
Keesokan harinya Dean terbangun lebih dulu dari pada Anes, Dean menatap wanita yang masih meringkuk seperti bayi di samping nya.
"Selamat pagi." Ucap Deandra, lelaki itu mengecup kening Anes lalu duduk bersandar.
Deandra meraih ponselnya dan memesan makanan melalui aplikasi, setelah itu Dean bangun dari tempat tidur dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.
Dean berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga setelah selesai membersihkan diri, Dean ingin membuat teh untuk Anes dan untuk dirinya.
Setelah itu Dean kembali ke kamar nya, ia melihat Anes yang masih pulas. Deandra tersenyum manis mengingat kegiatannya semalam.
Lelaki itu menggelengkan kepalanya dan duduk di sofa, Deandra membuka laptopnya dan melihat beberapa em*il masuk.
Dean mengecek beberapa laporan dari Joe, dan ia selalu puas dengan hasil kerja keras nya bersama Joe dan Jordan.
Jam sudah menunjukkan pukul 09:00 Anes menggeliat dan mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk, Anes menatap kesamping sudah tidak ada Deandra disana.
Anes menarik selimut yang menutupi tubuhnya dan duduk bersandar di tempat tidur, Anes banyak meringis saat bergerak dan itu membuat Deandra sadar jika istrinya sudah bangun.
"Ashh." Desis Anes.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Deandra, Anes mengangguk seperti anak kecil yang di tanya oleh Daddy nya.
Dean tersenyum dan berjalan mendekati Anes, saat berdiri di samping Anes Deandra memegang dagu Anes hingga membuat Anes menengadah ke atas.
Cup... Deandra mengecup b*b*r Anes sekilas.
"Main ny*s*r aeee si bapak." Ucap Anes.
"Gimana gak ny*s*r kamu nya menggemaskan seperti ini." Ucap Deandra, mengusel-nguselkan wajah Anes.
"Aku mau mandi." Ucap Anes, wanita itu mencoba untuk bangun dari tempat tidur tapi masih merasa sakit.
"Awhh." Lirih nya, Deandra berjongkok di hadapan Anes.
"Masih sakit?" Tanya lelaki itu.
"Perih ya." Ucap Anes.
"Iya karena kamu baru pertama kali." Ucap Dean.
"Kenapa kamu gak kesakitan, berarti kamu sudah sering dong." Ucap Anes, Deandra tertawa kecil mencubit hidung Anes.
"CK, beda lah. Jangan bikin aku traveling sayang." Ucap Dean, Anes mendengus ia memegang pundak Deandra untuk bangun.
Namun tanpa di duga Dean malah menggendong tubuh Anes yang terbungkus oleh selimut, Anes memekik terkejut dengan aksi Deandra.
"Aaaa, aku bisa jalan sendiri." Pekik Anes.
"Gak kamu gak bisa jalan sendiri." Ucap Deandra, lelaki itu menurunkan Anes di kamar mandi.
Setelah itu Dean menatap Anes yang ia dudukan di atas wastafel, Anes menatap Dean dengan bingung.
"Kalau sudah selesai panggil aku saja." Ucap Deandra.
"Hmmm." Balas Anes, setelah pintu kamar mandi tertutup Anes turun dari wastafel dan berdiri di depan cermin.
Ia menatap tubuhnya yang penuh dengan karya yang dibuat oleh Deandra, Anes baru tahu jika tuan muda yang selama ini gengsian dan datar itu ternyata tuan muda yang liar.
"Ini Dean yaampun Dean dia manusia apa vamp*r." Gumam Anes, wanita itu menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Setelah berendam cukup lama Anes pun selesai mandi, ia berjalan keluar dari kamar mandi dengan hati-hati.
"Kemana Dean." Gumam Anes, saat tidak melihat Deandra di kamar nya.
__ADS_1
Anes melihat tempat tidur yang sudah rapi dan seprei nya sudah di ganti, Anes menatap sekeliling dimana suaminya.
"Kok gak ada." Gumam Anes.
"Kamu sudah selesai?" Tanya Dean, membuat Anes terkejut dan hampir saja terjatuh.
"Eh." Ucap Anes, Deandra langsung menangkap tubuh Anes.
"Hati-hati." Ucap Dean.
"Kamu mengagetkan aku, kamu darimana?" Tanya Anes.
"Aku habis mengambil makanan yang sudah aku pesan." Ucap Dean, Anes mengangguk dan berjalan ke ruang ganti.
"Masih sakit?" Tanya Dean.
"Tidak terlalu." Jawab Anes.
"Kalau masih sakit kita pergi ke dokter." Ucap Dean.
"Enggak." Pekik Anes, Deandra sampai terkejut mendengar istrinya memekik seperti itu.
"Iya-iya enggak." Ucap Deandra, Anes mengangguk. Hari ini Anes dan Dean memutuskan untuk berdain di villa saja, karena keadaan Anes yang tidak memungkinkan untuk pergi keluar.
