Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Darah daging


__ADS_3

20 Tahun Kemudian


Seperti biasa Yura sedang menyiapkan keperluan suaminya,dia begitu cekatan namun kali ini berbeda karena usianya yang sudah tidak muda lagi,dan penampilannya menjadi keibuan,begitu pula Adelio.


Setelah selesai menyiapkan keperluan suaminya,Yura lekas pergi ke dapur untuk melihat makanan yang sudah di hidangkan.


"bi tolong panggilkan Atha dan Rachel,sudah waktunya mereka sarapan",titah Yura pada seorang art,tapi bukan bi Iyem atau Mia.


"baik bu",art itu lalu pergi ke kamar Atha dan Rachel seperti apa yang di perintahkan majikannya.


Tidak lama kemudian Atha dan Rachel turun dari kamarnya dengan bersamaan.


Mereka sudah sama-sama dewasa,Atha yang terlihat memakai jas abu yang terlihat gagah dan tampan di tambah tubuh yang suspek karena dia rajin berolah raga begitu pula Rachel,wajahnya cantik perpaduan wajah Mika dan Marcel dan tubuhnya yang langsing bak model.


"pagi bu",sapa kedua anak Yura sambil memeluk ibunya.


"lama sekali kalian turun,ayo cepat sarapan nanti kesiangan loh",titah Yura.


"iya ibu ku sayang",ucap Rachel sambil mencium pipi Yura.


Atha dan Rachel duduk di kursi masing-masing,tidak lama kemudian Adelio juga bergabung bersama mereka.


"ini lagi kenapa baru turun,biasanya paling awal",ucap Yura.


"aku sakit perut sayang",ujar Adelio sambil mengusap perutnya.


"ayah sih kalau makan di luar gak ngajak kita,akhirnya jadi sakit perut",timpal Rachel.


"maaf nak,kemarin ayah dan kakak mu harus bertemu dengan klien di sebuah restauran jadi mau tidak mau kami harus makan bersama",jelas Adelio.


"lain kali kakak dan ayah akan mengajak ibu dan kamu makan di luar iya kan yah",ucap Atha.


"makasih sayang,makan di sini bersama kalian ibu sudah bahagia",ucap Yura.


"ibu...",rengek Rachel.


"dengarkan ayah,ini yang spesial dari ibu kalian,kesederhanaan yang dia miliki membuat ayah selalu jatuh hati padanya",puji Adelio.


"oh so sweet",ucap Rachel.


Setelah selesai sarapan,Adelio dan Atha pergi ke kantor sedangkan Rachel dia pergi ke kampus,dan seperti biasa Yura tinggal di rumah bersama Artnya.


...----------------...


Di kantor,Adelio sedang bersama Soni,mereka sedang membicarakan perihal Atha.


"aku salut pada putra mu,ternyata dia cepat menguasai bisnis,dia sangat pintar seperti ayahnya",puji Soni.


"itu sudah jelas dan aku merasa tenang karena ada penerus ku,tugasku tinggal Rachel,aku harus bisa membuat dia seperti kakaknya",


"kamu harus bisa,bagaimana pun mendidik Atha dan Rachel akan berbeda,bagaimana pun Rachel bukan darah daging mu,ada darah ayah ibunya,bahkan wataknya pun akan sama seperti mereka",jelas Soni.

__ADS_1


"iya aku tahu itu,tapi aku yakin Rachel akan seperti kakaknya,dia akan mewarisi watak pembisnis dari ayahnya yaitu Marcel",tutur Adelio.


Lama sekali mereka berbincang akhirnya Soni pamit pergi dan tidak lama kemudian Atha masuk keruangan ayahnya.


"ayah sedang apa?",tanya Atha yang sudah berada di ruangan Adelio.


"ayah baru saja ingin melihat dokumen-dokumen perusahaan yang di kirim om Andre,memangnya ada apa?",tanya Adelio.


"aku ingin memperlihatkan poto rumah yang sedang kita bangun",ucap Atha sambil memperlihatkan pada ayahnya lewat ponselnya.


"menurut ayah apa ibu akan menyukainya?",tanya Atha.


"ibumu akan suka aku yakin itu",jawab Adelio.


"baiklah setelah pulang kerja aku akan pergi langsung ke lokasi bersama Rachel".


"bagus,nanti kabari ayah jika ada yang tidak cocok dengan selera ibu mu",


"baik yah".


...----------------...


Di kampus,Rachel sedang menerima materi dari dosennya yang dia sukai,Rachel tidak fokus dengan pelajarannya melainkan dia fokus pada dosennya itu,karena Rachel menaruh hati padanya.


