
Di sebuah rumah kecil,Jodi dan Lorenza sedang berbincang,Jodi terlihat kesal karena rencana Lorenza gagal untuk menjebak Adelio.
"kau terlalu menganggap enteng Adelio dan terlalu percaya diri,seharusnya kau perlahan mendekati Adelio",ucap Jodi kesal.
"kenapa kamu jadi menyalahkan ku,lalu apa imbalan mu kalo semuanya berhasil?",tanya Lorenza.
"apa imbalan?",tanya Jodi.
"iya imbalan",jawab Lorenza.
Jodi tersenyum tipis,"bukankah semua ini akan sama-sama menguntungkan,jika semuanya berhasil,dendam ku terbalaskan dan kau akan mendapatkan Adelio seutuhnya",tutur Jodi.
"itukan imbalannya!",lanjut Jodi.
Lorenza hanya terdiam,dia berpikir kemungkinan kecil mendapatkan Adelio dan dia teringat dengan ancaman pria itu,dia tidak akan segan-segan membunuhnya kalau Lorenza mengusik kehidupannya.
"apa yang sedang kamu pikirkan?",tanya Jodi.
Lorenza menjawab,"tidak ada,hanya saja aku ingin beristirahat sejenak untuk mengejar Adelio".
Jodi pun tertawa,"ha....ha..."
"istirahat sejenak,apa aku tidak salah dengar,hei kapan mau berhasilnya kalo terus diam bukannya kau ingin cepat-cepat mendapatkannya",ujar Jodi.
Lorenza kesal lalu dia mengepalkan tangannya,"kamu tidak mengerti dengan apa yang aku alami,kali ini aku benar-benar ingin sendiri dulu dan ingat jangan datang menemui ku dulu",ucap Lorenza lalu pergi.
Jodi tersenyum tipis,"dasar wanita bodoh,memangnya Adelio akan membiarkan mu begitu saja",gumam Jodi.
...----------------...
Adelio terkulai lemas karena pertempuran mereka siang itu,begitu pula istrinya yang di buatnya tak berdaya,maklum terlalu rindu pada istrinya akhirnya Adelio menyiksa Yura terus menerus dengan kenikmatan.
Adelio mencium kening istrinya,"terima kasih sayang selalu membuat diriku puas",ucap Adelio.
"itu kan sudah kewajiban ku seorang istri,membahagiakan suaminya di atas ranjang",ujar Yura.
Adelio tersenyum mendengar penuturan istrinya,"sering-sering melakukan semacam tadi sayang,agar aku lebih betah di rumah",bisik Adelio.
"maunya",ujar Yura,dan Adelio pun hanya tersenyum.
"sayang aku mau mandi dulu setelah itu aku mau masak untuk makan siang",ucap Yura.
"kita mandi bareng saja,sudah lama loh gak mandi bareng",ajak Adelio.
"kalo mandi bareng ujung-ujungnya ya ke sana",ujar Yura.
"ke sana kemana sayang!",goda Adelio.
"ya gitu...",ucap Yura.
__ADS_1
"gitu gimana,aku gak ngerti",ucap Adelio pura-pura tidak mengerti.
"udah ah aku mandi,sebentar lagi Atha pulang",ucap Yura lalu beranjak dari tidurnya.
Adelio pun tersenyum,"baiklah kalo begitu aku mau tidur sebentar kalo sudah beres memasak bangunkan aku",titah Adelio lalu dia memejamkan matanya.
Yura pun pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritualnya,tidak memakan banyak waktu, Yura pun selesai mandi.
Tiba-tiba ponselnya berdering tanda pesan Wa masuk,Yura meraihnya dan membuka pesan itu.
Yura mengernyitkan keningnya,dan dia berpikir terdahulu,lalu dia membalas pesan Wa tersebut.
...----------------...
Jodi sedang menunggu seseorang di sebuah taman kota,sesekali dia menengok ke arah pintu masuk taman,tiba-tiba dari belakang seseorang menyapanya.
"kamu sedang cari siapa?",tanya Yura.
Jodi pun terkejut dengan refleks dia berdiri,"anda sudah datang nona,silahkan duduk",Jodi mempersilahkan duduk.
Yura pun duduk di kursi taman tepatnya di samping Jodi tapi tetap ada jarak.
"sebenarnya apa yang membuat mu memintaku untuk datang ke sini?",tanya Yura.
