
Dafa dan Rachel berjalan dia atas pasir,mereka menikmati keindahan alam,Dafa begitu senang karena Rachel sudah membaik.
"kenapa kamu ingin sekali datang ke pantai?",tanya Dafa.
"ehm karena aku belum pernah ke sini,baru kali ini aku melihat pemandangan laut",jawab Rachel.
Dafa tersenyum karena orang yang pertama kali mengajaknya ke pantai adalah dirinya.
"kalo naik gunung pernah?",tanya Dafa lagi,Rachel menggelengkan kepalanya.
"kalo berkemah?",tanya Dafa lagi,Rachel pun menggelengkan lagi kepalanya.
"jadi waktu sekolah kamu gak ikutan acar semacam camping,penjelajahan",ucap Dafa.
"Ayah dan Ibu selalu takut kalo aku pergi jauh-jauh dari mereka",ujar Rachel.
"berarti kamu anak Mamah ya",ucap Dafa lalu Rachel tersenyum,"ya seperti itu lah,tapi aku yakin mereka sangat menyayangi ku",tutur Rachel.
"ya semua orang tua tidak sama menunjukkan kasih sayang mereka",ucap Dafa.
"bapak sendiri pernah mengikuti kegiatan di sekolah?",tanya Rachel.
Dafa menjawab,"aku aktif di sekolah,malahan pernah jadi ketua OSIS".
"wah,pasti banyak perempuan yang ngejar-ngejar",goda Rachel.
Dafa tersenyum,"gak juga".
"ngomong-ngomong mulai sekarang jangan panggil bapak,kita kan gak lagi di kampus",ucap Dafa.
"terus panggil apa?",tanya Rachel.
"ehm sayang boleh,kakak boleh oppa boleh,my husband boleh",jawab Dafa.
Rachel tersenyum malu,"ayo dong",ucap Dafa.
"ayo apa?",tanya Rachel.
"panggil aku",
Rachel tidak berani memanggilnya karena dia merasa malu.
"ayo Chel aku ingin dengar",bujuk Dafa.
Rachel terdiam dia masih memikirkan nama panggilan untuk kekasihnya.
"baiklah jangan di paksakan,sebaiknya kita cari makan",ajak Dafa lalu pergi melangkah.
Namun Rachel terdiam tanpa mengikuti Dafa,dia melihat tubuh tegap itu agak menjauh darinya.
"sayang....",teriak Rachel yang membuat Dafa menghentikan langkahnya.
Seketika Dafa tersenyum lalu dia membalikkan tubuhnya dan melangkah dengan cepat lalu memeluk Rachel.
"aku mencintai mu",bisik Dafa.
__ADS_1
Rachel membalas pelukan Dafa,"aku juga mencintai mu",ucap Rachel.
Rachel menerima apa kekurangan Dafa,walaupun Dafa berstatus duda apa yang dikatakan ibunya,tapi Rachel tetap mencintai Dafa.
...----------------...
Keesokan harinya Rachel hendak pergi ke rumah Dafa karena dia menerima pesan dari ibu Dafa.
Rachel sudah tahu tujuan ibu Dafa memanggilnya datang kerumahnya.
Setelah berada di depan pintu rumah,Rachel menarik nafas dia mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
"pasti kamu bisa chel",Rachel berbicara sendiri.
Di mengetuk pintu,namun sebelum itu terjadi,pintu sudah terbuka terlebih dahulu.
"silahkan masuk non,nyonya dan tuan sudah di dalam",seorang art mempersilahkan masuk.
Tidak menunggu lama Rachel pun masuk kedalam Rumah.
Rachel dia bawa keruangan dimana itu tempat kerja Dafa,di sana sudah ada Dafa dan ibunya.
"selamat pagi nak Rachel",sapa Ibunya Dafa.
Rachel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum,lalu dia melihat kearah Dafa yang tengah berdiri di dekat jendela sambil bersandar di dinding.
"silahkan duduk",ucap Ibu Dafa.
Rachel pun duduk bersebrangan dengan calon mertuanya.
"kamu bisa lihat kalo dia sangat mencemaskan semuanya",
"kamu pasti sudah tahu kalo kedatangan mu ke sini,dan tidak mau menunggu lama lagi,saya ingin mendengar jawabanmu",lanjut Ibu Dafa.
Rachel menatap kearah Ibunya Dafa lalu berganti ke arah Dafa.
