
Waktu menunjukkan jam 23.00,Adelio masih berada di ruang kerjanya,banyak sekali berkas yang harus dia lihat,tiba-tiba saja dia mendengar suara di luar,lalu dia mencoba melihatnya dengan cara mengendap-ngendap untuk berjaga-jaga siapa tahu itu maling.
Benar saja dugaannya,dia melihat sosok bayangan dari arah dapur,dan dia mencoba mendekat dan menyergapnya,tindakannya pun berhasil,si maling pun mencoba meronta tapi tetap saja kuat lalu dia membawanya ke sebuah gudang dan menguncinya di gudang tersebut.
"segampang itu aku menangkap maling?" gumam Adelio ketika sudah berada di kamarnya.
Pagi-pagi buta Atha menangis mencari ibunya,"hua...hua...."
"kamu kenapa nak,pagi-pagi sekali sudah menangis kemana ibu mu?" tanya Mia yang sudah menghampiri Atha di kamarnya dan tidak melihat Yura di sana.
"aku tidak tahu ibu kemana" jawab Atha sambil terisak.
"ada apa Mi...,Atha kenapa?"tanya Bi iyem.
"ini loh bi,Atha menangis karena Yura gak ada di kamar" jawab Mia.
"oh seperti itu,sebaiknya kamu berhenti menangis mungkin ibu mu sedang bekerja di dalam" bi iyem mencoba menenangkan Atha.
"tumben sekali Yura bekerja sepagi ini" ucap Mia.
"ya mungkin saja,kemarin Tuan marah padanya jadi dia mencoba memberikan yang terbaik" jelas bi iyem.
"oh gitu..."
"aku mau ibu..." rengek Atha.
"iya kita masuk kedalam kita cari ibu ya" ajak Bi iyem,mereka bertiga pun pergi ke dalam rumah untuk mencari Yura namun mereka tidak menemukannya.
"bagaimana ini Yura tidak ada di mana-mana" lirih Mia.
"apa dia pergi keluar?" bi iyem bertanya sendiri.
"hua...hua...." tiba-tiba Atha menangis kencang,bi iyem dan Mia kebingungan karena mereka takut kalo Tuannya marah karena tangisan Atha.
"sudah ya jangan menangis lagi,nanti ibu mu pulang kok..." ucap Mia.
__ADS_1
"ibu kemana....kenapa ninggalin aku...hua...ua..."
Adelio yang sedang tertidur pun bangun karena mendengar kebisingan di luar,"berisik...." teriak Adelio kesal,lalu dua turun dari kamar.
"ini baru jam berapa kenapa pagi-pagi sudah berisik" ketus Adelio ketika sudah sampai di lantai bawah.
"om...." teriak Atha pada Adelio yang membuat pria itu kebingungan.
"om..." gumam Adelio.
Atha berlari menghampiri Adelio lalu memeluk kaki pria berbadan tegap itu.
"om...aku Atha..." ucap Atha merasa senang bisa bertemu lagi dengan Adelio.
"boy..." ucap Adelio tak kalah senangnya sambil berjongkok mensejajarkan dengan Atha.
Bi iyem dan Mia saling lirik,mereka tidak mengerti kenapa Atha bisa mengenal Tuannya.
"kenapa kamu bisa di sini boy?" tanya Adelio.
"ini rumah baru om" jawab Adelio.
"oh ya...berarti ibu bekerja di rumah om" ujar Atha,Adelio sedikit terkejut mendengar Yura bekerja di rumahnya,karena selama dia dua hari dia tinggal tidak pernah melihat sosok Yura.
"lalu kemana ibu mu?" tanya Adelio lagi,Atha menggelengkan kepalanya dan Adelio melihat ke arah Bi iyem dan Mia untuk minta penjelasan namun mereka hanya menggeleng karena tidak tahu.
Adelio berpikir keras kemana perginya Yura dan tiba-tiba saja dia teringat kejadian semalam,"apa jangan-jangan...ish gawat" ucap Adelio sambil berlari ke arah gudang,Atha,bi iyem dan Mia pun kebingungan mereka langsung mengikuti Adelio.
Kini Adelio sudah sampai di pintu gudang dia mencoba membuka kuncinya dan langsung masuk,terlihat seseorang sedang tergeletak di lantai sambil tangan di ikat.
Adelio pelan-pelan menghampiri dengan rasa takut dan mencoba membuka talinya lalu membalikan tubuh yang di sangka maling olehnya.
"Yura..." ucap Adelio terkejut dengan siapa yang dia kunci di gudang,bukan hanya Adelio,Atha,Bi iyem dan Mia pun ikut terkejut.
"ibu...." teriak Atha sambil terisak.
__ADS_1
Adelio syok melihatnya,kenapa yang dia ikat adalah Yura mantan istrinya.
...----------------...
Yura sedang terbaring di kamarnya di temani putra semata wayangnya,Yura yang sedari tadi pingsan kini sudah mulai membuka matanya,"Atha..." ucap Yura lemah.
"ibu...apa ibu baik-baik saja" ucap Atha,Yura tersenyum,"ibu baik-baik saja nak..."
"beruntung ada om dia yang menyelamatkan ibu" ucap Atha.
Yura sedikit mengernyitkan keningnya,"om siapa?" tanya Yura.
"itu bu,aku kenal dia waktu aku pergi mau menemui ibu saat bekerja di kantor" jawab Atha.
Yura masih tidak mengerti maksud jawaban anaknya,"kapan sayang?"
"waktu aku pergi dan ibu memarahiku,sebenarnya itu aku kekantor untuk menemui mu,tetapi aku lebih dulu bertemu dengannya" jelas Atha.
"kamu tahu namanya?" tanya Yura.
Atha mencoba mengingatnya namun dia lupa lagi,"aku lupa lagi namanya siapa,tapi aku biasa memanggilnya om dan dia memanggilku boy".
Hati Yura bertanya-tanya,"siapa yang sudah bertemu dengan anakku dan siapa yang sudah menolongku?" tanya nya dalam hati.
"bu...kenapa ibu melamun?" tanya Atha.
"tidak nak,oh ya ibu harus bekerja dulu kamu tinggal saja di sini ya"
"ibu gak usah bekerja,kata om ibu istirahat saja"
"sayang,ibu gak tahu siapa yang kamu maksud,tapi ibu yakin pria itu berhati malaikat" ucap Yura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author:makasih yang sudah memberikan like nya,ini berarti buat author dan semakin semangat untuk menulis walau badan masih lemes...
__ADS_1