Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Indah pada waktunya


__ADS_3

Yura sudah berada di apartemennya,dia berniat untuk istirahat namun melihat sikap Atha yang sedari pagi cemberut membuat Yura mengurungkan niatnya.


Yura menghampiri Atha yang sedang tengkurap di kasurnya,"nak kamu marah karena tadi pagi ibu membangunkan mu ya",ucap Yura sambil mengusap kepala putranya.


"maafkan ibu ya,janji deh ibu gak akan mengulanginya lagi",lanjut Yura dia merasa bersalah karena membangunkan Atha jam 4 pagi.


Atha membalikkan tubuhnya kini posisinya terlentang,"bukan begitu bu,aku tidak suka ibu dekat dengan tante itu,dan aku tidak suka dia tinggal di rumah ayah",jawab Atha.


Yura menghela nafas,ternyata sifat Adelio menurun pada anaknya,mereka sama-sama tidak menerima kehadiran Mika.


"ibu melakukan ini ada alasannya sayang,tante Mika sedang sakit,dia seperti kita jauh dengan saudara,ibu tidak mungkin membiarkannya menderita sendiri",jelas Yura.


"sesama manusia kita harus tolong menolong tidak boleh saling membenci",pesan Yura.


"walau pun orang itu jahat pada kita",timpal Atha.


"iya,biar mereka berbuat kasar sama kita tapi sikap kita harus bisa memaafkannya",jelas Yura.


"jadi kamu harus ingat pesan ibu ya nak",lanjut Yura dan Atha menganggukkan kepalanya.


Yura berharap Atha bisa mengerti dengan keadaan.


Di kantor Adelio menatap sebuah jam yang menempel di dinding,pandangannya kosong,raganya di kantor tapi pikirannya melayang.


tok...tok...


Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk yang membuyarkan pikirannya.


"selamat siang bos",sapa Andre.


Adelio hanya mengangguk,Andre berjalan menghampiri Adelio lalu memberikan sebuah map yang dia bawanya.


"ini yang bos inginkan",ucap Andre.


"ternyata Mika benar-benar sakit bos dan itu hasil diagnosanya yang di berikan dokter",jelas Andre.


"dokter itu mengatakan kalo akhir-akhir ini Yura sering menemuinya",lanjut Andre.


Setelah kedatangan Mika kerumahnya,Adelio menyuruh Andre untuk mencari informasi tentang kebenaran Mika,karena untuk kali ini dia tidak mau kalo wanita itu menipunya lagi.


"bos,apa yang akan di lakukan sekarang?",tanya Andre.


"aku masih memikirkannya,dan yang aku tidak mengerti kenapa Yura menuruti kemauan wanita itu",jawab Adelio.


"mungkin Yura berpikir kalo hal ini akan menjadi momen terakhir bagi Mika",tutur Andre.


"tapi kenapa aku yang harus jadi korban",ujar Adelio.


"karena Mika ingin bersama bos".


"seharusnya Yura mengerti dengan perasaanku",ucap Adelio.

__ADS_1


"entah lah bos aku bingung memperhatikannya",ucap Andre seakan itu masalahnya sendiri.


"baiklah kalo begitu kamu boleh pergi",titah Adelio,Andre pun menundukkan kepalanya lalu pergi.


"apa serumit itu menjalin hubungan percintaan?",tanya Andre dalam hati ketika sudah berada di luar ruangan Adelio.


...----------------...


Hari sudah malam,Mika berjalan mondar mandir tak karuan,dia sedang menunggu Adelio karena tak kunjung pulang.


"kenapa jam segini dia belum pulang padahal aku sudah tidak sabar untuk berbicara padanya",gumam Mika.


Di apartemen Yura tergesa-gesa beranjak dari duduknya,karena bel berbunyi terus menerus.


"tidak sabaran sekali,bentar...",Yura menggerutu.


Ketika Yura membuka pintunya dia melihat Adelio sedang berdiri di depan pintu.


"selamat malam",ucap Adelio sambil masuk ke apartemen tanpa menunggu Yura mempersilahkan.


"ada apa malam-malam datang kesini?",tanya Yura ketika sudah duduk bersama Adelio.


"aku lapar",jawab Adelio.


"baiklah aku masak mie instan saja,karena hari ini aku tidak memasak",ucap Yura sambil beranjak.


Namun sebelum Yura pergi,Adelio menarik tangan Yura untuk tetap duduk di sampingnya.


