
Satu minggu sudah setelah pernikahan Rachel dan Dafa,sampai saat ini Dafa belum juga mendapatkan haknya sebagai seorang suami,dia bersabar sampai waktunya tiba.
Kini mereka sedang berada di tempat kelahiran Marcel,ayah kandung Rachel yang sudah meninggal.
Adelio sudah memberikan amanat yang di percayakan Marcel padanya,dan kini Rachel pun sudah mengetahui kalo dirinya memiliki perusahaan sendiri yang di wariskan dari kedua orang tuanya.
Dan perusahaan itu kini akan di kelola oleh Rachel dan di bantu oleh suaminya.
Tidak hanya berkunjung tapi Rachel dan Dafa pun akan melakukan bulan madu di sana.
"sayang",ucap Dafa sambil memeluk Rachel dari belakang.
"apa malam ini aku akan mendapatkan hak ku?",tanya Dafa.
Rachel tersenyum lalu membalikkan tubuhnya,dan kini mereka saling berhadapan dan begitu intim.
"tentu saja sayang,bukan ini yang kita nantikan",jawab Rachel.
Dafa tersenyum senang,dia membelai pipi istrinya,"aku ingin segera menanam benih di rahim mu,aku ingin kita segera punya anak",ucap Dafa.
"aku kira kita akan menundanya",ujar Rachel.
"aku tidak mau,karena usia ku tidak muda lagi,kamu paham kan?",
Rachel menganggukkan kepalanya,"ngomong-ngomong kamu mau anak berapa?",tanya Rachel.
"aku ingin punya anak banyak,sepuluh juga gak apa-apa",jawab Dafa membuat Rachel diam terpaku.
Dafa mengernyitkan keningnya,"sayang kamu baik-baik saja kan?",tanya Dafa.
Rachel pun tersadar lalu dia mendorong Dafa agar menjauh darinya.
"aku baik-baik saja hanya saja aku terkejut dengan keinginan mu yang ingin memiliki banyak anak",jawab Rachel.
"memangnya kenapa? kamu gak sanggup?",Dafa balik tanya.
"bukannya aku gak sanggup hanya saja sepuluh terlalu banyak",jawab Rachel.
"tapi itu kan seru,kita pasti punya keluarga besar,dan di rumah akan terdengar suara tangisan dan tertawaan anak-anak,aku sudah memimpikannya dari dulu sayang",tutur Rachel.
"tapi melahirkan seorang anak manusia tidak semudah itu",ujar Rachel.
"aku tahu,kita bisa menundanya jarak satu tahun cukup kan!",ucap Dafa.
"apa satu tahun?memangnya rahim ku kuat untuk mengandung seorang bayi dalam kurun waktu yang dekat",kata Rachel.
"jadi kamu keberatan?",tanya Dafa.
"bukan gitu maksud ku",ucap Rachel.
__ADS_1
Dafa tidak berkata lagi,tidak lama kemudian dia pergi dari vila yang di sewa dia untuk bulan madunya bersama Rachel.
Rachel jadi serba salah,"ish,kenapa jadi begini,harusnya sekarang aku menikmati masa-masa romantis bersamanya",gerutu Rachel.
Sedangkan Dafa dia pergi mengendarai mobilnya dengan cepat,dia ingin pergi untuk menenangkan pikirannya.
...----------------...
Dua jam sudah,Dafa belum juga kembali,Rachel begitu mencemaskan suaminya,karena Dafa tak kunjung mengangkat panggilannya.
"kamu kemana sayang?",ucap Rachel bertanya sendiri sambil mengutak-atik ponselnya.
"ini tidak bisa di biarkan,aku harus mencarinya",ucap Rachel sambil bergegas pergi.
Di sebuah perpustakaan besar di kota itu,Dafa sedang duduk sambil membaca buku,ini memang sudah kebiasaan Dafa jika dia ingin menyendiri yang tak di ketahui oleh istrinya.
Sambil membaca,Dafa terus memikirkan perkataan Rachel,lalu dia mencari buku yang bersangkutan dengan kehamilan dan melahirkan.
Sedangkan di luar sana Rachel sedang mencari Dafa yang tidak tahu keberadaan suaminya di mana.
Rachel terus menelepon Dafa tapi tetap saja Dafa tak mengangkatnya dan membuat Rachel semakin cemas.
