
Adelio sudah berada di kantornya,dia sedang sibuk dengan pekerjaannya,tiba-tiba suara pintu di ketuk.
tok...tok...
"masuk",titah Adelio.
Andre pun masuk ke dalam,"ada apa?",tanya Adelio.
"di bawah ada seorang wanita sexy yang ingin bertemu bos",jawab Andre.
Adelio mengernyitkan keningnya,"siapa?",tanya Adelio lagi.
Andre hanya mengangkat kedua bahunya menandakan dia tidak tahu.
"suruh dia masuk",titah Adelio.
"baik bos",ucap Andre dan dia hendak kembali untuk memanggil wanita itu namun langkahnya terhenti karena wanita itu sudah berada di ambang pintu.
"selamat siang tuan",sapa wanita yang di maksud Andre,Adelio melihat ke arah wanita itu.
"Lorenza",gumam Adelio.
Andre kebingungan,kenapa tiba-tiba wanita itu sudah berada di hadapannya padahal dia belum mempersilahkan masuk pada wanita itu.
Adelio menarik nafas,kenapa Lorenza menemuinya.
Adelio mempersilahkan duduk,"silahkan duduk".
Lorenza pun tersenyum lebar karena Adelio begitu sopan,"terima kasih tuan".
"ada keperluan apa ya?",tanya Adelio.
Lorenza tidak menjawab dia malah menatap ke arah Andre yang tengah berdiri.
Adelio yang melihatnya langsung meminta Andre untuk keluar,"tolong tinggalkan kami sebentar",titah Adelio,"baik bos",Andre pun pergi sambil menutup pintunya.
"ada apa nyonya?",tanya Adelio lagi.
Lorenza menjawab,"saya ingin belajar berbisnis dari anda".
Adelio mengernyitkan keningnya,"bukankah nyonya punya bisnis salon?",tanya Adelio.
"iya tapi saya ingin begitu dalam mempelajarinya dari anda dengan menjadi rekan bisnis",jawab Lorenza genit.
Adelio merasa risih berduaan dengan wanita itu,dia ingin sekali mengakhiri pembicaraan mereka.
"itu gampang tapi nanti kita bicarakan lagi,kalau hari ini saya harus pergi",ucap Adelio.
"oh maaf saya sudah mengganggu aktivitas anda,tapi saya mengundang anda makan malam besok,saya tunggu jam 8 malam,tolong jangan menolak karena anda tamu yang spesial",ucap Lorenza.
"baiklah kalo begitu saya pergi",ucap Lorenza lalu dia pergi keluar dari ruangan Adelio.
Adelio hanya terdiam dan dia tidak bisa menolak undangan Lorenza.
__ADS_1
Andre yang melihat Lorenza keluar dari ruangan bosnya,dia langsung masuk ke ruangan Adelio.
"bos,siapa wanita itu?",tanya Andre.
"dia wanita yang semalam mengenaliku",jawab Adelio santai.
"oh ya,lalu mau apa dia ke sini?",tanya Andre lagi.
"dia mengajakku bisnis,tapi aku masih memikirkannya",jawab Adelio.
"aku harus pergi,hari ini aku akan menemani istriku pergi berbelanja",ucap Adelio lalu dia pergi.
Andre masih berdiri,dia sedang berpikir kalau wanita yang menemui bosnya sedikit mencurigakan.
...----------------...
Yura sedang menunggu Atha di sekolahnya sekalian dia menunggu suaminya untuk datang menjemput,karena hari ini mereka bertiga akan pergi ke suatu tempat perbelanjaan.
Adelio sudah tiba di sekolah,dia menghampiri Yura yang sedang duduk bersama para orang tua murid.
Adelio tersenyum sambil menyapa ibu-ibu yang sedang bersama Yura,"siang semuanya".
"siang",jawab ibu-ibu sambil terkagum melihat ketampanan dan kegagahan Adelio,Yura yang melihatnya pun menjadi tidak suka.
"ada dengan mereka,kenapa melihat suami ku seperti itu?",tanya Yura dalam hati.
Tidak lama kemudian bel berbunyi,semua siswa berhamburan menghampiri orang tua masing-masing.
"ayah,ibu",panggil Atha yang tengah berlari menghampiri kedua orang tuanya.
"jangan berlari sayang nanti jatuh",ujar Yura.
"bu kita jadikan pergi bertiga?",tanya Atha.
"tentu sayang ayo kita pergi",ajak Yura,dan mereka pun pergi.
