
Andre tengah tergesa-gesa pergi keruangan Adelio,dengan langkah cepat akhirnya dia sampai di ruangan bosnya,dia melihat seorang wanita yang sedang duduk di samping Yura sambil menundukkan kepalanya.
"bos memanggil saya?",tanya Andre.
"tolong antar Kiki ke kantin,dia akan membeli keperluan istriku",titah Adelio.
Andre pun mengernyitkan keningnya saat mendengar nama Kiki,seketika dia melihat ke arah wanita itu.
Saat Kiki mengangkat kepalanya,Andre di buat terpesona oleh penampilan Kiki yang berbeda,hasrat Andre semakin bergelora dan dia semakin ingin memeluk Kiki,namun dia berusaha menahannya.
"baiklah ayo Ki",ajak Andre dan Kiki pun beranjak,lalu mereka pergi.
Yura tersenyum senang saat melihat tingkah laku Andre yang so pura-pura biasa padahal di hatinya begitu terpesona melihat Kiki karena Yura bisa melihat dari mimik wajah Andre.
Adelio melihat ke arah istrinya yang sedang senyum-senyum sendiri,"sebenarnya apa yang ada dipikiran kamu sayang,kenapa kamu begitu berambisi membuat Andre takluk pada Kiki?",tanya Adelio.
Yura pun langsung menceritakan yang sebenarnya pada Adelio,kalo Andre sudah mengabaikan perasaan Kiki begitu saja,Adelio pun mengerti dengan tujuan istrinya,tapi sebagai laki-laki Adelio tahu,mungkin saja Andre punya alasan tersendiri.
"maka dari itu aku mau kamu membantu ku,berikan wejangan tentang wanita dan suatu hubungan padanya,agar dia tahu dan secepatnya memiliki pendamping hidup",ucap Yura.
Sebenarnya Yura punya tujuan lain,dia tidak bisa membiarkan Andre hidup sendiri terus,karena Andre lah yang selalu membantunya dalam setiap kesulitan saat hidupnya masih menjanda,dan kini Yura ingin membalas semua kebaikan Andre dengan membiarkan Andre jatuh cinta pada Kiki,dan Yura yakin kalo Andre juga menyukai Kiki.
"akan aku usahakan tapi kalo dia tetap dengan pendiriannya ya apa boleh buat",ujar Adelio.
Beralih ke Andre,dia berjalan pergi ke tempat yang di suruh oleh Adelio,sedangkan Kiki mengikutinya dari belakang,Kiki berpikir dia tidak mau memaksa orang yang tidak menyukainya,dan dia memutuskan untuk menerima apa yang sudah terjadi pada hatinya.
"tunggu",tiba-tiba Kiki menghentikan langkah Andre.
Dan Andre pun menoleh ke belakang,"cukup sampai di sini saja tuan saya bisa sendiri,terima kasih sudah bersedia mengantar saya",ucap Kiki yang membuat hati Andre terluka.
"kamu yakin bisa sendiri?",tanya Andre dengan kecewa.
"saya sudah terbiasa hidup mandiri,saya pergi",ucap Kiki lalu pergi meninggalkan Andre.
Mata Andre terus memandangi punggung Kiki yang terus berjalan lalu menghilang,perasaan nya semakin bersalah,seharusnya dia tidak melakukan kiss pada Kiki apa lagi mereka tidak memiliki hubungan apa pun namun keinginan dan hasrat yang terus mendorongnya untuk melakukan.
...----------------...
Andre kembali keruangan nya,dia terus memikirkan perasaannya terhadap wanita yang kemarin dia cium bibirnya,Andre merasa kalo memang dirinya menyukai Kiki,dan hasrat ingin memilikinya mulai tumbuh namun dia takut kalo rasa itu tiba-tiba hilang setelah bersama Kiki.
"ya tuhan aku harus bagaimana,setiap aku melihatnya rasanya aku ingin selalu di sampingnya tapi kenapa aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya dan rasa takut itu selalu menghantui ku",ucap Andre sambil mengusap wajahnya.
"jangan menyerah sebelum mencoba",tiba-tiba terdengar suara Adelio,sontak Andre pun terkejut karena Adelio mendengar perkataannya.
"bos..."
Adelio duduk di kursi yang berada di depan meja Andre.
"kamu menyukainya?",tanya Adelio.
__ADS_1
Andre terdiam,"kalo kamu menyukainya katakanlah secepatnya sebelum dia di miliki orang lain",ucap Adelio.
"jangan menyesal di kemudian hari,sebaiknya jangan terlalu banyak berpikir karena semua itu akan menambah kebimbangan saja",lanjut Adelio.
"lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?",tanya Andre.
"kejarlah cintanya aku yakin dia juga memiliki perasaan terhadapmu",jawab Adelio meyakinkan Andre.
Andre berpikir yang dikatakan Adelio memang benar dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini dan dia juga merasa kalo Kiki memiliki rasa padanya,buktinya saat Andre mencium bibirnya tidak ada penolakan dari Kiki.
