
Rachel sudah bersama suaminya,Rachel menceritakan betapa malunya dia saat keluarganya melihat tanda merah di lehernya.
"kenapa harus malu sayang,itu kan kreasi suami mu",ujar Dafa.
"tapi malu bukan main",rengek Rachel.
"lain kali jangan seperti ini lagi",pinta Rachel.
"lho kenapa,itu kan bagus,tandanya kamu dan aku menikmatinya",goda Dafa.
Rachel pun cemberut,Dafa mencoba membujuk istrinya,"jangan cemberut gitu dong jelek tahu,senyum dong nanti di kasih hadiah lagi mau?",
"tau ah,aku mau tidur",ucap Rachel lalu berbaring dan tubuhnya di tutupi selimut.
Dafa tersenyum,lalu dafa ikut masuk kedalam selimut.
Di rumah Adelio dan Yura masih berbincang di kamar mereka,Yura sangat senang kalo putrinya sudah mendapatkan haknya.
"aku tak sabar ingin cepat-cepat menimbang cucu",ucap Yura.
"jangan terlalu di memikirkan hal itu,kita ikuti saja dengan seiringnya waktu",ujar Adelio.
"lagi pula biarkan mereka menikmati masa-masa berdua dulu",lanjut Adelio.
"iya sih,tapi kalo seandainya Rachel cepat hamil itu tandanya kita akan menjadi nenek dan kakek",kata Yura.
"tentu sayang kita ini semakin tua",ujar Adelio.
Yura tersenyum lalu bersandar di bahu suaminya,"aku rindu masa-masa kita dulu,dimana anak-anak kita masih lucu",kata Yura.
Adelio mengusap pipi Yura,"aku juga",ucap Adelio.
Keesokan harinya Yura menyiapkan makanan untuk sarapan,dia di bantu oleh artnya.
"selamat pagi bu",sapa Tiwi.
"pagi nak",balas Yura.
"ayah belum turun?",tanya Tiwi.
"mungkin sebentar lagi,katanya hari ini dia akan pergi ke kantor",jawab Yura.
Tiwi memandang wajah Yura,dia merasa wanita yang sudah dianggap ibu olehnya terlihat pucat.
"ibu sakit?",tanya Tiwi.
"ibu hanya sedikit pusing saja",jawab Yura.
"kalo ibu sakit,istirahat saja,biar ini aku selesaikan",ucap Tiwi.
"tidak nak,ibu hanya sedikit pusing",ujar Yura.
"ibu yakin?",
Yura menganggukkan kepalanya,lalu dia melanjutkan aktivitasnya,dan Tiwi ikut membantu.
Tidak lama kemudian Adelio datang menghampiri,dia melihat istri dan calon menantunya sedang bekerja sama menyiapkan makanan di atas meja.
Adelio duduk di kursi,lalu dia mengambil air putih hangat untuk di minum.
"jam berapa mau ke kantor?",tanya Yura pada Adelio.
__ADS_1
"pagi ini,katanya Atha mau jemput",jawab Adelio.
"oh,kalo gitu hari ini aku akan pergi ke rumah utama katanya tukang dekorasi mau survei tempat",tutur Yura.
"oke biar nanti pulang dari kantor aku ke sana",ujar Adelio.
"kamu juga ikut sayang",ucap Yura pada Tiwi.
"iya bu",
...----------------...
Rachel sudah mulai kuliah lagi,teman-teman Rachel berburu menghampiri Rachel karena mereka ingin mendengarkan cerita malam pertamanya bersama sang dosen.
"Chel ayo dong ceritain",
"apaan sih,enggak ah kalian kan belum cukup umur",ledek Rachel.
"payah kamu Chel",
"ya enggak dong,masa malam pertama aku ceritain sama orang lain",
"sedikit aja Chel",
"iya Chel",
"ehm nanti juga kalian ngalamin kok",
"ngalamin apa?",tanya Dafa yang tiba-tiba berada di dekat mereka.
Sontak semua siswa membubarkan diri dan duduk di bangku masing-masing.
"siap..."
"kalo siap,tolong fokus ke depan",
Dafa pun mulai memberikan materinya,dalam hal ini Dafa sangat konsisten,di rumah Dafa memperlakukan Rachel sebagai seorang istri tapi di kampus,Rachel tetap mahasiswanya.
