
Lorenza tak kuat menahan sakit akibat cekikan Adelio di lehernya,nafasnya seakan hampir berhenti.
Sedangkan wajah Adelio berubah menjadi merah dan garang,rahangnya mengeras,tatapannya tajam amarahnya memuncak Adelio telah memperlihatkan sisi lainnya.
niat dia ingin berubah lebih baik tapi keadaan yang membuatnya seperti ini,dia tidak akan membiarkan orang yang menyentuh istrinya atau mengganggu kehidupannya hidup.
Adelio hampir saja membunuh Lorenza yang sudah hampir kehabisan nafasnya namun seketika wajah istri dan anaknya hadir dalam ingatannya,,dan Adelio mencoba mengendalikan amarahnya,dan akhirnya Lorenza pun di lepaskan.
Lorenza terbatuk-batuk dengan nafas yang tak teratur,sedangkan Adelio masih menatapnya tajam.
"jangan pernah mengusik kehidupanku,karena aku tidak akan segan-segan membunuh mu",lagi-lagi Adelio memperingatkan wanita itu.
Lorenza sedikit ketakutan dan tak berdaya,dia berpikir kali ini Adelio tidak main-main.
"kalau terjadi sesuatu pada istriku,kau atau Jodi kalian akan menanggung akibatnya",lanjut Adelio.
"dan mulai saat ini berhenti lah untuk mengganggu ku,dan cabut kata-kata mu di depan mereka",titah Adelio.
Lorenza menatap Adelio,sepertinya dia enggan melepaskan Adelio begitu saja.
"kenapa diam ayo cepat",teriak Adelio.
Lorenza langsung beranjak,mau tidak mau dia harus mengikuti Adelio pergi menemui petugas keamanan karena sedari tadi mereka dibiarkan berdua,dan di hadapan petugas keamanan hotel,Lorenza mengakui kesalahannya,dan akhirnya Adelio pun bernafas dengan lega.
...----------------...
Di rumah Yura dan Soni menunggu Andre yang sedang mengurus keberangkatan Yura,"kamu yakin akan pergi ke sana?",tanya Soni.
"aku yakin",jawab Yura singkat.
Soni masih berpikir,apa sebenarnya yang dikatakan Jodi pada Yura.
Tidak lama kemudian Andre datang,"bagaimana pak?",tanya Yura sambil berdiri dari duduknya.
"maaf,keberangkatan nyonya mungkin lusa,kalo hari ini tidak bisa",jawab Andre.
Yura menghela nafas,dia duduk lagi di sofa sambil memijit keningnya.
"nyonya,maaf kalo saya boleh tahu,sebenarnya apa yang sudah terjadi?",tanya Andre.
Yura pun mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah poto pada Andre dan Soni.
Sontak mereka pun terkejut,"tidak mungkin Adel berbuat seperti itu",ucap Soni.
"aku bingung kak,di sisi lain aku juga tidak percaya tapi di sisi lain aku pernah mengalaminya sendiri kak,makanya aku memilih pergi menemui suami ku hanya ingin memastikan itu",jelas Yura.
__ADS_1
Andre dan Soni saling menatap,mereka saling memberikan kode untuk membiarkan Yura tahu siapa Lorenza sebenarnya.
"nyonya,sebenarnya apa yang berada di poto itu salah",ucap Andre.
"maksud pak Andre?",tanya Yura.
"maksud saya,bos tidak mungkin berbuat seperti itu atau mengkhianati nyonya",jawab Andre.
"lalu poto ini jebakan?",tanya Yura balik.
"bisa jadi seperti itu,bisa juga ingin menghancurkan hubungan nyonya dengan bos",jelas Andre.
"dan kami juga sudah tahu siapa wanita itu sebenarnya dan motip nya apa,yang jelas semua ini pasti ada hubungannya dengan Jodi mantan asisten bos",lanjut Andre.
"iya Ra,mungkin Jodi ingin balas dendam pada kami,secara kami sudah membuangnya begitu saja",timpal Soni.
"bukan hanya membuang tapi menganiayanya juga mengurungnya di paviliun kan",ujar Yura.
