
"katakan dimana Yura sekarang?",tanya Adelio dengan tatapan tajam.
"lepaskan dulu akan ku jelaskan",ucap Soni,Adelio pun melepaskan tangannya yang sedang menarik kerah baju Soni.
"apa kamu tadi pergi menemui Yura?",Soni balik tanya.
"ya,aku tadi ke tempat Yura,aku mendapatkan alamatnya dari anak buah mu",jawab Adelio.
"sial",ucap Soni dalam hati.
"katakan dimana Yura sekarang",teriak Adelio tak sabar mendengar jawaban Soni.
"oke,ayo ikut aku",ajak Soni,Adelio pun mengikuti sepupunya.
Adelio dan Soni tiba di rumah sakit,perasaan Adelio semakin tak tenang,"tunggu",Adelio menghentikan langkahnya.
Soni berbalik ke arah Adelio karena sedari tadi dia yang memimpin arah jalan,"ada apa?",tanya Soni.
"kenapa kamu membawaku ke sini?",tanya Adelio.
"bukan kah kamu ingin menemui Yura!",jawab Soni.
"tapi..."
"persiapkan dirimu untuk bisa melihatnya",ucap Soni sambil menepuk pundak Adelio lalu melanjutkan langkahnya.
Adelio pun sedikit takut dengan apa yang akan dia lihat,dan mulai melangkahkan kakinya dengan perlahan.
Soni dan Adelio sudah berada di depan kamar dimana Yura di rawat,"ayo masuk lah",Soni mempersilahkan Adelio masuk.
Dengan ragu-ragu Adelio pun membuka pintu,setelah pintu di buka terlihat Yura tengah berbaring,tubuhnya di penuhi dengan alat medis.
Sontak Adelio terkejut,lalu dia mencoba mendekati Yura,matanya sudah berkaca-kaca ketika melihat kondisi Yura seperti ini.
"dia mengalami kecelakaan,dokter bilang karena benturan hebat di kepalanya yang menyebabkan dia koma",jelas Soni.
Adelio menggelengkan kepalanya seakan dirinya tak percaya dengan kejadian yang menimpa Yura,akhirnya tangisannya pun pecah.
Setelah melihat Yura,Adelio memilih untuk menunggu diluar dan di temani Soni,"kapan ini terjadi?",tanya Adelio.
"satu minggu yang lalu,saat dia datang menemui mu",jawab Soni.
Adelio memejamkan matanya,dia berfikir pada hari itu juga dia yang menyuruh Yura pergi.
"bodoh,bodoh kamu bodoh Adel",ucap Adelio pada diri sendiri.
"seharusnya aku tidak membiarkan mu pergi",ucap Adelio penuh sesal.
"sudahlah jangan di sesali,semua ini sudah takdirnya",ujar Soni menenangkan Adelio.
__ADS_1
"tapi kenapa kamu tidak memberitahu ku?"tanya Adelio.
"maaf,aku bingung karena waktu itu kondisi mu belum membaik",jawab Soni.
"aku baru ingat,kalo Yura pernah berpesan kalo dia sangat mencintai mu",lanjut Soni.
Tangis Adelio semakin menjadi,ternyata Yura juga sangat mencintainya,dia kira Yura pergi hanya ingin mempermainkan perasaannya tapi Adelio sekarang yakin kalo Yura juga tersiksa saat dia pergi meninggalkannya.
...----------------...
Setelah Adelio mengetahui kondisi Yura,kini tugasnya untuk memberitahu putranya kalo ibunya sedang koma.
Saat Atha mengetahuinya dia menangis sambil memeluk tubuh ibunya,"ibu....jangan tinggalkan aku,ibu....",isak Atha,dia begitu terpukul melihat kondisi ibunya.
"sabar nak ibumu akan baik-baik saja",ucap Adelio sambil mengusap kepala putranya.
Atha terus menangis sampai dia lelah dan tertidur dipangkuan ayahnya,Andre yang melihatnya langsung menawarkan diri.
"bos,biarkan saya yang membawa Atha pulang,kasihan kalo dia lama-lama diam di rumah sakit tidak baik bagi anak kecil",ucap Andre.
Adelio pun melihat wajah putranya lalu mencium keningnya,"tolong jaga dia mungkin aku akan menunggu Yura di sini",ucap Adelio sambil menyerahkan Atha pada Andre.
"bos jangan khawatir saya akan menjaganya",ujar Andre.
