
Empat hari berlalu ini sudah hari keempat Anes dan Deandra berlibur di suatu tempat, dan pagi-pagi sekali ponsel milik Anes berdering dengan malas Anes meraih ponselnya yang terus saja berdering sejak tadi.
*Panggilan telepon*
Anes: Hmmm, Hallo. (Suara khas bangun tidur)
Aleta: Aneska kamu kemana saja si, kamu sudah beberapa hari tidak masuk kantor. Banyak hal yang ingin aku ceritakan kepada kamu.
Anes: Iya-iya maaf ta, beberapa hari kemarin mama dan papa pulang jadi aku gak bisa meninggalkan mereka.
Aleta: Terus sekarang kamu sedang dimana? Aku mendengar kamu sedang berlibur dengan Deandra, kamu dimana nes?
Anes: CK, iya empat hari yang lalu Dean tiba-tiba ajak aku untuk berlibur.
Anes mebuka matanya yang masih berat, wanita itu melepaskan pelukan Dean di perut nya. Anes menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang p*l*s, ya karena semalam Deandra mengajak nya berolahraga sampai hampir pagi mereka baru bisa tertidur.
Aleta: Aaaaa, pasti lagi membuat keponakan untuk aku kan. Iya kan hayo ngaku.
Anes: Apaan si ta, kamu saja dulu kenapa harus aku.
Aleta: Sudah dong, keponakan kamu sudah menetap di dalam perut aku. (Suara bahagia)
Anes: What? Kamu serius kan ta, kamu gak bercanda kan?
Aleta: Mangkanya jangan adu kekuatan mulu, sampai lupa kan kalau aku sudah berhasil membuat keponakan untuk kamu.
Anes: Aaaaa, bahagianya.
Aleta: Yang hamil aku ngomong-ngomong, kenapa kamu yang bahagia.
Anes: Ya bahagia duluan gak masalah kali ta, gimana-gimana ngidam kamu gak aneh-aneh kan.
Aleta: Enggak lah, cuma minta dibuatkan ca*di gak apa-apa kali ya. 😂
Anes: Gak ada yang lebih manusiawi gitu, kaya minta dibikinin bandara atau di belikan pulau?
Aleta: Hei, itu lebih tidak manusiawi. 😂
Anes: Manusiawi lah ta.
Aleta: Jadi kapan kamu akan pulang?
Anes: Mungkin besok atau lusa.
__ADS_1
Aleta: Jadi istri Dean enak ya, bangun tidur langsung di seret di ajak liburan. 😂
Anes: Tidak seenak yang kamu bayangkan.
Aleta: Yasudah lanjutkan berlibur nya kesayangan aku, cepat pulang ya orang-orang disini sudah sangat merindukan kamu.
Anes: Siap bumil.
Setelah panggilan telepon terputus Deandra terbangun dan memeluk kembali pinggang istrinya, Dean menelusup kan wajah nya ke perut rata Anes.
"Siapa yang menelpon pagi-pagi seperti ini?" Tanya Deandra.
"Aleta yang menelpon." Ucap Anes, Dean mendongak menatap wajah cantik Anes yang sedang menunduk menatap nya.
"Pagi-pagi seperti ini, untuk apa dia menghubungi kamu?" Tanya Deandra.
"Aleta menanyakan kenapa aku sudah tidak pernah ke kantor, dan dia juga memberi tahu jika saat ini dirinya sedang hamil." Ucap Anes, Deandra langsung menatap manik mata indah Anes.
"Kamu juga nanti hamil, akan ada Aneska junior disini." Ucap Deandra, lelaki itu mengecupi perut Anes.
"Tapi sekarang belum ada." Ucap Anes, ia mengelus kepala Dean dengan lembut.
"Tidak masalah aku akan membuat dia hadir dengan cepat." Ucap Dean, Anes hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Di tempat lain terlihat sebuah mobil yang di hadang oleh taksi, Joe yang saat itu sedang mengendarai mobil nya menuju kantor cukup terkejut karena seseorang yang tiba-tiba menghadang nya.