"saya mau minta maaf soal yang kemarin karena sudah memberi tahu nona tentang keburukan suami anda",jawab Jodi bohong,sebenarnya dia begitu senang melihat ekspresi Yura mendengar keburukan tentang suaminya apa lagi saat melihat Yura terpukul akibat poto mesum suaminya.
Jodi terdiam ternyata pikirannya meleset,kali ini tidak mudah untuk membuat Yura begitu benci pada suaminya.
"masih ada yang harus di bicarakan lagi?",tanya Yura.
"tidak ada nyonya saya hanya ingin meminta maaf saja",jawab Jodi.
"baiklah akan aku maafkan,tapi apa aku boleh tanya sesuatu?",
"silahkan",ucap Jodi.
"sebenarnya apa yang membuatmu menceritakan kesalahan suami ku?",tanya Yura.
Jodi tertegun,dia berpikir kenapa tiba-tiba Yura menanyakan hal itu.
Yura tersenyum tipis,Yura sudah tahu kalo Jodi sedang kebingungan,"kenapa diam?",tanya Yura yang membuyarkan pikiran Jodi.
"tidak ada tujuan tertentu,hanya saja saya ingin anda lebih berhati-hati,karena bisa saja anda menjadi korbannya lagi",jawab Jodi.
"terima kasih atas perhatiannya,anda tidak perlu khawatir saya akan baik-baik saja bersama Adelio,karena bagaimana pun saya adalah istri sekaligus ibu dari anaknya",ucap Yura tegas.
"dan dia tahu cara melindungi keluarganya",lanjut Yura.
Jodi tersenyum tipis,dia paham apa yang dimaksud Yura,ternyata wanita ini sudah berubah,dia bukan orang yang lugu yang bisa di manfaatkan begitu saja,itu yang berkecamuk dipikiran Jodi.
__ADS_1
Dari kejauhan Adelio melihat Yura dan Jodi yang sedang berbincang,Adelio sengaja mengikuti Yura karena dia ingin tahu tujuan Jodi meminta bertemu dengan Yura.
Sebelum Yura pergi,dia memberi tahu Adelio kalau Jodi ingin bertemu,sengaja Adelio mengijinkan Yura pergi karena dia ingin tahu sejauh mana keberanian Jodi mendekati istrinya,dengan persetujuan Adelio,Yura pun pergi dan antar dengan pak Amin.
Sedangkan Adelio dia mengikuti Yura dari belakang,hanya sekedar jaga-jaga kalau nanti sesuatu menimpa istrinya.
...----------------...
Yura sudah kembali ke rumah,dia di sambut hangat oleh Adelio yang sudah lebih dulu pulang ke rumah.
"sayang kamu sudah pulang",sapa Adelio yang melihat Yura sedang duduk di sofa.
"iya sayang",ucap Yura.
Adelio mendekati Yura,"apa yang dia katakan padamu?",tanya Adelio.
"dia hanya ingin meminta maaf,kalau kemarin dia sudah memberi tahu ku tentang mu",jawab Yura.
"hanya itu saja?",tanya Adelio lagi.
"iya hanya itu saja",jawab Yura,dan Adelio pun berpikir kalo tujuan utama Jodi bukan itu.
"tidak seru",gumam Adelio yang terdengar oleh Yura.
"apanya yang tidak seru?",tanya Yura.
Adelio menjawab,"itu tadi filmnya tidak seru".
Yura mengernyitkan keningnya,"sejak kapan suka film?",tanya Yura heran,karena biasanya Adelio lebih mengabiskan waktunya untuk bekerja.
"sejak aku bersama Mika",jawab Adelio yang membuat Yura sedikit cemburu.
...----------------...
Di sebuah rumah kecil Jodi berteriak sambil membanting perabotan yang ada di sekitaran ruangan itu,dia melemparnya ke berbagai arah.
Jodi meluapkan kekesalannya,karena rencananya mempengaruhi Yura gagal.
"aaaah....",teriak Jodi.
Jodi mengepalkan tangannya,"awas saja,sebentar lagi kalian akan hancur",ucap Jodi dengan tatapan tajam.
Sedangkan Lorenza di apartemennya sedang berpikir,dia merasa takut dengan ancaman yang di ucapkan Adelio,secara dia sudah mengetahui sikap Adelio pada Jodi rekannya.
Hatinya begitu tak tenang,dan dia mencoba berpikir mundur untuk mendapatkan Adelio dan seluruh kekayaannya.
"aku tidak bisa seperti ini terus,aku harus pergi dari sini",ucap Lorenza.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1