Setelah jam kuliah selesai,Rachel dan Dafa pulang bersama,mereka berencana akan pergi menemui Yura dan Adelio di rumah utama.
Di dalam perjalanan Dafa menanyakan soal tadi saat Rachel bersama teman-temannya.
"tadi kamu membahas apa?",tanya Dafa.
"membahas yang mana?",Rachel balik tanya.
"soal ngalamin",jawab Dafa.
"oh itu",Rachel mulai paham.
"mereka ingin tahu soal malam pertama kita,maklum lah anak-anak muda pengen tau aja",kata Rachel.
"lalu kamu menceritakannya",ujar Dafa.
"ya enggak lah,masa aku bocorin malam pertama kita,itu kan hanya kita berdua yang tahu",
Dafa menyunggingkan mulutnya,"bagus, ternyata kamu semakin dewasa",
Setelah satu jam di perjalanan,Rachel dan Dafa pun sampai di kediaman Adelio dan Yura dulu,di sana sudah ada kedua orang tuanya,Atha dan Tiwi.
"ciye...yang mau nikah",goda Rachel pada kakaknya.
__ADS_1
"iya dong,sebentar lagi aku akan menjadi seorang suami",ucap Atha bangga.
"aku doain semoga lancar sampai hari H",ucap Rachel.
"makasih",ucap Atha sambil mencubit pipi Rachel.
Walaupun Rachel sudah menikah,tapi kedua adik kakak itu masih dekat,Yura dan Adelio sangat bahagia melihatnya.
"sebaiknya kita makan,karena ibu tadi sudah menyiapkannya",ajak Yura dan mereka pun pergi ke rungan makan.
Kini keluarga Adelio sedang berkumpul,mereka sedang menikmati kebersamaan,tiba-tiba Yura merasa kalo badannya begitu lelah dan dia pamit untuk pergi ke kamar sebentar.
"kalian lanjutkan,ibu mau pergi ke kamar dulu",pamit Yura lalu dia pergi.
"apa ibu baik-baik saja yah",tanya Atha pada Adelio,namun Tiwi yang menjawabnya,"sepertinya ibu sedang tidak baik-baik saja,tadi pagi wajahnya pucat,katanya sedang sakit kepala".
Adelio menghentikan aktivitasnya,"baiklah,kalian lanjutkan makannya,ayah akan menemui ibu",ucap Adelio lalu dia pergi menemui istrinya.
Benar saja saat Adelio masuk kedalam kamar,dia melihat Yura sudah tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri.
"Sayang",ucap Adelio sambil memangku kepala istrinya.
"bangun sayang",Adelio menepuk pipi Yura namun Yura benar-benar tidak sadarkan diri.
"Atha...Atha...",teriak Adelio.
Tidak lama kemudian mereka semua datang menghampiri dan terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"ayah,ibu kenapa?",tanya Atha.
"ayah tidak tahu sebaiknya bantu ayah untuk memindahkannya ke atas ranjang",
Atha dan Dafa pun membantu Adelio untuk mengangkat Yura.
"panggilkan dokter",titah Adelio,Rachel pun bergegas menelepon dokter.
"mudah-mudahan dia baik-baik saja",ucap Adelio menenangkan keluarganya.
Atha begitu khawatir dengan kondisi ibunya,dia akan merasa terpukul jika terjadi sesuatu yang menimpa ibunya.
...----------------...
Yura sedang di periksa oleh dokter,yang lainnya hanya menunggu di luar,sedangkan di dalam kamar dokter bersama Adelio.
"bagaimana kondisi istri saya dok?",tanya Adelio.
"dia kelelahan,tapi saya sarankan untuk membawanya ke rumah sakit,agar diperiksa lebih dalam lagi",jawab Dokter.
"ini resepnya,mudah-mudahan Nyonya Yura cepat sembuh,dan jangan lupa dia harus banyak istirahat",pesan dokter.
"makasih dok",
Dokter pun pergi,dan yang lainnya masuk ke dalam kamar,"bagaimana dengan ibu yah?",tanya Atha.
"kata dokter ibu mu terlalu lelah,dan dokter menyarankan untuk banyak beristirahat",jawab Adelio.
"kalian tidak perlu khawatir,ibu kalian akan baik-baik saja",ucap Adelio penuh keyakinan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf author bolong-bolong updatenya,soalnya author lagi sakit,minta doanya semoga di berikan kesembuhan...
__ADS_1