
Andre,Yura dan Atha sudah sampai di apartemen,tidak berlama-lama Andre langsung pamit pulang karena dia tidak mau di curigai oleh Adelio.
"Ra...aku pulang semoga kalian nyaman tinggal di sini" pamit Andre.
"ini lebih dari cukup pak" ujar Yura
"pak,bolehkan aku tanya sesuatu?" ijin Yura.
"boleh,mau tanya apa?" Andre balik tanya.
"sebenarnya apartemen ini pemberian siapa?"
Andre tersenyum lalu dia menjawab,"sebenarnya bos yang meminta membelikan apartemen ini atas namaku karena dia tidak mau Atha tahu".
Yura menarik nafas,"hutangku sudah terlalu banyak pak padanya" lirih Yura.
Andre mengernyitkan keningnya,"hutang apa Ra?" tanya Andre.
"hutang budi pada tuan Adelio,aku tidak menyangka dia akan berubah secepat ini" jawab Yura.
"aku tahu itu,aku yakin bos sudah merenungi kesalahan di masa lalu nya,mungkin dia sekarang ingin memperbaikinya,tapi soal hutang aku tidak tahu lebih baik kamu bicarakan ini" tutur Andre.
"iya pak"
"Ra...kalau seandainya bos meminta untuk rujuk apa kamu mau membuka hatinya?" tanya Andre.
"kenapa bapak tiba-tiba bertanya seperti itu?" Yura balik tanya.
"hanya ingin tahu saja" jawab Andre.
"aku gak tahu pak,apa lagi aku belum tahu status dia apa" jawab Yura.
"jika dia ingin kembali,apa salahnya untuk mencoba membuka hati,aku yakin dia akan menjadi lebih baik" Andre memberi saran.
"gak semudah itu pak" ujar Yura.
"ya sudah sebaiknya kamu istirahat,aku pulang",Andre pun pergi.
Hari berganti malam pun tiba,waktu menunjukkan pukul 23.00,Yura masih terjaga dia memikirkan pertanyaan yang di lontarkan oleh Andre.
"jika Adelio meminta rujuk,apa yang akan aku lakukan?" Yura bertanya sendiri.
"lalu hubungannya bersama Mika?" ucap Yura mengernyitkan keningnya.
"ah tidak mungkin Adelio ingin kembali padaku,dia baik hanya pada Atha karena dia adalah putranya",Yura cepat-cepat menepis prasangka nya.
Tiba-tiba suara bel berbunyi,ting teng...ting teng...
"tamu tidak tau di waktu malam-malam datang ke apartemen orang", gerutu Yura sambil melangkah untuk membukakan pintu.
"tuan..." sapa Yura ketika pintu di buka.
Adelio langsung masuk kedalam apartemen tanpa menunggu Yura mempersilahkan masuk.
"tuan ada apa malam-malam kesini?" tanya Yura penasaran.
Adelio balik tanya,"apa Andre tidak bilang kalo aku akan datang malam ini?",Yura menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"aish orang itu" ucap Adelio geram.
"Atha sudah tidur?" tanya Adelio lagi.
"sudah dia berada di kamar",jawab Yura sambil menunjukkan ke sebuah kamar.
Adelio pun menuju kamar yang ditunjukkan Yura,dia mendekati putranya yang tengah tertidur pulas.
Adelio tersenyum melihat wajah anaknya yang polos,ingin rasanya dia memeluk putranya tapi dia tidak bisa karena takut membangunkan Atha.
Setelah puas melihat Atha, kini Adelio keluar kamar dan menghampiri Yura yang sedang berada di dapur.
Adelio memandangi punggung Yura,dia merasa ingin memeluk tubuh itu dari belakang,tapi di urungkan.
Adelio memilih untuk duduk di sofa,tidak lama kemudian Yura datang dengan membawa secangkir teh hangat.
"silahkan diminum tuan"
"makasih"
Adelio terus memandangi Yura dengan tatapan mesra,Yura pun salah tingkah dia tidak tahu kenapa Adelio terus memandanginya.
"tolong jaga penglihatan anda tuan" ucap Yura.
Adelio pun tersenyum,"kenapa kamu malu?" tanya Adelio sedikit menggoda Yura.
"engga hanya saja tidak enak dilihatnya" jawab Yura.
"maaf kalo begitu,oh ya bagaimana kamu suka dengan tempat ini?" tanya Adelio lagi.
"ini terlalu berlebihan tuan,saya tidak mengharapakan ini semua,rencananya setelah Atha benar-benar pulih kami akan pergi ketempat asal kami" tutur Yura.
Kini wajah mereka sangat dekat hanya jarak beberapa inci,nafas Adelio terasa di hidung Yura.
