
Adelio masih bersama Yura,dia mencoba menenangkan istrinya yang sudah mengetahui kondisinya saat ini.
Adelio memeluk Yura dengan erat,rasanya dia tak sanggup melihatnya.
"aku akan selalu berada di sisimu,kita akan berjuang sama-sama demi kesehatanmu sayang",ucap Adelio.
"hidupku tak akan lama lagi",isak Yura.
"jangan berkata seperti itu ku mohon,aku masih ingin hidup denganmu lebih lama lagi",kata Adelio.
"jangan pernah berhenti berharap,ingat ada aku dan anak-anak kita",ucap Adelio.
Yura menganggukkan kepalanya,"terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku",kata Yura.
Setelah lama Yura menangis,akhirnya dia tertidur lelap,Adelio membelai wajah istrinya.
"tidurlah yang nyenyak sayang",ucap Adelio lalu dia mengecup kening Yura.
Adelio pun memilih keluar ruangan karena dia tak mau menganggu Yura yang sedang tidur.
"kenapa ayah keluar?",tanya Atha.
"ibu sedang tidur,ayah tak mau mengganggu istirahatnya",jawab Adelio.
"baiklah kalo begitu kita duduk saja di sini",ajak Atha lalu mereka pun duduk di kursi.
"ibu mu sudah mengetahui keadaannya saat ini,ayah sudah mengatakannya karena dia bertanya pada ayah",ucap Adelio.
"sebenarnya ayah tak sanggup tapi ayah berusaha untuk itu",lanjut Adelio.
Rachel,Atha dan Dafa terkejut,"lalu bagaimana dengan reaksinya?",tanya Rachel.
"dia menangis tak henti-hentinya,ayah yakin perasaannya begitu hancur,tapi ayah sudah menenangkannya",jawab Adelio.
Mata Rachel sudah berkaca-kaca,dia juga merasakan apa yang ibunya rasakan,tidak mudah untuk menerima apa yang sudah terjadi dalam hidupnya.
"kasihan ibu,pasti dia sangat terpukul",ucap Atha.
"tapi setidaknya dia sudah mengetahui,kalo kita tetap menyembunyikannya itu lebih kasihan lagi",ujar Dafa.
Keesokan harinya Yura mendapatkan pemeriksaan yang lebih detail,dan dokter menyarankan Yura untuk di operasi setelah itu Yura harus di kemoterapi dengan rutin untuk kesembuhannya.
Adelio pun menandatangani persetujuan itu,dan Yura pun akan di operasi setelah memiliki jadwal.
Atha sangat mendukung ayahnya,dia pun berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk ibu tercintanya.
...----------------...
Adelio menyuapi Yura,"makanlah yang banyak agar cepat sembuh",ucap Adelio.
"tidak,aku sudah kenyang",ujar Yura.
"baiklah kalo gitu ini minumnya",Adelio menyodorkan satu gelas air putih.
__ADS_1
"terima kasih,sudah melayaniku",ucap Yura.
"tidak apa ini sudah kewajiban ku",ujar Adelio.
Adelio mengusap rambut istrinya,"aku berharap akan lebih lama lagi hidup bersama mu",tutur Adelio.
"aku pun begitu,tapi jika tuhan berkehendak lain tolong relakan aku",ujar Yura membuat Adelio tak bergeming.
Adelio berpikir kalo Yura sudah menerima kondisinya saat ini,dia benar-benar beruntung memiliki istri sepertinya,menerima keadaan apapun yang menimpa dirinya.
Adelio dan Yura sedang berbincang,tiba-tiba Atha masuk.
"apa Rachel dan Dafa sudah pulang?",tanya Adelio.
"ya mereka sudah pulang",jawab Atha.
"sebaiknya kamu pulang juga,kasihan Tiwi di rumah,dia kan lagi hamil",titah Yura.
"iya Tha,kamu juga harus menemaninya,biasanya kalo wanita hamil itu selalu ingin di manja",timpal Adelio.
Atha berpikir kalo yang di katakan kedua orang tuanya memang benar,kalo Tiwi pasti membutuhkannya selalu berada di sampingnya.
"baiklah kalo begitu aku pulang dulu,besok aku ke sini lagi",pamit Atha.
"pergilah nak,hati-hati di jalan",ucap Yura.
