
Di rumah sakit,Ibunya Intan terus menangisi kondisi Intan saat ini,Intan benar-benar nekat.
"dasar anak bodoh,kenapa kamu lakukan ini,memangnya lelaki hanya dia saja",ucap Ibunya Intan sambil terisak.
"sudah bu,Intan akan baik-baik saja,dokter sudah menangani Intan",Ayah Intan mencoba menenangkan istrinya.
"tapi pak, Andre sudah membuat Intan seperti ini jadi dia harus bertanggung jawab".
Ayah Intan hanya terdiam,kali ini dia benar-benar bingung,yang di ucapkan istrinya memang benar tapi di sisi lain dia tidak bisa memaksa Andre untuk keinginan putrinya.
"Ibu akan buat mereka bertanggung jawab terhadap Intan",ucap Ibunya Intan.
"bu sudah lah jangan memperpanjang masalah ini,bapak sudah tidak mau berurusan lagi,bapak malu bu harus memaksa anak orang untuk menikahi putri kita".
"kenapa bapak jadi seperti ini,Intan butuh dukungan kita pak,apa bapak tega melihat putri kita terus tersiksa karena Andre",ucap Ibunya Intan kesal.
"bapak juga merasakan sakit seperti Intan,tapi coba deh buka mata dan hati kita,pahami semuanya kita tidak boleh egois",tutur ayahnya Intan.
"pokonya ibu gak mau tahu mereka harus bertanggung jawab",
"terserah ibu saja,bapak sudah cape",setelah mereka berhenti berdebat,tiba-tiba seorang perempuan datang menghampiri mereka.
"om,tante bagaimana keadaan Intan",ucap perempuan itu.
Kedua orang tua Intan menoleh,"Lorenza",ucap Ibu Intan langsung memeluk perempuan itu,ternyata Lorenza dan Intan ada ikatan saudara.
"Intan berusaha bunuh diri",ucap Ibunya sambil menangis lagi.
"jangan bilang kalo semua ini gara-gara lamarannya di tolak",ucap perempuan itu.
Ibu Intan melepaskan pelukannya lalu dia berkata,"memang betul,semua ini gara-gara pria itu dan pacarnya".
"tenang saja aku akan bantu untuk membalas perlakuannya,karena dia sudah berani menyakiti sepupuku",ucap Lorenza dengan beraninya karena dia belum tahu siapa tandingannya.
"terima kasih sayang kamu sudah mau membantu Intan",ucap Ibunya Intan.
"kita adalah saudara,jadi harus saling membantu".
Andre dan Kiki sudah berada di rumah sakit,mereka beritikad baik untuk melihat kondisi Intan.
"mas,apa kamu yakin akan menemui mereka?",tanya Kiki.
"aku yakin,memangnya kamu takut?",Andre balik tanya.
__ADS_1
"iya mas,aku takut kalo orang tua Intan akan mencaci kita",jawab Kiki.
"kita akan hadapi bersama,jadi kamu jangan khawatir",ucap Andre.
Andre dan Kiki telah sampai di sebuah ruangan dimana Intan di rawat,jantung Andre dan Kiki berdetak sangat kencang,namun Andre mencoba untuk rileks.
Andre masuk kedalam,di melihat Intan yang tengah berbaring lemas,wajahnya pucat, dia di temani oleh ayahnya,karena kebetulan Ibunya Intan memilih untuk pulang dulu karena ada sesuatu yang harus di ambil.
"selamat siang pak",sapa Andre.
"siang nak Andre".
"bagaimana kondisi Intan sekarang?",tanya Andre pada Ayah Intan.
"ya seperti yang nak Andre lihat,dia masih belum sadarkan diri",jawab ayahnya Intan.
"maafkan saya pak,saya tidak bermaksud untuk membuat Intan begini",ucap Andre.
"tidak apa,ini bukan kesalahan nak Andre, ini karena kami yang tidak bisa mendidik Intan dengan baik".
"jangan seperti itu,justru yang saya lihat bapak begitu peduli pada Intan",ucap Andre.
Ayah Intan sudah bisa menerima kenyataan yang terjadi pada putrinya,beda dengan istrinya yang wataknya persis seperti putrinya.
