Cinta Setelah Berpisah

Cinta Setelah Berpisah
Begitu Cantik


__ADS_3

Hari sangat cerah,Yura di rumah barunya sedang mempersiapkan makanan untuk sarapan bersama suami dan kedua anaknya.


Dia mengerjakannya sendiri karena di rumah itu belum ada art yang akan membantunya,Yura sangat senang mengerjakan pekerjaan yang akan membuat keluarganya bahagia.


"selamat pagi sayang",ucap Adelio sambil mencium kening istrinya.


"pagi",


"anak-anak belum turun?",tanya Adelio.


"mereka masih dikamar nya",jawab Yura.


Tidak lama kemudian Rachel datang sambil berlari,"pagi ibu,ayah",sapa Rachel dengan napas ngos-ngosan.


"pagi putriku yang cantik",jawab Yura dan Adelio.


"bu kayanya aku sarapan di kampus deh,soalnya aku bakal terlambat",ucap Rachel.


"ini kan masih pagi,sebaiknya kamu sarapan dulu",


"aduh bu,semalam Rachel lupa ngerjain tugas,rencananya pagi ini Rachel akan mengerjakannya bareng teman-teman di kampus",


"biar saja dia pergi sayang,tapi ingat kamu harus sarapan di kampus",


"siap yah",


"kalo gitu hati-hati di jalan,ingat jangan ngebut ya bawa motornya",pesan Yura.


"baik bu",Rachel pun pergi dengan menggunakan sepeda motornya.


Rachel punya kepribadian yang sangat sederhana,walaupun kedua orang tuanya memiliki segalanya,namun baginya hidup tak selamanya harus mewah,semua itu berkat didikan Yura dan Adelio,tidak selalu memberikan Fasilitas mewah pada anak-anaknya.


Di tengah perjalanan tiba-tiba sepeda motor yang di kendarai Rachel mogok,alhasil dia harus mencari bengkel.


"sial,kenapa mesti mogok sih",gerutu Rachel.


"mana ada bengkel yang sudah buka di jam seperti ini",Rachel bicara sendiri sambil melihat ke arah jam tangannya.


"apa aku nelpon ayah aja ya",pikir Rachel.


Tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan Rachel.


"kenapa?",tanya Dafa yang sudah menurunkan kaca mobilnya.


Seketika jantung Rachel berdetak kencang saat Dafa menyapanya.


"motor saya mogok",jawab Rachel.


Dafa pun turun dari mobilnya,lalu dia mengecek sepeda motor milik Rachel.


"sepertinya harus diperbaiki",ucap Rachel.


"ehm memangnya kamu buru-buru?",tanya Dafa.


"ehm iya pak,saya belum ngerjain tugas bapak,bukannya hari ini saya yang giliran persentasi ke depan",jawab Rachel.


"kamu bisa bawa mobil kan?",tanya Dafa,Rachel pun menganggukkan kepalanya.


"kamu pergi duluan,dan biarkan saya memperbaiki motornya",Dafa memberikan saran.


"memperbaiki motor membutuhkan waktu yang lumayan lama pak",

__ADS_1


"gak apa-apa,sementara kamu ngerjain tugasnya bapak di sini akan memperbaiki motornya,lagian ini masih pagi",


Rachel merasa tidak enak dan dia memutuskan untuk menunggu Dafa memperbaiki motornya,karena tidak mungkin dia membiarkan Dafa sendiri.


"saya di sini saja menemani bapak,di sini kan saya juga bisa mengerjakan tugasnya",


"ya terserah kamu,kalo gitu kamu duduk saja di dalam mobil",ucap Dafa,Rachel menuruti dan membuka pintu mobil lalu duduk dan pintu mobil dibiarkan terbuka.


Jarum jam terus berdetak,Dafa belum juga selesai,Rachel sudah membereskan tugasnya lalu dia datang menghampiri Dafa.


"maaf ya,saya sudah merepotkan bapak",ucap Rachel.


"gak apa-apa,sebentar lagi juga selesai",ujar Dafa.


Rachel melihat goresan hitam di pipi Dafa,"pak itu pipinya kotor",


Dafa langsung menghapusnya,namun bukan terhapus malah semakin kotor akibat oli yang menempel di tangannya.


Seketika Rachel tersenyum,karena Dafa terlihat lucu,Rachel merogoh tisu basah di tasnya lalu dia membantu Dafa membersihkannya.


