelengkan kepalanya.
...----------------...
Kembali ke tempat dimana Adelio dan Lorenza sedang di periksa oleh penjaga hotel,sebelum kasus ini berlanjut,Adelio meminta untuk merundingkannya secara pribadi dan kekeluargaan.
"ayo lah Lorenza,mengaku saja kalau kamu yang duluan memulainya",ucap Adelio.
"kenapa kamu begitu memaksaku untuk mengaku yang bukan kesalahan ku",Lorenza mencoba membela diri kalo seakan-akan dia adalah korban.
Adelio memejamkan matanya,dia tidak tahu harus bagaimana,bahkan CCTV pun tidak bisa membantunya,dia harus benar-benar keluar dari masalah ini,kalau tidak reputasinya akan hancur.
"aku sudah tahu kalo ini rencana mu dengan Jodi,dan akan ku pastikan kamu akan menyesal",ucap Adelio.
Lorenza tersenyum licik,dia sudah berhasil membuat Adelio kebingungan.
"Ayo kita buat kesepakatan",tiba-tiba keluar dari mulut Lorenza,dan Adelio pun melihat ke arah wanita itu.
Lorenza mendekat pada Adelio,"baiklah kalo kamu ingin cepat selesai,aku akan menyudahinya tapi ada satu syarat",ucap Lorenza.
"apa?",tanya Adelio.
"hari ini juga kau harus menikahi ku",ujar Lorenza yang membuat Adelio membulatkan matanya.
"kenapa aku harus menikahi mu?",tanya Adelio.
"terserah,aku sudah memberi kemudahan padamu,kalau tidak cepat memutuskan maka sebentar lagi reputasi mu akan hancur",ancam Lorenza.
Adelio pun berpikir keras,dan dia memutuskan untuk memilih ditahan dari pada menikah dengan wanita gila itu.
"lebih baik aku dipenjara dari pada harus menikah dengan wanita sepertimu",cibir Adelio.
"baiklah,siap-siap saja istrimu dia akan segera meminta cerai",ujar Lorenza sambil tersenyum licik.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...