
Di perjalan pulang Adelio dan Yura saling berpegangan tangan,mereka saling melempar senyum satu sama lain.
"aku tak sabar melihat Atha,aku sangat merindukannya.",ucap Yura.
"dia akan senang melihat kamu sudah kembali",ujar Adelio.
"tapi kita tidak langsung ke rumah,kita akan ke salon dulu",tutur Adelio.
"untuk apa?",tanya Yura.
"sayang apa kamu lupa,kalo kita akan menikah hari ini",jawab Adelio.
Yura menepuk keningnya,"ya ampun maafkan aku sayang".
Adelio terlihat cemberut karena Yura begitu cepat lupa akan pernikahannya.
"senyum dong sayang,bukannya hari ini kita itu harusnya bahagia!",tutur Yura.
"senyum dong biar kelihatan manisnya",rayu Yura.
Adelio pun menyunggingkan mulutnya,"nah gitu dong kan terlihat sangat tampan calon suamiku ini",ucap Yura.
"makasih sudah memuji ketampanan calon suamimu",ujar Adelio.
Kini mereka sudah sampai di sebuah salon,dan Yura pun langsung menerima pijatan-pijatan untuk merilekskan tubuhnya,begitu pula Adelio dia juga ingin memanjakan tubuhnya.
Setelah selesai Yura dan Adelio melanjutkan perjalanannya.
"sayang,sebenarnya jam berapa pernikahan kita berlangsung?",tanya Yura.
"sore hari sayang",jawab Adelio.
"kenapa sore?",tanya Yura lagi
"karena selesai menikah aku akan mengunci mu di kamar",ucap Adelio.
Yura menarik nafas,jantungnya berdetak kencang dia merasa takut kalo Adelio akan menyiksanya semalaman.
"kamu kenapa sayang?",tanya Adelio.
"tidak apa-apa",Yura menggelengkan kepalanya.
"aku kira sedang memikirkan untuk nanti malam",goda Adelio.
"oh ya,pernikahan kita sementara kita adakan di rumah saja,dan setelah itu kita akan mempersiapkan pestanya di sebuah hotel berbintang milik perusahaan ku",tutur Adelio.
"kenapa harus dua kali,kita cukup menikah di rumah saja sayang",ucap Yura.
"Tidak bisa sayang,aku harus mengadakan pesta pernikahan kita karena aku mau dunia tahu kalo seorang Adelio memiliki seorang istri yang begitu cantik",puji Adelio.
"tapi kesannya menghambur-hamburkan uang",ujar Yura.
"tidak apa,sekali seumur hidup sayang",
__ADS_1
"jadi aku mohon dukunglah aku",pinta Adelio.
"baiklah terserah kamu,aku ikut saja",ucap Yura.
"begitu dong,jadilah istri penurut".
...----------------...
Di rumah Adelio sudah menyiapkan kebutuhan untuk pernikahan yang kedua kalinya bersama Yura,pernikahan kali ini berbeda dengan pernikahan yang pertama,kali ini memang benar-benar di dasari dengan rasa suka dan cinta.
Jangankan Adelio dan Yura,Atha,Soni dan Andre pun ikut merasakan kebahagiaan mereka,begitu pun dengan Mia dan bi iyem.
Terlihat Yura yang anggun memakai kebaya putih dengan riasan yang natural tapi tetap memancarkan kecantikannya.
Adelio begitu gagah dan tampan,dia memakai jas warna hitam yang sama dengan Atha.
Yura duduk berdampingan bersama Adelio dan berhadapan dengan sang penghulu,Adelio pun mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan tidak gugup.
"sah...",ucap penghulu bersamaan dengan Soni dan Andre.
Akhirnya mereka sah menjadi suami istri,Yura meraih tangan suaminya lalu menciumnya,dan Adelio mencium kening Yura,terpancar kebahagiaan mereka apa lagi si buah hati begitu menyaksikan momen ini.
"selamat Del,Ra aku ikut bahagia",ucap Soni.
"makasih,semoga cepat menyusul",ujar Adelio.
"selamat bos",ucap Andre.
"makasih, aku doakan kamu juga cepat menyusul".
Tidak banyak tamu undangan,pernikahan Adelio dan Yura hanya di saksikan beberapa orang saja.
