Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Hadiah


__ADS_3

Yura dan Adelio sudah berada di rumahnya,kini mereka sedang berbincang di balkon rumah.


"sayang Mika sudah mengetahui rencana Jodi dan Lorenza",ucap Yura.


Adelio pun terdiam,dia masih ragu dengan ucapan Mika terhadap Yura.


"sayang kamu kok diam saja,apa pemikiran kamu masih sama?",tanya Yura.


Adelio menjawab,"aku masih ragu".


Yura melihat ke arah Adelio,"aku yang mendengarnya sendiri,kala Jodi memaksa Mika untuk tidak ikut campur namun ucapan Mika yang membuat aku tersentuh,dia bilang dia akan menebus kesalahannya dengan melindungi kita",jelas Yura.


Adelio tertegun saat mendengarnya,"apa kau tidak salah dengar?",tanya Adelio.


"benar sayang itu yang aku dengar,jadi intinya Jodi datang ke rumah Mika untuk menutup mulut Mika, karena Jodi merasa Mika sudah curiga dengan rencananya",jawab Yura.


Adelio mengusap kasar wajahnya,jika memang Mika seperti itu,artinya Mika sudah benar-benar berubah.


"sayang aku mohon kali ini untuk mendengarkan ku,aku yakin sekali kalo semua ini tidak ada kaitannya dengan Mika",pinta Yura.


Adelio menarik nafas,"baiklah kali ini aku percaya",ucap Adelio.


Yura pun tersenyum senang,karena suaminya kini mulai membuka hati untuk Mika.


"aku ada rencana untuk membawa Mika ke rumah sakit besok,aku takut ada apa-apa dengan kandungannya,soalnya kemarin Jodi sudah membuatnya ketakutan",ucap Yura.


"apa dia mau?",tanya Adelio.


"tentu saja sayang,aku yang akan membujuknya",jawab Yura.


"baiklah itu terserah kamu,apa perlu bantuan ku?",tanya Adelio.


"kamu cukup mengantar saja",jawab Yura sambil tersenyum.


...----------------...


Di kediaman Soni,Alin sedang membuat cemilan dia begitu terampil saat mencetak adonan.


Tiba-tiba Soni pulang dari kantornya,"kamu lagi buat apa sayang?",tanya Soni sambil mencium kening istrinya.


"aku sedang membuat cemilan,aku ingin memberikannya pada Atha dan kak Yura,mereka pasti senang",jawab Alin.


"aku kira ini spesial untuk suami tercinta",ucap Soni.


"aku juga sudah membuatkan untuk mu,sudah ku siapkan di meja",ujar Alin.


"oh ya,aku tidak melihatnya sayang",kata Soni.

__ADS_1


"aku akan ambilkan",ucap Alin sambil melangkah tapi Soni menahannya,"tidak usah,nanti kalo kamu sudah selesai kita makan berdua",ucap Soni dan Alin pun tersenyum.


"baiklah kalo gitu biarkan aku membereskan ini dulu".


Soni pun pergi ke kamarnya,dia tidak mau mengganggu aktivitas istrinya,sedangkan Alin masih di dapur,dia hampir selesai.


Dua puluh lima menit Alin tidak kunjung menghampiri suaminya,Soni yang sedari tadi menunggu akhirnya keluar dari kamar untuk memastikan istrinya.


Namun saat Soni ke dapur,Alin tidak ada dan keadaan dapur sudah bersih,Soni pun kebingungan dan akhirnya dia mencari Alin ke setiap ruangan.


Saat Soni membuka pintu keluar,terlihat Alin sedang berbicara dengan supir Soni.


"sayang,kamu sedang ngapain?",tanya Soni.


Alin pun menoleh ke arah Soni,"sayang,apa kamu memesan sesuatu?",tanya Alin.


Soni menjawab,"aku tidak memesan apa pun,memangnya kenapa?",tanya Soni.


"ini ada kiriman paket tapi tidak tahu dari siapa",jawab Alin.


Soni mengambil paket itu dan menggoyangkannya,"isinya lumayan berat",ucap Soni.


"coba saja di buka den",ucap supir.


Soni pun membukanya dengan paksa dan setelah terbuka Soni mendapati sebuah tas selempang wanita bermerek berwarna biru dongker.


