
"aku mencintai mu",teriak Andre,Kiki pun menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang,semua orang yang berada di sekitaran sana melihat ke arah Andre.
Kiki mulai melangkahkan lagi kakinya dia terus berjalan,Andre terkejut saat Kiki terus berjalan semakin jauh darinya.
Andre tidak putus asa dia terus mengatakan cinta pada Kiki,"aku mencintai mu",teriak Andre lagi namun Kiki terus berjalan.
Semua orang yang melihatnya begitu iba terhadap Andre,karena Kiki tidak menghiraukannya.
Dengan keyakinan dan keberanian yang Andre miliki dia terus berteriak,"Kiki aku mencintai mu,mau kah kau menikah dengan ku".
Sontak Kiki menghentikan langkahnya lagi,dia terpaku saat mendengar pernyataan Andre terhadapnya.
Andre mulai mendekati Kiki,semua yang melihat berharap Kiki menerima lamaran Andre,mereka semua begitu tegang.
"aku mencintai mu,aku ingin kita hidup bersama sebagai pasangan,mau kah kau menikah dengan ku",ucap Andre yang sudah berada di dekat Kiki sambil berjongkok dan mengeluarkan sebuah cincin.
Kiki pun membalikkan tubuhnya,kini dia melihat Andre yang berjongkok sambil memegang sebuah cincin.
Semua orang menyemangati Andre,"terima...terima...terima...."
Kiki memandang Andre,tiba-tiba air matanya terjatuh,karena kebahagiaan yang sedang menyelimutinya.
"apa kah kau mau menjadi istriku?"tanya Andre dengan jantung yang begitu berdetak kencang.
Akhirnya Kiki menganggukkan kepalanya sontak semua orang bersorak riang ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.
Andre memasangkan cincin itu di jari manis Kiki,dan mereka pun berpelukan,"terima kasih kamu sudah bersedia menjadi calon istriku",bisik Andre sambil memeluk Kiki begitu erat.
...----------------...
Di sebuah mobil,Kiki dan Andre saling berpegangan tangan,sesekali mereka melempar senyum dengan malu-malu.
"maaf ya soal tadi pagi,mungkin perkataan ku menyakiti dirimu",ucap Andre.
"lupakanlah,saya tidak mau kebahagiaan ini menjadi hilang karena hal seperti itu",ujar Kiki.
"baiklah anggap saja kalo aku tidak mengatakan hal itu".
"kenapa secepat itu tuan mengatakan cinta padaku dan mengajakku untuk menikah?",tanya Kiki.
Andre tersenyum,"sebenarnya saat kamu berada di apartemen hati ku sudah mulai menyukai mu apa lagi saat mencium mu,jantungku terasa copot,mungkin itu yang dinamakan cinta,apa lagi saat kamu pulang rasanya ada yang kurang,mungkin saat itu aku merindukanmu",jawab Andre.
"lalu kenapa baru jujur sekarang?",
"aku takut,takut mengecewakan mu aku takut kalo rasa ini akan hilang setelah kita bersama",jawab Andre lagi.
"tapi kali ini hati ku sudah yakin padamu,kalo aku mencintai mu",
"soal lamaran,aku gak mau menundanya lama-lama aku ingin kita pacaran dalam sebuah pernikahan",lanjut Andre.
__ADS_1
"kamu sendiri kenapa menerima lamaran ku?",tanya Andre.
"yang jelas saya juga menyukai tuan sejak saya bekerja di rumah nyonya,saya melihat kalo tuan berbeda dengan laki-laki lain,dan saya juga tidak mau menunda pernikahan",jawab Kiki.
Andre tersenyum bahagia,dia membelai pipi mulus Kiki,"aku akan segera datang ke rumah mu dan meminta ijin pada kedua orang tua mu",ucap Andre.
Kiki menundukkan kepalanya,sepertinya dia sedih saat mendengar Andre akan meminta ijin pada orang tuanya.
"kamu kenapa?",tanya Andre.
Kiki menggelengkan kepalanya,"tidak apa-apa",ucap Kiki.
"baiklah kalo begitu aku akan antar kamu pulang ini sudah larut malam nanti nyonya mencemaskan mu",ajak Andre.
Andre sengaja begitu pelan melajukan mobilnya,karena dia masih ingin bersama Kiki.
...----------------...
Keesokan harinya Andre baru saja bangun dari tidurnya,sengaja dia bangun siang karena hari ini hari minggu.
Andre beranjak dari tidurnya lalu pergi menuju kamar mandi,tidak membutuhkan waktu lama Andre pun sudah selesai melakukan ritualnya.
Andre mengambil ponselnya yang berada di ranjangnya,dia membuka ponselnya lalu dia menerima pesan dari Adelio.
