
Dafa dan Rachel kini sedang duduk berhadapan,"sengaja aku mengajakmu ke sini hanya ingin membicarakan hal kemarin,sebelumnya aku minta maaf kalo niat ku untuk membantu mu malah jadi menyakiti mu",ucap Dafa.
"bapak tidak perlu minta maaf,justru saya yang harus minta maaf,saya sadar apa yang saya lakukan sangat konyol tidak hanya itu,saya juga tidak akan mengganggu bapak lagi,saya harap bapak bisa memaafkan saya",tutur Rachel.
Dafa terdiam,perasaannya terasa sakit saat mendengar pernyataan Rachel,selama Rachel cuek terhadapnya membuat hidupnya terasa ada yang berkurang.
"maaf apa sudah selesai,saya ingin kembali ke kelas mungkin teman-teman saya sudah menunggu",
"kamu boleh pergi".
Rachel pun keluar dari ruangannya,dia berlari pergi menuju toilet,dia sudah tak tahan ingin mengeluarkan air matanya yang sudah dia tahan dari tadi.
Rachel menangis di toilet,sebenarnya dia berat mengucapkan hal itu pada Dafa,begitu juga Dafa,dia kecewa dengan keputusan Rachel,mungkin kini Dafa merasakan hal yang sama seperti apa yang Rachel rasakan.
Rachel mencuci wajahnya agar tidak terlihat merah akibat tangisan,dia menatap wajahnya di cermin.
"kamu cantik Chel,kamu pasti bisa menemukan lelaki yang lebih baik darinya dan bisa melupakannya",ucap Rachel.
Di rumah,Yura mendapat kabar dari anak buahnya kalo Rachel baru saja keluar dari ruangan Dafa sambil menangis,ini semakin membuat Yura ingin mengetahui hubungan mereka secara detail.
"aku harus cari cara lain untuk mengetahui hubungan mereka",ucap Yura sambil memikirkan sesuatu.
"sayang",sapa Adelio yang sudah berdiri di belakang Yura.
Yura pun menoleh,"kamu sudah pulang?",tanya Yura.
"aku pulang karena terus kepikiran Rachel,tadinya aku mau pergi ke kampusnya tapi aku urungkan niat ku dan memilih pulang",jawab Adelio.
"jangan terlalu khawatir,Rachel baik-baik saja",ucap Yura.
"aku hanya khawatir kalo dia salah jalan,apa lagi saat aku mendengar lelaki itu dosennya mungkin dia sudah berkeluarga,bagaimana pun Rachel adalah anak kandung Mika",tutur Adelio merasa takut sifat Mika turun pada Rachel.
Yura menggenggam tangan Adelio,"aku yakin Rachel tidak akan seperti itu,karena kita yang mendidiknya,dan Rachel pasti tahu mana yang salah dan mana yang benar,aku akan mencoba mengajaknya berbicara".
"terima kasih sudah menenangkan ku sayang",ucap Adelio lalu mengecup kening Yura.
...----------------...
Rachel sudah berada di rumah,dia baru saja selesai mandi,tiba-tiba suara Yura mengagetkannya.
"kamu sudah pulang",ucap Yura sontak Rachel pun terperanjat,"ibu aku kaget".
"makanya jangan sambil melamun",ujar Yura.
"bagaimana sudah baikan?",tanya Yura.
Rachel tersenyum,"aku baik bu".
__ADS_1
Yura mengambil sisir dan langsung menyisir rambut Rachel.
"kamu gak mau katakan apa yang sudah terjadi?",tanya Yura.
Rachel terdiam,dia merasa ragu mengatakannya pada Yura.
"ibu adalah tempat anak-anaknya berkeluh kesah,jadi bicaralah jika beban itu berat".
Rachel sudah berkaca-kaca,dia membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk Yura.
Dia menangis di pelukan ibunya,Yura mencoba menenangkan Rachel dengan cara membelai rambutnya.
"di sini ada ibu",ucap Yura.
Rachel melepaskan pelukannya,kini mereka duduk di tepi ranjang.
"Chel,kami sangat mencemaskan kamu,semalaman kak Atha tidak bisa tidur karena memikirkan mu,ayah mu pulang dari kantor karena dia juga sangat mencemaskan mu,apa lagi ibu",ucap Yura.