"akhirnya kita menikah juga,sudah lama aku menunggu momen ini",ucap Adelio.
"aku juga",ucap Yura.
...----------------...
Malam pun tiba,Soni dan Andre masih berada di rumah Adelio kini mereka bertiga sedang berbincang.
Sedangkan Yura sedang menidurkan putranya di kamar,"apa badan ibu masih sakit?",tanya Atha penuh perhatian.
"sedikit sayang tapi nantinya juga enakan",jawab Yura.
"ibu tahu tidak,aku selalu mengingat kata-kata ibu",ucap Atha.
"kata-kata yang mana sayang?",tanya Yura.
"ibu pernah berkata,kalo aku harus kuat dan bisa melindungi ibu,anak laki-laki tidak boleh cengeng",
"tapi kenapa ayah cengeng kan ayah laki-laki sama seperti ku",lanjut Atha.
"kapan ayah cengeng?",tanya Yura.
__ADS_1
"waktu aku datang dan waktu ibu koma,ayah selalu menangis di belakang ku",jawab Atha.
"mungkin ayahmu sudah tidak bisa menahannya lagi,beban yang tanggung mungkin berat sayang",jelas Atha.
"bu,ayah pernah bilang padaku kalo ayah juga sangat merindukan ibu waktu itu,tapi kenapa ayah marah pada ibu dan menyuruh ibu pergi?",pertanyaan yang terucap begitu saja dari mulut seorang anak kecil.
"Atha harus bisa menyikapi nya ya sayang,itu urusan orang tua,Atha cukup menjadi anak yang baik dan rajin belajar",ucap Yura.
Atha pun mengangguk,Yura berpikir dia harus bisa menempatkan dimana dia harus marah karena dia tidak mau merusak pikiran dan mental putranya.
Setelah Atha tertidur,Yura berniat kembali ke kamarnya,namun dia masih mendengar percakapan ketiga pria yang sedang berada di ruang keluarga.
Yura pun menghampiri ketiganya,"sayang apa Atha sudah tidur?",tanya Adelio ketika Yura sudah bersama mereka.
"sudah",jawab Yura.
"apa perlu tambahan makanan?",tanya Yura.
"sudah cukup Ra,sebentar lagi kami akan pulang",jawab Andre.
"iya,kami tidak mau menjadi setan dia antara kalian",timpal Soni.
"kakak ada-ada saja",ucap Yura.
"ya sudah ini sudah larut malam kalian pulanglah,aku akan membuat istriku melayang-layang",goda Adelio.
"jangan senang dulu tuan kau belum tahu apa yang akan terjadi padamu malam ini",kekeh Soni.
"apa maksud mu?",tanya Adelio penasaran.
"lupakanlah,sebaiknya kalian siap-siap saja dan kami akan pulang dah...",pamit Soni beranjak pergi sambil melambaikan tangannya,Andre pun mengikuti Soni.
"apa yang dimaksud Soni ya?",tanya Adelio pada Yura.
"aku tidak tahu,sebaiknya kita istirahat",ajak Yura dan mereka pun pergi kekamar.
Di perjalanan pulang,Soni melihat seorang wanita sedang kebingungan karena motor metik nya mendadak mogok,Soni merasa tak tega dia pun menepikan mobilnya.
"kenapa motornya nona?",tanya Soni yang sudah menghampiri wanita itu.
"motornya tiba-tiba mati tuan",jawab Wanita itu.
"ehm begini saja bagaimana kalo aku antar nona pulang",Soni menawarkan jasa pada wanita cantik dengan rambut pendek sebahu itu.
"terima kasih tuan atas tumpangannya,tapi saya tidak mungkin membiarkan motor saya di sini",ujar wanita itu.
"ini sudah malam tidak baik bagi wanita seperti anda masih di jalanan,lebih baik saya antar pulang biar anak buah saya yang membawa motor nona ke bengkel".
"tapi..."
"ayo lah,mumpung saya tidak berubah pikiran",ucap Soni.
"baiklah kalo begitu saya ikut tuan saja",akhirnya Wanita itu pun ikut Soni.
__ADS_1
"sebentar saya akan menghubungi anak buah saya".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...