"sini pak saya bantu",ucap Rachel,dengan senang hati Dafa menganggukkan kepalanya dan membiarkan Rachel mengusap pipinya dengan tisu basah.


Jantung Rachel berdetak tak karuan,begitu pula Dafa,ada perasaan yang tak bisa mereka gambarkan.


Rachel terus membersihkan pipi Dafa yang kotor,seketika matanya bertemu dengan mata Dafa,dan pada akhirnya dia memutuskan untuk menghentikannya.


"sudah bersih pak",ucap Rachel lalu dia memalingkan wajahnya ke arah jalan.


Dafa tersenyum,dia yakin kalo Rachel membuang rasa gugupnya.


Dafa pun kembali memperbaiki sepeda motor milik Rachel.


"akhirnya selesai juga",ucap Dafa.


Rachel menyodorkan sebuah botol minum miliknya pada Dafa.


"minum dulu pak",


Dafa tidak langsung mengambilnya,dia hanya melihat Rachel.


"gak apa-apa ini buat bapak,pasti bapak haus",


Dafa tersenyum lalu dia mengambilnya,"terima kasih",ucap Dafa,lalu dia meminumya.


"kamu boleh berangkat ke kampus sekarang",


"makasih ya bapak sudah mau membantu saya",ucap Rachel.


"sama-sama".


Setelah selesai Dafa dan Rachel melanjutkan perjalanan menuju kampus dengan memakai kendaraan masing-masing.


...----------------...


Rachel sedang mempersentasikan hasil tugasnya,dengan lugas dia menjelaskannya,Dafa sebagai dosen ikut memperhatikannya.


"itulah penjelasan dari saya mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman semuanya",ucap Rachel menutup persentasinya.


Semua orang yang berada di kelasnya bertepuk tangan,begitu pula dengan Dafa,Rachel pun duduk kembali di tempatnya.


"persentasi kamu sangat memuaskan",ucap Dafa memuji Rachel.

__ADS_1


"baiklah untuk perkuliahan hari ini kita tutup saja,mudah-mudahan apa yang sudah di jelaskan oleh rekan-rekan sekalian bermanfaat bagi kita semua".


Dafa pun langsung keluar dari kelas dan Rachel langung mengikuti Dafa.


"pak...",panggil Rachel.


Dafa pun menoleh,"ya ada apa Chel".


"setelah ini bapak ada jadwal kosong gak?",tanya Rachel.


"memangnya kenapa?".


"saya ingin mengajak bapak makan,anggap saja itu tanda terima kasih dari saya",


"jadi hari ini saya akan ditraktir?",


Rachel tersenyum malu,"tadi pagi di rumah saya tidak sempat sarapan".


"ehm gimana ya",ucap Dafa pura-pura berpikir.


"kalau bapak gak bisa,ya gak apa-apa".


Dafa tersenyum karena dia melihat wajah Rachel yang kecewa.


"baiklah,tapi bolehkan saya yang menentukan tempatnya",ucap Dafa.


"boleh",


"kalau gitu di cafe yang dekat kampus saja,gimana?",


Rachel menganggukkan kepalanya,lalu mereka pergi berdua.


Teman-teman Rachel memperhatikan keduanya,mereka saling berbisik.


"apa Rachel dan pak dosen pacaran?",tanya salah seorang temannya.


"mungkin"


"mereka sangat serasi ya",


"iya".


Di sebuah Cafe,Rachel dan Dafa duduk bersebelahan,mereka memesan makanan dan minuman khas cafe tersebut.


"kamu juga minum kopi?",tanya Dafa,karena pesanan mereka sama.


"saya ingin coba",jawab Rachel.


"oh..."


"pak maaf ya,saya sudah lancang mengajak bapak makan berdua",ucap Rachel.


"tidak apa-apa,justru aku senang punya murid seperti kamu,sering-sering traktir ya",goda Dafa,Rachel hanya tersenyum.


Rachel melihat kearah luar jendela,karena mereka tepat duduk di sebelah jendela,Dafa memperhatikan Rachel.


Dafa disuguhkan pemandangan yang indah,yaitu wajah Rachel yang amat cantik.


"kamu terlalu indah untuk di miliki,andai saja aku dapat mengatakan ini pada mu,kamu begitu cantik Chel",ucap Dafa dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2