...
Keesokan harinya Anes dan Dean sudah terlihat rapi, kedua orang itu akan pergi ke pantai yang da di dekat villa.
"Ayok." Ucap Anes, Deandra menatap Anes yang selalu cantik.
"Gak usah cantik-cantik bisa enggak?" Ucap Dean.
"Enggak bisa sudah dari pabrik nya begini." Ucap Anes, Dean tertawa kecil dan merangkul Anes.
Ia merasa gemas sendiri kepada Anes, sementara Anes yang memang suka sekali berpose keasikan karena Dean yang terus memotret nya.
Anggap saja Deandra adalah buaya yang sudah menemukan pawang nya, karena sejak berlibur Deandra benar-benar tidak bisa berjauhan dengan Anes.
Saat Anes dan Dean sedang duduk di tepi pantai seorang wanita datang bersama dengan anak kecil perempuan, mereka menghampiri Anes dan Deandra.
"Dean." Panggil nona X, yang ternyata mantan kekasih Dean yang sudah menikah dan memiliki anak.
"Kamu." Ucap Dean, Anes menoleh menatap wanita dan gadis kecil itu.
"Kamu disini juga ternyata." Ujar nya, Dean hanya terdiam saja ia menatap gadis kecil itu.
Dulu Dean dan nona X putus karena nona X yang selingkuh dan hamil oleh orang lain, awalnya nona X meminta Dean untuk menikahi nya tapi Dean turun mau karena itu bukan anak nya. Selain itu juga kedua orang tua Deandra yang tidak menyetujuinya.
"Iya." Jawab Dean.
"Ini siapa kekasih kamu?" Tanya nya menunjuk Anes, Anes menatap Deandra ia ingin tahu Dean akan mengenalkan Anes sebagai apa.
"Perkenalkan ini istri saya." Ucap Deandra, wanita itu terlihat tertegun menatap kecantikan Anes.
"Hai saya teman lama Dean." Ucap nya, yang tidak mengenalkan dirinya sebagai mantan kekasih Deandra.
"Aku Anes." Ucap Anes, wanita itu tersenyum manis kepada Anes.
Pantan saja Deandra cepat sekali melupakannya ternyata wanita yang bersama Dean adalah wanita cantik, kelihatannya juga Anes wanita yang berkelas. Begitulah isi fikiran mantan kekasih Deandra.
"Senang bisa mengenal kamu Anes." Ujar nya.
"Hmmm, ini anak kamu?" Tanya Anes.
__ADS_1
"Iya ini anak saya." Ucap nya.
"Cantik sekali, dia sangat mirip dengan kamu." Ucap Anes.
"Karena saya mami nya, kalian juga kalau nanti memiliki anak pasti kalau perempuan mirip kamu." Ucap nya.
"CK, mirip siapa saja yang penting itu anakku dan Deandra." Ceplos Anes, ia tidak tahu jika mantan Dean ini hamil sebelum menikah.
"Benar, karena anak adalah buah cinta." Ujar nya, mantan Dean mengerti jika Anes mengatakan itu karena Anes tidak tahu sama sekali kisah nya dengan Deandra.
"Hmmm, kamu sangat menggemaskan." Ucap Anes.
"Terimakasih Tante." Ucap gadis kecil itu.
"Sayang." Panggil seorang laki-laki, yang ternyata suami dari mantan kekasih Dean.
"Sayang papi sudah memanggil, Anes Dean kalau begitu kami permisi dulu." Ucap nya.
"Hmmm." Balas Deandra, dan Anes hanya tersenyum saja menanggapi perkataan wanita itu.
Setelah kepergian wanita itu Anes menatap Deandra, hal itu membuat Dean heran.
"Ada apa?" Tanya Dean.
"Kamu tidak pernah cerita kalau kamu memiliki teman wanita." Ucap Anes.
"Dia sudah mengenalkan dirinya untuk apa aku cerita, hmmm." Ucap Deandra, Anes menatap Dean lagi.
"Dia teman kamu atau mantan kekasih kamu?" Tanya Anes.
"Teman lama." Jawab Deandra.
"Mantan kekasih pasti." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan menarik Anes kedalam pelukannya.
"Kalau dia mantan kekasih kenapa? Yang terpenting sekarang kan kamu yang menjadi istriku." Ucap Dean, menempelkan hidung mancung nya dengan hidung mancung milik Anes.
"Tetap saja kau memiliki mantan kekasih." Ucap Anes.
"Tapi sekarang cinta aku hanya untuk kamu." Ucap Dean, membuat Anes merona.
"Ah sudah ah, Deandra menyebalkan." Ucap Anes, Dean tertawa kecil melihat Anes yang terlihat kesal.
Dari kejauhan mantan kekasih Dean melihat interaksi antara Deandra dan Anes, ia tersenyum dirinya merasa bersyukur karena Dean menemukan wanita yang tepat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1