Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Mengkhawatirkan


__ADS_3

Alin sudah sampai di kontrakannya,dia membaringkan tubuhnya setelah selesai mandi.


Dia menatap layar ponselnya yang terdapat poto dia bersama mantan pacarnya,"apa aku bisa melupakanmu?",tanya Alin pada diri sendiri.


Alin menghapus fotonya dia ingin melupakan masa lalunya dan ingin membuka lembaran baru,kali ini dia harus benar-benar melupakannya,tapi dia merasa tidak yakin karena hubungannya bersama Jo tidak sebentar.


Alin menghela nafas dia mengingat semua yang terjadi pada malam itu dimana Jo sedang bersama wanita lain walaupun hubungannya baru saja putus.


"aku tidak habis pikir,kenapa kamu seperti itu",lirih Alin.


Tiba-tiba dia teringat Soni yang meminta mengabarinya ketika sudah sampai rumah.


"ya ampun aku hampir lupa untuk mengabari kak Soni",ucapnya sambil mencari kontak Soni,namun jarinya terhenti,dia merasa tidak perlu berlebihan seperti itu apa lagi memberi kabar tentangnya.


"kenapa aku harus mengabarinya,dia kan bukan pacarku",ucap Alin dan akhirnya dia mengurungkan niatnya.


Di rumah,Soni sangat tersiksa karena bersin yang tak kunjung reda,"haaaciiih..."


Badannya sekarang menggigil,dia merasa kalo sekarang mengalami demam,"apa Alin sudah berada di rumah",tanya Soni pada diri sendiri sambil menggigil kedinginan.


Soni merasa resah karena Alin tak kunjung menghubunginya,"apa aku telepon saja,haaciiih...",ucap Soni sambil bersin.


Seorang art nya datang membawa segelas teh hangat,"den ini tehnya diminum mumpung masih hangat",ucap art Soni.


"iya simpan saja di meja",titah Soni.


"den sepertinya demam,apa mau dipanggilkan dokter?",tanya art nya.


"tidak usah,saya sudah minum obat",jawab Soni.


"baiklah kalau begitu saya permisi".


...----------------...


Keesokan Harinya,Soni masih berbaring di ranjangnya,badannya terasa remuk kepalanya begitu sakit,dengan perlahan dia bangkit dari tidurnya.


"bi...",panggil Soni dengan suara serak.


"bi..."


Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka,"iya den!",ucap Art Soni.


"tolong buatkan bubur,pagi ini aku mau makan bubur",titah Soni.


"baik den",art pun berlalu.


Soni duduk di tepi ranjang,dia meraih ponselnya untuk menghubungi orang kantor kalau hari ini dia tidak masuk kerja.


Setelah itu,Soni tidak mendapatkan pesan atau panggilan dari Alin kini perasaannya tak tenang,dan dia memutuskan untuk pergi ke kontrakan Alin untuk memastikan kalo dia baik-baik saja.


Di kediaman Adelio,Yura sedang membereskan sisa sarapan,di bantu bi iyem dan Mia.

__ADS_1


"nyonya biarkan bibi yang membereskannya",ucap bi iyem.


Yura pun tertegun saat mendengarnya,"apa aku tidak salah dengar?",ucap Yura dalam hati.


"Mi,nanti siang aku harus pergi ke kantor karena ayahnya Atha meminta ku untuk ke sana jadi tolong jemput Atha di sekolahnya ya",pinta Yura.


"baik nyonya",ucap Mia.


Yura mengernyitkan keningnya dia merasa tidak enak Mia memanggilnya nyonya.


"Mi,panggil aku seperti biasanya ya",pinta Yura.


"tidak bisa,kamu sekarang nyonya di rumah ini,dan kami harus menghargai mu terutama tuan Adelio kami merasa tidak enak kalo memanggil mu dengan sebutan nama",jelas Mia.


"tapi aku bisa jelaskan padanya",ucap Yura.


"jangan,sebaiknya biarkan kami tetap seperti ini dan semua itu tidak akan mengubah sikap kami",tutur bi iyem.


Yura pun mengerti yang dimaksud Mia dan bi iyem,akhirnya dia mengikuti keinginan mereka.


"baiklah kalo itu mau kalian,tapi tolong jangan merubah sikap kalian karena statusku",ucap Yura.


