Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Salep


__ADS_3

Tiwi terdiam dengan tubuh yang bergetar,dia terkejut begitu hebat,hampir saja dia terluka.


Sama halnya dengan Tiwi,Adelio dan Yura juga ikut terkejut,hampir saja mereka menabrak wanita yang berada dihadapannya.


"kamu baik-baik saja kan?",tanya Yura ketakutan.


Tiwi tidak menjawab saking syok,"sayang sepertinya kita bawa dia ke rumah sakit,aku takut ada apa-apa dengannya",ucap Yura.


"baiklah ayo kita bantu dia berdiri",ucap Adelio.


Yura dan Adelio membantu Tiwi berdiri,"saya mau di bawa kemana?",tanya Tiwi ketika Yura dan Adelio hendak membawanya ke dalam mobil.


"kami akan membawa mu ke rumah sakit,tenang saja nak kami akan bertanggung jawab",jawab Yura.


"tidak perlu,aku baik-baik saja",ucap Tiwi.


"tidak nak,kami akan bersalah jika tidak membawa mu ke rumah sakit",ujar Yura.


"tidak ada luka di tubuhku jadi tidak perlu ke rumah sakit,lagian ini juga salahku karena tidak berhati-hati saat berjalan",tutur Tiwi.


Yura dan Adelio saling melihat,"baiklah kalo begitu,kami akan mengantarmu pulang dan bertemu orang tua mu untuk meminta maaf",kata Adelio.


Tiwi terdiam saat mendengar orang tua,hatinya perih karena dia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini.


"nak berikan alamat mu,kami akan mengantarmu",ucap Adelio.


Tiwi masih terdiam,seketika air matanya menetes,"maaf apa kamu pergi dari rumah?",tanya Yura yang melihat sebuah koper di samping Tiwi.


Tiwi pun menggelengkan kepalanya,"saya sudah tidak punya orang tua",ucap Tiwi.


Perasaan Yura dan Adelio pun teriris ketika mendengar kalo wanita di hadapannya sudah tak memiliki orang tua.


"lalu kamu mau pergi kemana,biar kami yang antar",ucap Yura.


"tidak perlu,saya akan pergi sendiri,maaf saya sudah mengganggu perjalanan anda",ucap Tiwi lalu dia mulai melangkah pergi dengan kaki yang sedikit pincang.


Yura melihat wanita itu pergi menjauh,dia pernah merasakan hidup sebatang kara tanpa sosok orang tua,tanpa berpikir panjang Yura lalu menghentikan Tiwi yang sudah agak menjauh.


"tunggu",teriak Yura.


Tiwi pun menghentikan langkahnya,dan Yura cepat menghampiri Tiwi.


"ikutlah bersama kami,aku tahu kamu tidak memiliki tempat tinggal",ucap Yura.


"tapi...",


"ku mohon,setidaknya untuk hari ini saja,apa lagi cuaca di luar sangat panas",tutur Yura.


Tiwi berpikir,tidak salahnya mengiyakan ajakan wanita yang berada di hadapannya,"apa ini tidak merepotkan?",tanya Tiwi.


Yura tersenyum,"tidak,malah aku akan senang jika kamu ikut dengan kami",jawab Yura,dan tidak berpikir panjang Tiwi pun menerima ajakan Yura.

__ADS_1


...----------------...


Kini Yura mengajak Tiwi kesebuah hotel,mereka menyewa hotel untuk sementara waktu.


Di dalam hotel,Tiwi duduk di sebuah kursi yang tersedia di sana,dan Yura duduk di tepi ranjang,sedangkan Adelio dia sedang menghubungi Andre kalo mereka hampir saja menabrak seorang wanita.


Yura melihat Tiwi dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.


"apa kamu tidak ingin melepaskan sepatu mu?",tanya Yura.


"ehm apa sepatuku kotor?",Tiwi balik tanya.


"tidak,aku takut kamu kesakitan jika terus memakai sepatu",jawab Yura.


Tiwi melihat ke arah sepatunya,memang benar kakinya begitu sakit,dan akhirnya dia membuka sepatunya.


Yura melihat kaki Tiwi banyak sekali luka lecet,lalu dia mendekat,"itu pasti terasa sakit",ucap Yura.


"lumayan",ucap Tiwi.


"itu harus di olesi salep agar cepat kering",ujar Yura.


