Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Terkejut


__ADS_3

Adelio sedang duduk di sebuah restauran dekat hotel sambil melihat aktivitas manusia di negara tersebut.


Sesekali dia melihat ponselnya,namun orang yang di tunggu tidak kunjung menghubunginya.


"mungkin dia sedang sibuk",gumam Adelio yang menunggu kabar dari istrinya.


Tiba-tiba seorang wanita berbadan dua datang mendekat,Wanita itu memakai topi dan kaca mata hitam.


Adelio sempat tidak mengenali namun ketika wanita itu membuka kacamatanya dia langsung terpaku.


"pagi Adel",sapa Mika sambil tersenyum.


Adelio pun menjawab sapaan Mika dengan mata tetap menatap Mika yang tengah hamil besar dan tubuh yang agak kurus,"pagi",jawab Adelio.


"apa kabar mu?",tanya Mika sambil duduk di kursi tepatnya si sebrang Adelio.


"aku baik",jawab Adelio.


"lama tak bertemu,aku senang bisa bertemu denganmu di sini,oh ya bagaimana dengan Yura apa kamu sudah menemukannya?",tanya Mika.


"kami sudah menikah",jawab Adelio.


"bagaimana kabar mu?",tanya Adelio dingin.


Mika tersenyum,"aku baik-baik saja,syukurlah kalau kalian sudah bersama aku ikut bahagia",ucap Mika.


"tapi...kenapa dia tidak ada disini?",tanya Mika.


"dia tidak ikut kebetulan Atha sekolah dia tidak mau bolos",jawab Adelio.


"anak pintar",ucap Mika sambil tersenyum.


Tiba-tiba seorang lelaki memanggil Mika dengan sebutan honey.


"honey",


Mika pun melambaikan tangannya,dan Lelaki itu menghampiri dan mencium kening Mika.


"sayang kenalkan ini teman ku",ucap Mika memperkenalkan Adelio pada lelaki itu.


Lelaki itu pun merentangkan tangannya untuk berjabat tangan,"marcel",ucapnya.


Adelio pun dengan senang hati meraih jabatan tangan Marcel,"Adelio".


"senang bertemu dengan mu",ucap Marcel,Adelio hanya tersenyum.


"Adel,dia adalah suami ku",ucap Mika.


Adelio tidak banyak bicara dia hanya mangut-mangut.


"Marcel dia berasal dari negaraku,istrinya adalah temanku",ucap Mika pada suaminya.

__ADS_1


"Adel,apa aku boleh bertemu dengan Yura?",tanya Mika.


"tentu,dia akan senang bertemu dengan mu",jawab Adelio.


"sayang aku mau bertemu Yura,bolehkan?",rengek Mika pada Marcel seperti anak kecil.


"iya sayang,kita akan berkunjung",jawab Marcel.


"Adel,aku dan suami ku akan pulang dulu ke indonesia karena ada urusan yang harus suami ku kerjakan,dan di sana kami akan berkunjung ke rumahmu",ucap Mika.


"aku tunggu,kan ku pastikan Yura mengetahuinya",ujar Adelio.


"terima kasih",


"kalo begitu aku pamit pergi",ucap Mika.


"datang lah ke rumah kami,ini alamatnya",ucap Marcel sambil memberikan kartu alamatnya.


"terima kasih mungkin lain waktu karena besok aku harus pulang",tutur Adelio.


"baiklah kapan-kapan juga boleh",ujar Marcel.


"kalau begitu kami pergi,yuk sayang",ajak Mika pada suaminya,dan Marcel pun menganggukkan kepalanya lalu mereka pun pergi.


Adelio tersenyum melihat Mika pergi dengan suaminya,dia sudah bahagia dengan orang yang tepat,awalnya Adelio merasa jutek saat Mika menghampirinya,namun karena sikap Mika yang sudah berubah membuat dia luluh dan bisa menerima Mika sebagai temannya.


...----------------...


Yura berbaur dengan ibu-ibu yang lain,dia tidak mau di cap sombong karena mengasingkan diri,"wah jeng Yura sangat terlihat cantik",puji salah seorang ibu.


"terima kasih bu",ucap Yura.


"suaminya juga tampan,cocok dengan jeng Yura,dan hasilnya adalah Atha dia tak kalah tampan dari ayahnya",ucap yang lainnya.


Yura hanya tersenyum,dia sudah tahu kalo ibu-ibu ini pengagum suaminya,apa lagi kalo Adelio sering mengantarkan Atha ke sekolah itu membuat para ibu terlena dengan ketampanan suaminya.


"tapi hati-hati loh jeng,sekarang musim suami punya simpanan,kita harus waspada pada suami-suami kita,jangan sampai hal itu terjadi pada keluarga kita",tutur salah satu orang tua murid.