"Andre sering menceritakan kalian berdua,dia selalu membanggakan nak Adel,begitu juga dengan si kecil Atha,dia selalu merindukannya kalau berada di sini padahal mereka sering Vidio call,mungkin kedekatan mereka sudah lama",tutur nenek.
"iya mungkin seperti itu,kadang saya juga sering terkalahkan,tapi saya senang karena lebih banyak yang menyayangi Atha",ujar Adelio.
"kalian sangat beruntung memilikinya,kalau tanpa dia mungkin kalian tak akan pernah bersatu lagi",ucap Nenek.
"yang dikatakan nenek memang betul,anak adalah pembawa berkah,rejeki dan keajaiban",ujar Adelio.
"banyak-banyaklah bersyukur nak Adel",pesan nenek.
"iya nek"
Adelio merasa nyaman bisa dekat dengan nenek Andre,karena sudah lama sekali dia tidak berbincang dengan orang tua setelah kepergian mamahnya.
Ketika Yura sedang bermain di halaman depan dengan anak-anaknya,tidak sengaja matanya melihat sosok Lorenza yang turun dari mobil dan masuk ke rumah orang tau Intan.
Yura memicingkan matanya,"apa itu Lorenza".
"tidak mungkin,pasti aku salah lihat",Yura pun menepisnya.
__ADS_1
"tante,aku kesal sekali saat mendengar Intan bunuh diri,karena aku juga sempat seperti Intan,menginginkan seseorang tapi dia terus menghindari ku",lirih Lorenza yang sudah berada di dalam rumah tantenya.
"memangnya pria seperti apa yang kamu sukai?",tanya Ibunya Intan.
"dia itu orangnya tampan,gagah,dadanya bidang dan yang paling utama di itu kaya",jawab Lorenza sambil tersenyum sendiri.
"lalu kenapa dia bisa menghindari mu,padahal kamu itu cantik,seksi dan mempunyai usaha sendiri",
"karena dia terlalu mencintai istrinya",
Ibu Intan menoleh kearah Lorenza,"kamu suka sama suami orang?",
"Iya tante,tapi aku mulai melupakannya karena aku pernah mendapatkan ancaman dari pria tersebut".
"ancaman"
Lorenza menganggukkan kepalanya,"iya saking dia tidak mau akhirnya dia memberi ancaman padaku".
Ibunya Intan menghela nafas,"ada-ada saja,bukannya senang malah memberikan ancaman",ujar Ibunya Intan.
"kalo nak Andre memberikan ancaman pada Intan,tante akan membela Intan apa lagi kondisi Intan seperti ini,tante mau mereka mendapatkan balasannya",ucap Ibunya Intan.
Lorenza mengernyitkan keningnya,"sepertinya gak asing dengan nama itu",ucap Lorenza dalam hati saat mendengar nama Andre.
"kalau itu tante jangan takut,kita akan sama-sama menghadapi pria seperti itu",ujar Lorenza dan mereka pun tersenyum licik.
Kembali ke rumah sakit,Andre dan Kiki berpamitan untuk pulang,karena mereka tidak enak meninggalkan Yura dan Adelio di rumah bersama nenek.
Namun sampai pulangnya Kiki dan Andre,Intan masih belum sadarkan diri.
Di perjalanan pulang,Kiki tidak banyak berbicara,dia merasa bersalah sudah hadir dalam kehidupan Andre,kalau saja dia tidak hadir mungkin sampai saat ini Intan baik-baik saja.
Andre sesekali melihat sikap Kiki yang hanya diam,lalu dia bertanya,"kamu sedang memikirkan apa?".
"aku memikirkan kondisi Intan,kalo terjadi sesuatu padanya aku akan sangat bersalah",jawab Kiki.
"kenapa kamu berpikir seperti itu?",tanya Andre lagi.
"secara aku hadir di antara kalian,andai saja tidak ada aku,mungkin kamu akan memilih Intan dan Intan sendiri tidak akan mengakhiri hidupnya",jawab Kiki.
"pikiran kamu kok seperti itu,belum tentu juga aku mau pada Intan kalo aku tidak bertemu dengan mu,dan soal dia mencoba mengakhiri hidupnya itu bukan salah kita",ujar Andre.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1