Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Memburuk


__ADS_3

Yura sudah berada di rumah sakit dia sedang menunggu Atha yang belum juga sadar,hatinya pilu melihat anak semata wayangnya terbaring lemah di tempat tidur di rumah sakit dengan bantuan alat medis yang menempel di tubuhnya.


Yura meratapi anaknya di balik jendela kaca,karena Yura tidak bisa berada dekat Atha hanya dokter dan tim medis yang bisa masuk keluar kamar itu.


Seketika tangis Yura pun pecah,dia merasa bersalah seandainya dia memberitahu siapa Ayahnya sebenarnya dan Atha bukan anak haram atau anak yang tak di inginkan seperti yang di ucapkan Mika.


Seseorang menyentuh punggung Yura,"berhentilah menangis,masih ada harapan untuk dia bisa sembuh kembali" ucap Soni yang berada tepat di samping Yura.


Yura pun menoleh ke arah Soni,"kak Soni" sapa Yura.


"supir ku yang bercerita padaku" ucap Soni.


Yura tertunduk," kamu harus kuat dan tegar demi anakmu" lanjut Soni.


"aku sangat bersalah kak,seandainya saja aku memberitahu siapa ayahnya" lirih Yura.


"apa Adelio tahu tentang hal ini?" tanya Soni,Yura pun menggelengkan kepala.


"sudah jangan merasa bersalah mungkin ini sudah jalannya sebaiknya kita berdoa untuk kesembuhan Atha" ucap Soni.


Yura pun semakin terisak,dia berharap putranya akan baik-baik saja.


Adelio sudah berada di rumah sakit,dia berlari mencari dimana tempat Atha di rawat,dan akhirnya Adelio melihat Yura dan Soni tengah duduk bersama di ruang tunggu pasien.


"bagaimana keadaan anakku?" tanya Adelio yang sudah menghampiri Yura dan Soni sambil terengah-engah.


Yura pun terkejut saat mendengar pertanyaan Adelio,"apa dia sudah mengetahuinya?" tanya Yura dalam hati.


Adelio melihat ke arah ruangan yang terlihat di dalamnya seorang anak kecil yang tengah berbaring.


Adelio mendekat,seketika matanya berkaca-kaca,"boy ini Ayah sudah datang nak,maafkan Ayah" ucap Adelio sambil manahan tangisnya.


Lalu Adelio berbalik menemui Yura yang masih duduk sambil tertunduk.


"kenapa kau menyembunyikan semuanya pada ku?" tanya Adelio.


Yura mengangkat kepalanya,"haruskah aku mengatakannya,bukan kah kau suami yang kejam,bukan kah kau tidak mencintaiku dan tak menginginkanku?" Yura balik tanya.

__ADS_1


"lalu kenapa kau berharap aku memberitahu mu kalau dia adalah darah daging mu?" lanjut Yura.


"semenjak dia berada di rahim ku,aku sudah berjanji akan menjadi ibu dan sekaligus ayah untuknya" jelas Yura.


Adelio meremas rambutnya lalu dia mengepalkan tangannya dan memukul dinding dengan kuat sampai tangannya berdarah.


Soni yang melihatnya lalu mencoba menenangkan sepupunya,"tenang lah jangan terbawa emosi,kasian anakmu sebaiknya kita duduk ayo" ajak Soni.


Adelio menolak ajakan Soni dia malah balik bertanya," apa kau juga tahu semua ini?"


Soni menggelengkan kepalanya,"tidak,aku baru saja tahu" jawab Soni.


"tangan mu berdarah sebaiknya kau obati dulu" titah Soni pada Adelio.


Adelio tidak mendengarkan ucapan Soni dia pergi menjauh dari kedua orang itu.


Yura tak henti-hentinya menangis,dia semakin bersalah,Soni pun serba salah dia berada diantara kedua orang tua Atha.


...----------------...


Di bandara Mika sangat cemas,dia takut kalo Adelio mengetahui semuanya kalau dialah penyebab Atha di larikan ke rumah sakit.


"aku harus cepat-cepat pergi" gumam Mika sambil menarik kopernya.


Waktu menjelang sore tidak ada tanda-tanda Atha siuman,Yura dan Adelio semakin cemas.


Tiba-tiba dokter datang bersama perawat lalu mereka masuk kedalam ruangan untuk memeriksa kondisi Atha.


Yura dan Adelio pun berdiri lalu melihat di balik kaca.


Setelah dokter memeriksa dia langsung keluar dari ruangan,"bagaimana dok dengan anak saya?" tanya Yura.


Dokter menjawab,"maaf keadaannya semakin memburuk mungkin ini karena tekanan yang membuat dia seperti ini".


"dok tolong lakukan sebaik mungkin untuk anak saya" rengek Adelio.


"saya akan melakukan yang terbaik namun tuhan yang menentukan,sebaiknya berdoa saja agar putra anda segera sadar" jelas Dokter.

__ADS_1


Yura semakin terpukul lalu tiba-tiba dia ambruk kelantai,sontak Soni dan Adelio pun menghampiri Yura dan membawanya keruang pemeriksaan.


Kini Yura sudah sadar dari pingsannya,Soni langsung menghampiri Yura,"syukurlah kamu sudah sadar" ucap Soni.


Yura bangun dari tidurnya kepalanya terasa pusing,"aw..." Yura meringis sambil memegang kepalanya.


"sebaiknya istirahat dulu kamu masih lemah" ucap Soni.


"gak kak aku harus melihat anakku" ucap Yura sambil berdiri namun tiba-tiba Adelio datang dan menyuruh Soni untuk meninggalkannya karena dia ingin berbicara dengan Yura berdua dan Soni pun pergi.


"apa sudah baikan?" tanya Adelio


"sudah" jawab Yura singkat.


"katakan yang sebenarnya kenapa kondisi Atha bisa seperti ini?" tanya Adelio lagi.


Yura menghela nafasnya,"dia mendengar ucapan Mika kalau dia anak yang tak di inginkan" jawab Yura.


"setelah mendengar kata-kata itu dia ambruk" lanjut Yura sambil terisak menangis.


Adelio pun memejamkan matanya lalu berkata,"dia lagi dia lagi kenapa sih dia selalu membuat hidupku hancur".


"kenapa aku tidak mengungkapkannya padamu karena aku takut,aku takut kehilangan anakku" ujar Yura.


"aku mohon jika anak ku hidup kembali biarkan kami pergi kami ingin ketenangan" pinta Yura pada Adelio.


Adelio tidak bergeming kini hatinya hancur berkeping-keping,angan-angan ingin kembali bersama Yura tapi seketika Mika merusaknya.


"aku tidak bisa berbuat apa-apa,jika yang itu kau inginkan aku tidak akan menahan mu" ucap Adelio lemas lalu dia pergi dengan membawa harapan yang tidak mungkin dia gapai.


Adelio duduk di sebuah kursi tunggu dia memikirkan semuanya,dia tidak bisa melepaskan Mika karena penyakitnya tapi di sisi lain dia tidak mau membiarkan Yura dan anaknya pergi begitu saja.


Sekarang dia benar-benar sedang di landa kebingungan,"ya tuhan berikan aku petunjuk mu" ucap Adelio sambil menutup wajahnya.


Soni yang melihat keadaan sepupunya,dia merasa iba,dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Adelio namun Soni sudah mengetahui kalau dalang semua ini adalah Mika.


"aku akan cari tahu semuanya" gumam Soni.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2