
Setelah kepergian Alin dan Soni,Ibu Alin mengurung diri di kamar,dia menangis karena harus melepaskan Alin putri kandungnya.
Sebenarnya dia belum siap kehilangan putrinya,namun ini jalan satu-satunya untuk membebaskan Alin dari perbuatan kakaknya Bowo yang bersih keras menginginkan adiknya menjadi simpanan Alex demi uang.
Bukan hanya Soni,sebenarnya Ibu Alin tak rela mengorbankan putrinya pada lelaki hidung belang.
Ibu Alin teringat dengan ucapan Soni,kalau dia akan tetap menikahi Alin walau apa pun caranya,perkataan itu membuat Ibu Alin semakin yakin kalo Soni adalah lelaki yang tepat untuk putrinya.
Namun sayang,Alin dan Soni tidak menyadari kalo ibu nya sudah memberikan restu pada mereka.
brug...brug...
"bu buka pintunya",teriak Bowo.
Ibu Alin pun cepat-cepat menyeka air matanya,lalu membuka kan pintu.
"ada apa sih kamu teriak-teriak?",tanya Ibunya.
"aku kesal dengan keputusan Ibu yang membiarkan Alin pergi bersama lelaki tadi",ucap Bowo.
"kamu tidak akan pernah bisa memaksakan keinginan mu sendiri Wo,dia adalah adik mu,dia bukan barang yang bisa di tukar dengan apa pun",jelas Ibunya.
"tapi bagaimana dengan kehidupan kita bu,bagaimana kalo Alex mengambil apa yang sudah menjadi milik kita".
Ibu memandang putranya,lalu berkata,"apa ayah mu pernah berpesan tentang hal ini,tidak kan?jadi jangan pikirkan itu,Ibu yang akan berbicara padanya langsung".
"dan satu hal lagi,jika kamu takut sebaiknya kamu pergi jauh dari sini",tegas Ibunya.
Bowo hanya terdiam saat mendengar ucapan Ibunya.
"jangan pernah mengganggu kehidupan adik mu lagi,biarkan dia bahagia dengan pilihannya",ucap Ibunya lalu menutup pintu kamarnya lagi.
Muti yang melihat percakapan mereka dari arah dapur,merasa benci terhadap suaminya,demi harta suaminya rela menjadikan adiknya sebagai wanita simpanan.
...----------------...
Adelio tengah sibuk di kantornya,biasanya dia selalu mengandalkan asistennya,namun Andre belum datang karena Adelio memberi cuti untuk nya selama dua minggu.
Adelio pun merasa kewalahan,sampai dia melupakan jam makan siangnya,untung ada Yura yang selalu datang menemui suaminya sambil membawa bekal dan di bagikan kepada para karyawannya.
"hai sayang",sapa Yura pada Adelio yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"hai juga sayang",ucap Adelio sambil menghentikan aktivitasnya lalu beranjak menghampiri istrinya.
Adelio mencium pipi Yura,"ehm wangi sayang",ucap Adelio memuji Yura.
"tentu dong kan aku sudah mandi",ucap Yura.
"oh ya,kamu mau gak mandi lagi?",tanya Adelio menggoda istrinya.
"jangan macam-macam,ini di kantor",ujar Yura yang mengerti arah pembicaraan suaminya.
"kalo begitu bagaimana kalo kita di hotel saja",Adelio memberi saran.
__ADS_1
"sayang,kamu kan lagi kerja jangan berpikir yang tidak-tidak deh",ucap Yura kesal.
Adelio terkekeh melihat istrinya cemberut,"aku suka kalo kamu marah,makin cantik",goda Adelio.
"ya sudah kalo begitu setiap hari aku akan marah-marah terus",ujar Yura.
"silahkan,biar cepat tua",tutur Adelio sambil memeluk istrinya dari belakang.
"lepaskan,nanti ada yang masuk loh",
"jangan takut,aku sudah memberi tahu semua karyawan ku kalo kamu datang ke kantorku mereka tidak boleh mengganggu kita",kata Adelio.
"oh ya,aku baru ingat,sudah beberapa hari kak Soni gak datang ke rumah,apa kamu tahu?",tanya Yura.
Adelio menjawab,"mungkin dia pergi bersama Alin".
"Alin gurunya Atha yang waktu itu dia ke rumah?",tanya Yura terkejut.
"iya sayang",jawab Adelio manja.
Yura semakin penasaran tentang hubungan Soni dan Alin,"sebenarnya apa mereka punya hubungan yang serius?",tanya Yura.
Adelio melepaskan pelukannya,dan Yura pun berbalik menghadap suaminya.