"ini sepertinya untuk mu",ucap Soni sambil memberikannya kepada Alin.


Alin pun menerimanya tanpa berkata-kata,"pasti harga nya mahal",ucap Soni.


"tapi siapa ya mengirimkan ini?",tanya Soni penasaran.


Alin pun menoleh ke arah Soni,"mungkin salah orang",ucap Alin.


"tapi alamatnya memang betul rumah ini non",timpal supir.


Soni terdiam dia masih berpikir siapa yang mengirimkan barang mahal ke rumahnya.


"ayo kita masuk sayang,itu jangan di pikirkan lagian kita tidak pernah meminta",ajak Alin dan Soni pun menurut,dan akhirnya mereka berdua masuk kedalam rumah.


Di sebrang jalan terlihat seorang lelaki yang duduk di dalam mobilnya sambil melihat ke arah rumah Soni,lelaki itu tersenyum getir melihat Soni dan Alin kebingungan,"maafkan aku baru memberikan kado pernikahanmu Alin",ucap lelaki itu.


Alin yang berada di kamarnya,masih memikirkan hadiah yang dikirim kerumahnya,kecurigaannya tidak akan meleset,pasti itu pemberian mantan tunangannya.


Namun Alin tidak mengerti,kenapa dia tiba-tiba mengirimkan hadiah yang ingin di milikinya saat sedang berhubungan dengannya.


Kini Alin menjadi takut,kalo mantannya akan mengusik kehidupannya bersama Soni.

__ADS_1


Tiba-tiba Soni masuk,dia menanyakan kapan cemilan untuk Yura di antarkan.


"sayang cemilannya sudah di kemas tapi kapan kamu memberikannya pada Yura?",tanya Soni.


Alin menjawab,"sepertinya kita suruh pak supir saja yang mengantarkannya,aku lelah sekali".


"kalo begitu aku akan kebawah untuk menyuruhnya",ucap Soni.


"makasih sayang,kalo begitu aku mau mandi",ujar Alin.


Setelah Soni meminta supir untuk mengantarkan cemilan yang di buat Alin,dia kembali lagi ke kamarnya dengan tergesa-gesa.


Saat sudah berada di kamar,Soni langsung masuk ke kamar mandi karena dia tidak mau melewati istrinya sedang melakukan ritualnya.


"sayang kenapa kamu masuk,nanti bajunya basah",ucap Alin ketika dia melihat Soni yang sudah di dekatnya.


"gak apa-apa,mumpung supir dan art gak ada,lakukan saja semau kita",bisik Soni.


Sengaja Soni menyuruh supir dan art nya pergi,karena dia ingin menyalurkan hasratnya pada istrinya,biar tidak ada yang mengganggu.


"ngelakuin apa?",tanya Alin.


"masa kamu gak paham sama keinginan suami",ucap Soni sambil mengangkat tubuh Alin dan membawanya keluar kamar mandi.


Entah siapa yang memulainya,kini keduanya sudah berada di atas kasur menikmati penyatuan.


"sayang pelan-pelan",ucap Alin manja.


...----------------...


Keesokan harinya,Yura dan Adelio sudah berada di rumah Mika,sesuai rencana Yura akan mengajak Mika ke dokter kandungan.


"ayolah Mika,ini demi kesehatan calon anakmu",bujuk Yura.


"aku baik-baik saja Ra",ujar Mika.


"baik apanya,wajah kamu terlihat pucat",ucap Yura khawatir.


"Mika,yang dikatakan istriku memang benar,sebaiknya kamu ikut kami ke dokter karena selama Marcel gak ada,kamu jadi tanggung jawab kami",ucap Adelio.


"iya Mika,kita ke dokter saja ya",pinta Yura.


Mika terdiam,dia merasa hatinya tersentuh oleh ucapan Adelio,karena ini yang di inginkan Mika perhatian dari seorang teman.


"baiklah kalo kalian memaksa,tapi ingat ya jangan terkejut jika dokter mengatakan sesuatu",ucap Mika memperingatkan keduanya,karena dia sudah tahu kalo dirinya sudah di beri peringatan keras dari dokter untuk menunda kehamilan.


"baiklah kami akan bersikap tegar",ucap Yura.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2