
Pesta pernikahan sudah berakhir,sepasang pengantin sudah berada di kamarnya,yang lain pun beristirahat di kamar masing-masing.
Tiwi yang sudah mengganti pakaiannya langsung pergi keluar kamar.
"mau kemana?",tanya Atha.
"aku mau ke dapur dulu,mau ambil minum",jawab Tiwi.
"oh jangan lama-lama",ucap Atha,Tiwi pun tersenyum dan membuat Atha salah tingkah,"maksud ku tolong pijitin",ucap Atha.
"iya aku gak lama kok",Tiwi pun keluar dari kamar,sedangkan Atha dia menutup wajahnya,"ya ampun kok jadi gugup ya",Atha bicara sendiri.
Tiwi sedang mengambil air putih untuk di bawa ke kamarnya,tiba-tiba Yura datang menghampiri,"belum tidur?",tanya Yura.
"belum bu",jawab Tiwi.
Yura pun mengambil minum lalu berkata,"selamat malam,semoga malam pengantin kalian begitu mengesankan",Yura tersenyum lalu dia pergi.
Tiwi terpaku saat mendengar ucapan mertuanya,kini dia merasa gugup untuk bertemu dengan Atha yang kini menjadi suaminya.
Yura sudah berada di kamarnya,dia cekikikan saat sudah bersama Adelio.
"kenapa sayang?",tanya Adelio.
Yura pun menceritakan kalo dia baru saja bertemu Tiwi di dapur dan mengatakan sesuatu yang membuat Tiwi terdiam.
"kamu jahil ya,kasian tahu gimana kalo malam pertama mereka gagal malam ini",ujar Adelio.
"gak mungkin,anak muda sekarang gak bakal nunda malam pertama mereka",kata Yura,Adelio pun menggelengkan kepalanya.
Tiwi sudah kembali ke kamarnya,dia sedang memijit pundak suaminya,"ehm enak banget pijitan kamu",puji Atha.
"syukurlah kalo enak,jadi kamu gak akan pergi ke tempat pijit",ucap Tiwi.
"kok kamu ngomong gitu,sejak kapan aku pergi ke tempat pijit",kata Atha.
"ya kali aja",
"aku gak pernah ke tempat itu,apa lagi sekarang ada istri yang akan selalu mijitin aku kalo lagi datang lelah",tutur Atha.
"udah Wi nanti kamu cape",titah Atha dan Tiwi pun menghentikannya.
Atha langsung membaringkan tubuhnya,sedangkan Tiwi dia hanya duduk di tepi ranjang.
"kamu sedang apa?",tanya Atha.
"ehm aku sedang duduk",jawab Tiwi.
"kamu gak pegal,seharian berdiri lalu sekarang duduk?",tanya Atha karena dia tidak melihat Tiwi beristirahat.
"ehm aku....",Tiwi tidak meneruskan perkataannya,namun Atha paham kalo Tiwi ragu untuk tidur satu ranjang bersamanya.
Atha menarik tangan Tiwi,"ayo tidur dengan ku di sini,bukankah kita sudah halal",tutur Atha.
Tiwi melihat kearah Atha lalu dengan perlahan dia berbaring di samping suaminya,"selamat malam semoga mimpi indah",ucap Atha lalu dia mencium kening istrinya.
Jantung Tiwi pun berdetak kencang,dia begitu terkejut dengan perlakuan Atha,dia tak menyangka kalo Atha akan selembut ini.
__ADS_1
Tiwi melihat kearah Atha yang sudah mulai memejamkan matanya,Tiwi tersenyum dan dia berharap Atha akan luluh dengan cintanya dan membina rumah tangga yang bahagia,Tiwi pun mulai memejamkan matanya,dan sepasang pengantin itu pun tertidur lelap.
...----------------...
Dafa sudah terbangun dari tidurnya,sedangkan Rachel dia masih terbaring di tempat tidur,Dafa yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya lalu mencium keningnya,"bangun sayang ini sudah subuh",ucap Dafa.
Rachel pun membuka matanya dan dia memegang kepalanya,"kok pusing ya",ucap Rachel.
"pusing sayang,aku carikan obat ya",ucap Dafa.
Rachel menggelengkan kepalanya,"aku mau kamu tetap di sini biar pusingku hilang",ucap Rachel.
Dafa meraba kening Rachel,"normal kok",ucap Dafa.