"aku gak tahu mereka sudah pacaran atau belum,yang pasti Soni berniat menikahi Alin,bukan hanya cinta tapi dia harus menyelamatkan kehidupan gadis itu",jawab Adelio.
Yura mengernyitkan keningnya,"maksud menyelamatkan?",tanya Yura semakin penasaran.
"sebenarnya Soni datang ke rumah waktu itu untuk meminta bantuan ku,karena rekan kerjaku Alex hampir saja memperkosa Alin pada waktu kita mengadakan pesta pernikahan,kebetulan aku mengundangnya,jadi Soni mencoba mengancam Alex dengan ikatan perusahaan,karena perusahaan Alex di bawah naungan ku",jelas Adelio.
Adelio menjawab,"katanya,Alex sering menolong keluarganya dan mereka sangat berhutang budi pada Alex dan sebagai gantinya Alin menjadi simpanan Alex".
Yura menutup mulutnya,"kenapa bisa seperti itu,kenapa mereka rela putrinya menjadi wanita simpanan,aku tidak habis pikir",ucap Yura.
"aku juga berpikir seperti itu,kasihan Alin",tutur Adelio.
"tapi apa rencana kak Soni?",
"dia berencana untuk menikahi Alin dan meminta restu pada keluarganya",jawab Adelio.
"mudah-mudahan saja,mereka mendapatkan restu",ucap Yura.
...----------------...
Soni sedang berada di kantor Adelio,dia berjalan menuju ruangan direktur utama pemilik perusahaan itu.
Saat sudah sampai ruangan,Soni kesusahan untuk membuka pintu,sekretaris Adelio pun di buat tersenyum saat melihat Soni komat kamit karena kesal.
"maaf pak,di dalam Pak Adel sedang bersama istrinya",ucap sekretaris Adel.
"lalu kenapa pintunya mesti di kunci?",tanya Soni.
"saya tidak tahu,dan Pak Adel pernah bilang pada semua karyawan,kalo ibu sedang berkunjung maka jangan mengganggunya",jelas sekretaris.
__ADS_1
Soni menggelengkan kepalanya,"peraturan macam apa itu",umpat Soni.
"oke kalo begitu saya tunggu di ruang meeting,biar saya yang menghubunginya",ucap Soni lalu pergi.
Tidak lama kemudian Yura dan Adelio keluar dari ruangan,dan mereka hendak pergi.
"sayang aku pulang saja,kasihan Atha pasti mencari ku",pamit Yura setelah mereka sampai didepan lift.
"tapi kamu tidak mau mendengar kejutan yang di bawa oleh Soni?",tanya Adelio.
"aku akan menunggu kabar itu dari mu,sebaiknya kamu cepat temui kak Soni,kasihan dia sudah lama menunggu",titah Yura.
"baiklah kalo gitu hati-hati di jalan",ucap Adelio sambil mencium kening istrinya,dan Yura pun pergi.
Adelio pergi keruangan meeting,karena Soni sudah menunggunya,sampainya di sana Adelio langsung menanyai berita yang akan disampaikan Soni.
"bagaimana lancar?",tanya Adelio penasaran.
"aku akan menikahi Alin,tapi..."
"tapi apa?",tanya Adelio.
"ada sedikit yang mengganggu pikiran ku",jawab Soni.
Soni pun menceritakan semuanya pada Adelio,kalau Alin pergi atas kemauannya sendiri dan sikap ibunya yang tidak bisa di terka olehnya.
"kalau begitu apa rencana mu selanjutnya?",tanya Adelio.
"aku akan tetap menikahinya,apa lagi aku sudah membuatnya sudah tidak perawan",ucap Soni.
Sontak Adelio pun terkejut dan langsung memukul kepala Soni.
peletak....
"aw sakit",ucap Soni meringis.
"kenapa kau berbuat seperti itu?",tanya Adelio sambil melotot.
Soni menjawab,"aku tidak tahu dan waktu itu nafsu ku terlalu menggebu-gebu".
"kenapa kamu tidak bisa menahannya sampai kalian menikah hah...",bentak Adelio.
Soni terpaku saat Adelio memarahinya,Adelio mendekati Soni lalu berbisik,"kamu tidak akan pernah merasakan malam pengantin,itu rasanya uhh...tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata".
peletak...
Giliran Soni yang memukul kepala Adelio,"kau berani memukulku",teriak Adelio.
"bagaimana rasanya sakit kan?",ledek Soni,dan Adelio pun kesal dia langsung balik memukul tapi Soni bisa menghindar.
"eh gak kena",ucap Soni sambil menjulurkan lidahnya.
"awas kau",ucap Adelio mengejar Soni,dan akhirnya mereka saling kejar seperti anak-anak.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...