Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Terguncang


__ADS_3

Adelio mencoba menekan kata sandi untuk membuka pintu,setelah berhasil di buka Adelio segera masuk kedalam sambil memanggil Yura dan Atha.


"cinta...",


Tidak ada jawaban,perasaan Adelio tidak enak tidak mungkin Yura malam-malam keluar.


Dia mencari ke setiap ruangan namun nihil,seketika mata Adelio tertuju pada sebuah lemari baju dan dia langsung membukanya,mata Adelio terbelalak saat melihat lemari kosong tidak ada satu pun pakaian Yura.


Adelio menghubungi ponsel Yura namun tidak aktif,"sial kenapa tidak aktif",gumam Adelio.


Beberapa kali Adelio menghubungi namun jawabannya tetap sama.


Adelio mengepalkan tangannya,"aaaahhh....",teriak Adelio.


"kamu kemana Yura,kenapa kamu meninggalkan aku,kenapa kamu mengingkari janji mu",ucap Adelio sambil terjatuh ke lantai seakan kakinya tidak bisa lagi menopang tubuhnya.


Tidak berpikir panjang,Adelio langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Yura,dan Adelio pun meminta Andre untuk datang ke apartemen Yura.


Tidak menunggu lama Andre pun sudah bersama Adelio,Andre pun terkejut saat mendengar kalo Yura pergi membawa Atha.


"apa kamu tahu dia pergi kemana?",tanya Adelio pada Andre dengan tatapan tajam.


Andre menjawab,"sungguh saya tidak tahu bos",Andre merasa takut kalo dirinya di curigai bosnya,karena dia juga tidak tahu kepergian Yura.


Adelio menghela nafasnya,"apa salah ku Ndre sampai Yura pergi lagi meninggalkan ku,apa semua ini ada kaitannya dengan Mika?",tanya Adelio.


"saya juga tidak tahu bos,mungkin Yura pergi sebentar",jawab Andre mencoba untuk membantu Adelio berpikir positif.


Adelio berdiri dari duduknya lalu dia pergi begitu saja,"bos mau kemana?",tanya Andre.


"aku akan mencarinya sendiri",jawab Adelio tanpa menoleh ke arah Andre dan melanjutkan langkahnya.


Andre pun dengan cepat mengikuti Adelio,kini mereka mencari Yura sama-sama.


Di keramaian,Adelio menepikan mobilnya lalu dia keluar dari mobil,Andre pun ikut keluar.


"bos kita akan mencari kemana?",tanya Andre.


Adelio tidak menjawab dia malah berlari mencari Yura.


Andre pun mengikuti Adelio,"bos tunggu",panggil Andre.


Adelio berkata,"berpencar lah,kamu bawa saja mobil",titah Adelio.


"tapi bos...",


"jangan tapi-tapi ini perintah",teriak Adelio.


"baik bos",Andre pun menuruti perintah Adelio lalu dia kembali ke dalam mobil,sedangkan Adelio melanjutkan pencariannya.

__ADS_1


Setelah beberapa jam mencari keberadaan Yura,akhirnya Adelio pun menyerah dia pulang kerumahnya berjalan gontai sambil membawa bunga yang akan di berikan pada Yura.


Dia menjatuhkan bunganya di tangga,Mika yang berada di hadapannya tidak di hiraukan dia berjalan melalui Mika tanpa menoleh kearah perempuan itu.


Mika pun terkejut saat melihat kondisi Adelio seperti orang yang tidak mempunyai semangat hidup.


Mika melihat seikat bunga yang di jatuhkan Adelio,lalu dia mengambilnya,Mika merasa ada yang tidak beres,kini perasaanya tidak enak.


"apa yang terjadi",gumam Mika.


Adelio berdiri di bawah shower membiarkan air membasahi tubuhnya yang masih mengenakkan baju kantornya.


Kini perasaan Adelio hancur,niat dia menikahi Yura hanya angan-angan saja,"kamu tega Ra...",ucap Adelio.


Sudah beberapa hari sikap Adelio tidak wajar semenjak kepergian Yura,Mika yang memperhatikannya cemas lalu dia langsung menghubungi Soni.


"Soni,sebenarnya apa yang menimpa Adelio,kenapa dia sekarang menjadi suka berdiam diri di kamar,tanpa makan",keluh Mika pada Soni ketika mereka bertemu.


"bukannya itu keinginan mu?",tanya Soni kesal.


"maksudnya?",Mika balik tanya.