Bosnya menyuruh Andre untuk datang kerumahnya,karena ada sesuatu yang harus di bicarakan,tidak berpikir panjang Andre pun dengan segera pergi,bukan karena Adelio namun karena dia akan bertemu dengan pujaan hatinya,dengan semangat Andre pun pergi.
Sampainya di rumah bosnya,Andre langsung masuk ke ruangan kerja Adelio.
Adelio pun memutar kursinya,"cepat sekali kamu datang",ucap Adelio,Andre hanya tersenyum.
"aku sengaja menyuruh mu datang kesini,ada hal yang harus aku tunjukan padamu",ucap Adelio.
"apa bos?",tanya Andre.
"ikut aku",ajak Adelio,dan Andre pun mengikuti bosnya.
Mereka sudah sampai di depan pintu, Adelio menyuruh Andre untuk masuk terlebih dahulu karena dia beralasan akan pergi ke toilet dulu.
Setelah Andre masuk,dia melihat ruangan yang gelap,lalu Andre berjalan masuk kedalam.
Tiba-tiba lampu menyala,seketika Andre melihat Kiki sedang berdiri dihadapannya,dengan memakai gaun yang cantik dan sedikit polesan make up.
Yura tersenyum saat melihat mereka dari balik pintu yang terbuka,sebenarnya dia sudah mengetahui tentang hubungan Andre dan Kiki,dan Yura semalam menyaksikan Andre mengatakan perasaannya pada Kiki.
Flashback
Mia turun dari motor yang di kendarai Jodi,lalu dia masuk kedalam rumah,ketika Mia hendak pergi ke dapur Yura menyapanya.
"Mi kamu sudah pulang,Kiki kemana?",tanya Yura.
__ADS_1
"Kiki tadi bersama pak Andre nyonya",jawab Mia.
"Andre...",ucap Yura sedikit heran.
"iya tadi pak Andre meminta Kiki untuk pergi bersamanya,katanya ada sesuatu yang harus di bicarakan",jelas Mia.
"eh iya,apa pak Andre sama Kiki ada hubungan?",tanya Mia penasaran.
Yura berpikir,"kamu cari tahu sendiri deh,oh ya mereka pergi kemana?",tanya Yura.
"ehm kayanya gak jauh deh,masih sekitaran pasar malam",jawab Mia.
"ya udah lanjut saja,aku mau kembali ke kamar",ucap Yura lalu pergi.
Yura mengambil mantel,topi juga masker lalu memakainya,Adelio yang melihat Yura yang sudah siap pergi lalu bertanya,"sayang kamu mau kemana malam-malam gini?".
"aku mau cari informasi yang akurat,kalau kamu mau tahu ikuti saja",ucap Yura lalu pergi meninggalkan suaminya.
"tunggu aku sayang",ucap Adelio dengan cepat megambil mantel dan topinya.
Yura dan Adelio sudah berada di pasar malam tidak membutuhkan waktu lama sampai disitu karena pasar malam masih satu komplek dimana tempat mereka tinggal.
"kamu yakin kalo mereka masih disini?",tanya Adelio.
"aku yakin mereka tidak akan jauh",ucap Yura sambil melihat kearah kanan dan kiri.
Namun tiba-tiba di penghujung jalan semua orang berkerumun seperti sedang menonton pertunjukan.
Yura penasaran lalu dia berjalan kearah itu dan menerobos banyak orang,Adelio juga mengikuti langkahnya tanpa banyak bertanya.
"permisi bu...permisi",ucap Yura.
Setelah keluar dari kerumunan orang,Yura membulatkan matanya,dia melihat Andre yang berteriak dan mengatakan perasaannya pada Kiki.
"sayang bukannya itu Andre?",tanya Adelio pada Yura yang sedang terpaku.
Tidak lama kemudian orang-orang di sana berteriak dengan seirama,"terima...terima...terima..."
Tidak lama kemudian Andre memakaikan cincin dan langsung berpelukan.
Yura yang melihatnya ikut bahagia sampai dia meneteskan air matanya,karena dia ingin melihat lelaki yang pernah menyukainya merasakan kebahagiaan.
"sayang lihat pak Andre,dia begitu romantis",ucap Yura pada Adelio.
"kamu juga kalah romantisnya",lanjut Yura membuat Adelio langsung melirik kearahnya.
"memangnya aku kurang romantis?",tanya Adelio.
Yura senyum-senyum sendiri,"jelas pak Andre lah yang romantis,dia mengatakan perasaannya di depan banyak orang,ehm andai aku seperti Kiki mungkin semalaman aku tidak bisa tidur",ucap Yura,Adelio pun mulai kesal.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...