"jangan takut,kami akan selalu ada untukmu",kata Mia.


"kalo begitu kamu pergilah,biar Atha yang aku jemput",lanjut Mia.


"makasih ya",ucap Yura lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Setelah selesai,Yura pun pergi ke kantor suaminya diantar oleh pak Amin,sesampainya di sana Yura langsung menuju ke ruangan Adelio.


"masuk",titah Adelio,dan Yura pun membuka pintu,terlihat sang suami sedang berbicara dengan seorang perempuan cantik dan seksi yang tak lain adalah karyawannya.


Yura merasa tidak suka melihatnya,dia masuk dan langsung menghampiri keduanya.


"nanti kita bicarakan lagi kamu boleh pergi",ucap Adelio pada karyawannya.


"baik pak permisi",ucap wanita itu lalu pergi dan berjalan lenggak-lenggok seperti model,Yura yang melihatnya sangat tidak suka sampai dia berkata pada suaminya,"apa semua karyawan mu seperti itu?",tanya Yura ketus.


Adelio menjawab,"maksud kamu apa sayang?",Adelio balik tanya.


"ya cara berpakaian dan cara berjalannya",ucap Yura.


Adelio pun mulai paham yang dimaksud istrinya,dia tersenyum,"aku tak akan tergoda oleh mereka-mereka,karena aku punya yang lebih dari mereka",ucapnya sambil menarik tangan istrinya sampai Yura duduk di paha Adelio.


"jangan seperti ini nanti ada yang masuk",ucap Yura mencoba melepaskan tangan suaminya.


Namun bukannya di lepaskan,Adelio malah semakin erat memeluk istrinya,"tidak akan ada yang mengganggu karena aku sudah menguncinya dengan remote".


...----------------...


Soni sudah berada di depan kontrakan Alin,wajahnya begitu pucat dan dia mengetuk pintu.

__ADS_1


tok...tok...tok...


"Lin...apa kamu ada di dalam?",tanya Soni lemah.


Tidak ada sahutan dari dalam,Soni melihat jam tangannya,sekarang waktu menunjukkan jam 9 pagi.


"sial pasti dia sudah berangkat ke sekolah",ucap Soni.


Soni hendak pergi namun kepalanya terasa pusing dan dia pun ambruk jatuh kelantai.


Seseorang yang melihatnya langsung menghampirinya,"tuan bangun apa anda baik-baik saja",tanya seorang ibu yang terus menepuk pipi Soni.


"jangan-jangan dia pingsan",ucap ibu-ibu itu.


Di sekolah Alin sedang membimbing anak didiknya membuat sebuah anyaman yang terbuat dari kertas berwarna.


Tiba-tiba ponselnya berdering,Alin yang mendengarnya langsung mengangkat sebuah panggilan.


"hallo"


"...."


"siapa ya?"


"...."


"baiklah kalo begitu saya pulang",


Alin pun menutup panggilannya dan dia langsung meminta ijin pada guru yang lain untuk pulang ke kontrakannya.


...----------------...


Soni sedang terbaring di sebuah kasur lantai yang amat kecil,yang hanya bisa di gunakan untuk satu orang.


Soni membuka matanya,dia mengedarkan pandangannya tempat itu sangat asing baginya.


"kakak sudah sadar",ucap Alin yang sudah bersamanya.


"Alin,aku dimana?",tanya Soni.


"kakak di kontrakan ku,sebaiknya kakak makan dulu karena aku sudah membeli bubur untuk kakak",titah Alin.


Soni menuruti perkataan Alin,dia duduk bersandar di dinding,lalu mengambil mangkuk yang di sodorkan Alin dan mulai memakannya.


"sebenarnya kenapa kakak datang kesini?",tanya Alin.


Soni menjawab,"aku khawatir dengan keadaanmu,karena kamu tak kunjung mengabari ku".


Alin menghela nafas,"kenapa kakak melakukan hal seperti ini kalo keadaan kakak sedang tidak sehat,kakak kan bisa menelpon ku",ucap Alin.


"mungkin aku terlalu mengkhawatirkan mu",ujar Soni yang keluar begitu saja dari mulutnya.

__ADS_1


Alin pun tertegun,seorang lelaki yang baru saja dia kenal bisa mengkhawatirkannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2