
Di rumah Dafa sedang bersama ibunya,mereka sedang membicarakan perihal lamaran ibu Dafa pada Rachel.
"kenapa ibu tidak bicarakan ini terlebih dahulu dengan Dafa?",
"maafkan ibu nak,tadinya ibu ingin membalas perbuatan ibu yang sudah membuat hidupmu menderita",jawab Ibu Dafa.
"bu,kenapa harus tentang masa lalu,Dafa mohon untuk tidak mengungkitnya",ucap Dafa.
"Dafa sudah mau mendapatkan kebahagiaan jadi tolong jangan kaitkan ini dengan masa lalu",lanjut Dafa.
"ibu salah ya nak",ucap Ibu Dafa.
Dafa menatap ibunya yang membuatnya merasa bersalah lagi,"ibu gak salah,malah Dafa berterima kasih karena ibu sudah menerima Rachel dan menerimanya sebagai calon pendamping Dafa,tapi yang Dafa tidak mau,jangan mengingat masa lalu yang sudah Dafa lupakan",
"Dafa ingin bahagia tanpa menoleh kebelakang",
"dan Dafa mohon jangan terlalu memaksakan keinginan kita,Dafa yakin Rachel memiliki alasan untuk memikirkannya",lanjut Dafa,Ibunya hanya terdiam.
Keesokan harinya keluarga Adelio berkumpul di meja makan,mereka menikmati sarapan pagi buatan Yura.
Terlihat Rachel yang tidak bersemangat,dia hanya mengaduk-ngaduk makanan di piringnya.
Yura,Adelio dan Atha saling melirik Rachel,"kenapa gak dimakan?",tanya Atha yang berada di samping adiknya.
"ini di makan",ucap Rachel sambil memasukan satu sendok nasi ke mulutnya.
"Kalo sudah beres makan temui kakak di ruangan kerja",ucap Atha lalu beranjak dari duduknya.
Adelio dan Yura tidak berkata apa-apa,dan mereka yakin kalo Atha akan membicarakan soal lamaran ibu Dafa.
Di ruangan kerjanya,Atha berdiri sambil melihat kearah jendela,tiba-tiba Rachel mengetuk pintu lalu masuk.
"kak",sapa Rachel.
Atha membalikkan tubuhnya,dan mendapatkan Rachel sedang melangkah menghampirinya.
"ada apa kak?",tanya Rachel penasaran.
pletaak....
"aw...",Rachel meringis kesakitan sambil mengusap keningnya,karena Atha memukul jidatnya.
"kenapa kakak memukul ku,salah aku apa?",tanya Rachel kesal.
"kamu anak nakal,karena kamu sudah membuat ku merasa bersalah",ucap Atha.
"seharusnya kamu tidak mengorbankan perasaanmu",lanjut Atha.
Mata Rachel sudah berkaca-kaca,kakaknya sudah mengetahuinya,"aku sayang kakak,aku gak mau bahagia kalo kakak belum bahagia",ucap Rachel.
Atha memegang kedua pundak Rachel,"terima kasih kamu sudah menghargai kakak,tapi kakak mohon jangan sakiti perasaan kamu sendiri dan jangan tunda pernikahan kamu,kakak ikhlas kalo kamu mendahului kakak",
__ADS_1
"Chel jangan sia-siakan kesempatan ini,kakak ngerti dengan perasaan kamu Chel,dan kakak akan lebih bahagia jika melihat kamu bahagia",
"pergilah temui Dafa,dan katakan kalo kamu bersedia menikah dengannya",tutur Atha.
Rachel sudah tidak bisa membendung air matanya,dan akhirnya dia menangis di pelukan kakaknya.
Atha mengusap pucuk kepala Rachel,"kamu adalah saudaraku satu-satunya,sudah sepatutnya aku melindungi,menyayangi mu dan memberikan kebahagiaan",ucap Atha.
Di balik pintu yang sedikit terbuka,Yura dan Adelio mendengar pembicaraan Atha dan Rachel,Yura pun ikut mengeluarkan air mata dan Adelio menguatkannya.
...----------------...
Dafa sudah rapi,dia hendak pergi namun ketika dia membuka pintu,terlihat Rachel sudah berdiri.
"Chel",ucap Dafa.
"aku ingin bertemu ibu",ujar Rachel.
"ehm kalo gitu ayo masuk",Dafa mempersilahkan Rachel.
Dan Rachel pun masuk kedalam,"sebentar aku panggil ibu dulu",ucap Dafa.
"tidak,aku yang akan menemuinya,bisa tunjukan dimana dia?",ucap Rachel.
"ehm baiklah ayo",Dafa pun mengantarkan Rachel pada ibunya.
