
Yura dan Atha sedang berada di rumah sakit, karena Atha harus menjalankan pengobatan setiap bulannya dengan rutin.
Keberadaan mereka di rumah sakit tidak di temani Adelio karena dia sedang pergi keluar kota bersama Andre untuk kepentingan bisnis,tetapi Adelio tetap memberikan perlindungan dengan memerintahkan supirnya untuk mengantarkan Yura dan Atha.
Setelah beberapa menit dokter memeriksa keadaan Atha,mereka berdua pun keluar dari ruangan pemeriksaan.
"sayang sebaiknya kamu tunggu saja di mobil bersama pak amin,ibu mau ke tempat pengambilan obat dulu",titah Yura pada putranya.
"iya bu...",ucap Atha lalu mereka menghampiri pak amin yang sudah menunggunya di kursi duduk.
"pak amin saya titip Atha dulu",ujar Yura.
"baik nona",ucap pak Amin.
Yura pun pergi ke ruangan pengambilan obat yang berada di sekitaran rumah sakit.
Ketika Yura berjalan,dia samar-samar melihat Mika yang sedang duduk di kursi roda di temani seorang perawat,tapi Yura tidak menghiraukannya dia pergi begitu saja.
Akan tetapi pikiran dan hatinya berbeda,Yura memutuskan untuk mencari tahu tentang keberadaan Mika di rumah sakit.
Yura mencoba bertanya pada bagian informasi,"maaf saya mau bertanya apa ada pasien yang bernama Mika yang di rawat di rumah sakit ini?".
Petugas menjawab,"sebentar nyonya saya akan cari di data pasien".
Tidak selang lama petugas memberi tahu kalo pasien bernama Mika memang di rawat di rumah sakit itu.
"saya temannya,saya ingin mengunjungi dia kira-kira di kamar mana dia di rawat?",tanya Yura.
"di ruangan aster VVIP nyonya",jawab petugas.
"terima kasih",ucap Yura.
Yura pun langsung menuju ruangan tersebut,jantungnya berdetak kencang saat sudah berada di kamar inap yang di tempati Mika.
"kamu sedang apa di sini?",tanya Mika pada Yura.
"selamat siang nyonya Mika",ucap Yura.
Mika memalingkan wajahnya,"kenapa nyonya di rawat disini,apa yang sebenarnya nyonya derita?",tanya Yura.
"apakah aku harus menjawabnya?",jawab Mika ketus.
"tentu nyonya,tidak sopan jika seseorang bertanya tapi tidak di jawab",tutur Yura.
"aku akan segera mati,puas!",ujar Mika.
"kematian manusia tuhan yang menentukan",ucap Yura.
"sebaiknya kamu pergi aku ingin istirahat",titah Mika.
"maaf kalo kedatangan saya mengganggu nyonya,tapi apa tidak mau mengucapkan sesuatu pada saya,seperti kata maaf gitu",kata Yura.
__ADS_1
Mika tersenyum licik,"untuk apa aku minta maaf".
Yura berkata,"apa nyonya tidak tahu kalau ucapan anda waktu itu hampir saja membunuh putra saya".
"kenapa menyalakan aku,bukan kah itu benar?".
"saya tidak tahu kenapa anda selicik ini pada kehidupan saya".
"padahal saya sudah merelakan rumah tangga saya di renggut oleh anda,tapi kenapa sikap anda seperti tak pernah puas",lanjut Yura.
"aku memang belum puas karena apa?,karena kamu sudah mengambilnya lagi dari ku,bukan kah minggu kemarin Adelio meminta rujuk lagi padamu?".
"ingat ya kami belum resmi bercerai karena perceraian kami sebelah pihak",jelas Mika.
"saya tidak tahu alasan Adelio menceraikan anda,tapi dalam agama yang berwenang menjatuhkan talak adalah laki-laki,sekuat apa pun kita menghindari kalau laki-laki yang kita cintai tetap ingin bercerai,itu akan terjadi",kata Yura.
Mika mengepalkan tangannya,"kamu dan aku tidak jauh berbeda Yura,sama-sama perebut laki orang",ucap Mika.
"jelas berbeda,anda mengambilnya saat masih bersama saya,sedangkan saya tidak pernah mengambil Adelio tapi dia yang datang pada saya",jelas Yura.