Adelio tidak memberi aba-aba dia langsung menyerang bibir Yura dengan kasar,dan Yura pun tidak bisa menyeimbangi nya,dia langsung melepas nya.


"hentikan...",teriak Yura.


"kamu kenapa?",tanya Yura pada Adelio.


"seharusnya aku yang tanya kamu kenapa?".


"kenapa membiarkannya tetap tinggal di sisi ku",teriak Adelio.


"aku sudah bilang kalo aku tidak mau dia berada di rumahku",lanjut Adelio.


"kamu egois Ra,kamu memikirkan perasaannya tapi tidak memikirkan perasaanku",ucap Adelio lalu dia pergi ke kamar putranya.


Yura terdiam,"maafkan aku sudah egois,tapi yakin lah ini tidak akan lama,bersabarlah sampai akhir",ucap Yura sambil menitikkan air mata.


Mika menerima pesan dari Yura kalo Adelio malam ini tidur di apartemennya,dan Yura juga meminta maaf karena dia tidak bisa membujuk Adelio yang sedang marah.


Seketika hati Mika hancur,ternyata Adelio benar-benar sudah melupakannya.


...----------------...


Waktu terus bergulir,sampai tak terasa kalo Mika sudah satu bulan berada di rumah Adelio,namun sikap Adelio semakin menjauh,setiap pulang kerja dia selalu datang ke apartemen Yura lalu pulang larut malam.

__ADS_1


Apa lagi setiap mereka berkumpul,Adelio selalu memberikan perhatiannya pada Yura di depan Mika,hal itu semakin buruk pada kondisi Mika.


Yura pun kehabisan kata-kata untuk bisa meyakinkan Adelio,sampai dengan waktunya Yura berpikir kalo selama dia masih bersama Adelio semua keinginan Mika akan sia-sia.


Yura menghampiri Mika yang berada di kamarnya,"kamu sedang apa?",tanya Yura ketika sudah bersama Mika.


"aku ingin istirahat tapi mataku enggan untuk di pejamkan",jawab Mika.


"aku ganggu tidak!",ucap Yura.


"tidak,kemarilah...",titah Mika,Yura pun menghampiri Mika.


"ada apa?",tanya Mika.


"aku hanya ingin mengetahui kondisi mu,apa sakitnya sudah mulai berkurang?",Yura balik tanya.


"lumayan,selama aku berada di sini kondisi ku mulai membaik",jawab Mika bohong.


"aku rasa tidak,justru itu semakin lemah".


"tapi kamu harus bertahan sekuat apa pun,aku yakin semuanya akan indah pada waktunya",pesan Yura.


"aku akan bersabar,karena ini kesempatan ku",ujar Mika.


Yura tersenyum lalu memeluk Mika dengan wajah yang sedih,dia merasa keberadaannya hanya jadi luka di hati Mika.


"istirahatlah,mungkin aku besok tidak datang pastikan kamu baik-baik di rumah,ingat jaga kesehatan, kalau kamu perlu bantuan minta saja sama bi iyem dan Mia".


"maaf ya hanya ini yang aku bisa lakukan",lanjut Yura.


"tidak apa-apa justru berkat kamu aku bisa tinggal lagi di rumah ini",ucap Mika.


Seperti biasa sepulang dari kantor Adelio pasti dia akan menyimpang ke apartemen Yura hanya sekedar melepas penat lalu setelah itu pulang.


Adelio sudah berada di depan pintu apartemen sambil membawa seikat bungan mawar merah dengan perasaan senang karena dia akan memberi kejutan untuk melamar Yura dan mengajaknya untuk segera menikah lusa,Adelio pun sudah mempersiapkannya bersama asistennya Andre.


Adelio berharap Yura akan menerima lamaran yang resmi setelah beberapa kali tidak ada jawaban yang memastikan.


Adelio terus memencet bel,namun Yura belum juga membukanya,"kenapa dia belum membukanya,apa mungkin dia di rumah tapi aku baru saja menghubungi orang rumah dan Yura tidak ada di sana",ucap Adelio bingung.


"apa dia sudah tidur?",Adelio bertanya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sengaja ya di buat greget...


lalu kenapa Yura belum juga membuka kan pintu untuk Adelio?


penasaran tunggu di episode selanjutnya.


makasih yang sudah membaca novel teteh dan makasih juga yang sudah like...

__ADS_1


__ADS_2