"itu ibu",ucap Dafa yang menunjukkan kalo ibunya sedang berada di rumah kaca miliknya.
Rachel langsung pergi menemui wanita paruh baya itu.
Ibu Dafa menoleh,"Rachel",ucapnya.
"maaf kalo kedatangan ku agak sedikit mengganggu,aku hanya ingin mengatakan kalo aku siap menikah dengan Dafa",tidak banyak basa basi lagi,Rachel langsung mengutarakannya.
Ibu Dafa tersenyum,"kemarilah nak",ucap Ibu Dafa,Rachel pun lebih mendekat.
Ibu Dafa memegang kepala Rachel lalu mencium kening calon menantunya itu,"terima kasih sudah bersedia menjadi bagian dari keluarga kami",ucap ibu Dafa.
"Daf",panggil ibunya.
Dafa yang sedari tadi menyaksikan Rachel dan ibunya langsung menghampiri.
"kita akan tentukan pernikahan kalian secepatnya",ucap Ibu Dafa.
Dafa melihat kearah Rachel,"sebenarnya aku malu pada diriku sendiri",ucap Dafa.
"kenapa?",tanya Rachel.
"seharusnya aku yang melamar mu bukan ibuku,tapi jujur Chel aku ingin secepatnya kita menikah,besok pun tak apa",tutur Dafa.
Rachel terkejut,"kamu gak bercanda kan?",tanya Rachel tak percaya.
__ADS_1
"jangankan besok,hari ini juga boleh",goda Dafa.
Rachel tersenyum lebar lalu dia memeluk Dafa,Rachel sangat bahagia dengan kisah cintanya,akhirnya cintanya terbalas.
Ibu Dafa pun ikut bahagia melihat keduanya,dia merasa baru kali ini melihat Dafa tersenyum lepas.
"ya tuhan,jangan ambil kebahagiaan kami",doa Ibu Dafa dalam hati.
Rachel melepaskan pelukannya,"aku harus pulang,aku ingin mengabarkan berita ini secepatnya pada ibu dan ayah".
"antar calon istrimu Daf",titah ibu Dafa.
"baiklah,kalo begitu kami pergi",pamit Dafa lalu mereka pergi.
...----------------...
Waktu terus berganti,sudah satu minggu lamaran ibu Dafa pada Rachel,rencananya bulan depan Rachel dan Dafa akan melangsungkan pernikahan yang akan di gelar di sebuah gedung berbintang milik Adelio.
Rachel dan Dafa berada di sebuah toko perhiasan langganan ibu Dafa,Rachel memesan perhiasan karena dia ingin namanya dan Dafa tercantum di sana.
Setelah pulang dari toko perhiasan,Dafa mengajak Rachel untuk makan malam.
Dafa membawa Rachel ke tempat yang sudah sangat di persiapkan dengan matang.
Ketika sudah sampai di tempat yang di tuju,Rachel begitu takjub di buatnya,lampu yang berkelap-kelip,bunga mawar yang bertebaran,makanan dan minuman yang sudah dihidangkan untuk mereka berdua,membuat Rachel begitu senang.
"sayang,indah sekali",ucap Rachel.
"semua ini hanya untuk kamu,apa kamu suka?",tanya Dafa.
"tentu sayang,aku sangat menyukainya",jawab Rachel dengan senangnya.
"kalo begitu ayo duduk",ajak Dafa.
Dan mereka pun duduk saling berhadapan,Dafa menggenggam tangan Rachel lalu menciumnya,"aku sangat mencintai mu",ucap Dafa.
Rachel tersenyum lebar,seakan dia seorang putri malam ini,"aku juga mencintai mu",balas Rachel.
"terima kasih sudah bersabar menungguku untuk mencintaimu",ucap Dafa.
"aku harap,cintamu akan tetap sama seperti kamu dulu mengejar cintaku",lanjut Dafa.
"aku akan mempertahankannya untukmu",ucap Rachel.
Dafa merogoh sesuatu dalam sakunya,dia mengeluarkan sepasang cincin yang dia beli di toko tadi tanpa sepengetahuan Rachel.
Dafa beranjak dari duduknya lalu dia berjongkok di hadapan Rachel,"apakah kamu bersedia menjadi pendamping hidupku?",tanya Dafa sambil menunjukkan sebuah cincin.
Rachel tersenyum bahagia,baru kali ini dia di lamar oleh seorang pria yang amat dia cintai.
Rachel memberikan jarinya pada Dafa,dan Dafa pun langsung memasukan cincin di jari manis Rachel.
__ADS_1
Keduanya sangat bahagia,terlihat dari raut wajah Dafa dan Rachel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...