"Yura pergi karena kamu kan!",ucap Soni.


"apa pergi",Mika terkejut.


"jangan pura-pura tidak tahu Mika",ucap Soni


"dan aku tidak pernah menyuruhnya pergi",lanjut Mika.


"ya tapi dengan kehadiranmu yang membuatnya seperti ini",ucap Soni menekan Mika.


Mika pun terdiam,dia merasakan hal yang sama seperti yang di ucapkan Soni,"aku benar-benar sudah memisahkan mereka berdua",ucap Mika dalam hati.


...----------------...


Di apartemen Adelio berbaring di tempat tidur milik Yura,dia menatap ke arah jendela dengan tatapan kosong sambil menitikkan air mata,wajahnya begitu pucat.


Separuh nyawanya hilang,kerinduan yang sudah tak terbendung lagi pecah dengan tangisan,seketika bayangan bersama Yura dan Atha terlintas di ingatannya,Adelio pun tersenyum sendiri,lalu dia memejamkan matanya.


"oppa...",panggil Yura yang sedang duduk di sampingnya.


Adelio pun membuka matanya,"Ra...kamu datang",ucap Adelio.


"iya aku datang hanya ingin mengatakan aku mencintai mu jadi bertahanlah...",ucap Yura sambil mencium kening Adelio lalu Yura pergi begitu saja.


Adelio terperanjat,dia beranjak dari tidurnya lalu dia berteriak memanggil Yura,"Ra jangan pergi,tunggu aku,Yura....".


Andre,Soni dan Mika yang sudah berada di apartemen Yura mendengar teriakan Adelio,lalu mereka dengan cepat menghampiri Adelio.

__ADS_1


"Del...",panggil Soni sambil memeluk tubuh Adelio agar bisa tenang.


"lepaskan,aku ingin mengejar Yura",ucap Adelio berusaha melepaskan Pelukan Soni,namun tidak bisa karena tenaganya berkurang.


"hentikan Del,jangan seperti ini",ucap Soni sambil menangis.


Adelio pun terkulai lemas dan pingsan,suhu badannya panas.


"Del bangun...",ucap Soni sambil menepuk pipi Adelio.


"pak,sepertinya bos demam tinggi",ucap Andre sambil menempelkan telapak tangannya di kening Adelio.


Seketika Soni menghampiri Mika yang tengah berdiri di ambang pintu,"puas kamu hah...menghancurkan kehidupan Adelio,sampai kapan kamu akan terus menyakitinya",teriak Soni.


Mika menggelengkan kepalanya sambil mengeluarkan aira matanya,sebenarnya apa yang di ucapkan Soni salah.


...----------------...


Waktu terus bergulir Adelio belum juga menemukan Yura,hari-harinya sangat tak bersemangat,jangankan bekerja makan saja dia sering melewatkannya.


8 bulan sudah sejak kepergian Yura,terlihat Adelio terbaring lemas di tempat tidurnya,dokter sedang memeriksa Adelio.


"bagaimana dok?",tanya Soni ketika dokter sudah selesai memeriksa.


"sebenarnya dia tidak memiliki penyakit yang serius namun jiwanya sedang terguncang,hanya seseorang yang akan bisa menyembuhkannya",jawab dokter.


"terima kasih dok".


"baik kalo begitu saya pergi",pamit dokter.


Soni menatap Adelio nanar,terlihat tubuh Adelio yang kurus dan wajah yang pucat,selama Yura menghilang Adelio tidak pernah memikirkan kesehatannya lagi.


Soni memejamkan matanya,sudah beberapa dokter yang sudah memeriksanya namun hasilnya tetap sama.


Dia harus lebih cepat mencari keberadaan Yura karena wanita itu yang akan menjadi obat untuk kesembuhan Adelio.


Untuk masalah kantor,Soni yang ambil alih sementara Andre tetap membantu Soni.


Dengan setia Soni menemani sepupunya,dia selalu datang hanya untuk melihat kondisi Adelio,dia memastikan asudah makan atau belum.


Soni sedang memerintahkan anak buah Adelio dan anak buahnya untuk mencari keberadaan Yura,"cari di setiap sudut kota kalo bisa sampai pelosok-pelosok desa",titah Soni.


"jangan pulang sebelum kalian menemukan Yura dan putranya",lanjut Soni.


"siap bos",ucap salah satu anak buahnya.


"aku janji Del akan menemukan Yura secepatnya",gumam Soni.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Akan kah Soni menemukan Yura?


__ADS_2