
Setelah kepergian Adelio,Yura berpikir untuk berbicara pada Atha agar dia mau tinggal sementara bersama Adelio.
Soni yang melihat kegusaran Yura,dia langsung menghampiri.
"apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Adelio.
Yura menjawab,"aku bingung kak,hari ini Atha di perbolehkan pulang,tadinya aku mau pulang saja ke tempat asal ku namun Adel tidak mengijinkan kami,alasannya terlalu jauh untuk pengobatan Atha dan dia menyarankan untuk tinggal sementara waktu di rumahnya".
"bagus dong berarti dia bertanggung jawab atas kesehatan Atha" ucap Soni.
"iya tapi yang aku khawatirkan adalah Atha,melihat sikapnya seperti itu pada ayahnya aku yakin dia tidak mau" jelas Yura.
Soni pun akhirnya mengerti,"cobalah untuk berbicara pada anakmu,kalau dia tidak mau kau boleh tinggal di rumah ku" ujar Soni.
"tapi apa tidak akan merepotkan mu?"tanya Yura.
"Atha adalah keponakan ku,aku senang kalian tinggal di rumahku" tutur Soni.
"makasih kak,aku akan mencoba berbicara pada Atha" Yura pun masuk kedalam kamar inap,dilihatnya Atha sedang berbincang bersama Andre.
"apa bapak tidak masuk kantor?" tanya Yura sambil menghampiri kedua lelaki beda usia yang tengah tertawa.
"memang ini sudah waktunya aku kembali kekantor,aku yakin bos pasti marah padaku" jawab Andre.
"maafkan Atha sudah merepotkan pak Andre" ucap Yura.
"tidak apa-apa,ya sudah aku pergi jika kamu butuh sesuatu panggil saja aku" pamit Andre.
"iya pak" ucap Yura.
"Tha,om pergi dulu ya,ingat harus makan yang banyak agar cepat sehat oke" Andre menasehati Atha.
"oke..." ucap Atha.
Andre pun keluar dari ruangan itu,kini tinggal Yura dan Atha.
"sayang ibu ada kabar gembira"ucap Yura.
"kabar apa bu?" tanya Atha penasaran.
"hari ini Atha boleh pulang"
"yeee..." Atha bersorak.
"jadi aku bisa bermain lagi" lanjut Atha.
"tapi,kita pulangnya ke rumah om Adel ya!"
Wajah Atha seketika berubah,mimiknya menunjukkan kalo dia tidak setuju.
Yura menggenggam kedua tangan Anaknya lalu berkata,"ibu tidak akan memaksa Atha untuk tinggal bersama om Adel".
"ibu hanya ingin tahu kenapa Atha tiba-tiba acuh pada om Adel?" tanya Yura.
"Atha benci sama orang itu,bukan kah dia ayahku?" Atha balik tanya.
deg...
Jantung Yura berdetak kencang,dia mengatur nafasnya,"ibu kenapa?" tanya Atha.
Yura menjawab dengan gugup,"i...ibu ti..tidak apa-apa".
"benarkan bu dia adalah Ayahku!" ujar Atha.
"iya sayang dia adalah ayah mu" ucap Yura.
"terus apa salah ayahmu sampai kamu membencinya?" tanya Yura.
__ADS_1
"bukan aku anak yang tidak di inginkan,seperti yang di ucapkan oleh perempuan waktu itu" jawab Atha.
Yura pun teringat saat Mika mengucapkan hal itu,Yura mendengus lalu dia berkata,"nak...tidak seperti yang kamu pikirkan,Ayahmu orangnya baik kok..." ucap Yura.
"kalo memang dia baik kenapa dia meninggalkan kita dan membiarkan kita hidup seperti ini?"
Yura memejamkan matanya,dia tidak bisa menjelaskan apa yang sudah terjadi dalam kehidupannya karena Atha terlalu dini untuk mengetahui di usianya yang masih kecil.
"bu...kenapa diam saja?" tanya Atha lagi.
Tiba-tiba Soni masuk menghampiri mereka,"hai ponakan,om bawakan makanan untukmu" ucap Soni pada Atha.
Lalu Atha bertanya,"jika aku keponakan mu berarti kau tahu kenapa ayahku tidak menginginkan ku dan pergi meninggalkan kami?"
Soni terkejut tiba-tiba saja Atha bertanya seperti itu,Soni pun menoleh ke arah Yura,dan Yura pun menggelengkan kepalanya sambil memijat keningnya.
"ternyata anak ini sudah tahu siapa Ayahnya,apa hal itu yang membuat dia acuh pada Adelio?" tanya Soni pada diri sendiri dalam hati.
"kau salah besar nak,tidak ada yang meninggalkanmu iya kan?" ucap Soni sambil melihat ke arah Yura.
"iya sayang nyatanya dia selalu menjenguk Atha" ucap Yura.
"orang tua suka berbohong..." ujar Atha sambil membaringkan tubuhnya.
Yura dan Soni menghela nafasnya,mereka bingung untuk menjawab pertanyaan bocah kecil itu.
...----------------...
Di kantor Adelio terlihat kesal apa lagi dia sedang bersama Andre,rasa cemburunya begitu menggebu-gebu.
