
Dafa hendak mengantarkan Rachel pulang kerumahnya,namun ketika mereka memasuki rumah,mereka berpapasan dengan ketiga orang tua mereka.
"kalian sudah pulang",ucap Yura.
"iya bu",ucap Rachel.
"ibu sedang apa di sini?",tanya Dafa pada ibunya.
"ibu hanya bosan saja dirumah,jadi memutuskan untuk datang ke sini",jawab Ibu Dafa.
"ayo masuk nak Dafa",ajak Adelio pada Dafa.
"terima kasih saya akan pulang bersama ibu",ujar Dafa.
"nyonya apa lebih baik kita bicarakan saja dengan anak-anak soal tadi yang kita bahas",usul Yura.
"ide bagus",ucap Adelio.
"ehm baiklah,kita bicarakan dengan mereka",ucap Ibu Dafa.
Kini mereka duduk bersama di ruang tamu,Adelio menjelaskan tentang lamaran ibu Dafa.
"keputusan ada pada kalian,kami sebagai orang tua tidak akan memaksa,kalo kalian belum siap ya tidak apa-apa",ucap Adelio.
Rachel dan Dafa terdiam,mereka berkecamuk dengan pikiran masing-masing,"apa kami bisa mendengar jawaban kalian sekarang?",tanya Yura.
"kalo saya ikut keputusan Rachel saja",jawab Dafa.
Adelio,Yura dan Ibunya Dafa langsung melihat kearah Rachel.
"bagaimana sayang?",tanya Yura.
"ayah ibu,maafkan aku,untuk sekarang aku harus memikirkannya dengan matang",jawab Rachel.
"jadi kamu belum bisa memutuskannya?",tanya Adelio,Rachel pun menganggukkan kepalanya.
"kapan nak saya akan mendengar jawaban itu?",tanya Ibu Dafa sudah tidak sabar.
"saya tidak tahu bu",jawab Rachel.
Ibu Dafa menghela nafas,sepertinya dia sedikit kecewa.
"baiklah kalo begitu karena semuanya sudah dirundingkan dan jawabannya belum ada,lebih baik saya pulang saja,tuan dan nyonya Adel saya pamit pulang terima kasih atas jamuannya",ucap Ibu Dafa,lalu dia menjalankan sendiri kursi rodanya tanpa bantuan orang lain.
Adelio dan Yura merasa tidak enak,begitu pula Dafa,dia tidak tahu kenapa ibunya bersikap seolah-olah tidak puas dengan jawaban Rachel.
"kalo begitu saya pulang dulu",pamit Dafa.
"iya nak,maaf ya mungkin lain waktu kita bicara lagi",ucap Yura.
"Chel nanti aku telepon",ucap Dafa lalu dia bergegas pergi mengikuti ibunya.
Adelio melihat kearah Rachel yang tengah duduk sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Adelio menghampiri putrinya lalu duduk di sebelahnya,"ayah tahu kalo kamu punya alasan tersendiri,sebaiknya kamu tenangkan dulu",ucap Adelio.
Rachel mengangkat kepalanya,"maafkan Rachel yah",ucap Rachel.
Adelio tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu memeluk putrinya.
Tidak lama kemudian Atha dan Andre datang,"wah kebetulan lagi kumpul ni",ujar Atha yang senyum bahagia namun seketika senyum itu hilang.
"ayah ibu,kalian baik-baik saja kan?",tanya Atha.
"kami baik",ucap Adelio.
"Ndre kamu baru datang?",tanya Adelio pada Andre.
"tadi siang bos,langsung mampir ke kantor,saya kira bos masih ngantor",jawab Andre.
Adelio tersenyum,"di kantor sudah ada Atha,jadi sekarang hanya menemani Yura saja di rumah",ujar Adelio.
Atha masih tidak mengerti dengan apa yang dilihatnya,Atha menghampiri ibunya yang tengah duduk di kursi tanpa menyambut Andre.
"apa ibu sedang sakit?",tanya Atha.
"tidak nak,ibu baik-baik saja",jawab Yura.
"ehm apa ibu tidak akan menyapa om Andre?",tanya Atha.
Yura langsung melihat kearah Andre,"ya ampun maaf pak Andre saya kira Atha pulang sendiri",tutur Yura.
"maaf ya pak Andre,kalo gitu saya buatkan minum dulu",ucap Yura lalu beranjak pergi ke dapur.
Atha masih bertanya-tanya,dia berpikir kalo keluarganya sedang tidak baik-baik saja.
...----------------...
Rachel sedang duduk di balkon kamarnya,tatapannya kosong seperti beban yang berada dipikirannya terlalu banyak.
