Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Simpanan


__ADS_3

Alex membelai wajah Alin yang putih lalu Alex menciumnya,Alin tidak berkutik dia hanya diam seribu bahasa,air matanya mulai keluar seakan tak rela dirinya di sentuh.


"ayo lawan Alin lawan sebisa mu",ucap Alin dalam hati.


Alex mulai menyentuh bibir Alin,"aku yakin ini manis",ucap Alex sambil menyeringai.


Jantung Alin semakin berdetak kencang,dadanya bergemuruh saat mendengar rayuan Alex,seakan dia menampar wajah Alex.


"tolong tuan jaga sikap anda",ucap Alin memberanikan diri.


Alex menyeringai,"jangan pernah menolak ku atau aku akan bertindak yang lebih kasar",ucap Alex sambil mencekal tangan Alin.


"lepaskan kamu telah menyakiti ku",ucap Alin meringis kesakitan.


Alex tidak menghiraukan Alin,dia malah menarik Alin ke tempat tidur,"apa yang akan anda lakukan?",tanya Alin saat Alex membuka bajunya.


"puaskan aku malam ini",ucap Alex sambil menindih tubuh Alin.


Alin pun berusaha sekuat tenaga,"tolong...tolong",teriak Alin.


Di luar Soni hanya berdiri di depan pintu sambil memikirkan tentang hubungan Alin dan Alex,hatinya begitu hancur saat melihat Alin dan Alex masuk ke kamar hotel yang sama.


Soni pun hendak pergi,namun langkahnya tertahan saat mendengar gedoran pintu di dalam kamar hotel yang di tempati Alin dan Alex.


Soni memencet belnya,sontak di dalam Alex pun menghentikan aksinya,"sial siapa yang sudah berani mengganggu ku",gerutu Alex.


Sedangkan Alin dia menangis dengan penampilannya yang acak-acakan dan pakaian sudah setengah sobek karena ulah Alex.


Alex melangkahkan kakinya ke arah pintu,Alin pun mengikutinya dan ancang-ancang kalo dia akan kabur.


"tuan Soni",sapa Alex setelah pintu sudah di buka.


"tuan Alex,maaf saya mengganggu tadi saya mendengar kegaduhan di sini",ucap Soni.


"mungkin anda salah dengar disini aman-aman saja",ucap Alex.


"ehm baiklah kalo begitu,maaf saya sudah mengganggu",pamit Soni.


Namun sebelum pergi,Alin yang mendengar suara Soni,tiba-tiba menjerit,"aaa...."


Soni dan Alex pun saling menatap,dengan reflex Alex menutup pintu namun dengan cekatan Soni mendobraknya dan akhirnya pintu pun terbuka lebar.


Tidak menunggu lama Soni pun langsung masuk,Soni terkejut saat melihat kondisi Alin yang sedang menangisi nasibnya.

__ADS_1


Soni mengepalkan tangannya,dadanya terasa sesak saat melihat kondisi Alin yang sudah acak-acakan,Soni berbalik dan meninju wajah Alex yang tengah berada di belakang Soni.


buug...


Sekali pukulan Alex langsung terpental dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


"bajingan,pria macam apa yang sudah memperlakukan wanita seperti ini",teriak Soni amarahnya yang sudah menggebu-gebu.


"ini bukan urusan mu,wanita itu hanya sedang akting",ucap Alex mencari alasan kalo dia di sini sebagai korban.


Alin menggelengkan kepalanya,"dia berbohong dia yang memaksa ku untuk memenuhi hasratnya",ucap Alin sambil terisak.


"diam kau wanita ******",bentak Alex.


Soni membuka jasnya lalu dipakaikan pada Alin untuk menutupi tubuhnya.


Soni menatap wajah Alin lalu menarik tangannya untuk pergi dari hotel tersebut.


Sebelum pergi Soni berkata pada Alex,"urusan kita belum selesai tuan,selama ini aku mencarinya,jadi urusannya adalah urusanku juga",Soni dan Alin pun berlalu.


...----------------...


Setelah beberapa jam,Soni sudah sampai di rumahnya,dia pulang bersama Alin,karena dia tidak mau terjadi sesuatu lagi pada wanita itu.