"iya,apa lagi harta yang berkuasa",ucap yang lainnya.


Seketika Yura pun merasa takut karena dia sedang jauh dari Adelio,hatinya menjadi tak tenang,"sedang apa dia sekarang?",tanya Yura dalam hati.


Tak terasa sudah waktunya Atha dan Yura pulang,pak Amin yang setia menunggu dia membukakan pintu untuk majikannya.


Ketika Yura hendak memasuki mobil,tiba-tiba seseorang menyapanya,"selamat siang nyonya Yura",ucap Jodi yang sudah berada di dekat Yura.


Dan Yura pun menoleh ke arah Jodi,dia mengernyitkan keningnya,dia merasa pria itu tidak asing baginya.


"apa anda masih mengenal saya?",tanya Jodi.


Yura terus menatap Jodi,"bukan kah kamu Jodi",jawab Yura yang kini ingatannya tentang Jodi sudah kembali.

__ADS_1


"yup betul sekali nyonya,oh iya apa kita bisa bicara sebentar?",tanya Jodi.


Yura melihat ke arah Atha yang sudah duduk di dalam mobil,"tentu",jawab Mika yang membuat Jodi tersenyum lebar.


Pak Amin merasa takut saat Yura akan pergi bersama Jodi,tapi dia tidak bisa apa-apa hanya memberikan pesan saja pada Yura.


"apa nyonya tidak ikut kami pulang?",tanya Pak Amin.


"tidak pak,saya pulangnya nanti saja,kalau sudah selesai saya akan menghubungi bapak",ucap Yura.


"baik nyonya,hati-hati di jalan kalau anda butuh bantuan hubungi saya".


"iya pak",pak Amin pun masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya.


Kini tinggal Yura dan Jodi,"anda mau bicara apa?",tanya Yura.


"mari kita cari cafe dekat sini,tidak enak berbicara di dekat jalan",ujar Jodi,Yura pun menyetujuinya dan mereka pun pergi.


Yura dan Jodi sudah berada di cafe dekat sekolah Atha,terlihat Yura yang santai menghadapi Jodi.


"sebenarnya apa tujuan anda bertemu dengan saya?",tanya Mika.


"ada satu hal yang harus anda tahu tentang sikap suami anda dan sepupunya terhadap saya",jawab Jodi.


Yura mengernyitkan keningnya,"apa itu?".


Jodi tersenyum licik,"mereka sudah berbuat kriminal pada saya mereka sudah menganiaya saya",ucap Jodi dan dia pun membuka bajunya.


Sontak Yura terkejut,"apa yang anda lakukan,ini tempat umum",ucap Yura.


"apa anda lihat bekas sayatan,dan jahitan ini?",tanya Jodi menunjukkan bekas jahitan di dadanya,Yura pun tertegun saat melihatnya.


"ini luka jahitan bekas sayatan yang di lakukan Soni,tidak hanya itu saya di kurung di paviliun milik Soni beberapa hari,saya di sana di siksa tak henti-hentinya setelah itu saya di buang sejauh mungkin,untuk saja ada seseorang yang menolong saya dan sampai sekarang saya masih hidup",jelas Jodi.


Yura yang mendengarnya merasa tidak percaya dengan ucapan Jodi,"tidak mungkin mereka melakukan itu",ucap Yura.


Jodi pun tertawa,"ha...ha...saya sudah tahu kalo anda tidak akan percaya dengan ucapan saya,tapi anda boleh tanya sendiri pada mereka berdua",Jodi meyakinkan Yura agar percaya padanya.


Yura berpikir sejenak lalu dia berkata,"kalau pun iya pasti mereka punya alasannya".


"persetan dengan alasan,yang penting anda harus hati-hati,anda tidak tahu hubungan anda kedepannya seperti apa,yang penting anda harus belajar dari masa lalu",ucap Jodi yang membuat Yura sedikit takut.


"kenapa kamu berbicara seperti itu,Adelio sekarang sudah berubah,dia sangat mencintai ku",ucap Yura.


Jodi tersenyum licik,"jangan terlalu berharap nyonya,saya tahu siapa Adelio sebenarnya",ujar Jodi.


Tiba-tiba saja ponsel Yura berdering,tanda pesan Wa masuk,Yura pun membuka pesan itu namun dia membulatkan matanya saat melihat pesan Wa,ada beberapa poto Adelio bersama Lorenza yang dikirimkan seseorang yang tidak di kenal,apa lagi ada satu poto saat Lorenza mencium bibir Adelio yang membuat Yura sangat terkejut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akankah cinta Yura goyah?...kita lihat di episode selanjutnya....

__ADS_1


__ADS_2