"iya bu",Atha mencium kening ibunya,"semoga ibu bisa berkumpul lagi di rumah,kami rindu dengan masakan ibu",ucap Atha.
"doakan saja terus ibumu",ujar Adelio.
...----------------...
Malam pun tiba,Atha dan Tiwi sedang menikmati makan malamnya.
"aku rindu masakan ibu,tapi semua itu terobati karena masakan kamu persis sama buatan ibu",kata Atha.
"syukurlah kalo itu mengobati rasa rindu mu,oh iya besok aku mau ke rumah sakit,mau menjenguk ibu,sekalian mau bawakan makanan untuk ayah",tutur Tiwi.
"kita sama-sama saja perginya,kebetulan aku juga besok akan ke rumah sakit lagi",ucap Atha.
"kamu besok pergi jam berapa?,biar aku siapkan dulu makanan",
"sekitar jam 10 siang,nanti setelah pekerjaan ku beres di kantor aku akan segera menjemputmu".
Keesokan harinya di rumah sakit sudah ada Soni dan Alin,mereka sedang menengok Yura.
Mereka sangat bersedih ketika mendengar penyakit yang di derita Yura.
Soni dan Alin memberi semangat pada Yura dan Adelio,agar mereka tetap optimis dalam melaluinya.
Tidak hanya Soni dan Alin,Andre dan Kiki,begitu pula Jodi dan Mia,mereka saling bergantian menjenguk Yura.
Yura sangat terhibur dengan kedatangan orang-orang terdekatnya,dia bersyukur masih di kelilingi orang-orang baik.
__ADS_1
Setelah mereka pulang,Yura berniat istirahat namun bayangan Mika terlintas di pikirannya.
Yura yakin kalo dulu Mika merasakan hal yang sama,merasakan sakit,bimbang,gelisah ketika mengetahui penyakit yang di deritanya.
"maafkan aku Mika,tak lama lagi kita akan bertemu",lirih Yura seakan dia merasa kalo hidupnya tak lama lagi.
Ketika Yura sedang menyendiri,tiba-tiba Atha datang menghampiri,"bu",sapa Atha.
"kemarilah nak",
Atha pun mendekati ibunya,"ibu tidak beristirahat?",tanya Atha.
"sepertinya mata ibu enggan terpejam,kamu temani ibu di sini ya",ujar Yura.
"iya malam ini aku akan di sini bersama ibu",
"Tiwi gimana?",
"Tiwi ada om Andre dan mba Kiki,malahan Tiwi yang menyuruhku menemani ibu",jawab Atha.
Yura tersenyum,"dia memang wanita baik,kamu tak salah pilih nak",ucap Yura.
"apa ayah mu berada di luar?",tanya Yura.
"tadi ayah di sini,tapi aku menyuruhnya pulang kasihan biarkan dia tidur nyenyak di rumah",jawab Atha.
"makasih sayang kamu sudah pengertian pada kami,ibu bangga padamu",kata Yura.
"bu...",
"iya nak",
"dokter sudah mempersiapkan jadwal operasi ibu,dan waktunya lusa bu",ucap Atha.
Yura terdiam,"kenapa ibu harus di operasi?",tanya Yura.
"biar ibu sembuh,dan kita bisa berkumpul bersama lagi",jawab Atha.
"kematian akan datang kapan saja,hari ini atau hari esok,bisa juga sekarang,kita tidak tahu",ucap Yura.
"di operasi atau tidak ibu tetap akan meninggalkan kalian,jadi ibu menolak untuk di operasi",lanjut Yura.
"gak bisa,ibu harus di operasi,kalo ibu tidak di operasi rasa sakit yang ibu rasakan,akan semakin parah",tutur Atha.
"ibu tahu nak,tapi ibu tetap tidak mau di operasi",tegas Yura.
"apa ibu tak sayang pada kita?,apa ibu sudah tk ingin bersama kami lagi?",
Yura tersenyum,"jangan bertanya seperti itu,tidak ada seorang ibu yang ingin meninggalkan anak dan keluarganya,ibu hanya menerima takdir dari yang maha kuasa",
"yang ibu inginkan saat ini adalah melihat kamu dan Rachel bahagia".
Atha pun tak bisa berkata-kata lagi,dengan sikap ibunya yang kukuh,di akhirnya memilih diam.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Detik-detik episode terakhir,jangan lupa likenya ya....