"Apa-apa si ini orang, bosan hidup apa gimana." Gumam Joe, lelaki itu keluar dari mobil dengan gagah nya.
Dan nampak lah Liza yang keluar dari taksi, Liza berjalan mendekati Joe dan menarik dasi lelaki itu hingga membuat wajah Joe dan wajah Liza sangat dekat.
"Dimana Deandra?" Tanya nya.
"Bukan urusan anda untuk tahu dimana tuan muda saat ini nona." Ucap Joe.
"Katakan atau aku akan memecat mu." Teriak nya, Joe tersenyum tipis menatap Liza.
"Sepertinya anda lupa jika saya bekerja dengan tuan muda bukan dengan anda, apa perlu saya ingatkan jika yang membayar saya juga tuan muda bukan anda." Ucap Joe, Liza menggeram mendengar perkataan Joe.
"Joe saya beri kamu satu kesempatan lagi dimana Deandra, dia kan yang menyuruh kamu untuk membuat semua orang mengambil fasilitas saya. Dan kamu juga yang memblokir semua kartu saya." Ucap Liza.
"Ya, tentu saja itu semua pekerjaan saya. Memangnya siapa lagi yang bisa melakukan itu selain saya." Ucap Joe, Liza benar-benar marah saat mendengar perkataan Joe.
"Penghi*nat, ternyata kamu dan yang lain itu sama saja." Ucap Liza, Joe menepis tangan Liza yang memegang dasi nya.
__ADS_1
"Saya tidak menghianati siapapun, jika kali ini saya membela anda itu baru bisa dibilang jika saya menghianati tuan muda." Ucap Joe, lelaki itu membalikkan tubuhnya kembali dan berniat untuk masuk kedalam mobil.
"Aku akan mengh*ncurkan kalian yang jahat kepadaku." Teriak Liza, Joe membalikan tubuhnya.
"Siapa yang jahat kepada anda? Bukankah tuan muda dan keluarga nya sudah sangat baik terhadap anda." Ucap Joe, Liza menggelengkan kepalanya.
"Gak mereka semua jahat, mereka hanya mementingkan diri mereka dan Anes saja." Ujar nya lagi, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Liza.
"Tuan dan nyonya besar tidak jahat kepada anda nona, begitupun dengan tuan dan nona muda. Yang jahat terhadap diri anda itu anda sendiri, karena tidak pernah berubah dan selalu membuat orang lain kecewa hingga akhirnya menjauhi anda." Ucap Joe, Liza terdiam dan menatap Joe yang masuk kedalam mobilnya.
Liza mulai menaruh kebencian terhadap Anes dan Deandra, Liza janji akan membuat Anes merasakan apa yang ia rasakan.
"Aneska Abrisham, saya tidak perduli siapa kamu dan siapa orang tua kamu. Yang saya mau kamu ha*cur dan kehilangan semuanya, termasuk Deandra." Gumam nya.
"Ya, kamu harus merasakan apa yang saya rasakan." Ucap Liza, wanita itu berjalan dan kembali memberhentikan taksi.
Di tempat lain Dean melihat Anes yang sedang memasak, lelaki itu memeluk Anes dari belakang dan mengecup pundak putih mulus milik Anes.
"Kenapa harus kamu yang masak, ada mbak disini yang bisa memasak makanan untuk kita." Ucap Dean, Anes tersenyum.
"Mbak bisa membantu aku memasak." Ucap Anes, Dean mengedarkan pandangannya.
"Tapi aku tidak melihat Mbak disini." Ucap Deandra, kali ini Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
"Kamu pikir mbak masih memiliki keberanian setelah melihat tuan muda nya berada di dapur dan bermanja, tentu saja saat tahu kamu akan ke dapur mbak sudah pergi lebih dulu." Ucap Anes, Dean tersenyum kepada Anes.
"Benarkah, bagus kalau begitu itu artinya dia tahu untuk memberikan waktu kepada kita agar berduaan." Ucap Deandra, Anes hanya berdecak saja mendengar perkataan suaminya yang selalu seperti itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