
Mika sedang berada di sebuah Cafe duduk sambil memainkan ponselnya.
cup...
Sebuah kecupan mendarat di pipinya,"hai sayang...maaf aku terlambat" ucap pria yang menjadi selingkuhannya.
"kenapa kita bertemu di sini?" tanya Mika.
"aku ingin sekali seperti yang lainnya bisa mengajak pasangannya makan di luar" jawab Jodi.
"iya tapi bagaimana kalau suamiku mengetahui tentang hubungan kita,bukan hanya aku tapi kamu juga bakal di pecat" ucap Mika ketakutan.
Jodi adalah seorang asisten Adelio sudah bertahun-tahun dia bekerja dengan Adelio namun sayang dia tergoda oleh kecantikan istri bosnya dan akhirnya dia memutuskan untuk berselingkuh dengan Mika.
"tidak mungkin karena Suami mu sedang tidak ada,lagian dia tidak akan mengetahui kalau kau berada di sini" ucap Jodi menenangkan Mika.
Adelio belum tahu siapa lelaki yang menjadi selingkuhan istrinya,dan Adelio tidak akan mencurigai Jodi karena dia ditugaskan pergi ke luar negeri.
"sebaiknya kita pergi dari sini,aku lebih baik pergi ke hotel dari pada harus di sini" ajak Mika.
"oke kita pergi masing-masing saja kalau kau tidak mau ketahuan" ujar Jodi dan Mika pun pergi lebih dulu.
Gerak-gerik mereka tak luput dari pandangan seseorang,semua yang mereka lakukan terekam dalam kamera.
Di apartemen Adelio sedang duduk sambil memainkan laptopnya,tiba-tiba ponselnya berbunyi.
ting...
Adelio mengambil ponselnya,terlihat sebuah notifikasi masuk lewat WA,Adelio mencoba membukanya,sebuah Vidio yang terekam dia melihat kebersamaan Mika dengan Asistennya.
"Mika dan Jodi apa hubungan mereka sebenarnya?" tanya Adelio dalam hati.
Tiba-tiba datang lagi sebuah gambar yang memperlihatkan Mika dan Jodi datang ke hotel dan kamar yang sama,Adelio membelalakkan matanya,"apa maksud semua ini,jangan-jangan pria itu adalah Jodi" gumam Adelio tak percaya kalo Asisten yang dia percayai kini mengkhianatinya.
Adelio mencoba menelepon Jodi dia ingin mengetes sejauh mana Jodi berbohong.
Di sebuah hotel Jodi sedang menggempur Mika,tiba-tiba ponsel Jodi berdering.
kring...kring...kring...
Namun Jodi tak menghiraukannya dia masih membuat Mika terlena dengan permainannya.
Adelio mendengus kesal,"apa yang sedang mereka lakukan?" dan Adelio pun mencoba menelepon lagi.
__ADS_1
kring...kring...
Ponsel Jodi berdering lagi,dan dia langsung menghentikan aktivitasnya,"sial siapa yang berani mengganggu ku" ucap Jodi kesal.
Jodi mengambil ponselnya yang masih berdering,"Adelio..." gumamnya,seketika dia menempelkan telunjuk di mulutnya sambil melirik ke arah Mika menandakan kalau Mika tidak boleh bersuara.
Halo bos,
kamu sekarang dimana?
aku lagi ada hotel,memangnya kenapa bos?
bagaimana pertemuan dengan para pemilik saham di luar negeri?
sudah selesai bos,jadi tidak perlu khawatir,
baiklah kalau begitu,maaf aku sudah mengganggumu,
tidak apa-apa bos,lagian hari ini aku sangat senang bisa bertemu dengan pujaan hatiku,
Adelio pun langsung mengepalkan tangannya,"brengsek,lihat saja apa yang akan kau dapatkan,karena kau sudah bermain-main dengan seorang Adelio" ucap Adelio dalam hati.
Baiklah lanjutkan...
prang....
"bodoh kau memang bodoh Adelio,seharusnya kau tidak percaya pada Asisten mu sendiri" ucap Adelio penuh dengan kemarahan,namun dia berpikir sejenak,"dia sudah berani mengkhianati ku dengan mencintai istriku pasti dia juga sudah macam-macam dengan perusahaan ku,aku harus cepat bertindak" ucap Adelio berbicara sendiri.
"awas saja kalau itu benar,aku tidak akan segan-segan menghabisi mu" lanjut Adelio.
...----------------...
Di rumah kontrakan,Yura masih memikirkan pekerjaan dan tempat tinggalnya,karena sebentar lagi dia harus mengosongkan kontrakan itu.
"ya Tuhan berikan aku petunjuk mu" ucap Yura dalam doa.
tok...tok...tok..
Tiba-tiba suara pintu di ketuk,Yura langsung membukanya,"pak Andre..." sapa Yura.
"malam...Ra"
"malam Pak,oh ya ada apa bapak malam-malam kesini?" tanya Yura.
__ADS_1
"aku hanya ingin memberikan ini" jawabnya sambil memberikan sebuah kantong kresek.
"makasih pak,tapi bapak tak perlu repot-repot untuk semua ini" ucap Yura.
"tidak apa-apa aku sangat khawatir dengan keadaan mu" ujar Andre.
"om Andre..." panggil Atha dari dalam yang langsung menghampiri Andre dan Ibunya.
"om Andre kenapa tidak masuk?"
"om gak lama sayang ini kan sudah malam" Yura yang menjawab pertanyaan Anaknya.
"iya nak om gak lama,om akan langsung pulang" ujar Andre.
"kami akan pindah dari sini" tiba-tiba Atha berkata hal itu yang membuat Yura membulatkan matanya.
"Atha apa yang kamu katakan?" tanya Yura kesal.
"bu...kita di sini tidak punya siapa-siapa,kita hanya punya om Andre jadi biarkan dia tahu" tutur Atha.
"tapi nak...ibu..." belum sempat melanjutkan bicara,Andre sudah memotongnya.
"katakan nak..."
Atha melihat kearah Ibunya lalu dia menceritakan semuanya pada Andre,dan Yura pun hanya bisa diam,kemarahan yang dia pendam tidak mungkin di keluarkan begitu saja karena dia paham dengan kondisi putranya.
"Atha cukup nak,sebaiknya kamu masuk ke kamar" tegas Yura dan Atha pun menunduk,"iya bu..." tidak lama kemudian Atha pergi masuk kedalam kamar.
"sebaiknya kamu tinggal di rumahku sementara waktu,sampai kalian menemukan tempat tinggal yang layak" ucap Andre.
"terima kasih tapi maaf saya tidak bisa,saya tidak mau tetangga bapak berpikir yang tidak-tidak soal kita" tegas Yura.
Andre menghela nafas,"pikirkan saja dulu,nanti kalo kamu berubah pikiran hubungi aku secepatnya" ucap Andre langsung pergi meninggalkan Yura.
ting...
Ponselnya berdering lagi,Adelio mengambil lalu membuka sebuah pesan gambar.
"brengsek..." ucap Adelio saat melihat sebuah kiriman poto dari anak buahnya,terlihat Andre yang tengah mengobrol dengan Yura pada malam hari.
Ternyata Adelio memerintah kan anak buahnya bukan hanya mencari identitas keduanya namun dia memberi perintah untuk mengawasi keduanya.
Adelio kesal,belum selesai dengan masalah perselingkuhan istrinya dengan asisten lamanya sekarang dia di hadapkan dengan mantan istrinya yang sedang di dekati oleh asistennya barunya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...