"sama saja, pergi.....",teriak Mika,nafsunya memuncak.
"pergi jangan pernah ke sini lagi kau sama seperti ku kau sudah mengambilnya dari ku...",teriakannya semakin kencang.
Yura hanya terdiam berdiri sambil menyaksikan kerusuhan yang di buat Mika.
Petugas yang mendengarnya langsung menghampiri kamar Mika.
"tenang nyonya,tenang...",ucap perawat yang menenangkan Mika.
Merasa Mika sudah tenang,dokter dan perawat pun langsung keluar.
Dokter melihat Yura yang tengah menunggu di kursi.
"apa nyonya keluarga pasien?",tanya dokter pada Yura.
Yura menjawab,"saya temannya dok,maaf saya sudah membuat dia seperti ini",Yura menyesalinya.
"sebenarnya,apa yang di deritanya sampai dia harus di rawat?",tanya Yura penasaran.
"dia mengalami kanker rahim stadium 3",jawab dokter.
deg...
Jantung Yura terasa copot saat mendengar kalo Mika mempunyai penyakit serius.
"apa dok,kanker rahim stadium 3?",Yura tidak percaya dengan semua ini,tiba-tiba dia mendengar kalo kondisi Mika sedang tidak baik-baik saja.
"iya,jadi saya mohon untuk kerja samanya agar tidak membebani pikirannya",ucap dokter.
"lalu apa yang akan dokter lakukan?",tanya Yura.
__ADS_1
"nyonya Mika sudah menjalankan kemoterapi bulan ini,mudah-mudahan saja bisa membantunya untuk sembuh",jawab dokter.
"baiklah dok terima kasih sudah memberitahu saya,dan saya janji tidak akan membuatnya seperti itu lagi",tutur Yura.
"iya saya percaya pada nyonya,kalo begitu saya permisi",pamit dokter.
...----------------...
Hari menjelang malam,Yura sedang membuat kue untuk di bawanya ke rumah sakit dan di berikan pada Mika.
Seketika pikirannya teringat dengan ucapan Mika kalo dirinya tidak jauh dengan Mika kalo mereka sama-sama perebut laki orang atau pelakor.
Yura menghela nafasnya lalu menghentikan aktivitasnya.
"mungkin benar yang dikatakan Mika,aku sudah merebut Adelio darinya",gumam Yura.
Tiba-tiba dua tangan besar melingkar di pinggangnya dari arah belakang,"selamat malam cinta",bisik seorang pria.
Sontak Yura pun menjerit,"aaah....",lalu dia berbalik dan memukul seorang pria itu.
"hentikan...",ucap seorang pria.
Yura pun menghentikan serangannya,"oppa...",ucap Yura kaget.
"sakit tahu...",rengek Adelio.
Yura pun tertawa,"ha...ha..."
"kok tertawa",ucap Adelio heran.
"abisnya kaya jelangkung datang tak di undang pulang tak di antar",ujar Yura sambil mengusap lengan yang tadi di pukul Yura memakai alat dapur.
"kamu kok gak mengenali suara aku yang merdu nan indah",ucap Adelio.
"ya aku kaget tiba-tiba saja ada tangan yang melingkar dan ada bisikan,aku kira itu bisikan setan",jelas Yura.
"ya ampun setampan aku kamu bilang setan!".
"maaf oppa aku gak sengaja",bujuk Yura sambil mengalungkan tangannya di leher Adelio.
"awas ya kalo kamu bilang aku setan lagi,akan aku hukum kamu dengan ini",ucap Adelio yang langsung melabuhkan ciumannya di bibir Yura.
Lama mereka melakukannya dan mereka pun melepasnya,"hentikan oppa,aku takut ini akan membuat kita terlena",ucap Yura.
"kalau begitu kita menikah saja",bisik Adelio.
Yura pun memandang wajah Adelio,dia melihat ada keseriusan di mata kekasihnya itu.
"kita akan bicarakan itu nanti",ucap Yura sambil melepaskan tangannya di leher Adelio.
"baiklah aku akan bersabar menunggumu untuk bisa menikah dengan ku",ujar Adelio lalu dia pergi ke kamar putranya.
__ADS_1
"maafkan aku Del,aku butuh waktu untuk itu",ucap Yura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...