Di perjalanan Yura hanya diam,sedangkan Atha dia terus berbicara,"ayah pokoknya aku ingin beli maina yang banyak,aku ingin memberikan pada pada teman-teman ku",ucap Atha.
"iya sayang,nanti kamu pilih saja sendiri",ujar Adelio.
"jangan memanjakan anak seperti itu,belikan saja sewajarnya",timpal Yura.
"tidak apa-apa sayang,lagian putra kita ingin berbagi",kata Adelio.
Sesampainya di pusat perbelanjaan Atha begitu senang karena ayahnya membiarkannya memilih sendiri mainannya,sedangkan Yura dia sedang memilih baju hamil untuk Alin.
Setelah selesai mereka memutuskan untuk makan di sebuah restauran terkenal di dekat pusat perbelanjaan.
Saat mereka menikmatinya,tiba-tiba Lorenza hadir dia menghampiri Adelio yang sedang asyik bersama keluarga kecilnya.
"wah tuan saya tidak tahu ini di namakan apa,jangan-jangan kita jodoh",ucap Lorenza yang sudah berada di dekat Adelio.
Yura yang mendengarnya terkejut,dia melihat Lorenza dengan sinis,hatinya mulai cemburu saat Lorenza berkata jodoh.
__ADS_1
"ini kebetulan nyonya",ucap Adelio.
"sayang kenalkan ini nyonya Lorenza pemilik salon terkenal di daerah sini",ucap Adelio memperkenalkan Lorenza pada istrinya.
"Yura".
"Lorenza",mereka bersalaman dan keduanya saling memandang.
"aku kira wanita ini akan menjadi penggoda rumah tangga ku",ucap Yura dalam hati.
"oh ini istrinya tuan Adel,biasa-biasa saja",ucap Lorenza dalam hati,Kedua wanita itu saling mencibir dalam hati.
"kalau begitu,saya pergi karena tidak mau mengganggu kalian selamat siang tuan",pamit Lorenza sambil membelai lengan Adelio.
"siang",ucap Adelio sambil terkejut saat mendapatkan perlakuan Lorenza,Yura yang melihatnya langsung memegang sendok dan garpu dengan erat,Yura tidak suka wanita itu apa lagi sudah bersikap seenaknya.
Adelio melihat wajah istrinya yang merah karena menahan emosi,dia mencoba mengalihkan pembicaraan.
"sayang makanannya enak",ucap Adelio,Yura hanya terdiam,dia enggan menanggapi ucapan Adelio.
...----------------...
Soni dan Alin masih berada di hotel,malam pertama setelah menikah mereka lewatkan,karena kondisi Alin yang masih kelelahan dan Soni tidak mau memaksakan kehendaknya.
Kini mereka tangah mengemasi pakaian,Alin yang merasa tidak enak dia hanya memandang Soni yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Seharusnya dia memberikan hak suaminya,tapi apalah daya kini dia harus beristirahat karena kehamilannya.
Soni melihat ke arah Alin yang sedang menatapnya,dan dia langsung menghampiri Alin.
"kamu kenapa melihat ku seperti itu?",tanya Soni.
"maaf,aku bukan istri yang baik",jawab Alin.
"kenapa berkata seperti itu?",tanya Soni penasaran.
"seharusnya semalam kakak mendapatkan haknya",jawab Alin pelan.
Soni tersenyum lalu dia membelai wajah istrinya,"jangan merasa bersalah gitu,aku gak apa-apa,itu bisa nanti yang terpenting kamu dan anak kita baik-baik saja",jelas Soni.
"tapi aku tetap merasa tidak enak",lirih Alin.
"sudahlah,jangan dipikirkan lagi sebaiknya kita lanjutkan mengemasi barangnya karena sebentar lagi kita akan pulang",titah Soni,lalu dia membalikkan tubuhnya untuk melanjutkan aktivitasnya.
Namun Alin menahannya dengan memeluk Soni dari belakang,"aku akan membiarkan hari ini kakak melakukannya",ucap Alin.
Soni memegang tangan Alin yang melingkar di pinggangnya,"jangan,lain kali saja kalau kamu sudah benar-benar membaik",tutur Soni.
"kalau anak kita ingin bertemu dengan ayahnya,apa akan tetap menolaknya?",tanya Alin.
Soni pun membalikkan tubuhnya,dia memandang wajah Alin dalam-dalam,"apa kau yakin?",tanya Soni dan Alin pun menganggukkan kepalanya sambil memberikan senyuman.
Tidak menuggu lama Soni pun mencium bibir istrinya dengan sangat-sangat lembut dan akhirnya mereka merasakan kenikmatan yang luar biasa di siang hari.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...