"maafkan aku bu,sudah membuat kalian cemas,dan aku juga merasa bersalah pada kak Atha sudah menjadi adik yang tidak baik",lirih Rachel.
Yura tersenyum karena Rachel telah menyadari sikapnya,"minta maaf lah pada kakak mu agar perasaannya membaik".
"iya bu,nanti Rachel akan minta maaf pada kak Atha",ucap Rachel.
"apa ibu boleh tahu kenapa kamu jadi seperti ini?",tanya Yura.
"hanya itu?",
Rachel menatap Yura,"maksud ibu?".
"ibu yakin ada sesuatu yang membuat mu seperti ini selain perkataan orang",jawab Yura.
Rachel menundukkan kepalanya,"kamu tidak ingin mengatakannya pada ibu?",tanya Yura.
"aku...ehm..."
"katakanlah sayang".
Akhirnya Rachel menceritakan pada Yura,memang benar kalo ada sesuatu yang membuat dia uring-uringan,Rachel berkata kalo dia sebenarnya menyukai dosen ganteng itu,hampir setiap hari dia mengejarnya,namun kali ini dia akan berhenti mengejar cinta pak dosen karena Rachel sudah mengetahui kalo Dafa sudah di miliki orang lain.
"ibu sangat bangga padamu,kamu mengambil keputusan yang sangat tepat,ibu berharap semoga kamu bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik",tutur Yura.
"tapi kalo dia jodohmu tidak akan kemana,suatu saat kalian akan di pertemukan lagi",lanjut Yura.
...----------------...
Adelio sedang membaca berita hari ini di ponselnya,tidak lama kemudian Yura datang menghampirinya sambil membawa segelas teh hangat.
__ADS_1
"apa kamu sudah berbicara pada Rachel?",tanya Adelio.
"aku baru keluar dari kamarnya,ternyata informasi itu benar kalo Rachel sedang bucin pada dosennya",jawab Yura.
"kini ketakutan ku nyata",ucap Adelio.
"tapi kami harus tenang,Rachel sudah mengurungkan niatnya untuk mengejar laki-laki itu setelah dia tahu kalo laki-laki itu sudah berkeluarga",jelas Yura.
"syukurlah kalo di punya pemikiran ke sana",
"lalu bagaimana dengan keadaannya sekarang?",tanya Adelio.
"tidak mudah untuk melepaskan seseorang yang kita cintai,jadi semuanya butuh proses",jawab Yura.
"apa yang kamu katakan benar,aku juga pernah mengalaminya,sakiiiit banget,tapi akhirnya kita bisa bersama juga",tutur Adelio.
"itulah cinta,harus penuh perjuangan dan pengorbanan",ujar Yura.
Adelio tersenyum lalu mencubit pipi Yura,"kamu bisa aja",ucap Adelio.
"tapi kenapa Rachel bisa menyukai laki-laki itu,mungkin umur mereka terpaut jauh",lanjut Adelio.
"namanya juga cinta tanpa mandang umur dan fisik".
Atha sedang duduk santai di balkon rumah sambil melihat-lihat poto yang dia ambil saat kuliah.
Tiba-tiba Rachel datang menghampirinya,"kak",sapa Rachel.
Atha pun mematikan ponselnya lalu menoleh ke arah Rachel yang tengah berdiri di sampingnya.
"ada apa?",tanya Atha.
Rachel duduk di samping Atha,"aku mau minta maaf soal kemarin karena sudah teriak-teriak sama kakak",ucap Rachel penuh penyesalan.
"kakak maklumi kalo kamu kesal,tapi kalo bisa jangan seperti itu,kita bisa bicarakan baik-baik",ujar Atha.
"karena ayah dan ibu tidak pernah mengajarkan kita seperti itu",lanjut Atha.
Rachel terisak,"maafkan aku kak,aku nyesel",ucap Rachel.
Atha sangat kasihan pada adiknya lalu dia memeluk Rachel.
"kakak sudah memaafkan mu,tolong jangan di ulangi lagi",pesan Atha.
Rachel pun menganggukkan kepalanya sambil menyeka air matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1