"itu karena terlalu sering memakai sepatu",lanjut Yura.


"iya,saya tidak bisa melepasnya",ucap Tiwi.


Tiwi tidak menjelaskannya kenapa kakinya bisa lecet,karena dia tidak mau orang merasa iba terhadapnya.


"sayang sepertinya anak itu kesakitan,kakinya lecet,apa bisa kamu menyuruh seseorang membelikan salep untuknya",


"putra kita akan datang kesini,biar nanti sekalian dia belikan salepnya",ucap Adelio.


"terima kasih sayang",ucap Yura.


"sebaiknya biarkan dia beristirahat",ucap Adelio.


"ya udah kita pergi saja,tapi sebentar aku akan bicara dengannya",Yura pergi menemui Tiwi lagi.


"kami akan pergi ke kamar sebelah,jadi kamu istirahatlah,dan aku sudah memesan makanan mungkin sebentar lagi sampai",ucap Yura.


"terima kasih",ucap Tiwi.


Yura dan Adelio pergi ke kamar mereka dan membiarkan Tiwi beristirahat.


...----------------...


Atha sudah sampai di hotel dimana kedua orang tuanya berada,dia begitu khawatir ketika Andre memberi tahu kalo Yura dan Adelio hampir menabrak seseorang.


"ayah ibu",sapa Atha ketika sudah sampai dikamar Yura dan Adelio.


"sayang kamu sudah datang",ucap Yura lalu menghampiri putranya.

__ADS_1


"kalian baik-baik saja kan,lalu mana yang lecet?,dan kenapa kalian tidak ke rumah sakit saja?",begitu banyak pertanyaan dari Atha karena mengkhawatirkan kedua orang tuanya.


Yura tersenyum,"kami baik-baik saja nak,tidak ada yang terluka",ujar Yura.


"lalu ayah menyuruh ku membeli salep untuk apa?",tanya Atha.


"itu untuk wanita yang hampir saja kami tabrak,kasihan kakinya lecet-lecet",jawab Adelio.


Atha menghela nafas,"bu aku sangat mengkhawatirkan kalian,aku pikir ayah dan ibu terluka",tutur Atha.


"jangan terlalu khawatir kami baik-baik saja",ucap Adelio.


"lalu untuk apa ayah dan ibu datang kesini?",tanya Atha lagi.


"ayah mengantar ibumu,karena dia khawatir padamu",jawab Adelio.


"iya nak,kemarin sore pak Andre memberitahu kami,kalo akhir-akhir ini sikap kamu berbeda,kamu sering menyendiri,jadi ibu mencemaskan mu",tutur Yura.


"sebenarnya kamu kenapa?,kata Andre ini karena seorang wanita,apa betul?",tanya Adelio.


Atha tertunduk,Adelio menghampiri Atha lalu dia menepuk pundak putranya,"sudahlah nanti kita bicara,sebaiknya kamu segera berikan salep ini pada orang itu,kasihan mungkin dia sudah menunggu",titah Adelio.


"kenapa aku yang harus memberikannya?",tanya Atha.


"ayah dan ibu cape,kami ingin membaringkan tubuh dulu",jawab Adelio.


"iya nak,bolehkan kami meminta bantuan mu?",tanya Yura.


"tentu bu,aku akan memberikan ini padanya",jawab Atha lalu dia pergi.


Atha sudah sampai di depan pintu,lalu dia mengetuk pintu,tok...tok...


Tidak lama kemudian pintu terbuka,Atha dan Tiwi terkejut satu sama lain,mereka tidak menyangka akan bertemu lagi secepat ini.


"Wi",ucap Atha.


"sedang apa kamu di sini?",tanya Tiwi.


"aku mau ngasih ini",ucap Atha sambil menunjukkan sebuah salep.


Tiwi mengernyitkan keningnya,dia berpikir kalo wanita tadi yang akan menyuruh orang membelikannya salep tapi yang datang Atha.


"Wi...",ucap Atha.


"ehm kalo gitu berikan salepnya",ucap Tiwi.


Atha mendorong Tiwi kedalam lalu Atha menutup pintu,sontak Tiwi pun ketakutan.


"kenapa kamu masuk?",teriak Tiwi.


Atha tiba-tiba memeluk Tiwi lalu dia tersenyum,dia sangat senang di berikan kesempatan lagi untuk bertemu dengan Tiwi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2