
Keesokan harinya Atha sudah siap berangkat kerja,dia hendak memakai dasi,tiba-tiba Tiwi datang menghampirinya,"biar aku bantu",ucap Tiwi merebut dasi yang di pegang Atha.
Walaupun sedang tak enak hati pada suaminya tapi dia tetap menjalankan kewajiban sebagai istri.
Atha menatap wajah Tiwi yang polos tanpa make up,dan dia melihat mata Tiwi yang sembab akibat tangisan semalam.
"sarapan sudah siap,dan aku juga sudah siapkan bekal jadi kamu tak perlu makan di luar",ucap Tiwi.
"makasih,kalo begitu ayo kita makan",ajak Atha.
"kami duluan saja aku tak selera makan",ujar Tiwi.
"ehm baiklah kalo begitu aku sarapan dulu",Atha pun meninggalkan Tiwi.
Tiwi diam melihat kepergian Atha,dia merasa tak enak karena membiarkan suaminya sarapan sendiri.
Akhirnya Tiwi memutuskan untuk menemani Atha.
"kamu yakin gak akan makan?",tanya Atha sambil mengunyah makanan yang dibuatkan Tiwi.
"nanti saja",jawab Tiwi.
"tapi jangan lupa makan,nanti kamu sakit",pesan Atha.
"baiklah kalo gitu aku berangkat",ucap Atha sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri Tiwi lalu mencium kening istrinya.
"hati-hati di rumah,sore aku sudah pulang",Tiwi pun menganggukkan kepalanya.
Setelah Atha benar-benar pergi Tiwi pun langsung kembali ke kamarnya,dia hendak mandi.
Tidak menunggu waktu lama,Atha sudah sampai di kantornya,dia langsung mengerjakan pekerjaannya karena beberapa hari dia tinggal,baru hari ini Atha masuk kerja setelah dia menikah dengan Tiwi.
"pak,filenya sudah saya kirim lewat email bapak",ucap sekretarisnya.
"makasih,kamu boleh kembali bekerja",ujar Atha.
"baik pak",sekretaris itu pun pergi,tidak lama kemudian Adelio datang.
"selamat pagi putraku",sapa Adelio.
"ayah",gumam Atha.
"ayah kira kamu masih libur bekerja",
"tidak yah,masih banyak pekerjaan di kantor,jadi aku harus secepatnya menyelesaikan semua ini",
"bagaimana dengan menantu ayah,dia baik-baik saja kan?",tanya Adelio.
Atha menjawab,"Tiwi baik yah",Atha berbohong pada ayahnya karena sebenarnya hubungannya dan Tiwi sedang ada sedikit gangguan.
__ADS_1
"syukurlah,karena kamu sudah ada di sini ayah lebih baik pulang saja",
"ayah kan baru saja datang,setidaknya duduk dan minum",
Adelio tersenyum sambil menepuk pundak Atha,"apa kau tahu,sebenarnya ayah tidak bisa meninggalkan ibu mu terlalu lama,karena dia selalu ingin mendapatkan perhatian ayah",bisik Adelio.
"oh,kalo begitu aku tak akan memaksa",
"kamu ngerti juga,baiklah ayah pulang jangan lupa nanti siang hubungi istrimu agar kalian tak saling mencemaskan,dan terus berkomunikasi agar hubungan kalian selalu baik",pesan Adelio.
"baik yah",ucap Atha,Adelio pun pergi.
Atha terdiam,dia merenungkan perkataan ayahnya,dia baru menyadari kalo komunikasi antara suami istri itu hal yang harus di lakukan.
...----------------...
Hari menjelang sore Atha sudah sampai di rumahnya,dia melangkah dengan cepat karena dari tadi Tiwi tak bisa di hubungi.
Atha membuka pintu kamarnya,dia tak mendapati istrinya,lalu dia mencari ke seluruh ruangan namun Tiwi tak ada.
"Tiwi kemana ya,bikin cemas aja",ucap Atha dalam hati.
Tiba-tiba Atha mendengar suara seseorang sedang menyiram bunga,Atha pun dengan cepat melihat ke arah taman.
Ternyata Tiwi sedang menyiram bunga di taman,dia menyirami bunga milik mertuanya.
Atha menghela nafas,"ternyata dia di sini",ucapnya.
Atha pun menghampirinya,dia menepuk pundak Tiwi.
Sontak Tiwi pun terkejut lalu dia berbalik dan menyiramkan air ke wajah Atha.