Andre dan Soni pun terkejut,ternyata Yura sudah mengetahuinya,dan Soni yakin bahwa Jodi lah dalang di balik semua ini.
"kami punya alasan tersendiri Ra",ucap Soni.
"tapi tidak dengan menyiksanya kan,kalian boleh memasukkannya ke penjara kalo memang benar kesalahannya sangat fatal",tutur Yura.
Soni hanya terdiam,begitu juga dengan Andre,dia tidak berani berkata apa pun lagi,karena mereka melihat Yura benar-benar kesal.
...----------------...
Adelio sudah berada di pesawat,dia sudah tak sabar ingin bertemu dengan istri dan anaknya,akhirnya dia bisa juga pulang tapi masalah dengan Lorenza dia tidak menganggapnya beres karena masih ada yang harus dia selesaikan.
Sedangkan di rumah Yura sedang memikirkan sesuatu,dia berpikir keras untuk membuang jauh-jauh pikiran kotor tentang suaminya.
"ayo Ra,kamu harus yakin kalo Adelio tidak berbuat seperti itu",gumam Yura.
Keesokan harinya,pagi-pagi sekali Adelio sudah pulang,dia ingin membuat kejutan pada istrinya.
Adelio berjalan perlahan untuk membuat Yura terkejut,sengaja dia tidur terlentang di kasurnya dan di tutupi oleh selimut.
Tidak lama kemudian Yura keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono berwarna putih,dia langsung mengambil baju di dalam lemari.
Yura melempar bajunya ke atas kasur,setelah itu dia menutup lagi lemarinya.
Ketika dia menoleh ke arah ranjang,tiba-tiba bajunya menghilang,Yura merasa heran dan dia melihat kalo guling teramat besar.
Dengan sangat pelan Yura membuka selimut itu,"aaa...",Yura menjerit karena dua tangan menarik tangannya sampai dia terjatuh di ranjang.
__ADS_1
"lepaskan",ucap Yura memberontak.
Adelio tetap memeluknya,"sebentar saja sayang aku rindu padamu,aku rindu harum tubuh mu",ucap Adelio
Yura pun terkejut saat mendengar suara suaminya,dan dia membalikkan tubuhnya,"sejak kapan kamu pulang?",tanya Yura.
Adelio tersenyum,"belum lama sayang",jawab Adelio.
"oh...kalo begitu aku mau pakai baju dulu",ucap Yura.
"hanya itu saja sambutan mu,apa tidak ada ciuman?",goda Adelio.
"aku tidak berani karena kamu belum mandi dan masih kotor,apa lagi sudah bepergian jauh",jawab Yura.
"baiklah kalo begitu aku mandi dulu,tapi ingat nanti malam aku tidak akan melepaskan mu",ucap Adelio sambil melepaskan pelukannya.
Yura hanya terdiam,dia berusaha keras untuk percaya pada suaminya,dia tidak mau api cemburu membakar cintanya.
...----------------...
Kini Adelio,Yura dan Atha sedang sarapan bersama,Atha yang terlihat senang dengan kepulangan ayahnya sangat ceria,dia malah meminta ayahnya untuk mengantarnya ke sekolah.
"sayang,ayah masih capek,besok saja ya",bujuk Yura.
"tidak apa sayang,sekalian aku kekantor",ucap Adelio pada Yura.
"tapi apa kamu tidak capek?",tanya Yura.
"rasa lelah dan capek ku hilang ketika aku melihat wajah istri dan anakku",jawab Adelio.
Yura pun terdiam dengan ucapan Adelio yang menyentuh hatinya,kali ini Adelio benar-benar berubah dan Yura tidak boleh meragukan cinta suaminya.
"baiklah kalo begitu aku berangkat",pamit Adelio.
"iya,hati-hati di jalan sayang",ucap Yura.
"boy ayo kita pergi",ajak Adelio.
"ayo aku sudah siap",ucap Atha,dan akhirnya mereka berdua pergi,dan Yura pun mengantarkan keduanya sampai teras depan.
"hati-hati ya",ucap Yura sambil melambaikan tangannya.
Yura tersenyum bahagia,dia tidak mau kebahagiaan ini cepat berakhir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1