"aku gak tahu,kok tiba-tiba pusing",ucap Rachel.
"mungkin kamu masuk angin",ujar Dafa.
"aku gak tahu",
"ya udah kamu istirahat dulu,aku buatkan teh manis ya biar pusingnya hilang",
"jangan lama-lama ya",
"iya",Dafa pun keluar dari kamarnya dan pergi menuju dapur,di sana sudah ada Yura yang sedang memilih sayuran untuk di masak.
"Rachel belum bangun?",tanya Yura pada Dafa yang datang menghampirinya.
"sudah bu,namun dia masih berbaring di kasur",jawab Dafa.
"loh kok gak cepat-cepat bangun,apa dia sakit?",tanya Yura lagi.
Yura terdiam,sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu,"sebaiknya kamu temani Rachel saja,biar ibu yang buatkan teh manisnya",ucap Yura.
"tapi bu",
"enggak apa-apa,ayo sana temani Rachel",titah Yura.
"ya udah kalo gitu aku kembali ke kamar",pamit Dafa,Yura pun menganggukkan kepalanya.
Dafa pun sudah sampai di depan pintu kamar lalu dia masuk dan tak menemukan istrinya berbaring,namun dia mendengar seseorang sedang muntah.
hoek...hoek...
Dafa pun dengan cepat menghampiri,dan dia yakin kalo itu adalah Rachel.
"sayang kamu baik-baik saja kan ?",tanya Dafa sambil memijit leher belakang Rachel.
"sayang perutku mual",jawab Rachel yang sudah mencuci mulutnya.
"ayo berbaring lagi",ucap Dafa sambil memapah istrinya lalu membaringkan Rachel di kasur.
Tidak lama kemudian Yura datang sambil membawa satu gelas teh hangat dan satu gelas kopi.
"sayang minum dulu teh manisnya",titah Yura sambil memberikannya pada Rachel,dan Dafa pun membantu Rachel.
"Daf,ibu juga sekalian buatkan kopi untuk mu",ucap Yura.
__ADS_1
"makasih bu",Dafa pun langsung meminum kopinya.
"apa yang kamu rasakan sayang?",tanya Yura.
"pusing dan mual bu",jawab Rachel.
"kamu sudah datang bulan belum?",tanya Yura lagi.
Rachel menjawab,"seharusnya aku sudah datang bulan,tapi satu minggu ini belum juga datang".
"apa jangan-jangan kamu sedang hamil?",tanya Yura.
Dafa dan Rachel terkejut,"apa hamil?",ucap mereka serentak.
"iya,tapi untuk memastikan itu kalian harus beli tes pack",ucap Yura.
"kalo sekarang boleh bu?",tanya Dafa.
"boleh",jawab Yura.
"kalo gitu aku mau ke apotik beli tes pack dulu",ujar Dafa.
"boleh,hati-hati di jalan ya,cari yang dekat rumah saja Daf",ucap Yura.
"baik bu",Dafa pun segera pergi ke apotik.
Yura tersenyum saat melihat Dafa begitu bersemangat,"sayang minum lagi tehnya",ucap Yura dan Rachel pun meminum lagi.
...----------------...
Semua sudah berkumpul di ruangan makan,hanya Rachel dan Dafa yang tidak ada.
"Rachel dan Dafa kemana bu?",tanya Atha.
Yura menjawab,"Rachel masih berbaring di tempat tidurnya dan Dafa sedang pergi ke apotik".
"Rachel sakit?",tanya Adelio.
"iya katanya pusing dan muntah-muntah",jawab Yura.
"pasti dia kecapean",timpal Tiwi.
"mungkin saja,dia kan paling bersemangat saat kakaknya menikah",ujar Atha.
Tidak lama kemudian Dafa datang,"pagi semuanya",sapa Dafa.
"kamu sudah pulang,ayo sarapan dulu",ajak Yura.
"iya Daf ayo",ucap Atha.
"iya duluan saja, aku harus ke atas takut Rachel menunggu",ujar Dafa.
"oh ya setelah itu kamu sarapan ya",ucap Adelio.
"iya yah",Dafa pun pergi menemui Rachel.
Rachel tidak menundanya,lalu dia mencoba memasang tes pack nya,dengan tangan gemetar Rachel melihat dua garis di tes pack yang di pegangnya.
__ADS_1
"positif",
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...