Atha pun langsung memegang selang air yang sedang di pegang Tiwi,namun Tiwi tak mau melepasnya karena dia takut ada orang yang akan berbuat jahat padanya.
"ini aku Wi",teriak Atha,Tiwi pun melepaskan selangnya.
Kini Atha mematikan kerannya,dan mereka berdua basah kuyup.
Tiwi terkejut,"maaf,aku kira orang jahat",ucap Tiwi menyesali perbuatannya.
"lupakan,sebaiknya kita mengganti pakaian nanti masuk angin",ajak Atha sambil menarik tangan Tiwi.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar,dengan cepat Atha membuka bajunya di hadapan istrinya.
Tiwi sangat terpesona saat melihat tubuh atletis Atha,seketika dia membayangkan Atha sedang berhubungan intim dengannya,namun dengan cepat Tiwi menghapus bayangan itu.
"tidak mungkin dia seperti itu,karena dia tak mencintai ku",ucap Tiwi yang membuat Atha heran mendengarnya.
Atha menghampiri Tiwi,"apa maksudmu?",tanya Atha.
__ADS_1
"enggak apa-apa",ucap Tiwi.
"aku harus ke kamar mandi",lanjut Tiwi sambil melangkahkan kaki,namun Atha menahannya.
"kita harus bicara",ucap Atha.
"soal?",
"soal hubungan kita",ucap Atha.
"maaf kalo aku menyakitimu,selama kita menikah aku belum memberikan kewajiban ku terhadapmu,bukan aku tak mau,aku hanya ingin memberi waktu pada hubungan kita,agar kita bisa lebih yakin untuk menjalankan rumah tangga",lanjut Atha.
"kita jalani dengan seiringnya waktu,dan aku gak mau kalo pada akhirnya aku menyakitimu".
"aku boleh bertanya?",ucap Tiwi,Atha pun menganggukkan kepalanya.
"apa aku ada di hati kamu walau sedikit saja?",tanya Tiwi.
"apa kamu meragukan ku?",Atha balik tanya.
"tidak",jawab Tiwi.
Atha menggenggam tangan Tiwi,"asal kamu tahu,dari awal aku tahu kalo kamu menyukaiku,aku pun menyimpan perasaan yang sama,tapi aku hanya butuh meyakinkan diriku sendiri,makannya aku meminta bantuan mu",
"rasa itu mulai tumbuh dan berkembang,ketika aku jauh dari mu,rindu dan gelisah melanda ku,apa lagi jika kamu dekat dengan seorang laki-laki,itu membuat perasaan ku sakit",kata Atha.
"oh jadi kamu berbohong kalo kamu tidak cemburu?",tanya Tiwi,"maaf,aku masih malu untuk mengakuinya",ujar Atha.
"jahat...kamu jahat,kamu sudah membuat aku hampir kehilangan cinta,aku sudah berpikir kalo aku akan mundur membantu mu untuk mencintai ku",tutur Tiwi sambil memukul dada suaminya.
Atha tidak melawan dia hanya memandang Tiwi yang memukulnya sambil menangis.
Lalu Atha memeluk Tiwi,"maafkan aku,sudah tak berkata jujur dengan perasaan ku sendiri",ucap Atha.
Tiwi mendorong Atha,"jangan sentuh aku",ucap Tiwi.
"kenapa Wi?",tanya Atha.
"ini hukuman untuk mu karena sudah membuatku semalaman menangis",jawab Tiwi.
"hukum aku dengan yang lain tapi jangan menghukum ku dengan tidak menyentuh istriku",ucap Atha.
Tiwi pun terpaku mendengarnya,"tolong berikan hukuman yang ringan padaku",pinta Atha.
Tiwi tak tega melihat Atha yang memelas,"baiklah kalo kamu keberatan,bagaimana kalo kita tidur masing-masing saja",kata Tiwi.
"apa tidur masing-masing,bukan itu sama saja aku tak boleh menyentuhmu?",tanya Atha.
"bukan kah selama kita tidur bersama kamu tak pernah menyentuhku",ujar Tiwi.
__ADS_1
Atha menarik pinggang Tiwi agar lebih dekat dengannya dan begitu intim,"bukankah aku sudah bilang kalo perasaan ini sudah tumbuh,jadi berhentilah untuk memberiku hukuman",tutur Atha lalu dia mencium bibir Tiwi dengan lembut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...