Tiba-tiba Yura datang menghampiri lalu duduk disampingnya,"mamah panggil dari tadi kok gak di jawab",ucap Yura.
"maaf mah Rachel gak dengar",ujar Rachel.
"mamah boleh tau gak alasan kamu tidak menjawab lamarannya Ibu Dafa",ucap Yura.
"ehm Rachel bingung mau mulainya dari mana,jujur saja Rachel ingin cepat-cepat menikah dengan Dafa,tapi Rachel tidak mau mendahului kak Atha",tutur Rachel.
"ibu sudah menduganya kalo itu yang jadi alasan kamu",
"ibu ngerti apa yang ada di pikiran kamu,tapi apa kamu akan tetap menunggu Atha menikah dulu?",tanya Yura.
"Rachel rela mengorbankan apa yang menjadi milik Rachel untuk tidak melangkahi kak Atha,kalo Dafa tidak ingin menunggu buat Rachel tidak masalah,dan Rachel pun tidak akan memaksa",jawab Rachel.
Yura tersenyum,dia bangga dengan pemikiran Rachel yang semakin dewasa,namun dia juga tidak mau Rachel mengorbankan cinta Rachel.
...----------------...
__ADS_1
Atha sedang duduk di sofa,dia memikirkan apa yang sedang terjadi pada keluarganya,tiba-tiba Yura keluar dari kamar Rachel.
"Atha",sapa Yura.
"bu",ucap Atha lalu berdiri.
Yura menghampiri Atha,"kamu sedang apa nak?",tanya Yura.
"bu, tolong katakan sebenarnya ada apa?",Atha balik tanya.
Yura melihat kearah pintu kamar Rachel lalu dia menarik tangan Atha untuk menjauh dari sana.
Kini Yura dan Atha sedang berada di taman belakang,mereka duduk berdua di sebuah ayunan yang tersedia di sana.
"sebenarnya Ibu Dafa sudah melamar adikmu,dia menginginkan pernikahan Rachel dan Dafa sesegera mungkin,namun ibu dan ayah tidak bisa memutuskan begitu saja,ibu butuh persetujuan mu dan Rachel sendiri,apalagi dia kan masih kuliah",tutur Yura.
"tapi saat pembicaraan itu selesai,Rachel dan Dafa datang,dan ibu menyarankan kalo kita berbicara di depan mereka,Dafa bilang dia akan menyerahkan semuanya pada Rachel,namun ketika bertanya pada Rachel perihal itu,dia tidak bisa memutuskannya saat ini",
"dan seketika raut wajah ibunya Dafa berubah,sepertinya dia kecewa dengan jawaban Rachel yang tidak bisa memutuskannya",lanjut Yura.
"nak,ibu sangat bersalah,andai saja kita bicarakan terlebih dahulu",lirih Yura.
Atha merangkul ibunya,"ibu gak salah,di sini gak ada yang salah,hanya memerlukan waktu saja",ucap Atha.
"ehm ibu tahu alasan Rachel tidak bisa menjawabnya?",tanya Atha,dan Yura pun menganggukkan kepalanya.
"apa aku boleh tahu?",tanya Atha lagi.
"dia tidak bisa menikah kalo kamu belum menikah,dia tidak mau melangkahi mu dan dia akan berkorban untuk itu",jawab Yura.
Atha mengusap wajahnya,"apa hanya itu?",tanya Atha lagi.
"hanya itu nak",jawab Yura.
"kenapa anak itu bisa berpikir seperti itu?",tanya Atha.
"dia sangat menghargai mu nak",ucap Yura.
"tapi tidak dengan menyiksa perasaannya bu,aku yakin kalo dia menginginkan pernikahan ini",ujar Atha.
"kita harus bicarakan ini dengan keluarga Dafa,kita tidak bisa menundanya,apalagi seorang wanita tidak bisa memilih pria dengan keinginannya sendiri,wanita itu di pilih bukan memilih",
"kalo soal kuliah,jangan di permasalahkan aku yakin Dafa akan mendukung soal itu",tutur Atha.
"ayah setuju denganmu nak",timpal Adelio yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Atha dan Yura.
"kita harus bicarakan soal ini,tapi apa kamu ikhlas jika Rachel menikah terlebih dahulu?",tanya Adelio pada Atha.
"ayah aku sangat menyayangi Rachel,aku bahagia jika dia bahagia",jawab Atha.
Adelio tersenyum dan menepuk pundak putranya,"ayah bangga memiliki putra sepertimu,ayah doakan agar secepatnya kamu mendapatkan jodoh yang baik",ucap Adelio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1