
Adelio dan Yura pamit pulang pada Andre dan nenek,tapi mereka tidak mendapati Kiki,dan akhirnya mereka memutuskan pergi.
Sedangkan Intan dia sudah lebih dulu pulang bersama kedua orang tuanya.
Setelah kepergian Adelio dan Yura,Andre mencoba mengetuk pintu kamar Kiki.
tok...tok...tok...
"Ki,apa kamu sudah tidur?",tanya Andre di balik pintu.
Kiki yang masih terjaga dia hanya menatap kosong,dia tidak menghiraukan panggilan Andre.
Di luar sana Andre berpikir mungkin Kiki sudah terlelap dan dia memutuskan untuk beristirahat di kamarnya.
Kiki terus menangis,kali ini ucapan Intan benar-benar sudah membuat Kiki bimbang terhadap Andre,bukan hanya karena dia ingin menjadi istri kedua tapi hubungan antara Yura dan Andre yang dia baru tahu.
Kiki masih mengingat pembicaraan antara dirinya dan Intan saat di dapur tadi.
"om Andre begitu mencintai Yura,tahun-tahun dia mengejar wanita itu,tapi selalu di tolaknya,om Andre tidak menyerah begitu saja walau pun Yura menolaknya,om Andre dengan setia menemani Yura dan siap untuk menjadi tempat keluh kesah Yura".
"aku juga sempat cemburu terhadap wanita itu,karena setiap aku pergi selalu bertemu dengan mereka,apa lagi putra Yura begitu dekat dengan om Andre,apa lagi mereka sering di sebut suami,istri dan anak".
"aku tidak tahu om Andre masih memiliki perasaan atau tidak terhadap wanita itu,apa lagi mereka sering bertemu",jelas Intan.
Kiki terus mengingat ucapan Intan,dan Kiki yakin kalo di maksud nenek waktu itu memang benar adanya kalo Andre pernah berharap pada Yura.
Tangisan Kiki semakin menjadi,kenapa Andre tidak pernah menceritakan semuanya pada Kiki.
Hari menjelang pagi,Kiki sudah siap untuk pergi dia berpamitan terlebih dahulu pada Nenek.
"nek aku mau pamit pulang,aku gak bisa lama-lama di sini",ucap Kiki.
"apa Andre sudah tahu?",tanya Nenek,Kiki menggelengkan kepalanya.
"apa kalian bertengkar?",tanya nenek lagi.
Kiki hanya terdiam,nenek paham dan dia mencoba menahan Kiki.
"sebaiknya tunggu dulu Andre,dia sedang pergi bersama bosnya",saran nenek.
__ADS_1
"duduklah nenek ingin berbicara",Kiki dan nenek pun duduk di kursi yang berada di ruang tengah.
"masalah Intan nenek benar-benar minta maaf,dia masih terlalu dini untuk mengerti tentang perasaan seorang lelaki dewasa seperti Andre,nenek juga tidak tahu harus berbuat apa,sikap ke kanak-kanakannya masih saja melekat,tapi nenek yakin lambat laun dia akan menyadari semuanya,jadi bersabarlah jangan pernah menyerah",pesan nenek.
Kiki hanya terdiam,apa yang dikatakan nenek memang benar,tapi tidak hanya Intan yang mengganggu pikirannya,Yura pun ikut mengganggunya dan Kiki mencoba bertanya pada Nenek soal hubungan Yura dan cucunya.
"nek,apa aku boleh bertanya sesuatu?",ucap Kiki.
"boleh,kamu mau nanya apa?",
"ini soal mas Andre dan nyonya Yura".
Deg,jantung nenek mulai berdetak kencang,mungkin Kiki sudah mengetahui tentang hal itu.
"katakanlah",ucap nenek.
"apa benar mas Andre pernah mencintai nyonya?",tanya Kiki.
Saat nenek ingin menjawabnya,tiba-tiba Andre datang dan berkata,"ijinkan aku yang menjelaskan semuanya nek".
Kiki dan nenek pun menoleh ke arah Andre yang tengah berdiri di ambang pintu,Andre pun melangkah mendekati mereka.
"ki,nenek tinggal dulu ya,sekarang ada Andre yang akan menjelaskan semoga kamu mengerti",lanjut nenek lalu dia beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah.
