Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Cinta Tak Harus Memiliki


__ADS_3

Rachel sudah sampai di kampus,dia berjalan menuju toilet dengan langkah tertatih-tatih karena sakit di kakinya.


Tidak lama kemudian Dafa juga sudah sampai di kampus,lalu dia melihat sepeda motor milik Rachel yang terparkir di halaman sekolah,lalu dia pergi menuju gedung kampus.


Di toilet Rachel membuka penutup lukanya,dia meringis kesakitan,"awww",ucap Rachel.


Dia meniup lukanya dengan perlahan,bukan hanya kakinya namun tangannya ikut terluka tapi tidak separah di kaki.


Di kelas semua para mahasiswa sudah siap menerima materi,teman Rachel terus melihat ke arah kiri,kanan dan belakang,dia tidak menemukan sosok Rachel.


"apa Rachel tidak masuk",ucapnya.


Dafa pun masuk kedalam kelas,hari ini jadwalnya dia mengajar di jam pertama dan dia sudah siap memberikan materinya.


Dafa memperhatikan satu persatu muridnya,namun dia tidak menemukan Rachel,seketika dia mencemaskan Rachel.


"kemana anak itu?",tanya Dafa pada diri sendiri.


Karena penasaran akhirnya Dafa memutuskan mencari Rachel,"tolong buat resume tentang materi saya yang sudah saya sampaikan kemarin,saya tinggal dulu",titah Dafa pada mahasiswanya lalu dia keluar ruangan dan mencari keberadaan Rachel.


Rachel baru saja keluar dari toilet,dia berjalan sambil berpegangan pada dinding,sesekali dia berhenti lalu melanjutkan lagi langkahnya.


Dari kejauhan Dafa melihat Rachel yang kesusahan berjalan,lalu dengan langkah cepat Dafa menghampiri Rachel berniat untuk membantunya.


"berpeganglah pada tanganku",ucap Dafa sambil memberikan tangannya.


"terima kasih pak,saya bisa sendiri",Rachel menolaknya lalu dia pergi.


Dafa terdiam,dia tidak menyangka kalo Rachel akan menolak bantuannya.


Rachel tidak masuk kedalam kelas melainkan pergi keluar gedung,dia berniat akan pulang ke rumahnya karena kondisi yang tidak memungkinkan baginya mengikuti perkuliahan.


Dafa terus memperhatikan Rachel pergi,dan dia pun mengikuti Rachel dari belakang.


Sesampainya di tempat parkiran,Rachel mencari kunci motornya di dalam tas namun dia tidak menemukannya.


"sial kemana lagi kuncinya",gerutu Rachel.


"aku akan mengantarmu pulang",ucap Dafa yang sedari tadi berdiri di belakang Rachel.


Rachel pun menoleh,"tidak perlu saya akan pulang sendiri,maaf saya tidak bisa mengikuti pelajaran bapak",lagi-lagi Rachel menolak bantuan Dafa.


"karena ini jam saya mengajar,jadi kepulangan kamu adalah tanggung jawab saya",tutur Dafa.


"bapak tidak usah repot-repot,saya sudah menemukan kuncinya jadi saya akan pulang sendiri",ucap Rachel lalu duduk di atas jok motor.


Dafa memejamkan matanya,ternyata Rachel susah untuk di mengerti.

__ADS_1


Rachel pun pergi dengan mengendarai sepeda motornya.


Dafa diam,dia tidak menyangka kalo Rachel bisa sedingin itu padanya,biasanya Rachel selalu mengejarnya dan mencari perhatiannya,namun saat pembicaraan tadi di jalan sikapnya berubah drastis.


Dafa juga tidak mengerti kenapa dia harus peduli pada sikap Rachel,padahal selama ini dia tidak pernah menganggap Rachel lebih melainkan hubungan antara dosen dan mahasiswa.


...----------------...


Di kantor,Atha sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya,tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.


tok...tok...tok...


"masuk",titah Atha.


Seorang perempuan cantik masuk kedalam ruangannya,"selamat siang pak,saya ingin memberikan ini",ucap sekretaris Atha sambil memberikan sebuah map pada Atha.


Atha pun mengambilnya,lalu memeriksa hasil kerja sekretarisnya.


