Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Percaya


__ADS_3

Hari menjelang sore Adelio sudah berada di rumahnya dia sedang melaksanakan ritualnya,sedangkan Yura dia memilih baju yang akan di kenakan Adelio setelah mandi.


Setelah selesai Yura langsung pergi keluar untuk mempersiapkan makan malam namun tiba-tiba Adelio memanggilnya.


"Ra..." panggil Adelio setelah keluar dari kamar mandi yang hanya memakai handuk saja.


Yura menoleh ke arah Adelio matanya tidak berkedip melihat tubuh atletis mantan suaminya,seketika bayangan saat Adelio memaksa Yura memberikan keperawanan tiba-tiba saja muncul.


"jangan...." teriak Yura dan Adelio pun heran dengan tingkah mantan istrinya itu.


"Ra kamu kenapa?" tanya Adelio yang sudah berada di hadapan Yura.


Nafas Yura tidak beraturan dia mencoba mengatur nya dengan instruksi Adelio.


"tarik napas...keluarkan pelan-pelan,lagi..." ucap Adelio dan Yura pun mangikutinya.


Setelah sudah membaik Adelio cepat-cepat mengambil minum yang berada di kamarnya.


"minum lah..." titah Adelio sambil memberikan segelas Air pada Yura,tidak menunggu lama Yura pun meminum air yang di berikan Adelio.


"makasih tuan" ucap Yura setelah selesai minum.


"kamu kenapa tiba-tiba berteriak saat melihatku?" tanya Adelio.


Yura menjawab,"tidak tuan saya hanya..." Yura belum sempat meneruskan perkataannya sudah di potong Adelio.


"apa kau terpesona melihat tubuhku yang seksi?" tanya Adelio sedikit menggoda Yura.


Yura tersenyum lalu berkata," jangan ke geeran dulu tuan,saya hanya takut anda menerkam saya".


"oh ya jadi kami takut,atau jangan-jangan kamu ingin ya" goda Adelio lagi.


"apaan sih...saya harus kembali bekerja tuan permisi" ucap Yura namun karena kegilaan Adelio dia menarik tangan Yura dan kembali memeluk Yura yang kedua kalinya.


Kini wajah mereka saling berhadapan,Adelio menatap mata Yura begitu dalam,Yura jadi salah tingkah saat menerima tatapan Adelio.


"Lepaskan tuan tidak boleh seperti ini" ucap Yura.


"aku tidak akan melepaskan mu" bisik Adelio.


"tolong lepaskan" ucap Yura sambil mencoba melepaskan pelukan Adelio tapi tenaga Yura tidak sebanding dengan tenaga Adelio.


"ku mohon tuan" rengek Yura.

__ADS_1


"berhenti memanggilku tuan saat kita berdua" ujar Adelio.


"kenapa?" tanya Yura.


"aku tidak suka kamu memanggilku tuan,panggil aku Adel saat kita berdua" pinta Adelio.


"tapi..."


"jangan membantah atau aku tidak akan melepaskan mu" ujar Adelio.


Tiba-tiba saja seseorang membuka pintu,"apa yang kalian lakukan?" teriak Mika terkejut saat melihat Adelio memeluk Yura.


Sontak Adelio pun melepaskan pelukannya,"kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" tanya Adelio pada Mika.


Mika menatap Yura tajam sepertinya dia sedang terbakar api cemburu.


"kau wanita j***g" ucap Mika sambil menghampiri Yura dan menjambak rambut Yura.


"au... lepaskan" Yura meringis kesakitan.


Adelio pun mencoba melepaskan tangan Mika yang menempel di rambut Yura,"lepaskan Mika jangan seperti ini!" ucap Adelio sambil menarik tangan Mika.


"aku tidak akan melepaskannya,biar saja dia mati" ucap Mika sambil memperkuat jambakan nya.


Yura meringis kesakitan dia berusaha menjambak rambut Mika dan sekarang poin mereka 1 banding 1.


Bi iyem dan Mia pun berhamburan berlari menemui Adelio tidak ketinggalan Atha pun mengikuti bi iyem dan Mia.


