
Andre sedang sibuk bekerja,dia meneliti setiap data yang berada di layar laptopnya,tiba-tiba saja ponselnya berdering.
kring...kring...
Andre mengangkatnya tanpa melihat layar ponselnya karena terlalu fokus.
Halo...
Andre kamu lagi dimana?
saya sedang di kantor,sedang mengerjakan tugas yang di perintahkan bos.
bagus langsung kirim data nya pada saya,
siap bos,
oh ya kamu besok datang kesini untuk menggantikan posisi ku sementara waktu,karena aku harus kembali ke sana karena ada urusan yang sangat penting bagi hidupku,
Andre mengernyitkan keningnya,kok mendadak bos?,
tidak mendadak saya sekarang sedang memberi tahu mu,
baiklah,berapa lama saya akan tinggal di sana?
setelah urusan ku selesai,oh ya apa kamu sudah tahu jawabannya soal ucapan ku kemarin?
belum...
aku berharap sebelum datang ke sini kamu sudah mendapatkan jawabannya,
tut...
Panggilan itu terputus,Andre memikirkan sesuatu dan dia harus cepat-cepat bertemu dengan Yura.
Andre sudah berada di tempat yang di janjikan Yura,dia merasa tidak asing dengan jalannya,"ini kan komplek di mana bos membeli sebuah rumah" gumam Andre.
Setelah beberapa menit menunggu,akhirnya Yura tiba,"siang pak..." sapa Yura.
"siang,aku sudah pesan minuman" ucap Andre.
"makasih pak"
Andre menghela nafasnya,"maafkan aku sudah mengganggu waktu mu,aku tidak tahu harus memulainya dari mana,sebenarnya apa hubungan mu dengan pak Adelio?" tanya Andre penasaran.
__ADS_1
Yura memejamkan matanya dan manarik nafas sudah waktunya Yura memberitahu statusnya yang sebenarnya pada Andre,"aku seorang janda..."ucap Yura.
"ya aku tahu..."
"janda dari seorang Tuan Adelio" ucap yura yang membuat Andre terdiam,"apa...dia mantan istri bos ku,jadi selama ini aku menyukai mantan istri bos ku sendiri" ucap Andre dalam hati.
"maaf aku tidak berterus terang,awalnya aku tidak mau orang mengetahuinya dengan status ku ini karena pernikahan ku dengan Adelio tidak ada yang tahu terkecuali keluarga" jelas Yura.
"aku menikah dengan dia karena perjodohan,mama mertuaku yang menginginkannya,katanya sikap dan sifat ku begitu mirip dengan kekasih Adelio yang sudah meninggal makannya aku di jadikan menantu di rumah itu,awalnya Adelio menolak lama-kelamaan dia menyetujui tapi dia mempunyai syarat agar pernikahan ini di sembunyikan"
"aku kira dengan sikap aku yang penurut akan membuatnya luluh,tapi aku salah dia malah semakin berulah,kasar,jutek,dan yang lebih lagi dia selingkuh dari ku dan menikahi seorang wanita yang aku anggap lebih sempurna dari ku,setelah Mama mertua ku meninggal aku memutuskan untuk bercerai dengannya" Yura menjelaskan kisah rumah tangganya pada Andre.
"lalu Atha?" tanya Andre.
"kehadiran Atha tidak di ketahui Ayahnya karena waktu kami bercerai ternyata aku mengandung dan aku juga baru mengetahuinya,pada saat itu usia kandungan ku baru 3 bulan,dan bodohnya aku waktu itu tidak menyadari kalo aku tidak datang bulan mungkin karena tekanan batin" jawab Yura.
"aku mengerti sekarang,maaf selama ini aku sudah berharap lebih dari mu,kalo saja aku tahu siapa kamu mungkin aku akan menjaga sikap ku" ucap Andre.
"bapak tidak perlu meminta maaf,saya dan mantan suami saya tidak ada hubungan apa-apa lagi".
"kamu masih punya hubungan dengannya,ada Atha dan sampai kapan pun kalian adalah orang tua Atha" timpal Andre.
"kapan kamu akan memberi tahu keduanya?" tanya Andre.
"percayalah di juga manusia punya hati,dan aku akan membantu mu dalam hal ini" ujar Andre.
"makasih pak..."
"waktunya aku pergi,sekalian aku mau pamit besok aku harus menemui bos karena aku di tugaskan di sana untuk sementara waktu,dan soal Atha biarlah dia tinggal bersama Nenek kasian dia sendiri di rumah".
"maaf pak saya tidak bisa membiarkan Atha bersama nenek bapak,saya tidak mau merepotkan beliau" tutur Yura.
"ya terserah kamu,kalo begitu saya pergi sampai berjumpa di lain waktu" ucap Andre.
"iya pak hati-hati di jalan semoga pekerjaan bapak lancar" ujar Yura.
"berhenti memanggilku bapak karena aku bukan atasan mu lagi".
Yura hanya tersenyum lalu mereka berpisah,di dalam perjalanan pulang Andre berpikir dia harus mengubur dalam-dalam rasa cintanya pada Yura,harapannya musnah sekejap mata.
Dan Yura yang sudah berada di rumah Tuannya,dia menghampiri bi Iyem yang sedang membereskan piring.
"bi..." sapa Yura.
__ADS_1
"kamu sudah pulang?"
"iya bi..." jawab Yura sambil menundukkan kepala.
"kamu kenapa?"tanya bi Iyem lagi.
"aku bingung bi soal anakku,kapan ya Tuan kita datangnya aku ingin meminta ijin untuk membawa Atha kesini" ujar Yura.
"bibi ngerti kamu khawatir padanya,sebaiknya kamu cepat bawa ke sini soal minta ijin biar bibi bantu".
"makasih bi,apa aku boleh besok menjemputnya?" tanya Yura,bibi menganggukkan kepalanya dan Yura pun sangat senang.
...----------------...
"kamu hati-hati di jalan ya nak,nenek selalu berdoa untuk kebaikan mu" ucap nenek yang tengah mengobrol bersama Andre.
"nenek baik-baik di sini,jangan sampai telat makan".
"kamu jangan khawatir nak,nenek akan baik-baik saja,sering-sering kamu hubungi nenek" pesan nenek.
"iya nek...dan tentang Atha,ibunya akan segera penjemputnya karena dia ingin merepotkan nenek".
"padahal nenek sudah sangat terhibur dengan kehadirannya,asal kamu tahu dia sudah pandai membaca,menulis dan berhitung".
"dia anak yang pintar nek".
Obrolan mereka di dengar oleh Atha,dia langsung menghampiri kedua orang itu,"apa ibu akan menjemput ku?" tanya Atha pada Andre.
"iya,ibu mu akan menjemput" jawab Andre.
"kapan?" tanya Atha lagi.
"om tidak tahu,kamu yang sabar ya..." jawab Andre lagi.
"kamu tidak kasihan pada nenek,kalo kamu pergi nenek sendiri di sini" lirih nenek.
Atha mendekat menggenggam tangan nenek,"jangan bersedih aku dan ibu akan sering mengunjungi nenek" ucap Atha.
"iya nenek selalu menunggu mu,baik-baik di sana ya nak,jangan membuat repot ibumu" pesan nenek pada Atha dan mereka pun saling berpelukan.
Di tempat Adelio,Mika sedang menangis dia tidak mau berpisah dengan suaminya,"aku tidak boleh lemah aku masih membutuhkan mu" ucap Mika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1