
Malam pun tiba,Rachel dan Dafa sedang makan malam di taman sekitaran vila,terlihat Dafa sedang menyuapi Rachel.
"gimana enak?",tanya Dafa.
"ehm,lumayan cocok di lidah",jawab Rachel.
Dafa tersenyum lalu dia menggenggam tangan Rachel dan berkata,"aku suka dengan suasana di sini".
"kok sama",ujar Rachel.
"pertama datang ke sini,aku sudah mulai menyukai tempatnya,apa lagi cukup buat kita berdua,vila nya tidak terlalu besar",lanjut Rachel.
"syukurlah kalo kamu juga suka,berarti kita akan lebih lama di sini",ucap Dafa.
"mau nya",ledek Rachel.
"memangnya kamu gak mau tinggal di sini lebih lama lagi?",tanya Dafa.
Rachel menjawab,"bukan gitu,jadwal cuti kamu kan gak lama,apa lagi sebentar lagi aku harus menyelesaikan kuliah ku".
"oh iya ya,kenapa aku hampir lupa,tapi lain kali kita ke sini lagi ya",ucap Dafa,Rachel pun menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai makan malam,mereka menikmati malam dengan duduk di taman sambil di temani teh hangat.
Rachel bersandar pada Dafa,mereka saling berpegangan tangan,sesekali Dafa mencium tangan istrinya.
"ehm aku suka wanginya sayang",ucap Dafa setelah mencium tangan Rachel.
Rachel pun tersenyum,dia menatap wajah suaminya,"kenapa kamu melihat ku seperti itu",ucap Dafa malu.
"apa aku sedang mimpi?",tanya Rachel.
Dafa mencubit pipi Rachel,"gimana sakit gak?",tanya Dafa.
Rachel menjawab,"ini nyata,aku dan kamu sedang berada di tempat yang jauh,kita hanya berdua apa lagi dengan status kita,bagi ku ini rasanya mimpi".
"dulu sebelum aku mendapatkan mu,aku hanya bisa bermimpi bisa bersama mu",lanjut Rachel.
Dafa tersenyum,"hei bangunlah jangan terus berlarut dalam mimpi mu,semua yang kita alami adalah nyata,kita menikah,saling mencintai semua itu adalah nyata,jadi bangunlah dari mimpimu",tutur Dafa.
Rachel mengecup bibir Dafa,"ini memang nyata,terima kasih sudah membangunkan ku dari mimpi",ucap Rachel.
Dafa memandang Rachel,lalu dia mencium bibir istrinya dengan lembut,Rachel pun membalas ciuman suaminya,dan mereka pun menikmatinya di bawah langit yang gelap namun bertebaran bintang-bintang.
Rachel menghentikan ciuman itu,"apa kita akan melakukannya disini?",tanya Rachel.
"memangnya kenapa sayang?",Dafa balik tanya sambil terus menciumi pipi dan leher Rachel.
"aku takut orang lain melihat kita",jawab Rachel dan Dafa pun langsung menggendong istrinya.
"kita lakukan saja di dalam",ucap Dafa sambil berjalan menuju vila.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar,Dafa membaringkan Rachel di atas kasur lalu mereka melanjutkan malam pertama yang pernah tertunda.
Terdengar ******* dari keduanya,Dafa mencoba membuat istrinya rileks saat melakukan penyatuan.
Sampai akhirnya Dafa menanam benih di rahim Rachel,mereka mengerang bersama-sama.
Dafa membaringkan tubuhnya di samping istrinya,sedangkan Rachel beranjak dari tidurnya.
"mau kemana sayang?",tanya Dafa.
"aku mau mandi",jawab Rachel sambil melilitkan selimut di tubuhnya.
"lalu kamu juga mau bawa selimut ini ke kamar mandi?",tanya Dafa lagi.
Rachel melihat kearah dirinya sendiri,"masa aku harus telanjang",jawab Rachel.
"memangnya kenapa?,kan kamar mandi dekat kamu tinggal masuk",ujar Dafa.
"tapi kan aku malu",
Dafa tertawa,"ha...ha..."
"kok kamu tertawa,emang lucu?",tanya Rachel.
"tentu saja lucu,kamu malu sama siapa,di sini kan hanya ada aku",jawab Dafa.
