Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Kepulangan Yura


__ADS_3

Rachel sudah sampai di rumahnya,dia langsung mencari anak anak dan suaminya.


Rachel melihat Dafa sedang mengajak si kembar bermain.


"sayang kamu sudah pulang",ucap Dafa yang menyadari kehadiran istrinya.


Rachel terdiam lalu dia pergi lagi,Dafa yang melihatnya merasa heran,lalu dia menitipkan anak-anaknya pada pengasuh.


Di kamar Rachel tengah berdiri menghadap jendela,tiba-tiba Dafa masuk dan menghampiri istrinya.


"sayang kenapa tidak menelepon ku,kalau aku tahu aku akan menjemputmu",ucap Dafa,namun Rachel masih diam.


Dafa semakin heran,"sayang kamu baik-baik saja kan?",tanya Dafa.


"apa semalam Ana menginap di sini?",tiba-tiba Rachel menanyakan hal itu.


Dafa menjawab,"iya dia menginap di sini".


Rachel memejamkan matanya lalu dia membalikkan tubuhnya menghadap Dafa.


"apa dia mengatakan perasaannya terhadapmu?",


Dafa terkejut,kenapa istrinya bisa mengetahuinya,"kenapa diam?",tanya Rachel lagi.


Dafa mengiyakan dan menganggukkan kepalanya,"lalu apa jawabanmu?",tanya Rachel lagi.


"aku menolaknya,karena wanita yang aku cintai adalah kamu dan ibu",jawab Dafa.


Rachel memeluk Dafa,"makasih kamu sudah berkata jujur",ucap Rachel.


"aku takut akan terjadi sesuatu dengan hubungan kita,aku takut kamu akan terpesona oleh wanita-wanita di luar sana",lanjut Rachel.


"tidak akan ku biarkan sayang,aku akan berusaha mencintai mu,tapi kamu tahu dari mana?",tanya Dafa sambil melepaskan pelukan Rachel.


"Ana datang menemui ku ke rumah sakit,dia mengatakan kalo dirinya telah mengungkapkan perasaannya padamu,awalnya aku marah tapi saat dia mengatakan kalo kamu menolaknya hatiku pun luluh begitu saja",


"asal kamu tahu,jadi selama ini Ana mengikuti gerak gerik kita,dia sangat iri terhadapku karena aku di perlakukan baik olehmu,tapi akhirnya dia pun menyadarinya kalo apa yang dia lakukan adalah salah",


"dan dia berkata tidak seharusnya dia mengungkapkan perasaannya pada suami orang",jelas Rachel.


"aku yakin kalo Ana akan mengerti,dan aku juga berharap dia akan menemukan lelaki yang tepat",ucap Dafa.


"ya aku juga berharap seperti itu,aku ingin dia secepatnya menemukan pasangan hidup",ucap Rachel.


Di rumah sakit Adelio kedatangan Soni dan Abimanyu putranya,mereka sangat mengkhawatirkan kondisi Yura.


Kini Adelio dan Soni berada di koridor rumah sakit,sedangkan Yura di temani Abimanyu.

__ADS_1


"terima kasih sudah ikut memperhatikan istriku,asal kamu tahu dia tetap pada pendiriannya,aku dan Atha pun sudah membujuknya namun kami gagal",kata Adelio.


"bersabarlah,mungkin dia sudah memilih jalannya,memang benar apa yang di katakan Yura,kalo operasi belum tentu membuat dia sehat kembali",tutur Soni.


"ya aku juga berpikir seperti itu,tapi setidaknya ada perjuangan untuk tetap bertahan hidup",ucap Adelio.


"ya itu lah Yura,sifat keras kepalanya masih tetap",ujar Soni.


...----------------...


Keesokan harinya,Yura sudah di perbolehkan pulang,Atha dan Tiwi menjemput Yura dan Adelio,sedangkan Rachel dan Dafa mereka menyambut di rumah saja.


Tidak hanya Rachel dan Dafa,Andre,Kiki,dan Mia pun ikut menyambut di kediaman Yura.


Setelah Yura datang,mereka berburu untuk membantu Adelio dan Yura.


Yura sangat senang mereka sangat memperhatikannya.


