Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Makan bersama


__ADS_3

Yura sudah sampai di rumahnya,Mia yang melihatnya langsung menghampiri Yura yang tengah berjalan menuju lantai atas.


"nyonya",panggil Mia.


Yura menoleh ke arah Mia,"ada apa Mi?",tanya Yura.


"ada tamu",ucap Mia.


Yura mengernyitkan keningnya karena dia tidak melihat siapa-siapa di ruang tamu.


"dimana?",tanya Yura.


"dia sedang menunggu di teras samping",jawab Mia.


Yura penasaran dia langsung menghampiri tamunya.


Yura melihat seorang perempuan sedang berdiri sambil melihat bunga-bunga milik Yura.


"selamat siang",sapa Yura.


Perempuan itu menoleh dan tersenyum,"siang",ucapnya sambil tersenyum.


Yura mengernyitkan keningnya,"Bu Alin kan?",tanya Yura.


Alin pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"ayo duduk",Yura mempersilahkan duduk pada Alin.


"makasih bu",ucap Alin.


"sejak kapan Ibu di sini?",tanya Yura.


"belum lama kok,maaf ya saya datang ke sini mengganggu aktivitas ibu",ucap Alin.


"tidak kok,lagian saya bukan orang sibuk",ujar Yura.


"saya merasa bosan di rumah akhirnya saya memutuskan untuk bersilaturahmi ke rumah ibu",ucap Alin.


"dengan senang hati,sering-sering lah datang ke sini",tutur Yura.


Kedatangan Alin ke rumah Yura atas saran dari Soni,agar Alin bisa mengenal lebih jauh tentang keluarganya.


"kak Soni pernah sering bercerita tentang Ibu",ucap Alin membuka pembicaraan.


"oh ya,tapi tidak menceritakan yang jelek-jelek kan?",tanya Yura.


Alin tersenyum,"tidak,justru dia menceritakan kalo Ibu itu orangnya sangat baik",jawab Alin.


Yura tersipu malu,"ah biasa saja".

__ADS_1


"bisa tidak jangan panggil Ibu,saya risih",pinta Yura.


"lalu saya panggil apa?",tanya Alin.


"terserah yang penting jangan ibu",jawab Yura.


"kalau begitu bagaimana kalo saya panggil kak Yura saja,biar enak di dengarnya",ucap Alin.


"boleh".


"tapi kak Yura juga jangan panggil saya Ibu karena saya bukan seorang guru lagi,panggil saja saya Alin",pinta Alin.


"oke...",ucap Yura sambil tertawa bersama Alin.


Yura dan Alin cepat akrab,sampai mereka memasak bersama untuk di hidangkan di malam hari setelah Adelio dan Soni pulang.


Dan Yura sudah memberi tahu Adelio untuk mengajak Soni datang kerumahnya karena malam ini mereka akan makan malam bersama.


Yura dan Alin masih sibuk di bagian dapur di bantu oleh bi Iyem,sedangkan Mia dia bertugas untuk merapikan meja.


"nyonya masak sebanyak ini,memangnya akan ada tamu?",tanya bi Iyem pada Yura.


"aku sengaja memasak banyak,karena bukan kami saja yang akan makan bersama tapi bi Iyem dan Mia juga harus ikut makan bersama kami",jawab Yura.


Bi Iyem pun bertanya lagi,"maksudnya satu meja?".


Yura tersenyum,"tentu,jadi Bi Iyem dan Mia tidak boleh menolaknya karena ini perintah",ucap Yura.


"memangnya kenapa?,mulai hari ini tidak ada kasta semuanya sama,tapi hormat kepada pemilik rumah tetap harus ada",ucap Yura.


"pokoknya tidak ada penolakan,Bi Iyem,Mia,pak Amin,dan para penjaga yang bekerja di rumah ini kita akan makan bersama,tolong beritahu semuanya",titah Yura.


Bi iyem dan Mia pun tidak bisa berkata-kata lagi,mereka tersenyum senang karena Yura tidak berubah walau dia sekarang menjadi seorang putri.


Alin yang mendengar percakapan Yura dan Bi Iyem sangat terharu,apa yang di katakan Soni padanya memang benar kalo Yura berhati mulia.