Tak terasa waktu sudah sampai ke penghujung pelajaran,dan dosen pun mengakhirinya,lalu dia keluar dari kelas.


Karena Rachel tidak mau kehilangan dosen itu,dia langsung mengikutinya dari belakang.


"ada apa Rachel?",tanya dosen itu.


Rachel tersenyum,"saya hanya ingin dekat dengan bapak",ucap Rachel genit.


Dosen itu menggelengkan kepalanya,"sebaiknya kamu masuk ke kelas,bukannya sekarang masih ada satu matkul lagi".


"sebentar saja pak",rengek Rachel.


"tidak Rachel kamu harus masuk,atau bapak akan memberikan tanda merah di absensi mu",


"iya pak",ucap Rachel sambil cemberut lalu dia kembali ke kelasnya.


Pak Dosen hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku muridnya dia berpikir kenapa wanita secantik Rachel terus mengejarnya,dosen itu kembali berjalan menuju ruangannya.


"kebiasaan deh kalo pak Dafa keluar kamu suka ngikut",ucap sahabatnya Rachel.


"suka-suka tau",ujar Rachel kesal.


"udah deh kamu jangan ngarep terus sama tu dosen,umur kalian kan jauh banget bedanya aja 10 tahun,menurut aku dia ketuaan".


"cinta tuh gak mandang tua atau muda tau",


"iya terserah deh,susah kalo ngomong sama orang yang sudah bucin".

__ADS_1


Rachel terus membayangkan dirinya berdekatan dengan Dafa,memang umur mereka terpaut begitu jauh,tapi bagi Rachel umur tidak masalah,asalkan saling suka kenapa tidak.


Setelah mengikuti matkul yang terakhir,akhirnya Rachel bisa keluar dari kelas,dia berjalan tergesa-gesa karena hari ini dia ada janji bersama kakaknya untuk pergi melihat rumah yang akan menjadi kejutan untuk ibunya.


Di tempat parkir,Atha sudah menunggu Rachel,dengan memakai setelan jas dan kaca mata hitam membuat semua para wanita di sekelilingnya terus mengagumi ketampanannya.


"kak...",teriak Rachel sambil berlari menghampiri Atha.


"kenapa harus berlari?",tanya Atha ketika Rachel sudah sampai di dekatnya.


"aku takut kakak menunggu ku lama",jawab Rachel sambil ngos-ngosan.


Atha tersenyum karena salut dengan adiknya itu,"oke kalo gitu kita pergi sekarang",ajak Atha sambil membukakan pintu mobil untuk Rachel.


"emmuah...makasih kakak ku yang ganteng",ucap Rachel sambil memanyunkan bibirnya lalu masuk kedalam mobil.


Dari kejauhan,Dafa memperhatikan Rachel dan Atha,lalu dia masuk kedalam mobilnya.


Di perjalanan,Rachel terus bertanya pada kakaknya soal type cewek yang dia suka.


"cewek yang kakak suka itu seperti apa sih?",tanya Rachel.


"kenapa kamu tiba-tiba bertanya hal itu?",Atha balik tanya.


"mau tanya ajah",jawab Rachel.


"kakak suka cewek yang peminim,baik,lembut dan satu lagi cantik".


"kalo aku type cewek seperti apa?",tanya Rachel lagi.


"kamu termasuk type cewek yang ceria juga cantik",jawab Atha.


"sebenarnya kenapa sih kamu membahas hal itu,atau jangan-jangan ada yang lagi deket sama kamu ya!",goda Atha.


Rachel tersenyum malu,"kakak tahu aja,pasti pernah ngalamin ya".


"mana pernah kakak dekat dengan perempuan,siapa sih yang mau sama kakak",ucap Atha.


"ih kakak kok ngomong gitu sih,padahal banyak loh perempuan-perempuan di luar sana yang kagum sama kakak",ujar Rachel.


"mereka hanya sekedar kagum chel".


"ya kakaknya ajah gak peka,mau punya pacar gimana kalo keseharian kakak tu kerja...kerja...dan kerja,kakak terlalu kutu buku,kalo menurut aku ya kakak terlalu dingin sama cewek,makannya buka hati dong untuk perempuan di luar sana",


Atha tersenyum,"jadi cerinya kamu sedang menyeramahi kakak ni",ucap Atha.


"bukan itu,tapi aku hanya mengingatkan kakak aja",


"makasih loh sudah mengingatkan ku".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2