"ibu...."teriak Atha saat melihat ibunya berkelahi,sontak Yura dan Mika pun melepaskan satu sama lain.


"Atha..." gumam Yura.


Atha berlari menghampiri dan memeluk ibunya,"ibu kenapa berkelahi?" tanya Atha.


Yura kebingungan menjawab pertanyaan anaknya,namun Adelio mencoba mendekati Atha lalu menjawab,"ibu tidak berkelahi hanya saja kami tadi sedang belajar bela diri".


"bohong..." ucap Mika tiba-tiba.


"kalian sudah membohongi anak ini" lanjut Mika.


Adelio mengepalkan tangannya,"apa maksud kamu bohong?" tanya Adelio.


Mika menjawab,"sudah jelas-jelas kalian tadi sedang berduaan di kamar ini dan berpelukan,aku yakin wanita ini sedang menggoda mu dan untuk kamu anak kecil" ucap Mika pada Atha.

__ADS_1


"kamu harus tahu ibu mu adalah perebut suami orang dan kamu sebenarnya anak haram" ujar Mika.


plaak....


Sebuah tamparan mendarat di pipi Mika,"sekali lagi kamu berbicara seperti itu aku tidak akan segan-segan memukul mu" ucap Yura.


"kenapa kamu takut kalo anak mu mengetahuinya?" tanya Mika.


"biar aku jelaskan semuanya,ibu mu rela di jamah oleh tuannya sendiri" ucap Mika dan Yura pun tidak tinggal diam dia langsung menampar wajah Mika lagi,"jangan pernah mengatai ku seperti itu,aku masih punya harga diri" ucap Yura yang masih menanpar Mika berkali-kali sampai tersungkur.


Adelio,bi iyem dan Mia mencoba melerai perkelahian antara Yura dan Mika,namun Yura enggan melepas Mika.


plaaak...


Tiba-tiba Adelio melayangkan sebuah tamparan pada Yura,dia tidak mau terjadi sesuatu pada Mika karena kondisi dia sekarang lagi sakit dan semua orang pun terkejut termasuk Yura sendiri.


"hentikan apa kau ingin membunuhnya?" tanya Adelio kesal.


Mata Yura sudah berkaca-kaca,harga dirinya sudah di injak-injak oleh Mika dan Adelio,Yura tidak berpikir panjang dia langsung menarik tangan Atha lalu pergi meninggalkan kamar Adelio.


"Yura..." panggil Adelio sambil mengejar Yura namun Mia menahannya,"sebaiknya tuan berpakaian dulu sebelum mengejarnya" ucap Mia lalu pergi bersama bi iyem meninggalkan Adelio dan Mika,Adelio pun baru menyadari kalo dirinya masih mengenakan handuk.


Mika mencoba berdiri dan menghampiri Adelio,"kamu sudah keterlaluan,ternyata bukan hanya aku yang selingkuh tapi kamu juga berse..." belum selesai bicara Adelio sudah memotongnya.


"apa yang ada di pikiranmu itu salah,jadi jangan pernah lagi menyalahkan Yura ingat itu" ucap Adelio.


"sebaiknya keluar dari kamar ku" titah Adelio pada Mika dan wanita itu pun keluar.


Kini Adelio sendiri dikamar nya,dia merenungi kejadian saat dirinya menampar Yura,kini dia menyesal atas perbuatannya.


Yura berada di kamarnya,dia sedang mengemasi pakaian miliknya dan Anaknya,"ibu mau kemana?" tanya Atha.


Yura menjawab,"kita harus pergi dari sini nak,lingkungan disini tidak baik".


"lalu kita mau pindah kemana,memangnya ibu sudah ada tempat tinggal?" tanya Atha lagi.


"kita bisa pikirkan nanti nak" jawab Yura.


Atha memegang kedua pipi ibunya lalu dia berkata,"apa ini sakit?" tanya Atha yang membuat tangisan Yura pecah.


"ibu jangan menangis,kenapa ibu jadi cengeng?" tanya Atha lagi.


Yura bertanya,"apa Atha percaya pada ibu?"

__ADS_1


"aku percaya pada ibu" jawab Atha,dan Yura pun memeluk anaknya sambil mengeluarkan suara tangisannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2