"ehm ya aku malu sama kamu",ucap Rachel pelan.
"kenapa mesti malu pada suami mu sendiri,toh aku sudah melihatnya dan menyentuhnya,kenapa mesti malu",kata Dafa.
"ayo lepas selimutnya",titah Dafa.
"enggak mau",ucap Rachel.
"oh kalo gitu biar aku aja yang lepas",ujar Dafa sambil memaksa Rachel untuk melepas selimutnya.
"jangan di lepas",pinta Rachel,namun Dafa terus memaksanya.
Dan akhirnya selimut itu pun terlepas dari tubuh Rachel,dan kini terlihat tubuh Rachel yang mulus tanpa kain sehelai pun.
Dafa yang melihatnya jadi ingin menyerang istrinya lagi,tidak menunggu aba-aba Dafa langsung memeluk istrinya.
"kamu mau apa?",tanya Rachel.
"kita lakukan sambil mandi sayang",bisik Dafa lalu menggendong Rachel ke kamar mandi.
Dan mereka pun melakukan penyatuan lagi,tidak sampai di situ,Dafa dan Rachel melakukannya sampai subuh.
Mereka melakukannya di berbagai tempat,di sofa,di dapur dan di balkon kamar mereka.
...----------------...
__ADS_1
Satu minggu sudah Rachel dan Dafa berbulan madu,kini mereka sudah kembali ke rumah,Rachel membaringkan tubuhnya di atas kasur,sedangkan Dafa dia langsung pergi ke kampus karena hari ini dia ada bimbingan untuk mahasiswanya.
Rachel mengusap seluruh tubuhnya dengan tangannya,lalu dia mengingat kembali saat-saat melakukan malam yang begitu panjang bersama Dafa,Rachel tersenyum sendiri.
Rachel masih merasakan sentuhan suaminya,apa lagi Dafa selalu memperlakukannya dengan lembut,yang membuat Rachel candu dengan sentuhan Dafa.
"ya ampun ternyata aku sudah tidak perawan lagi,tapi tak apa aku bahagia karena Dafa yang mendapatkannya",ucap Rachel berbicara sendiri.
Tiba-tiba ponselnya berdering,menandakan pesan Wa masuk ponselnya.
Rachel cepat-cepat membukanya,ternyata itu pesan dari Yura,kalo mereka sudah merindukan kepulangan Rachel.
"ya ampun belum menemui ibu",ucap Rachel sambil menepuk jidatnya,lalu dia bergegas pergi ke rumah kedua orang tuanya.
Tidak menunggu waktu yang lama,hanya 3 menit Rachel sudah sampai di rumah orang tuanya.
Adelio,Yura,Atha dan Tiwi terdiam,mereka terus memandangi Rachel.
Begitu juga istri pak dosen itu,dia sangat paham kenapa keluarganya menatapnya terus dan tak berkata.
Rachel menutupi lehernya,yang penuh dengan tanda merah akibat ulah suaminya,Rachel pun merasa malu,dan dia lupa memaki syal.
"sayang kemarilah kita duduk di ruangan keluarga",ajak Yura yang membuyarkan pandangan keluarganya terhadap putrinya.
Rachel pun melangkah menghampiri ibunya dengan pelan.
"kamu sehat kan sayang?",tanya Yura.
"aku sehat bu",jawab Yura.
"syukurlah,bagaimana dengan honeymoonnya pasti menyenangkan?",goda Yura,Rachel tersenyum malu.
"sayang jangan tanyakan itu dihadapan calon pengantin",ujar Adelio yang membuat Atha memalingkan pembicaraan.
"Dafa kemana?",tanya Atha.
"Dafa sedang pergi ke kampus,sedang ada bimbingan",jawab Rachel,dan Atha hanya menganggukkan kepala.
"sayang,sebaiknya kamu persiapkan untuk makan malam nanti,untuk menyambut kepulangan pengantin kita",titah Adelio.
"baiklah kalo begitu ibu pergi ke dapur",pamit Yura.
"aku ikut bu",ucap Tiwi,dan Yura pun menganggukkan kepalanya.
"aku juga ikut",semua melihat kearah Rachel.
"aku juga kan harus belajar memasak",ucap Rachel.
Yura tersenyum,"ayo ikut ibu",ajak Yura dan Rachel pun mengikuti ibunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1