"makasih"
Adelio menggenggam tangan Yura,"maafkan aku Ra,tidak seharusnya aku menyuruhmu pergi,aku benar-benar menyesal cinta",lirih Adelio.
"kalau boleh jujur sebenarnya aku merindukan mu,sangat-sangat merindukanmu hanya keegoisan mu yang membuatku marah padamu".
"bangunlah sayang,aku janji tidak akan membiarkanmu pergi dari ku,mari kita bina lagi rumah tangga yang pernah hilang".
"aku sangat mencintaimu,aku takut kehilanganmu",lanjut Adelio.
...----------------...
Waktu terus bergulir,sudah satu bulan sejak Adelio mengetahui kondisi Yura,kini dia sering menengok Yura hampir setiap malam dia menemaninya.
Begitu juga dengan Soni dan Andre,mereka rela pulang pergi keluar masuk rumah sakit.
Adelio sedang menata bunga yang dia beli dari toko,sudah pekerjaan rutin baginya membeli bunga untuk Yura.
"selamat malam sayang,aku sudah mengganti bunganya dengan yang baru semoga kamu suka",ucap Adelio.
"ada salam dari si buah hati,katanya dia rindu padamu,kamu mau tahu kalo dia sudah mulai bersekolah lagi",
"aku rasa kalo kamu melihat dia memakai seragam pasti sangat senang seperti halnya aku",
"oh ya,aku juga sudah mulai masuk kerja,jadi maaf ya aku baru datang".
__ADS_1
Adelio menatap wajah Yura lalu membelai pipi wanita yang amat dia cintai.
"sayang kapan kamu akan bangun,apa kamu tidak merindukan aku,aku janji kalo kamu sudah sadar aku akan memberikan kejutan untukmu",Adelio terus menerus mengajak Yura berinteraksi walau pun tidak ada jawaban sama sekali.
"cinta, banyak sekali yang ingin aku katakan padamu alasan kenapa aku tidak ingin Mika di sampingku"
"aku mau kamu tahu, cepatlah bangun sayang",lanjut Adelio,dia berharap keajaiban akan datang.
Setelah Adelio banyak bicara akhirnya rasa kantuk pun datang,dan seperti biasa dia akan tertidur di kursi yang berada di samping Yura.
Tangan Yura mulai bergerak,matanya pun perlahan mulai terbuka,Yura mengedarkan pandangannya,tak sengaja tangannya menyentuh rambut Adelio.
Seketika Adelio terbangun,dia merasa ada yang membelai rambutnya,"Yura kamu sadar",ucap Adelio setelah melihat Yura sudah membuka matanya.
Adelio menggenggam erat tangan Yura lalu menciumnya beberapa kali,"akhirnya kamu sadar sayang",lalu Adelio mencium kening Yura.
"oo...ppa...",ucap Yura.
Adelio tersenyum senang dia bersyukur doanya dikabulkan tuhan dan Yura dapat memanggil namanya.
Kini dokter sedang memeriksa keadaan Yura,"selamat tuan Nyonya sudah sadar,sekarang tinggal menunggu pemulihan",jelas dokter.
"tapi bagaimana kondisinya baikkan dok?",tanya Adelio.
"saya sudah cek,kondisi nyonya Yura baik,ini benar-benar keajaiban yang patut di syukuri",jawab dokter.
"iya terima kasih dok",
"kalau begitu saya permisi",pamit dokter.
Adelio menghampiri Yura,"aku akan memberitahu kabar gembira pada putra kita",ucap Adelio.
Tidak menunggu lama kabar itu terdengar oleh Soni dan Andre,mereka pun langsung menuju rumah sakit.
Soni,Atha dan Andre sudah berada di rumah sakit,kini mereka sedang bersama Yura dan Adelio.
"kami senang mendengar kamu sudah sadar,asal kamu tahu satu bulan terakhir Adelio sangat mencemaskan mu",tutur Soni.
"bukan hanya bos,kami berdua juga sangat mencemaskan mu Ra...",ucap Andre.
"betul yang dikatakan Andre",timpal Soni.
"terima kasih kalian sudah baik padaku",ucap Yura.
"ibu aku sangat merindukan ibu,aku takut berpisah dengan ibu",lirih Atha sambil memeluk ibunya.
Yura tersenyum sambil mengusap kepala putranya,"ibu sudah berada di sini sayang,kamu jangan takut lagi kehilangan ibu nak",ucap Yura sambil menitikkan air mata,dia merasa anaknya tersiksa selama dia koma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1