"jangan pergi tetap lah disini" ucap Adelio lalu mencium bibir Yura.
Sontak Yura pun matanya terbelalak saat bibir Adelio mendarat di bibirnya.
Adelio melepas ciumannya,"aku tidak sedang bercanda Yura aku benar-benar ingin kalian tetap di sini",bisik Adelio.
...----------------...
Keesokan harinya Yura dan Atha berjalan-jalan di sekitaran gedung tempat tinggalnya sekarang,mereka menikmati suasana di pagi hari.
"bu enak ya udara di pagi hari!" ujar Atha.
"iya makannya kita di saran kan untuk berolahraga di pagi hari karena udara pagi sangat segar dan menyehatkan" jelas Yura.
"bu,kapan kita akan pulang?" tiba-tiba Atha bertanya.
"memangnya kenapa sayang,kamu gak betah tinggal di sini?" Yura balik tanya.
"aku suka tapi aku juga rindu dengan sekolah" jawab Atha.
Yura pun hampir lupa dengan sekolahnya Atha,memang seharusnya Atha sekolah namun Yura paham kondisi Atha belum benar-benar pulih.
"nak,untuk sekarang ini kita fokus berobat ya kalo kamu benar-benar sudah sehat kamu boleh sekolah" jelas Yura.
__ADS_1
"iya bu..."
Tidak lama kemudian mereka berdua pergi ke apartemennya,di depan pintu apartemen Yura dan Atha di suguhkan dengan pemandangan yang membuat mereka tidak menyangka.
"bi iyem,Mia..." sapa Yura.
Bi iyem dan Mia pun menoleh ke arah Yura dan Atha,mereka saling berpelukan.
"Ayo masuk" ajak Yura pada Mia dan bi iyem.
Kini mereka sudah berada di dalam apartemen Yura,"aku senang sekali kalian datang kesini" ucap Yura.
"iya kami juga senang bisa bertemu kalian" ujar Mia.
"bagaimana dengan kondisi Atha?" tanya bi iyem.
"Atha baik bi,satu minggu lagi dia harus kontrol" jawab Yura.
"syukurlah bibi senang mendengarnya",ujar Bi iyem.
"sebenarnya kami kesini atas permintaan tuan Ra,tuan ingin kami bekerja di rumahnya" tutur Bi iyem.
"iya Ra...saking takutnya kehilangan kamu dan Atha,tuan memindahkan kami bekerja di rumahnya yang super mewah itu agar kita bisa saling mengunjungi" jelas Mia.
"jadi kalian akan berkerja di sana?" tanya Yura terkejut,bi iyem dan Mia pun menganggukkan kepalanya.
Yura menghela nafas,dia teringat dengan ucapan Andre kalo Adelio sekarang berubah dan dia juga teringat dengan kejadian semalam kalo Adelio meminta Yura untuk tetap tinggal.
"kenapa Ra?" tanya bi iyem.
"aku baik-baik saja bi" jawab Yura.
"bagaimana dengan Atha apa dia sudah mengetahui siapa ayahnya?" tanya Mia.
Yura menjawab,"iya dia sudah mengetahuinya namun sikapnya sekarang berbeda".
Yura menjelaskan semuanya pada bi iyem dan Mia kalo Atha sekarang membencinya karena dia sudah termakan oleh ucapan Mika.
"benar-benar ya perempuan itu,tapi kamu tahu dia sekarang dimana?" tanya Mia.
"itu dia selama aku disini aku tidak pernah melihat batang hidungnya",jawab Yura.
"syukurlah kalo kamu tidak bertemu lagi dengan nenek lampir itu" ujar Mia.
"sekarang apa yang akan kamu lakukan agar Atha bisa memahami semuanya?" tanya bi iyem.
"aku juga masih bingung bi,aku belum bisa membujuk Atha" lirih Yura.
"sudah lah jangan dipikirkan biar waktu yang berjalan,aku yakin secepatnya Atha akan melihat kebaikan ayahnya,apa lagi tuan Adelio sudah berkorban untuk kesehatan putranya".
"asal kau tau Ra,tuan begitu memohon pada kami untuk bisa bekerja di rumahnya supaya kamu ada teman,itu tandanya dia benar-benar berkorban untuk kalian",jelas bi iyem.
Yura pun terdiam,dia benar-benar menyadarinya kalo Adelio sekarang benar-benar sudah berubah.
Atha pun mendengarkan setiap kata yang di ucapkan oleh ketiga wanita itu di balik pintu kamarnya,Atha merasa harus bertemu dengan ayahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
apa yang akan Atha lakukan jika bertemu dengan ayahnya,penasaran? selamat datang di episode selanjutnya....