Tak terasa hari sudah hampir malam,Jodi yang tengah duduk di tukang pecel lele dia melihat Kiki dan Mia yang sedang membeli cemilan pedas di tepi jalan,kebetulan setiap malam minggu ada bazar makanan di daerah komplek dimana Adelio tinggal.
Karena sesama pegawai,Jodi pun menghampiri Kiki dan Mia.
"kalian sedang beli apa?",tanya Jodi yang sudah di dekat mereka.
"eh pak Jodi,kami sedang beli suki,biasa makanan yang lagi viral",jawab Mia.
"bapak sendiri beli apa?",tanya Kiki.
Jodi menjawab,"saya beli pecel lele,katanya den Atha sudah lama tidak makan pecel lele jadi saya memutuskan untuk membelinya".
"pak Jodi baik banget",puji Kiki.
"ah biasa saja",ucap Jodi sambil tersipu malu.
Akhirnya Andre menepikan mobilnya,berniat untuk menghampiri mereka dan penasaran sedang apa malam-malam mereka pergi berdua.
Ketika Andre mendekat,seketika Kiki melihat sosok Andre dan dia yakin Andre akan datang menghampirinya.
Kiki mulai mendekat pada Jodi,dia berpura-pura tertawa lepas,"ha...ha...pak Jodi memang baik kok,apa lagi kalo segi fisik yang kain kalah deh",puji Kiki lagi.
Andre yang mendengarnya tubuhnya menjadi panas.
"Ki kamu sedang apa disini?",tanya Andre.
Kiki dan Jodi pun menoleh,Andre terkejut saat melihat Kiki bersama Jodi,apa lagi saat Mia memperlihatkan wajahnya Andre semakin tidak mengerti.
"pak Andre kebetulan kita bertemu di sini,saya dan Kiki sedang ingin makanan yang pedas-pedas barangkali pak Andre mau nelaktir kita",goda Mia.
"ini neng suki nya sudah jadi",ucap ibu pedagang.
"ini bu uangnya",ucap Kiki sambil memberikan uang namun Andre menahannya,"jangan,biar saja aku yang membayarnya".
"ini bu,ambil saja kembaliannya",ucap Andre.
"makasih loh pak",ucap Mia tersenyum senang.
"sama-sama,oh ya aku boleh pergi dengan Kiki kan,ada sesuatu yang harus di bicarakan",ucap Andre.
__ADS_1
"oh boleh pak,kalo begitu saya pulang duluan ayo pak Jodi mau bareng sama saya?",ajak Mia.
"ayo kita sama-sama saja kebetulan saya pinjam motor security",ucap Jodi.
"saya duluan Ki,pak",pamit Jodi.
"iya hati-hati pak,Mi...",ucap Kiki dan akhirnya mereka berdua pergi.
Setelah Jodi dan Mia pergi,Andre bertanya pada Kiki,"kamu kenal sama orang itu?".
"maksudnya Mia?",
"bukan yang satunya lagi",
"oh pak Jodi,dia pegawai baru di rumah tuan Adelio,dia menjadi bodyguardnya den Atha",jelas Kiki.
"bodyguard Atha,apa si bos sudah memaafkan Jodi,tapi kenapa dia tidak memberitahu ku",ucap Andre dalam hati.
"dia gagah ya tuan,apa lagi kalo sudah memakai pakaian resmi",puji Kiki.
Andre mendelik,"gagah dari mananya",ucap Andre ketus,Kiki yang mendengarnya menjadi tidak suka.
"tuan kenapa bicara seperti itu?",tanya Kiki.
"kamu gampang sekali bilang orang itu baik gagah,memangnya kamu suka gitu ya sama semua lelaki?",tanya Andre kesal.
Kiki memicingkan matanya,ada rasa kekesalan di hatinya pada Andre karena sudah berbicara seenaknya terhadap dirinya.
Kiki pergi begitu saja,tapi Andre mengejarnya,"Ki kamu mau kemana?",tanya Andre.
"saya mau pulang ini sudah malam",jawab Kiki sambil terus berjalan.
"ayo aku antar dan ada sesuatu yang harus aku bicarakan",ajak Andre.
"tidak ada yang harus di bicarakan,sebaiknya tuan pulang saja saya bisa pulang sendiri",ujar Kiki.
"sebentar saja ini tentang kita",ucap Andre.
Kiki menghentikan langkahnya,"tentang kita?,memangnya ada apa dengan kita?",tanya Kiki.
"aku...aku..."
"sudahlah tuan,jangan buang-buang waktu anda, sebaiknya anda pulang saja dan beristirahatlah di rumah dan saya mohon jangan ganggu saya lagi",pinta Kiki lalu dia pergi.
Andre terdiam dia tidak tahu harus memulainya dari mana untuk mengatakan isi hatinya.
"aku mencintai mu",tiba-tiba Andre berteriak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1