"oke ini bagus,biarkan ini di simpan di sini dan kamu boleh kembali bekerja",ucap Atha.


"baik pak",Sekretaris Atha pun keluar dari ruangannya.


Atha membuka ponselnya,lalu dia melihat seorang perempuan cantik yang berada di layar ponselnya,seketika dia tersenyum lalu dia menutup kembali ponselnya.


Atha menghela nafas lalu dia bersandar pada kursi kebesarannya dan memejamkan matanya,berharap perempuan tadi berada di hadapannya.


Karena sering bertemu dan akhirnya Atha menaruh hati,tapi dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya karena dia selalu merasa takut cintanya di tolak.


Atha memilih memendam perasaannya itu,karena menurut dia cinta tak harus memiliki.


Adelio sudah berada di ruangan Atha,kedatangannya tanpa di sadari putranya,dia melihat Atha yang tengah memejamkan matanya,entah dia tidur atau hanya melepas penat,namun Adelio tidak ingin mengganggunya dan dia memilih untuk pergi.


Adelio pergi menuju ruangannya namun tiba-tiba Jodi datang dengan membawa satu kotak makanan yang akan di berikan pada Atha dan Adelio.


"tuan",sapa Jodi.


"kamu bawa apa?",tanya Adelio.


Jodi menjawab,"ini ada titipan makanan dari Mia untuk tuan dan den Atha,ini tuan".


Setelah pernikahan Andre dan Kiki,Jodi pun menyusul mereka,Jodi menikahi Mia dengan acara yang sederhana.


Mia memilih mundur dari pekerjaannya karena setelah menikah mereka langsung di karuniai seorang anak,sedangkan Jodi dia masih bekerja jadi penjaga Atha.


Adelio pun menerimanya,"bilang pada Mia,terima kasih",ucap Adelio.


"kalo begitu saya pergi keruangan dulu",pamit Adelio.

__ADS_1


"silahkan tuan"


Adelio pun pergi,sedangkan Jodi dia masuk kedalam ruangan Atha.


"siang den",sapa Jodi sambil menenteng satu kotak makanan.


"ada titipan dari mba Mia buat den Atha",ucap Jodi sambil menaruh kotak itu di meja kerja Atha.


"makasih pak,wah perut aku jadi keroncongan ni",ujar Atha sambil membuka kotak itu.


"silahkan di makan,ini spesial buat den Atha",


"pak Jodi sendiri kenapa tidak makan,kalau gitu kita makan berdua saja",ajak Atha.


"pak Jodi sudah kenyang,tadi sebelum ke sini sudah makan terlebih dahulu di rumah".


"saya coba ya pak",Atha pun memakan makanan itu.


"ehm enak pak,tolong bilang pada mba Mia enak sekali",ucap Atha sambil mengunyah makanannya.


"nanti saya akan sampaikan".


...----------------...


"ya ampun Rachel kamu gak apa-apa kan sayang?",tanya Yura cemas ketika dia melihat Rachel dengan kaki yang terluka.


"gak apa-apa kok bu,Rachel masih bisa berjalan",ujar Rachel.


"kok bisa gini sih,kamu ngebut ya!",


"boro-boro ngebut bu,ini sudah takdir tuhan aja".


"ibu mau telpon kakak dan ayah mu",ucap Yura sambil mengutak-atik ponselnya,dengan sigap Rachel mengambilnya dari tangan ibunya.


"jangan bu,nanti mereka khawatir lagian aku baik-baik saja kok",ucap Rachel.


"makannya hati-hati dong,kalo terjadi sesuatu sama kamu bagaimana,beruntung kalo luka kecil,kalo lukanya parah dan sam...",Yura memikirkan hal yang tidak di inginkan.


"ih...amit-amit,jangan sampai terjadi sesuatu pada kelurga kita",lanjut Yura.


"Ibu jangan khawatir ya,aku baik-baik saja kok",Rachel mencoba menenangkan Yura.


"kamu harus tahu,setiap hari ibu selalu mencemaskan anak-anak ibu,setiap kalian berpergian perasaan ibu tak karuan".


"ibu hanya bisa meminta perlindungan pada tuhan".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2