Andre yang melihat sikap bosnya merasa tidak enak dan dia mencoba menjelaskan semuanya.
"bos maaf aku merasa tidak enak dengan sikap Atha tadi di rumah sakit" ucap Andre.
"aku tahu,tapi kenapa ya kok dia menyebut kalau kau akan menjadi Ayahnya?" tanya Adelio.
Andre menggelengkan kepalanya,"aku tidak tahu bos".
Andre tersenyum lalu dia menjawab,"aku sudah pernah di tolaknya".
"apa,beraninya kau melamar Yura" ucap Adelio sambil menarik kerah Andre.
"tapi itu sebelum aku tahu dia mantan istri bos" jelas Andre.
Adelio pun melepaskan Andre,"tapi sekarang?"
"sekarang sudah tidak berniat lagi,aku sadar diri kalo aku akan tetap kalah" ujar Andre.
"bagus kau harus membuangnya jauh-jauh perasaan mu terhadap mantan istriku karena aku tidak akan pernah membiarkan Yura bersanding dengan orang lain" ucap Adelio.
Andre pun mengernyitkan keningnya,"apa bos akan menyakitinya?" tanya Andre.
Adelio melihat ke arah Andre dengan tatapan tajam,"kau ini,siapa yang bilang aku akan menyakitinya,aku tidak akan membiarkan dia bersanding dengan yang lain karena aku yang akan jadi miliknya seorang paham?"
Andre pun menganggukkan kepalanya,"paham bos".
Di rumah sakit Yura dan Atha sudah siap untuk pulang,mereka akan pergi ke rumah Soni karena Atha tetap tidak mau pulang ke rumah ayahnya.
Soni memberi tahu Adelio kalo Yura dan Atha akan tinggal sementara waktu di rumahnya.
Ketika Adelio mendengar hal itu dia semakin terluka,harapannya untuk bisa kembali ke keluarga kecilnya sangat tipis.
Andre tidak tinggal diam dia juga ikut membujuk Atha tapi usahanya sia-sia.
Di kantor Adelio berpikir keras agar Yura dan Atha tidak tinggal satu atap dengan Soni.
Setelah dia mendapatkan ide,Adelio langsung menelepon Andre,
__ADS_1
Ndre carikan apartemen sekarang juga usahakan tempatnya mewah dan senyaman mungkin,
baik bos,
Adelio menutup lagi panggilan teleponnya.
Yura dan Atha sudah sampai di rumah Soni,mereka di jamu seperti tamu istimewa.
"kak jangan seperti ini aku jadi gak enak!" tutur Yura ketika para pelayan datang dengan membawakan makanan.
"ini belum seberapa,kamu jangan sungkan kalo butuh sesuatu panggil saja art di sini" titah Soni.
Tiba-tiba suara ponsel Soni berdering,kring...kring...
Soni merogoh ponselnya di dalam saku celananya,
halo,
Andre akan menjemput Yura dan putra ku,jadi jangan coba menghalanginya,
kenapa harus di jemput mereka baru saja sampai,memangnya salah mereka tinggal di sini?,
tentu salah kalian bukan suami istri atau pacar,aku sudah membelikan apartemen untuk mereka,
tut...tut...tu...
Soni mendengus kesal,"kalo dia sudah bucin ya jadi begini" gumam Soni.
"ada apa kak?" tanya Yura.
"kalian harus pergi dari sini karena Adelio yang memintanya,dia sudah membelikan apartemen untuk kalian,sebentar lagi Andre akan datang untuk menjemput" jawab Soni.
"apa apartemen?" tanya Yura terkejut.
Soni menganggukkan kepalanya,"pergi lah dia sudah memberikan yang terbaik untuk kalian" ujar Soni.
"syukur lah aku harus pergi dari sini,aku tidak enak menumpang di rumah kak Soni" ucap Yura dalam hati.
"maaf ya kak kami sudah merepotkan kakak" ucap Yura.
"tidak apa-apa".
Terdengar suara klakson mobil di luar,Soni langsung menuju ke arah luar rumah,benar saja Andre sudah sampai.
"selamat sore pak,saya di utus bos untuk menjemput Yura dan Atha" sapa Andre.
"ya aku tahu dia baru saja memberi tahu ku"
Yura dan Atha keluar dari rumah mereka menghampiri Andre dan Soni.
"sudah siap?"tanya Andre,Yura pun mengangguk.
"om Andre kata ibu kita akan tinggal di apartemen?" tanya Atha.
"iya sayang kita pergi sekarang" ajak Andre.
"apa itu tempat tinggal om?" tanya Atha.
"om tidak tinggal bersama Atha,apartemen kita terpisah" jawab Andre.
"lalu aku dan ibu akan tinggal dimana?"tanya Atha lagi.
"om membelikannya untuk Atha dan ibu" jawab Andre.
"kak kami pergi,sekali lagi minta maaf" pamit Yura pada Soni.
"jangan merasa bersalah,mungkin tujuan dia baik" ujar Soni.
__ADS_1
Yura pun pergi mengikuti langkah Andre yang berjalan sambil menggendong Atha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...