"sebelumnya saya minta maaf sudah lancang mencintai putramu,jujur saya tidak percaya kalo orang yang saya cintai dia pernah menikah,saya tidak tahu harus bersikap bagaimana,tapi yang jelas saya tidak bisa kehilangan putramu,saya terlalu mencintainya",tutur Rachel.
Dafa menghela nafas,begitu pula ibunya dia merasa puas dengan jawaban yang diberikan Rachel.
"kemarilah nak",ucap Ibu Dafa pada Rachel.
Rachel pun mendekat,lalu Ibu Dafa menggenggam kedua tangan Rachel.
"aku percaya padamu,kalo kamu bisa membahagiakan putra ku,aku hanya bisa berdoa untuk kalian,agar terus bisa bersama sampai tua nanti",ucap Ibu Dafa.
Rachel meneteskan air mata lalu mencium punggung tangan Ibu Dafa.
"terima kasih sudah mempercayakannya padaku",ucap Rachel.
Ibu Dafa mengusap pucuk kepala Rachel,lalu mencium kening Rachel,"akan ku anggap kamu seperti putriku sendiri",ucap Ibu Dafa.
Dafa tidak bisa menahan air matanya,dengan cepat dia menyekanya,Dafa terharu melihat ibunya dan Rachel bisa sedekat itu.
"ibu akan tinggalkan kalian berdua",ucap Ibu Dafa lalu pergi.
__ADS_1
Kini tinggal Dafa dan Rachel,mereka saling menatap satu sama lain,"terima kasih sudah menerima ku apa adanya",ucap Dafa.
"aku juga masih banyak kekurangan dan aku berharap kamu juga bisa menerima kekurangan ku",tutur Rachel.
...----------------...
Di rumah Yura sedang bersama Adelio di halaman belakang,mereka duduk sambil minum teh hangat.
"Rachel belum pulang?",tanya Adelio pada Yura.
"belum,mungkin dia masih di rumah Dafa",jawab Yura.
"maaf bu,di depan ada tamu",ucap seorang bi Inah yang datang menghampiri.
"siapa bi?",tanya Yura.
"tetangga sebelah bu",jawab Bi Inah.
Adelio dan Yura saling melirik,"itu loh bu,pak,ibu nya den Dafa".
Yura langsung beranjak,"oh iya saya akan kesana,ayo sayang",ajak Yura pada Adelio.Mereka pun dengan cepat menghampirinya.
...----------------...
Adelio,Yura dan Ibunya Dafa duduk bersama,"maaf saya sudah mengganggu waktunya,kedatangan saya kesini hanya ingin bersilaturahmi karena baru kali ini saya menyapa kalian",tutur Ibu Dafa.
"kami juga sangat senang bisa bertemu dengan nyonya langsung,selamat datang di rumah kami",ucap Adelio.
"kedatangan saya kesini bukan hanya sekedar bersilaturahmi tapi kedatangan saya kesini ingin melamar putri tuan dan nyonya,Rachel",ucap Ibu Dafa.
Adelio dan Yura saling melihat,"saya ingin secepatnya mereka menikah,mudah-mudahan lamaran saya di terima oleh nyonya dan tuan",lanjut Ibu Dafa.
"dengan senang hati saya akan menerima lamaran ibu,tapi ada satu yang harus ibu tahu,kalo Rachel sebenarnya...",Adelio tidak meneruskan perkataannya.
"sebenarnya apa tuan?,saya akan menerima dia dengan segala kekurangannya".
"sebenarnya Rachel bukan putri kami",ucap Adelio yang membuat Rachel terkejut.
"ayah ibu",ucap Rachel yang sedang terpaku.
Ternyata Rachel dan Dafa sudah berada di rumah tanpa sepengetahuan Yura dan Adelio.
Sontak Yura dan Adelio pun sama terkejutnya dengan Rachel.
"Chel...",ucap Yura dan Adelio secara bersamaan.
Rachel menggelengkan kepalanya dengan menahan tangisnya.
"aku mendengar apa yang dikatakan ayah,kalian bercanda kan?,kalian tidak bohong kan?",tanya Rachel.
Yura mendekati Rachel lalu memeluknya sambil menangis,"maafkan ibu nak",ucap Yura.
Yura melepaskan pelukannya lalu menatap Rachel dalam-dalam,dia merasa berat untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1