Sengaja nenek membiarkan mereka berbicara berdua,agar mereka lebih leluasa.
Andre memandang Kiki,lalu dia menarik nafas untuk memulai pembicaraannya.
"sebenarnya dulu aku memang pernah menyukai Yura,waktu kami bertemu dia seorang wanita lugu,baik,dan sopan apa lagi dia seorang janda anak satu,kehidupannya begitu rumit dan aku sering membantunya,dan pada akhirnya cinta pun tumbuh,aku sempat melamarnya tapi dia menolak ku dengan alasan,dia tidak cocok dengan ku apa lagi statusnya janda dan aku bujang".
"dengan seiringnya waktu,Yura bertemu kembali dengan mantan suaminya yaitu bos,dan pada akhirnya aku mengetahui siapa mereka,dan di sana lah aku berusaha mengubur dalam-dalam perasaan ku terhadap Yura,apa lagi mereka bersatu kembali".
"dan itu pun berhasil,kini aku dan Yura hanya menjalin pertemanan saja sampai sekarang".
"Ki,itu lah yang terjadi padaku dan Yura,bos pun mengetahui semuanya".
"aku tidak akan memaksamu untuk percaya pada ku,tapi satu hal yang harus kamu tahu saat ini,kalo aku benar-benar mencintai mu",jelas Andre.
Kiki menatap Andre,"kenapa baru memberi tahu ku?",tanya Kiki.
__ADS_1
Andre menjawab,"tadinya aku ingin menunggu waktu yang tepat,aku tidak mau terburu-buru memberitahumu karena hubungan kita yang masih seumur jagung".
Kiki pun merasa lega dan kini dia percaya pada calon suaminya.
"maafkan aku mas,seharusnya aku tidak termakan ucapan Intan",ujar Kiki.
"sudah ku duga pasti ini perbuatan anak itu,lain kali kamu harus bisa berpikir positif apa bila menerima ucapan orang",pesan Andre.
"iya mas",
Mereka pun kini bisa tersenyum kembali,dan niatnya hari ini Adelio dan Yura akan datang berkunjung lagi setelah Adelio mengontrol kantor cabangnya yang berada di daerah sana.
Kiki pun tidak jadi pergi dan mereka memutuskan untuk memasak di dapur,nenek yang melihatnya tersenyum bahagia,karena melihat senyuman di wajah cucunya.
Di rumah Intan sedang menangis sambil memeluk boneka beruangnya,dia masih mengingat penolakan Andre.
Seberapa pun usaha Intan untuk mendapatkan cinta Andre akan sia-sia saja,tapi bukan namanya Intan kalo dia tidak nekat.
Intan mengambil sebuah silet di lemari dekat ranjangnya,dan dia langsung menatap silet itu dan tangannya saling bergantian,dan akhirnya Intan pun mencoba bunuh diri.
Intan terkapar di lantai darahnya terus keluar dari pergelangan tangannya,tidak lama kemudian ibunya datang menghampiri dan terkejut saat melihat Intan.
Ibunya Intan histeris menangis lalu dia meminta tolong pada suaminya dan akhirnya Intan pun di bawa ke rumah sakit.
Ketika Andre dan Kiki sedang menyambut Yura dan Adelio,tiba-tiba mereka mendengar isak tangis di halaman rumah kedua orang tua Intan memang rumah nenek dengan orang tua Intan saling berhadapan hanya jalan yang memisahkannya.
Mereka berempat pun langsung menghampiri,terlihat Intan berbaring di dalam mobil.
Ibu Intan menyadari kehadiran Andre,dan dia langsung menghampiri,"puas kalian,puas kan melihat putri ku seperti ini",teriak ibu Intan sambil menangis.
Andre hanya terdiam saat Ibunya Intan berteriak di wajahnya.
"bu sudah,sebaiknya kita cepat-cepat bawa Intan ke rumah sakit",ajak Ayah Intan.
"kalo ada apa-apa pada Intan,kamu harus bertanggung jawab",ucap Ibunya Intan lalu pergi.
Andre tidak berkata apa pun namun Adelio mencoba untuk membuatnya tenang.
"jangan pikirkan ucapannya,sebaiknya kita pergi",ajak Adelio.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...