...----------------...


Adelio dan Soni baru sampai di rumah,kedua lelaki itu mencari pujaannya masing-masing.


Adelio sudah tahu kalo istrinya pasti berada di kamarnya dan dia pergi menemui istrinya,sedangkan Soni dia tidak tahu Alin dimana dan akhirnya dia memilih untuk menonton tv saja.


Adelio masuk kedalam kamarnya,dia menghirup wangi sabun yang selalu di pakai istrinya dan mendengar air mengalir di dalam kamar mandi,dia yakin kalau istrinya sendang mandi,dengan wajah yang berseri-seri Adelio langsung membuka jas dan kemejanya lalu dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"aaa...",Yura menjerit saat tangan Adelio memeluknya dari belakang dan sudah tidak memakai baju sehelai pun.


"jangan berisik sayang",ucap Adelio.


"kamu ngagetin aku,sejak kapan kamu pulang?",tanya Yura.

__ADS_1


"baru saja,habisnya kamu menggoda ku jadi aku langsung datang kesini mau mandi bareng",goda Adelio.


Yura menghela nafasnya,"cuman mandi ya".


"lebih juga boleh",ucap Adelio.


"gak bisa sayang,malam ini aku ada acara di rumah kita",ucap Yura.


"acara apa sayang?",tanya Adelio penasaran.


"aku ingin kita makan bersama",jawab Yura.


"hanya makan bersama",ujar Adelio sambil terus mengelus perut istrinya.


"tapi ini berbeda,tolonglah aku janji setelah makan malam aku akan memberi kejutan untukmu",ucap Yura.


"baiklah,tapi kejutannya yang mengesankan ya",ucap Adelio.


Yura tersenyum,"aku akan membuatmu tidak bisa melupakannya",bisik Yura,dan Adelio pun tersenyum lebar.


Setelah semuanya siap,dan makanan sudah dihidangkan dan semua sudah berkumpul kini waktunya Yura memanggil suaminya yang sejak tadi belum keluar dari kamarnya.


"sayang ayo,makanannya sudah siap",ajak Yura yang melihat suaminya sedang duduk di sofa sambil bermain laptopnya.


"baiklah tapi ini dulu dong",ucap Adelio sambil menunjukkan bibirnya.


Yura menggelengkan kepalanya,"dasar otak mesum",gumam Yura lalu mengecup bibir suaminya,tapi Adelio membuatnya jadi ciuman mereka.


"ih kebiasaan deh,tuh kan lipstiknya jadi belepotan",ucap Yura kesal.


Adelio tersenyum lalu memukul bokong istrinya dan pergi keluar kamar,Yura hanya tersenyum dengan tingkah laku suaminya dan dia langsung membenarkan lipstik yang belepotan akibat ciumannya tadi bersama Adelio.


Kini mereka sedang menyantap makanan buatan Yura,dan Adelio sangat senang kalo istrinya yang memasak,"sering-sering lah makan seperti ini,aku dan istriku berasa mempunyai begitu banyak keluarga",ucap Adelio sambil menatap wajah Yura.


Setelah makan malam selesai,Soni dan Alin pamit pulang namun Adelio meminta Alin untuk tinggal di rumahnya sementara waktu,karena Adelio tidak ingin Soni melakukan apa yang belum waktunya,dan itu juga sudah persetujuan istrinya.


"ini kamar tamu,dan untuk sementara waktu ini kamar mu",ucap Yura menunjukkan kamar yang akan di tempati Alin.


"makasih kak",


"sebaiknya istirahat ini sudah malam",titah Yura dan Alin pun menganggukkan kepalanya.


"selamat malam",ucap Yura.


"malam",balas Alin,dan Yura pun keluar dari kamar itu.


Setelah Yura menunjukkan kamar pada Alin,dia masuk kedalam kamar Atha,dia melihat putranya yang sudah terlelap.


Yura mencium kening putranya,"tidur yang nyenyak sayang",ucap Yura.

__ADS_1


Sedangkan Adelio menunggu Yura di kamarnya,dia tidak tahu kejutan apa yang akan di berikan istrinya padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2