Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Demi kamu


__ADS_3

Di sebuah ruangan kerja dengan barang-barang antik dengan nuansa berwarna coklat dan terpajang sebuah lukisan besar di dekat sudut ruangan,Adelio yang sedang duduk sambil menghadap lukisan tersebut pikirannya melayang pada seseorang yaitu Atha,di benak pria bertubuh tegap itu mengatakan kalo Atha adalah darah dagingnya.


Namun untuk memastikan semua itu,Adelio menyuruh anak buahnya untuk mencari ulang identitas Yura dan Atha,"aku akan segera tahu siapa Atha sebenarnya" gumam Adelio.


Di balik pintu Yura berdiri memperhatikan Adelio,dia baru sadar kalo lukisan yang berada di ruangan mantan suaminya adalah milik alm Mama mertuanya.


Yura menghela nafas sambil memegang kalung yang diberikan Mama Adelio sewaktu masih hidup,"Ma,walaupun kita sudah tidak bersama tapi kebaikan Mama selalu aku kenang" ucap Yura dalam hati sambil menitik kan air mata.


Pertemuan antara Yura dan Adelio memang tidak berkesan baik,namun bagi Adelio ini akan menjadi awal yang baik baginya karena dia berniat untuk memperbaiki semuanya.


Di dapur bi iyem sedang beres-beres,sedangkan Mia dia sedang membersihkan taman bersama tukang kebun,Yura yang baru saja datang langsung membantu bi iyem.


"Ra...apa Tuan Adel marah lagi padamu?" tanya bi iyem.


"tidak bi..."


"lalu untuk apa dia memanggil mu?" tanya bi iyem lagi.


Yura menjawab dengan santai,"ini masalah Atha bi".


"oh...eh tapi ngomong-ngomong anak mu kok bisa kenal dengan Tuan Adel sepertinya mereka akrab sekali?"


Seketika Yura mengingat sesuatu dan dia baru menyadarinya,kalau Atha dan Adelio sudah bertemu lebih awal,"jadi yang di maksud Atha adalah Adelio,apa mungkin ini kuasa mu tuhan" ucap Yura dalam hati.


"Ra...kamu baik-baik saja kan?" tanya bi iyem ketika Yura tidak menjawab pertanyaannya dan langsung melamun.


"eh aku baik-baik saja bi" jawab Yura kaget.

__ADS_1


Lalu Yura menceritakan pertemuan anaknya dengan pemilik rumah itu kalau sebenarnya Yura pernah bekerja di perusahaan Adelio dan bi iyem pun mengerti.


Namun Yura bertanya pada bi iyem soal Adelio menemukan Yura di gudang,dan bi iyem pun menceritakannya pada Yura kalo semua ini hanya kesalahpahaman dan Yura pun mengerti.


"lalu kamu mau apa malam-malam ke dapur?"tanya bi iyem.


"semalam perut aku keroncongan dan aku berniat untuk mengambil sesuatu di dalam kulkas" jawab Yura.


"kalau nanti malam terasa lapar sebaiknya bawa saja makanan ke dalam kamar" pesan bi iyem.


"iya bi...",Yura dan bi iyem pun melanjutkan pekerjaan mereka.


Dari kejauhan Adelio terus memperhatikan Yura yang sedang bekerja,matanya tidak berkedip saat melihat wajah Yura dan jantungnya berdegup kencang,seketika Adelio meraba dadanya,"kenapa jantungku berdebar seperti ini saat melihatnya" ucap Adelio.


"tuhan kalo ini memang benar,biarkan dia juga merasakan hal yang sama seperti ku" Adelio berbicara sendiri.


Mika melangkahkan kakinya sambil membawa sebuah tas yang di tenteng nya,dia sudah rapi seperti hendak pergi,seorang Art menghampiri dan bertanya," nyonya mau kemana?".


Mika menjawab,"aku mau pergi untuk waktu yang lama".


"tapi nyonya,Tuan memerintahkan saya untuk menjaga nyonya karena keadaan nyonya sedang tidak baik-baik saja" tutur Art tersebut.


"kalau memang dia tahu keadaan ku,kenapa dia pergi tanpa menanyakan aku" teriak Mika.


"saya tidak tahu nyonya" ucap Art itu sambil menundukkan kepalanya.


"aku akan pergi menemui suamiku jadi kamu jangan khawatir lagi" ucap Mika sambil melangkah pergi.

__ADS_1


Mika pun melajukan mobilnya,wanita itu sudah tahu dimana Adelio berada dan hari ini Mika berniat menemuinya tanpa mengabari Adelio terlebih dahulu.


Di tengah perjalanan Mika melihat kendaraan yang biasa di pakai Soni,dia berpikir untuk mengikuti arah mobil tersebut.


Sampai di suatu tempat yang jauh dari kata ramai,anak buah Soni sedang menyeret seseorang dengan mata di tutup dan tangan di ikat kebelakang lalu di biarkan terbaring begitu saja.


Dari kejauhan Mika menyaksikannya,"bukan kah itu Jodi" ucap Mika tidak percaya.


"jadi selama ini Jodi tidak masuk penjara,tapi kenapa Adelio membiarkan dia begitu saja" Mika berbicara sendiri.


Mika berpikir dia harus benar-benar pergi karena dia tidak mau berhubungan lagi dengan Jodi,"aku harus pergi dan dia tidak boleh melihatku" ucap Mika dan langsung melajukan mobilnya lagi.


Mika tidak mau pergi dari kehidupan seorang Adelio,dan dia berniat untuk mengambil hati Adelio lagi makannya dia tidak menghiraukan keadaan Jodi.


Anak buah Soni membiarkan Jodi sendiri,wajah yang membiru dan tubuh terasa remuk akibat pukulan demi pukulan yang Jodi dapatkan.


Jodi sudah tersadar dari pingsannya,dia mencoba berteriak meminta tolong namun tidak ada orang yang mendengarnya karena daerah itu bukan daerah berpenduduk.


Jodi berusaha membuka ikatan talinya dan dia pun berhasil,perlahan dia juga membuka penutup yang menutupi matanya dan dia mengedarkan pandangannya.


"aku dimana..." ucap dia lemas.


"tolong aku Mika" lirih Jodi memanggil nama Mika karena di dunia ini Jodi sebatang kara karena dia sudah tidak memiliki siapa-siapa kecuali Adelio dan Mika mantan kekasihnya.


Jodi berusaha berdiri tapi tidak bisa karena badannya masih lemas,dan kini hanya tangisan yang keluar dari mulutnya sambil berkata,"aku akan membalas perbuatan kalian padaku,dan untuk kamu Mika karena semua yang kulakukan ini demi kamu".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2