"ini kamar mu lebih baik bersihkan dulu badanmu setelah itu beristirahatlah ini sudah larut malam,oh iya maaf aku tidak punya baju wanita jadi pakai lah baju ku mungkin ini akan kelihatan besar di tubuh mu",titah Soni yang sudah berada di kamar yang di tunjukkan pada Alin.


"makasih kak",ucap Alin.


Soni pun pergi tanpa berkata lagi,kini Alin duduk di tepi ranjang dia terisak menangis karena hampir saja kehormatannya hilang karena lelaki hidung belang seperti Alex.


Kalai tidak ada Soni,entah apa yang akan terjadi padanya malam ini.


Malam semakin larut,Soni masih terjaga dia tidak bisa tidur karena memikirkan kejadian yang menimpa Alin,dan akhirnya dia keluar dari kamarnya dan hendak pergi ke dapur untuk mengambil air.


Saat sudah berada di dapur, dia melihat seseorang dengan remang-remang sedang berjongkok,karena penasaran Soni pun menyalakan lampu.


"Alin",ucap Soni.


Alin pun terkejut saat melihat lampu menyala dan mendengar Soni memanggil namanya.


"maaf kak,aku lapar",ucap Alin sambil memegang makanan di tangannya.


"itu kan makanan sisa kemarin,kenapa kamu makan",ucap Soni merebut makanannya.

__ADS_1


"aku tidak tahu,tapi ini masih layak dimakan kok",ujar Alin.


"sudah buang saja nanti sakit perut",titah Soni.


"lagian kenapa tidak memberi tahu ku kalo kamu lapar",lanjut Soni.


"aku takut mengganggu kakak",ucap Alin.


"ya sudah kita buat mie instan saja biar mudah dan cepat",ajak Soni sambil menyalakan kompor.


Tidak lama kemudian mie pun sudah jadi dan mereka langsung menyantapnya,Soni merasa senang saat makan bersama Alin di rumah nya,walaupun hanya mie instan.


Setelah selesai makan mie,Alin membereskan bekas makanannya lalu pergi ke kamar,namun ketika Alin masuk tangannya ditahan oleh Soni.


"aku ingin berbicara sesuatu dengan mu",ucap Soni.


"boleh silahkan kakak bicara",ujar Alin.


"sebenarnya apa hubungan kamu dengan Alex?",tanya Soni.


Alin pun menundukkan kepalanya,"jawab Lin",ucap Soni yang tidak sabar mendengarkan jawaban Alin.


"aku tidak mempunyai hubungan apa pun hanya saja keluarga ku berhutang budi pada Alex",jawab Alin.


"berhutang budi!",ucap Soni.


"iya kak,sebelum ayah ku meninggal Alex yang membantu kehidupan keluarga ku,malahan dia yang menyekolahkan ku sampai ke perguruan tinggi dan aku tidak tahu akan hal itu".


"setelah ayah ku meninggal dia datang untuk meminta gantinya dan dia berniat untuk menjadikan aku simpanannya,dan ternyata ini juga alasan Jo memutuskan untuk pergi dari ku karena Alex yang sudah mengancamnya",jelas Alin.


"lalu apa kamu bersedia menjadi simpanannya",tanya Soni.


Alin menggelengkan kepalanya,"aku tidak ingin mengorbankan masa depan ku kak",


"tapi aku juga tidak bisa membiarkan keluarga ku tersiksa,karena selama ini Alex yang memenuhi kebutuhan kami",tutur Alin.


Soni diam,dia merenungi keluhan Alin dan dia berpikir keras untuk bisa membantu Alin.


"baiklah kalau begitu,kamu jangan khawatir aku akan membantu mu untuk keluar dari masalah ini",ucap Soni.


"sebelumnya aku berterima kasih tapi sebaiknya kakak jangan melibatkan diri karena Alex bisa saja menghancurkan karir kakak",ujar Alin.


Soni tertawa,"ha...ha...ada juga dia yang akan hancur,jadi kamu jangan takut soal itu,akan ku pastikan dia berlutut di hadapan mu",tutur Soni.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2