"kamu dimana Daf",ucap Rachel.
"maafkan aku",lanjut Rachel sambil menangis.
Rachel sangat kedinginan,apa lagi dia lupa tidak memakai jaket,"aku tidak akan pulang sebelum menemukan mu",ucap Rachel.
Setelah selesai membaca,Dafa jadi mengerti dengan ucapan Rachel,bukan Rachel tidak sanggup namun dia tidak ingin melahirkan jarak terlalu dekat.
Setelah Dafa memahami semua itu,dia bergegas untuk pulang dan menemui istrinya.
Tidak memakan waktu yang lama,akhirnya Dafa pun tiba di sebuah vila yang dia sewa,Dafa bergegas mencari istrinya.
"sayang aku pulang",ucap Dafa sambil membuka pintu kamar namun dia tidak mendapatkan Rachel.
Dafa mencari ke kamar mandi,Rachel pun tidak ada.
"mungkin dia di tempat lain",ucap Dafa lalu dia keluar dari kamar.
Setiap ruangan yang berada di vila itu Dafa tak menemukan Rachel,dan kini giliran Dafa yang mengkhawatirkan keberadaan istrinya.
Dafa teringat dengan ponselnya,lalu dia mengambil ponselnya yang dia simpan di dalam mobil.
"sial",ucap Dafa sambil memukul stir mobil.
Dafa mendapat panggilan tak terjawab dari istrinya beberapa puluh kali,dan dia juga mendapatkan pesan permintaan maaf dari Rachel.
Dafa mencoba menghubungi Rachel,namun sayangnya ponsel Rachel tidak aktif.
__ADS_1
Tidak menunggu lama,Dafa pun mencari keberadaan Rachel.
Rachel duduk bersandar pada tembok cafe,matanya sudah terpejam,wajahnya begitu pucat karena kedinginan akibat hujan.
Di tengah hujan lebat,Dafa mencari Rachel,dan tak sengaja dia melihat kerumunan orang di sebuah cafe.
Dengan penasaran Dafa menghentikan mobilnya di hadapan mereka.
Dafa turun dari mobilnya dan melihat apa yang sedang orang-orang lihat.
"sayang",ucap Dafa ketika melihat Rachel yang tengah pingsan dan di bantu oleh seorang perempuan paru baya.
"kamu mengenalnya?",tanya orang-orang.
"iya ini istriku",jawab Dafa lalu dia memeluk Rachel.
"syukurlah kalo kamu mengenalnya,tadinya kami mau melaporkan kepada pihak berwajib",ucap salah seorang yang menemukan Rachel.
"terima kasih kalian sudah menjaganya",ucap Dafa.
"sebaiknya kamu cepat bawa pulang kasihan dia,badannya sudah menggigil",titah seseorang.
"iya aku akan membawanya pulang",dafa pun menggendong Rachel,dan seseorang ikut membantu membukakan pintu mobil.
...----------------...
Rachel sedang berbaring di kasur,dan Dafa menunggunya tepat di samping Rachel,dia menggenggam tangan istrinya,"aku akan sangat bersalah jika aku tak menemukanmu,maafkan aku sayang seharusnya aku tak egois",ucap Dafa menyesali perbuatannya.
"bangunlah sayang",Dafa berharap Rachel bisa secepatnya sadar.
Tidak lama kemudian Rachel pun sadar,dia mengedarkan pandangannya ketika dia sudah membuka matanya.
"sayang kamu sadar,ini aku suamimu",ucap Dafa lalu mencium tangan Rachel.
"kamu sudah pulang",ucap Rachel.
"aku sudah pulang,aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi,maafkan aku sayang",tutur Dafa.
"seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah menjadi istri yang tak patuh pada suaminya",kata Rachel.
Dafa menggelengkan kepalanya,"kamu gak salah,aku yang salah,seharusnya aku gak egois,aku terlalu memikirkan keinginanku sendiri",ucap Dafa.
"mulai sekarang kita jalani saja rumah tangga ini dengan baik,selebihnya kita pasrahkan saja pada tuhan",lanjut Dafa.
Rachel pun menganggukkan kepalanya,dan Dafa langsung mencium kening istrinya dan mereka pun saling berpelukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
__ADS_1