
Panasnya ibu kota tidak menghentikan aktivitas Yura yang akan menjemput Atha di sekolah,dia menjemput anaknya dengan menaiki mobil taxi yang baru saja sampai di pelataran sekolah.
Yura tidak melihat tanda-tanda sekolah akan bubar,dia menunggu di sebuah pohon rindang yang berada di sekitaran sekolah sambil memainkan ponsel jadulnya.
Tiba-tiba Atha memanggilnya,"bu..."
Yura menoleh lalu dia tersenyum melihat sang anak berlari menghampirinya.
"ibu sudah lama menunggu?" tanya Atha.
Yura menggeleng,"baru saja ibu sampai,bagaimana sekolahnya?" Yura balik tanya.
"Atha punya banyak teman bu,pokoknya seru" ucap Atha bahagia.
"ibu ikut senang nak,sebaiknya kita pulang ibu masih banyak pekerjaan" ajak Yura.
"ayo bu aku juga ingin cepat rebahan" ucap Atha karena dia harus banyak istirahat secara kondisi badannya beda dengan anak yang lainnya.
Mereka pun pergi sambil berpegangan tangan,perasaan Yura bercampur aduk senang dan rasa takut,memang raganya bersama Atha namun hatinya memikirkan Adelio.
...****************...
Adelio sedang berbicara dengan Soni di ruang tunggu pasien.
"kamu bisa tahu kalo aku di sini?" tanya Adelio pada Soni.
Soni menjawab,"aku tahu dari sekretaris mu tadi aku datang kekantor, syukurlah kalo Mika baik-baik saja".
"ya,tapi aku harus pergi" ujar Adelio.
"kamu mau kemana?" tanya Soni.
"aku harus mencari seseorang" jawab Adelio.
"maksud kamu Yura!"
Adelio menganggukkan kepalanya,"dia sudah pulang" ucap Soni.
"apa dia pulang?,kenapa dia tidak pamit padaku ya?" tanya Adelio.
"mungkin dia tidak mau mengganggu mu karena tadi Yura sempat melihat kalian berpelukan" jawab Soni.
Adelio terkejut,"apa dia melihatnya?"
Adelio menarik nafasnya lalu berkata dalam hati,"astaga kenapa Yura harus melihatnya,semua ini karena Mika kenapa dia harus datang kesini".
__ADS_1
"Del...kamu kenapa?" tanya Soni yang melihat Adelio cemas.
"ah...tidak apa-apa" jawab Adelio.
Soni bertanya lagi,"bagaimana rencana mu dengan kedatangan Mika ke sini?".
"aku juga masih bingung,aku tidak bisa meninggalkannya karena kondisi dia seperti ini,mau tidak mau aku harusnya membawanya pulang ke rumah" jawab Adelio,Soni hanya manggut-manggut.
"kalo begitu aku mau urus dulu administrasinya biar cepat pulang" ujar Adelio.
"silahkan,kalo begitu aku mau menemui mantan istri kedua mu" ucap Soni lalu pergi ke ruang inap dimana Mika di rawat.
Adelio masih terdiam di tempat duduknya,dia mencoba mencari solusi agar Mika tidak bertemu dengan Yura,karena dia tidak mau menyakiti Yura dengan kehadiran Mika di rumahnya.
"bagaimana dengan kondisi kamu sekarang?" tanya Soni yang sudah bersama Mika.
"aku baik jadi tolong jangan mengkhawatirkan ku" ucap Mika pede.
Soni tersenyum,"aku tahu ini akal-akalan mu agar kau mendapat simpati Adel iya kan?" tanya Soni mencurigai Mika.
"terserah yang penting aku bisa berdekatan dengan suamiku" jawab Mika.
Soni tertawa,"ha...ha...apa katamu suami?,bukankah Adelio sudah menjatuhkan talak?" tanya Soni.
Soni hanya tersenyum mendengar ucapan Mika yang begitu ambisi untuk mempertahankan hubungannya dengan Adelio.
Adelio sedang mengurus administrasi,dia menandatangani berkas yang di berikan staf rumah sakit.
Setelah membereskannya Adelio langsung pergi menemui Mika,namun ditengah perjalanan dia bertemu dengan Soni yang ingin pulang.
"kamu mau kemana?" tanya Adelio.
"aku mau pergi ada urusan yang harus aku kerjakan" jawab Soni.
"aku juga mau pergi,kebetulan Mika sudah diperbolehkan pulang" ucap Adelio.
"kalo begitu aku duluan" ucap Soni sambil melangkahkan kakinya,begitu pula Adelio dia juga melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamar Mika.
...****************...
Atha sedang belajar di kamarnya sedangkan Yura dia membantu bi iyem di dapur.
"Ra,aku melihat sikap tuan Adel yang begitu berbeda padamu!" ucap bi iyem.
"masa bi" ujar Yura.
__ADS_1
"bibi lihat tuan Adel sangat perhatian pada kamu dan Atha,melihatnya pun bibi sangat senang" tutur bi iyem.
"biasa saja bi" ucap Yura.
Yura merasakan hal yang sama,Adelio memberikan perhatian terhadap dirinya dan Atha namun Yura tidak berharap lebih karena dia merasa tidak pantas untuk bersama lagi dengan mantan suaminya apa lagi dengan kehadiran Mika saat ini.
Sejenak Yura mengingat ucapan Adelio dengan menyebut sama-sama singel,dia penasaran sebenarnya apa yang sudah terjadi.
Terdengar suara mobil Adelio di halaman rumah,Mia langsung membukakan pintu rumah untuk tuannya,namun Mia mengernyitkan keningnya ketika Adelio menggandeng seorang wanita cantik nan seksi.
Adelio masuk bersama Mika,Yura dan bi iyem yang melihatnya pun langsung menundukkan kepalanya.
"kenalkan ini Mika,dia akan tinggal di sini untuk sementara waktu jadi tolong layani dia dengan baik terkecuali kamu",tunjuk Adelio pada Yura,"dia tidak akan melayani Mika karena dia asisten pribadiku" jelas Adelio.
Mika terkejut saat Adelio berkata kalo Yura adalah asisten pribadi,otaknya mulai berpikir bagaimana membuat Yura untuk pergi dari sini.
"Mi...tunjukan kamarnya" titah Adelio pada Mia.
"baik tuan" ucap Mia.
"mari nyonya saya antar" ajak Mia pada Mika.
Mereka berdua pergi meninggalkan Adelio dan yang lainnya.
"Yura ikut aku" ajak Adelio,Yura pun mengikuti langkah Adelio.
Yura mengernyitkan keningnya saat melihat Adelio pergi ke kamarnya,namun Mika pergi ke kamar lain.
Adelio dan Yura sudah berada di kamar,"maaf tadi kamu harus pulang sendiri" ucap Adelio.
"tidak apa-apa tuan" ujar Yura.
"makasih" ucap Adelio lagi.
"makasih untuk apa tuan?" tanya Yura sambil mengernyitkan keningnya.
"kamu sudah menurut apa perintahku" jelas Adelio.
"bukannya itu sudah kewajiban saya" ucap Yura.
Adelio tersenyum dia merasa bahagia kalau Yura masih seperti yang dulu yang pernah dia kenal,memang dulu saat Yura masih menjadi istrinya selalu menuruti apa katanya namun kebencian dan rasa tidak ingin memilikinya yang membuat dia acuh pada Yura.
Namun kali ini dia akan menebus semua kesalahan yang pernah dia perbuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1