Yura duduk di sofa yang berada di ruang keluarga,dia sengaja tidak ke kamar karena dia merasa ingin suasana baru,karena selama di rumah sakit dia tidak bisa kemana-mana dan merasa bosan.


Semua berkumpul bersama Yura untuk menghiburnya,Yura pun senang dan tersenyum.


Tapi senyum itu hilang ketika pikirannya tertuju pada kematian,dia tidak akan merasakan kebahagiaan ini lagi,tidak akan tertawa bersama orang-orang yang amat dia sayangi.


Satu jam tak terasa,akhirnya Adelio membujuk Yura untuk beristirahat di kamar,mau tidak mau Yura harus mengikuti perintah suaminya.


"sebenarnya aku masih rindu suasana seperti ini,tapi aku harus ke kamar",ucap Yura.


"oh ya,aku sangat senang sekali,apa aku boleh mengatakan sesuatu?"tanya Yura.


"katakan saja",


"aku rindu masakan mu Mi,bolehkan masakin kesukaan ku",pinta Yura.


"dengan senang hati,aku akan memasak kesukaan mu,nanti malam kita akan makan bersama disini,oh ya jangan lupa kabari pak Soni dan keluarganya,kalo kita akan mengadakan acara makam malam bersama",kata Mia.


"bagaimana Ra kamu setuju kan?",


"tentu aku setuju,karena sudah lama aku tak melakukan hal semacam ini",jawab Yura.


Dengan permintaan Yura,Mia pun memasakkan kesukaan Yura,dia begitu bersemangat.


Rachel datang menghampiri Mia,dia ingin membantu Mia memasak.


"tante Mia jago masak ya",puji Rachel.


"gak juga",

__ADS_1


"buktinya ibu sangat senang masakan tante",


"ya mungkin selera ibu kamu sama tante sama",


"makasih ya tante sudah mau masakin buat ibu dan sekeluarga",ucap Rachel.


"sebenarnya memang ini kesukaannya,dia suka memasak untuk banyak orang,kalo kita lagi kumpul pasti dia yang selalu masakin kami",kata Mia.


"pasti tante sudah lama ya berteman sama ibu",


Mia menghentikan aktivitasnya,"aku tahu ibu dan kakakmu,aku tahu kehidupan mereka,dari kami berteman sampai dia menjadi majikan,aku tahu",


"saat aku mendengar kondisi Yura,aku sangat terpukul,tak pernah terlintas olehku akan hal ini,tapi aku yakin dia akan sembuh kembali",


"ya aku juga berharap seperti itu",


"kalo Bi Iyem masih hidup pasti dia akan amat terpukul,karena Bi Iyem sudah menganggap Yura seperti anak kandungnya sendiri",tutur Mia.


Rachel memeluk Mia,"terima kasih tante sudah menjadi sebagian dari keluarga kami",ucap Rachel.


Di kamar Yura berbaring di ranjangnya,dia di temani oleh sang putra satu-satunya.


"ibu mau makan buah-buahan?",Atha menawarkan pada Yura.


"boleh,tapi ibu mau jeruk saja",


Atha pun mengambil satu buah jeruk lalu mengupasnya.


"Tiwi sudah kamu bawa ke dokter kandungan?",tanya Yura.


"sudah bu,hasilnya baik,anak yang ada di rahim Tiwi sehat",jawab Atha.


"syukurlah ibu sangat senang mendengarnya,tapi dia tidak ngidam?",


"ehm ngidam sih ada tapi tidak seperti apa yang dikatakan orang lain",


Ketika mereka sedang mengobrol,tiba-tiba Adelio datang,"wah sedang membicarakan apa nih?",tanya Adelio.


"kami hanya membicarakan bumil",jawab Yura.


"pasti yang kalian bicarakan Tiwi kan!",tebak Adelio.


"lalu siapa lagi,wanita yang lagi ngidam kan istri ku",ujar Atha.


Adelio meninju lengan putranya,"ayah tak menyangka kalo kamu lelaki perkasa",ucap Adelio.


"iya dong kan turun dari ayahnya",ujar Atha yang membuat mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Yura sangat senang,semenjak Atha dewasa,mereka jarang berbincang bertiga,seketika Yura mengingat masa Atha kecil dulu yang selalu nempel pada Ayahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2